Pernikahan Karena Satu Malam

Pernikahan Karena Satu Malam
KETAHUAN


__ADS_3

Elena mengangguk tersenyum.


"Iya ma, bentar Elena ambilin ya." ucapnya lalu segera menjauh naik ke lantai atas untuk masuk keruangan khusus pengantin.


Sesampainya di ruangan khusus pengantin, Elena menemukan apa yang diminta oleh mamanya, yaitu kotak merah berpita dan segera mengambilnya. Selesainya mengambil, Elena langsung keluar dan turun kebawah untuk memberikannya kepada mamanya. Namun saat berjalan dengan tenang, seseorang menarik tangannya kearah ujung dinding gedung. Elena terkaget dan melihat siapa yang menariknya.


Pria yang sama!


Elena menatap dingin seseorang itu.


"Ada urusan apalagi tuan Zeyn? Bukankah sudah jelas apa yang saya katakan kemarin?" ujarnya dingin menekan kata katanya sambil mengucapkan nama seseorang itu.


Ya, itu Zeyn lagi!!!


"Tolong, beritahu saya, apa yang harus saya lakukan untuk menebus kesalahan saya. Saya tidak bisa tenang, saya terus dihantui perasaan bersalah." ucap Zeyn dengan pelan. Matanya menyiratkan kejujuran, kelelahan, dan penyesalan. Dia memang tidak bisa tenang. Sering sekali dia bermimpi buruk dan terus dihantui perasaan bersalah. Dia benar benar tidak bisa tenang, ditambah lagi Elena dengan jelas mengatakan bahwa sampai kapanpun, dia tidak akan pernah mengampuni dirinya. Itu semakin membuatnya tidak tenang! Sulit rasanya menjalani hidup yang penuh dengan penyesalan dan ketakutan!


Elena membuang muka. Setiap kali melihat pria penghancur masa depannya, Elena serasa ingin membunuhnya. Darahnya mendidih.


"Anda tidak perlu melakukan apa apa lagi. Semuanya sudah terjadi. Kenyataannya anda adalah penghancur hidup saya. Anda bisa lihat bagaimana kakak saya menikah dengan bahagia bersama orang yang dicintainya. Apa anda pernah memikirkan bagaimana nasib saya kedepannya ha? Apa anda memikirkan, apakah ada yang mau menerima saya dalam keadaan yang sudah tidak suci lagi ha? Apakah saya bisa menikah dengan orang yang saya cintai nanti? Lalu saat tau bahwa saya sudah tidak suci lagi, dia akan menolak saya dan mengecam saya perempuan tidak punya harga diri dan murahan. Kamu penyebab semuanya!" ujar Elena nyaris berteriak. Untung saja, tempat ini sepi karena semuanya berada di lantai bawah, dan kebetulan ini adalah lantai paling atas.

__ADS_1


Zeyn terdiam dengan rasa bersalahnya. Dia juga sebenarnya pernah memikirkan hal itu. Itulah sebabnya dia terus merasa bersalah dan tidak tenang.


"Maaf." ucap Zeyn pelan.


Elena lagi lagi membuang muka. Ingin rasanya lagi dia menangis. Tapi tidak tidak, dia tidak mau menangis dihadapan pria yang dia benci.


"Sudah saya katakan, maaf anda tidak berguna. Tidak bisa mengembalikan semuanya. Apa yang anda pikirkan pada malam itu sampai anda tuan bisa bisanya memperkosa saya. Saya datang dengan polosnya membawakan bekal kepada kakak tersayang saya namun setelahnya..." ujarnya tidak sanggup melanjutkan kata katanya. Tangannya terkepal kuat.


Zeyn lagi lagi hanya bisa terdiam, tidak tau harus mengatakan apa. Dia juga mengutuki dirinya sendiri. Kenapa bisa dia melakukan hal yang bejat seperti itu kepada wanita yang tidak tau apa apa. Itu semua karena Vania sialan! Aku tidak akan mengampunimu!


"Saya dijebak." ucap Zeyn pelan dan itu tidak didengar oleh Elena. Suaranya sangat pelan ditambah lagi suara musik dari lantai bawah. Memang, acara utamanya sudah selesai. Dan ini adalah waktu hiburan saja.


"Loh." ucap seseorang yang datang dari arah tangga. Itu adalah Virgo, Wina, dan Nita. Zeyn dan Elena yang melihatnya menjadi tegang.


