Pernikahan Karena Satu Malam

Pernikahan Karena Satu Malam
PERGI DENGAN KEBOHONGAN


__ADS_3

Elena berjalan dengan cepat ke arah kamar mandi. Sesampainya di sana, dia langsung memuntahkan isi perutnya sedikit. Elena memuntahkan sedikit saja karena dia tadi sarapan juga hanya sedikit. Elena merasa pusing dan ingin muntah lagi namun tidak bisa lagi. Elena tertegun setelah sadar akan satu hal. Ini merupakan ciri ciri orang hamil namun dia menepis pikiran itu karena berpikir bahwa dia bisa saja masuk angin karena pola hidupnya yang akhir akhir ini tidak sehat.


Elena melirik tasnya. Dia ingat dia selalu membawa tespek. Elena sudah pernah mencobanya dua kali namun hasilnya negatif. Elena berniat ingin menceknya kembali. Dia mengambil tespek dan mencelupkannya pada urinenya. Elena menunggu beberapa saat dengan keadaan jantung yang berdetak sangat kencang menunggu hasilnya. Saat sudah selesai dan siap, Elena menatap hasilnya. Elena membulatkan bola matanya lebar saat hasilnya positif. Keringat elena mulai membasahi wajahnya. Tangannya dingin dan terkepal kuat.


"Aku hamil." gumamnya tidak menyangka.


Elena memaksa otaknya berpikir. Kenapa disaat hari wisudanya dia mengetahui bahwa dia hamil? Elena merasa perasaannya sekarang campur aduk. Dia senang dia ternyata bisa hamil namun dia ingat bahwa ini adalah anak yang tidak disengaja, anak yang tidak diinginkan sebenarnya. Dia anak yang lahir karena kesalahan! Dia belum menikah namun sudah punya anak! Elena merasa kotor. Namun dia tidak mungkin menggugurkan anak ini.


Elena kembali memaksa otaknya berpikir. Dia ingat bahwa dia sudah punya persiapan dan rencana jika ternyata dirinya hamil. Elena akan pergi. Itu yang terlintas di dalam pikirannya. Elena mengingat bahwa dia memang akan bekerja di luar kota. Ini menjadi kesempatan bagus untuk dia mengurus anak yang dikandungnya ini.


"Aku akan mempercepat kepergianku." gumamnya dengan yakin. Elena berpikir bahwa dia akan pergi lebih cepat. Hari ini! Ya Elena akan pergi hari ini. Itu yang terlintas di pikirannya.


Namun apa alasannya? Pikirnya. Orang tuanya dan orang orang di dekatnya pasti akan curiga. Tidak mungkin baru pelantikan wisuda dia langsung berangkat untuk bekerja kan? Bahkan dia belum menyusun barang barangnya.


"Kabur?" gumamnya pelan. Terlintas niat itu dihatinya.

__ADS_1


"Tidak tidak." Elena menggeleng cepat akan ide itu. Dia ingin memeluk keluarganya untuk terakhir kalinya karena dia akan pergi jauh dari mereka. Elena teringat akan Virgo, abangnya yang sangat posesif kepadanya. Andai saja Virgo ada disini, dia tidak akan membiarkan Elena langsung pergi. Dia akan mencurigainya. Namun dia tidak ada disini, Ini kesempatan bagus untuk lari kan?


Elena berpikir keras mencari alasan yang tepat agar keluarganya percaya dan memperbolehkannya pergi. Elena mendapat satu ide, dan tidak ada pilihan lain.


Setelah yakin dengan alasannya, Elena langsung keluar dan langsung menemui keluarganya.


Disinilah mereka, para keluarga dan teman teman Elena yang melihat Elena akan pergi sebentar lagi. Orang tua dan keluarganya juga teman temannya sudah tau bahwa Elena akan pergi hari ini. Padahal dia baru saja siap wisuda pelantikan. Elena beralasan bahwa dia dipanggil dan keadaan ini sangat terburu-buru. Dia dipanggil untuk mendaftarkan ulang dirinya karena akan bekerja di luar kota. Keluarganya sangat heran. Bahkan Edward mengatakan bahwa Elena lebih baik tidak usah pergi dan memilih bekerja disini saja karena dipanggil sangat cepat seperti ini. Elena dengan tegas meyakinkan keluarganya agar dia bisa pergi untuk mencapai keinginannya. Keluarganya hanya bisa pasrah dan mengijinkannya saja karena tau ini mimpi besar Elena.


