
Wilson dan Nita langsung sontak melihat Wina dengan tatapan khawatir.
"Kenapa Wina? Kamu sakit apa nak? Kasih tau mama dan papa. Kamu kelelahan ya mengurus kami?" tanya Nita panjang. Dia sangat khawatir sehingga melontarkan banyak pertanyaan.
Wina menggeleng cepat.
"Enggak mama, mama kok ngomongnya gitu." ujar Wina tidak terima.
"Trus kamu kok bisa sakit? Sakit apa nak?" tanya Nita lagi.
"Em.. mungkin hanya masuk angin aja ma." jawab Wina ragu.
"Biar lebih jelasnya, kami ke rumah sakit aja yang ma pa, mama sama papa tunggu di rumah saja." ujar Virgo menengahi. Jika dibiarkan terus, mereka mungkin tidak pergi pergi.
"Semoga Wina tidak apa apa ya." ujar Wina sebelum Wina dan Virgo pergi.
"Amin." ujar Wilson, Wina dan Virgo hanya tersenyum dan segera menjauh pergi.
Di rumah sakit, Virgo menunggu di luar ruangan pemeriksaan. Wina sedang diperiksa dan Virgo harus menunggu.
Tring...tring....
"Halo!" seru Virgo.
"......"
"Aku mungkin terlambat datang, aku sedang di rumah bersama istriku." ujar Virgo kepada orang diseberang teleponnya.
"....."
"Tenanglah aku pasti datang, istriku hanya memeriksa keadaannya saja karena merasa kurang sehat." ujar lagi Virgo.
"....."
"Baiklah." jawab Virgo dan segera mematikan teleponnya.
Saat panggilan sudah mati, seorang perawat datang menghampiri Virgo.
"Tuan, anda dipanggil untuk masuk kedalam, pemeriksaannya sudah selesai." ujar perawat itu sopan. Virgo hanya mengangguk dan segera masuk kedalam ruangan.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Virgo cepat. Dia sangat gelisah, takut terjadi hal yang tidak diinginkan kepada Wina. Wina juga sudah berada di sampingnya Virgo dan menghadap seorang dokter wanita.
Dokter itu tersenyum menatap Virgo dan Wina.
__ADS_1
"Nona Wina tidak apa apa, kesehatannya normal. Tetapi ada kabar baik buat kalian." jelas dokter itu tersenyum.
Wina dan Virgo saling menatap heran dan kembali mendengar penjelasan dokter ini.
"Nona Wina sedang hamil, dan usia kandungannya sudah jalan empat Minggu." jelas dokter itu tersenyum.
Virgo dan Wina melebarkan mata tidak percaya. Degup jantung keduanya berdetak dengan cepat.
Virgo mengerjab dan menatap dalam dokter itu.
"Dokter tidak salah? istriku hamil dokter?" tanya Virgo tidak percaya.
"Iya tuan, istri anda sedang hamil sekarang." ujar lagi dokter itu
Virgo menatap wina hari dan langsung memeluknya erat.
"Pelan pelan tuan, istri anda sedang hamil sekarang. Saya tau anda pasti kaget dan bahagia." jelas dokter itu ikut terharu melihat pasangan yang di depannya ini.
"Sayang kamu hamil? Kenapa tidak bilang? Usia kandungan kamu sudah 4 Minggu sayang astaga, aku baru tau sekarang? Tolong maafkan aku." ujar Virgo tidak percaya. Dia menatap Wina dengan matanya yang sudah berkaca kaca. Dia menghapus air matanya yang hampir jatuh.
"Aku juga baru tau sayang." ujar Wina masih shock tidak percaya. Dirinya hamil? Kenapa dia baru merasa sekarang?
"Dokter, katakan kepada saya, apa yang harus saya lakukan untuk menjaga istri saya yang sedang hamil?" tanya Virgo semangat. Bagaimana tidak? Energinya serasa full sekali mendengarkan kabar baik ini, bahkan dia lupa jika adik tersayangnya menghilang sampai sekarang.
"Saran saya, anda perlu menjaga istri anda dengan baik. Mencukupi gizinya, memperhatikan dia, jangan sampai istri anda stres dan bekerja berat, karena itu tidak baik selama kehamilannya." jelas dokter itu menjawab.
Virgo mendengarnya dengan baik dan mengangguk tersenyum.