Zeyn berdehem lalu langsung menjawab.


"Kami hanya berbincang ringan saja." jawabnya datar menatap Elena.


"Iya kak, tadi mama suruh aku ngambil kotak ini, pas aku mau kebawah gak sengaja berjumpa dengan bos kakak, jadi kami berbincang sebentar saja." jelas Elena tersenyum sambil menunjukkan kotak yang dia ambil. Untung saja dia tidak menangis, hanya matanya saja yang sedikit berkaca kaca.

__ADS_1


Mereka mengangguk setuju, hanya Virgo saja yang mengangguk ragu.


"Yasudah kalau begitu. Mari kebawah." ujar Nita lembut melirik Zeyn. Zeyn hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Setelahnya, mereka semua mulai turun ke lantai bawah. Nita memang sengaja menghampiri Elena karena Elena yang tak kunjung membawa apa yang dia minta, namun Virgo dan Wina yang juga sedang menunggu kotak itu akhirnya bersama sama memeriksa ke atas. Siapa tau ada masalah sehingga Elena lama turunnya.


Disudut lain, seorang wanita mendengar sedari awal pembicaraan Elena dan Zeyn. Siapa lagi kalau bukan Mila. Dia memang sengaja mengikuti Zeyn. Ketika melihat Elena naik ke lantai atas dan Zeyn mengikutinya, Mila juga mengikutinya diam diam. Dia ingin tau apa yang sebenarnya disembunyikan oleh mereka.


"Ternyata dia adalah korban dari rencana Vania yang gagal." gumamnya dingin. Ini bukan kabar baik, namun kabar buruk. Mila juga sebenarnya bertanya tanya, bagaimana caranya Zeyn melampiaskan efek dari obat perangsang itu. Dia seharusnya melakukan **** dengan wanita, namun dengan siapa? Pikirnya.


Vania tidak ikut ke pesta ini karena dia belum juga pulang. Waktu pemotretannya diperpanjang secara tiba tiba, dan itu membuatnya belum bisa pulang ke kotanya. Vania yakin bahwa tantenya bisa mengurus masalahnya.


Dibawah semua orang kembali berkumpul. Tertawa riang dan bergembira. Sudah lumayan banyak juga yang berpulangan, karena memang acaranya sebenarnya sudah selesai. Hiburan saja sisanya.


"Kak, kakak nanti hati hati ya sama Abang Virgo. Abang Virgo ini aneh banget kak. Kadang baiknya melebihi malaikat tapi kadang kalau marah melebihi setan kak, hati hati ya kak." ujar Anira antusias sambil menikmati sop buah di cup yang berada di tangannya.


"Waduh, bener kak, kami aja sering dimarahin. Padahal kami baik baik cuman mau ketemu sama Elena kak." sambung Putra ikut ikutan.


Virgo melotot menatap teman adiknya ini. Teman teman Elena memang kenal dengan keluarga Elena. Mereka sahabatan dan tentu saja mereka sering berkunjung kerumah Elena, apalagi saat akhir pekan dimana Virgo juga tidak bekerja dan berada di rumah. Virgo sering ikut bergabung dengan mereka sewaktu mereka bermain di rumah Elena.


Wina menatap intimidasi Virgo. Virgo semakin melotot menatap horor Anira dan putra. Bagi Virgo, Anira dan Putra ini teman Elena yang paling banyak sekali berbicara, berbeda dengan Gina yang banyak berbicara sewaktu ada maunya saja dan Viktor yang orangnya random sekali.

__ADS_1


"Diam kalian. Kalian ini masih adik adik udah berani ngefitnah orang dewasa kalian ya. Sayang gak usah dengarin kata mereka. Mereka ini memang temen Elena yang paling gila." ujar Virgo memelas kepada Wina. Wina hanya memutar bola matanya malas.


"Saya sudah menikah, awas kalau kalian masih suka ngajak ngajak Elena makan seafood ya, habis kalian!" ujar Virgo mengancam. Memang Virgo selalu memarahi mereka setiap kali mereka mengajak Elena memakan seafood 3 kali dalam seminggu. Pernah kejadian mereka mengajak Elena memakan seafood 3 kali dalam seminggu, dan berakhirlah dengan Virgo yang memarahi mereka semua. Virgo selalu menekankan bahwa makan seafood itu jangan berlebihan sampai tiga kali dalam seminggu, itu tidak sehat katanya.


__ADS_2