"Kamu hati hati ya nak." ujar Wilson menangis memeluk Elena. Padahal Elena mengatakan bahwa dia akan pergi kira kira seminggu saja karena cuman mendaftarkan ulang saja. Namun tetap saja Wilson sedih. Dia sangat menyayangi anak perempuan satu-satunya.


Elena memeluk semua orang bergantian. Dia juga menangis. Karena Elena yang ikut menangis membuat semuanya juga menangis. Mereka baru kali ini melihat Elena menangis setelah sekian lama. Elena memeluk Wilson lalu memeluk Nita. Setelahnya dia memeluk Edward.


"Abang baik baik." bisik Elena.


"Kamu ini kaya mau pergi selamanya aja deh." ketus Edward sambil menghapus air matanya. Elena tersenyum lagi. Mereka tidak tau kalau dirinya hanya berbohong dan bahwa dia memang akan pergi untuk waktu yang sangat lama. Elena tidak tau apakah dia masih bisa kembali atau tidak. Dia tidak ada memikirkan itu. Tapi yang jelas dia sangat menyayangi keluarganya dan terpaksa meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Abang Virgo gimana?" tanya Edward pelan. Karena memang Virgo belum tau kabar ini. Elena meminta mereka untuk tidak perlu memberitahu. Elena mengatakan bahwa dia sendiri yang akan memberitahu Virgo. Elena juga mengatakan kepada mereka jika Virgo tau, dia tidak akan mengijinkan dirinya pergi. Virgo mana terima Elena pergi tanpa memeluk Virgo. Bahkan Elena sudah pernah berjanji bahwa mereka akan berpelukan lama jika Elena akan pergi berangkat. Oleh karenanya Elena memohon kepada keluarganya. Keluarganya tentunya tidak setuju karena Virgo akan sangat kecewa nantinya. Namun melihat Elena yang memohon mohon kepada mereka membuat mereka terpaksa menyetujuinya dan tidak memberitahu Virgo. Mereka cukup takut Virgo akan marah namun ini permintaan Elena sebelum pergi walaupun katanya dia cuman pergi sebentar lalu akan kembali lagi. Lagian juga Elena sudah mengatakan sendiri bahwa dia sendiri yang akan memberitahu Virgo. Jadi mereka bisa lebih tenang.


Apa yang menjamin Elena akan balik lagi kerumah? Dia meyakinkan keluarganya dengan hanya membawa barang barangnya setengah. Tentu tidak mudah meyakinkan semua keluarganya. Terpaksa dia hanya membawa satu koper saja. Itu membuat keluarganya yakin dan memperbolehkan Elena pergi.


"Sudah tidak perlu diberitahu. Nanti biar Elena sendiri saja yang akan memberitahu Abang Virgo." Ujar Elena pelan. Dia tentu berbohong. Mana berani dia mengatakan apapun lagi kepada Virgo. Elena tau siapa Virgo. Dia akan mencari tau semuanya tentang Elena. Dia akan mencurigai dirinya. Jadi dia harus pergi sebelum Virgo datang. Namun dalam hati, Elena sangat sedih karena pertemuan terakhirnya dengan Virgo dan Wina adalah saat mereka ingin pergi honeymoon. Dia pasti sangat sedih dan pasti merindukan Virgo dan Wina!


Edward menghela nafas. Dia percaya kepada Elena. Elena menatap Aris dan Elora dengan pandangan semangat.


"Selama seminggu ini Tante dan om tidak akan bisa menggangguku lagi." ujar Elena dengan gayanya. Dia pasti rindu dengan Aris dan Elora yang suka mengganggu dirinya.


Aris dan Elora menatap Elena dengan pandangan sedih.


"Elena kamu baik baik ya nak. Kami disini juga sangat menyayangimu walaupun sering mengganggumu." ujar Elora dengan meneteskan air matanya.


"Om tidak akan bisa mengganggumu lagi Elena." ujar Aris juga sedih dan mereka memeluk Elena.

__ADS_1


"Elena juga sayang sama om dan Tante. Dan tolong katakan kepada keluarganya Tante bita dan Tania bahwa Elena juga akan merindukan mereka." ujar Elena. Dia tentu mengingat keluarga Bita terutama Tania yang juga mewarnai hidupnya.


__ADS_2