Pernikahan Karena Satu Malam

Pernikahan Karena Satu Malam
BENAR BENAR TERBONGKAR


__ADS_3

"Siapa yang akan memecatmu?" suara seseorang membuat jantung Elena berdegup kencang. Suara itu dari arah belakang. Bukankah tadi dia menutup pintu rapat? Apa dia lupa mengunci pintu? Perasaan tidak.


Elena membalikkan badan kearah belakang.


Deg...


"Ka..kak Yuki?" gumam Elena sangat pelan. Matanya membulat lebar dengan tangan yang basah terkepal. Jantungnya berdegup sangat kencang. Keringat kelelahan semakin deras dengan situasi seperti ini.


Yuki tersenyum tipis melihat Elena yang pucat. Dia kemudian berjalan dengan pelan namun pasti kearah Elena. Elena yang melihatnya menunduk takut. Dia yakin, Yuki pasti mendengar semua kata katanya.


Ternyata, Yuki tidak menghampiri Elena yang duduk di kursi kerja miliknya. Tetapi, dia malah mendudukkan diri di sofa yang dekat dengan Elena.


"Duduklah disini." ujar Yuki dingin. Elena semakin takut mendengar suara dingin Yuki.


"Duduklah disini Elena." ujar lagi Yuki lebih dingin sembari menekan kata nama Elena.


Di dalam pikiran Elena, dia tersadar bahwa hal hal yang dia takutkan sudah terjadi sekarang. Dia memang sudah tau bahwa kebohongannya akan terbongkar cepat atau lambat, tapi apakah harus sekarang? Baiklah, semuanya sudah terjadi sekarang.


Elena berdiri dari duduknya dan langsung mendudukkan diri tepat disamping yuki. Dia tetap menunduk, karena bagaimanapun, dia sendiri adalah pelaku kebohongan. Elena sadar itu! Dia yang bersalah!


"Kenapa kamu berbohong Elena?" tanya Yuki. Elena hanya diam dengan masih menunduk. Yuki yang melihatnya menghela nafas pelan. Langsung mengangkat kepala Elena dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Lihat mata kakak dan jawab dengan jujur, kenapa kamu berbohong selama ini?" tanya Yuki lagi dengan wajah dirinya dan wajah Elena yang berjarak cukup dekat.


Elena memejamkan matanya sebentar lalu membukanya.


"Kakak sudah dengar semuanya?" tanya Elena pelan. Ingin rasanya dia menangis tapi harus dia tahan.


Yuki mengangguk.


"Kenapa Elena?" tanya lagi Yuki karena pertanyaan utamanya tidak juga dijawab.


"Maafkan Elena kak, maaf! Elena sudah berbohong kepada kakak hiks." akhirnya Elena mengeluarkan air matanya karena tidak tahan menahannya.


"Elena terpaksa berbohong kepada kakak. Kakak udah tau kebohongan terbesar Elena kan?"


"Kamu hamil." potong Yuki dingin. Elena semakin menggigit bibir bawahnya sampai berdarah mendengar jawaban Yuki.


"Kenapa kamu berbohong Elena? Kenapa? Kenapa kamu bilang kamu belum punya pasangan? Padahal sekarang kamu sedang hamil anak kembar menjalani 3 bulan! Kenapa Elena? Jawab kakak!". Ujar Yuki nyaris berteriak. Dia juga akhirnya ikut menangis sembari membuang muka kasar ke arah lain.


Bagaimana tidak? Dia sudah menganggap Elena seperti Keluarganya, adiknya, atau bahkan sahabatnya juga. Tapi kenapa hal penting seperti ini harus disembunyikan dari dirinya? Kenapa Yuki tidak berhak tau? Padahal dia sudah sangat terbuka dengan Elena kan?


Elena tertegun mendengar semua kata kata Yuki barusan. Bagaimana dia bisa tau sampai seperinci itu? Bahkan, Elena ingat jika kata kata dirinya tidak ada menyebutkan hal hal seperti itu. Lalu bagaimana bisa Yuki tau itu semua?