"Kamu dengar apa kata dokter sayang? Kamu harus menjaga kehamilanmu, calon anak kita. Tenang saja, aku akan menjagamu dengan baik, jangan sampai stres dan lelah berlebihan ya." ujar Virgo semangat.
"Iya sayang, tetapi sikapmu membuatku sedikit malu hehe." bisik Wina sedikit malu dengan sikap Virgo. Entah merasa dia seperti melihat Virgo versi anak kecil yang habis mendapatkan hadiah.
"Udah udah kita pergi ya, makasih banyak dokter, saya tidak menyangka kalau saya sedang hamil 4 Minggu, saya dan suami saya pasti akan menjaganya." jelas Wina tersenyum tulus.
Dokter itu mengangguk membalasnya senyuman Wina.
"Jangan lupa memeriksanya secara rutin ya." ujar dokter itu kepada Wina dan Virgo yang sudah berdiri.
"Baik dokter, kami permisi ya." ujar Wina dan langsung menarik tangan Virgo yang menatapinya dengan senyum yang tidak mau pudar.
"Sayang, kamu hamil!" seru lagi Virgo semangat setelah keluar dari ruangan.
"Iya aku tau sayang, aku juga sangat bahagia mendengar kabar ini." ujar Wina juga semangat.
__ADS_1
"Pokoknya kamu harus menjaga calon anak kita ya, aku akan membantumu menjaga calon anak kita, jangan stres dan lelah berlebihan, kalau ada apa apa kamu bilang sama mas ya." ujar Virgo tegas.
"Iya mas, yasudah kamu pergi kerja setelah mengantarkan aku pulang ya." ujar Wina.
Tiba tiba.... Virgo memudarkan senyumnya.
Wina yang merasa itu memudarkan senyumnya juga dan menatap Virgo dengan tatapan tanda tanya.
"Kenapa sayang?" tanya Wina menyentuh lengan Virgo.
Virgo yang disentuh menatap Wina dengan tatapan sendunya.
"Mas bingung sayang." ujar Virgo pelan.
"Bingung kenapa sayang?" tanya Wina.
"Besok mas dan bosnya mas kan harus pergi ke London, jadi kamu gimana? Mas bingung." jawab Virgo mengingat rencananya. Besok adalah keberangkatan dirinya dan Zeyn ke London untuk mencari Elena sesuai dengan kesepakatan, tapi di satu sisi istrinya Wina sedang hamil, tidak mungkin dia meninggalkannya kan? Virgo khawatir dan tidak tenang meninggalkan Wina di kota ini, dia takut Wina kenapa kenapa.
Wina mengangguk pelan sadar dan ingat akan hal itu. Lalu, dia tersenyum menatap Virgo dan menggenggam tangannya.
"Mas, kamu pergi aja ya. Kamu tenang saja, aku akan menjaga kandungan aku, lagian kan ada mama papa kamu trus mama papa aku juga yang akan membantu menjaga calon anak kita." jelas Wina lembut membujuk agar Virgo pergi. Bagaimanapun, dia ingin agar Elena bisa cepat ditemukan, dia tidak merasa apa apa jika Virgo meninggalkannya untuk mencari Elena, Wina tetap setuju itu.
"Sudah sudah, kamu gak usah pikirin hal berlebihan, sekarang kita pulang dan aku akan langsung pergi bekerja, masalah pergi atau tidak nanti aku diskusikan lagi dengan Zeyn ya." ujar Virgo menarik tangan Wina lembut.
"Bossnya kamu?" tanya Wina
"Hmm." dehem Virgo terus berjalan dengan bergandengan dengan Wina menuju mobil mereka.
Saat sudah didepan pintu rumah, Wina memberhentikan langkahnya sehingga membuat Virgo heran.
"Kenapa berhenti?" tanya Virgo.
"Kita kasih tau sekarang sama mama dan papa?" tanya Wina menatap Virgo. Virgo mengangguk mendengarnya.
"Mas." panggil Wina.
"Kenapa?" tanya Virgo.
"Harus sekarang ya?" tanya Wina.
"Iya dong sayang, kalau mama dan papa tau mereka pasti senang dan bahagia, mereka juga jadi bisa menjaga kamu sayang." ujar Virgo mengelus kepala Wina lembut. Wina hanya terdiam, entah kenapa dia masih belum siap.
"Kenapa bertanya seperti itu hm? tanya Virgo namun Wina hanya menggeleng pelan saja.
__ADS_1
"Sudah, ayo masuk!" ujar Wina mengalihkan pembicaraan dan langsung memasuki rumah.