__ADS_1


"Kamu terkejut? Iya?" tanya Yuki yang melihat wajah kaget Elena.


"Dari mana kakak tau itu?" tanya Elena.


"Asal kamu tau saja Elena. Kakak sudah curiga kepadamu dari bulan kemarin. Gerak gerik kamu sangat aneh semakin lama. Dan kamu ingat beberapa kali kakak memergokimu mengusap perut? Apa kamu pikir kakak tidak curiga itu semua? Karena kecurigaan dan rasa penasaran kakak yang tidak tertahan, kakak dengan lancang mencari tau itu semua. Kamu ingat sewaktu kamu meminta izin untuk pergi? Kakak semakin curiga karena kamu tidak biasanya seperti itu. Kamu bilang kamu tidak punya siapa siapa di kota ini kan? Akhirnya sewaktu kamu pergi kakak mengikutimu dari arah belakang. Kamu pergi kerumah sakit kan? Dari situ kakak semakin yakin kalau kamu menyembunyikan sesuatu. Buat apa kamu kerumah sakit? Kamu tidak punya siapa siapa dan kamu juga tidak sakit. Lalu buat apa? Lalu kamu masuk dan mengambil antrian pemeriksaan ibu hamil kan? Lalu setelah kamu pergi, kakak langsung menemui dokter kandungan tempat kamu memeriksa dan kakak tanya semuanya dari dia. Buat apa Elena? Buat apa kamu berbohong ha?! Jelas Yuki jujur dengan emosinya. Dia tidak habis pikir.


Elena lagi lagi tertegun mendengar penjelasan Yuki semuanya. Kenapa bisa dia tidak sadar akan itu semua?


Elena mengusap kasar air matanya. Matanya sudah benar benar sembab dengan bibirnya yang merah berdarah. Dia menatap Yuki dengan mata sayunya.


"Sekarang kakak sudah tau semuanya. Aku yakin, kakak pasti berpikir aku bukan wanita baik baik kan? Bagaimana bisa wanita sepertiku yang belum memiliki pasangan sudah mengandung menjalani tiga bulan, hahaha." ujar Elena tertawa masam di akhir katanya. Semua orang akan tau bahwa tawa Elena adalah tawa palsu yang mengandung banyak rasa luka.


Yuki diam mencerna. Dia mengatakan dirinya belum memiliki pasangan? Padahal awalnya Yuki berpikir Elena sudah memiliki pasangan sehingga dia bisa hamil, namun dia sengaja menyembunyikannya. Tapi apa? Elena mengatakan dirinya tidak memiliki pasangan? Lalu bagaimana bisa dia mengandung?


"Kakak ingin tau mengapa Elena berbohong dan semua yang telah Elena sembunyikan? Baiklah, Elena akan jujur untuk kedua kalinya. Sewaktu Elena datang ke kota ini, Elena sudah jujur dengan satu orang tentang semua aib Elena sewaktu berada di pesawat. Namun untuk kedua kalinya, Elena akan jujur didepan bos Elena sendiri. Namaku memang Elena kak, namaku bukan nama samaran yang palsu. Aku memang bukan berasal dari kota ini. Aku pernah cerita sedikit tentang keluargaku kepada kakak kan? Dan itu semua memang benar. Aku pindah kesini salah satu alasannya adalah karena awalnya aku memang ingin bekerja disini setelah selesai berwisuda. Tapi, bukan itu saja alasannya. Dulu, bagi diriku sendiri, aku adalah orang yang paling bahagia. Punya banyak orang orang yang sayang sama aku. Aku punya keluarga yang baik dan penyayang, juga punya banyak teman yang penyayang juga. Namun tiba tiba, kejadian yang sangat dibenci oleh semua orang terjadi padaku. Aku diperkosa kak hiks hiks. Aku diperkosa oleh bos kakakku sendiri sewaktu mengantarkan bekal kepadanya. Rasanya, aku ingin mengakhiri hidupku saat itu. Entah apa yang membuat aku bertahan sejauh ini hiks hiks. Haruskah aku jujur kepada keluarga dan teman temanku? Tentu saja aku tidak berani. Orang yang paling mereka sayang dan jaga sebaik yang mereka bisa telah menjadi wanita yang tidak suci lagi diluar dari pernikahan, bagaimana nanti jadinya mereka kak? Mereka pasti sangat terluka. Bahkan mungkin juga mereka sangat membenciku. Aku tidak sanggup melihat itu semua kak hiks hiks.. Akhirnya diwaktu hari wisudaku, aku mengetahui bahwa diriku hamil. Aku benar benar sangat hancur kak. Aku langsung mempersiapkan semua alasan kebohongan kepada semua orang juga mempersiapkan kepergianku agar aku bisa pergi dengan cepat kak. Akhirnya aku pergi dengan kebohongan. Siapa manusia yang tidak terluka ketika melakukan hal dosa seperti itu kak? Tapi mau bagaimana lagi? Karena di satu sisi, aku selalu menanamkan dalam diriku bahwa aku tidak akan menggugurkan anak yang ada di kandunganku ini. Setelah sampai di kota ini, aku langsung mencari tempat tinggal sementara kak. Dan aku tetap bekerja di tempat yang awalnya aku memang sudah setujui, yaitu di rumah sakit kakak. Aku tidak mungkin jujur kepada kakak tentang itu semua kan? Bahkan keluargaku saja tidak tau, lalu bagaimana bisa aku jujur kepada bosku sendiri? Yang ada, kakak tidak akan menerimaku bekerja disini dan mengecamku wanita sampah di kota ini kan? Aku terpaksa berbohong kak agar aku bisa berkerja sementara untuk menambah tabunganku untuk mengurus anak yang ada di kandunganku ini. Aku tau cepat atau lambat semuanya akan terbongkar. Tapi mau bagaimana kak? Hanya sementara agar aku punya cukup uang untuk biaya melahirkan mereka saja. Lalu kalaupun kakak memecatku, aku juga harus mencari pekerjaan lain untuk biaya mereka sampai besar. Aku tidak sanggup untuk menggugurkan anak ini kak. Tuhan sudah begitu marah kepadaku, dan dengan kebaikan hatinya yang masih tersisa kepadaku, dia pasti bantu aku untuk membesarkan anak ini. Bukankah menggugurkan anak yang belum lahir sudah menjadi tindakan pembunuhan kan? Aku tidak mau membuat Tuhan semakin marah kak hiks hiks. Aku terpaksa melakukan semua ini. Ini bukan keinginanku kak, semuanya terjadi begitu saja. Kenapa hal seperti ini harus terjadi kepadaku kak hiks hiks..." jelas Elena jujur menceritakan semuanya. Dia sudah jujur untuk kedua kalinya. Luka yang selalu Elena kubur dan lupakan dalam dalam kembali harus terbayang kembali. Elena benar benar sangat hancur sekarang. Keadaannya sangat menyedihkan.


Buggh...


Yuki yang mendengar itu semua tak kuasa menahan air matanya. Yuki menangis lebih deras dengan terisak mendengar semua ucapan Elena ditambah melihat tangis Elena juga. Dia langsung dengan cepat memeluk Elena. Dia bisa merasakan hancurnya Elena sekarang. Matanya tidak bisa berbohong kalau Elena memang terlihat sangat hancur. Kata katanya seperti sesuai dengan siratan mata dan keadaannya sekarang.


Beginikah situasi yang Elena alami? Situasi yang sangat sangat menyedihkan dan memprihatinkan? Bagaimana bisa dia masih sanggup bertahan?

__ADS_1


__ADS_2