
"Maaf aku hanya,ah sudahlah lah lupakan saja,masalah ini jangan sampai Felicia mengetahui nya."Ucap Davin kepada Aruna.
"Iya tidak akan."Ucap Aruna menundukkan kepalanya.
Namun mereka tidak tau dari kejauhan ada seseorang yang memegang ponsel dan memotret mereka.
"Menyimpan rahasia? Tidak mungkin bisa jik aku masih ada."Ucap Hana.
Ya ternyata itu adalah Hana, setelah mengobati kepala nya ia keluar dan mengikuti Davin dan Aruna yang masih berada di kawasan rumah itu.
Sebenarnya ia tidak lah pingsan pukulan itu hanya sedikit saja ia lebih ke berakting saja.
"Aruna kau pasti tidak tau jika aku mendapat kan kata sandi email mu dan aku bisa mengirim kan ini kepada siapa saja."Ucap Hana tersenyum licik.
Hana pun mengirim kan foto itu kepada akun Felicia.
Sementara itu di sisi lain.
Felicia sedang sibuk membuat makanan di dapur Mansion, tidak tau makan apa yang ia buat yang jelas ia sekarang sedang mengobrak-abrik dapur itu.
Ting.
Angap saja bunyi pesan yang masuk di ponsel Felicia.
Felicia memberhentikan aktivitas nya kemudian melihat layar ponsel nya yang menyala.
"Bajingan! Wanita ****** itu benar-benar membuat aku tidak tahan beraninya dia berciuman dengan Davin dan mengirim kan foto ini kepada ku!"Jerit Felicia kemudian menumpahkan makanan yang hampir selesai sia buat.
Satu jam kemudian.
Davin dan Aruna baru saja tiba di mansion.
"Berhenti di sana!"Ucap Felicia kepada Aruna dan Davin.
Tiba-tiba Felicia mendekati Aruna dengan cepat ia menampar wajah Aruna.
Aruna yang tidak kuasa memperpanjang masalah pun dengan cepat berjalan menaiki tangga menuju kamar nya meskipun ia tidak tau mengapa tiba-tiba Felicia menampar wajah nya.
"Felicia apa yang kau lakukan?"Tanya Davin kepada Felicia.
"Hey pelacur berhenti kau!"Ucap Felicia ingin mengejar Aruna namun tangan nya di tahan oleh Davin.
"Apa yang terjadi?"Tanya Davin tak mengerti melihat tingkah Felicia yang tiba-tiba marah.
"Davin apa kau pernah memikirkan perasaan ku?"Ucap Felicia lagi.
__ADS_1
"Apa maksud mu?"Ucap Davin tidak mengerti.
"Lihat ini dia mengirim kan foto ini kepada ku!"Ucap Felicia memperlihatkan layar ponsel nya yang terpampang foto Aruna dan Davin yang sedang berciuman.
"Apa ini akun email nya?"Tanya Davin tak habis fikir.
"Iya kau bisa lihat sendiri bukan?"Ucap Felicia emosi.
"Aruna ternyata dia licik juga, aku tidak menduga dia akan menyuruh orang diam-diam untuk memotret dan mengirim kan foto itu kepada Felicia."Batin Davin marah.
Davin dan Felicia pun bergegas menuju kamar Aruna untuk menanyakan masalah itu.
"Aruna Bu pintu nya!"Teriak Davin sambil mengedor-gedor pintu kamar Aruna.
"Ada apa lagi apakah aku tidak boleh istirahat sedikit pun?"Tanya Aruna membuka pintu kamar nya.
"Apa ini?"Ucap Davin menyodorkan ponsel Felicia ke wajah Aruna.
"Apa?Aku sama sekali tidak mengetahui nya."Ucap Aruna kebingungan.
"Apa? Kau ingin menyangkal dan mengatakan jika email mu di bajak oleh orang?"Ucap Davin memarahi Aruna.
"Tidak aku sama sekali tidak tau,benar itu email ku tapi itu bukan aku."Ucap Aruna lagi.
"Ouh jadi kau memainkan trik licik untuk menjebak ku?"Tanya Davin lagi.
"Davin aku rasa wanita ini tidak hanya gila namun dia juga licik siapa tau jika sekarang dia sedang menyusun rencana untuk mengambil harta mu bagaimana jika kau usir saja dia?"Ucap Felicia sambil memegang tangan Aruna.
"Aku bahkan tidak berfikir soal harta, mengapa mau mengaitkan nya?"Tanya Aruna menatap tajam Felicia.
"Davin aku takut dengan nya,dia harus pergi dari sini aku sangat takut, cepat usir dia Davin."Ucap Felicia menyembunyikan wajah nya di belakang Davin.
"Tidak perlu kau usir aku akan segera pergi."Ucap Aruna kembali menutup pintu kamar nya kemudian membereskan barang-barang nya kedalam koper.
Sementara Davin berusaha menenangkan Felicia dan mengajak nya duduk di ruang tamu lantai bawah.
Tiga puluh menit berlalu kini Aruna kembali turun dengan membawa koper di tangan nya.
"Berhenti!"Ucap Felicia berdiri dari duduknya dan menghampiri Aruna.
"Apa lagi yang kau inginkan?"Tanya Aruna kepada Felicia.
"Ketika kau datang ke keluarga Winston kau tidak membawa apa-apa bukan? Lalu bagaimana kau bisa memiliki banyak barang seperti ini?"Tanya Felicia lagi.
"Ini baju-baju ku."Ucap Aruna lagi.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin aku yakin jika di dalam koper itu hanya terdapat baju-baju, bagaimana jika kau mencuri sesuatu yang berharga di keluarga Winston?"Ucap Felicia lagi.
"Apa maksud mu seperti itu!"Ucap Aruna sudah tidak tahan.
"Hey kau, bongkar koper nya dan periksa apakah dia mencuri sesuatu?"Ucap Felicia kepada salah satu pelayan.
"Baik nona."Ucap pelayan tersebut takut dan menurut kepala Felicia.
"Tidak ada apa-apa nona ini hanya beberapa baju dan pakaian dalam."Ucap maid tersebut.
"Apa kau tidak punya tangan? Bagaimana kau bisa yakin jika hanya melihat saja cepat keluar kan semua isi koper itu!"Ucap Felicia.
"Cukup! Baik lah aku sendiri yang akan melakukan nya Minggir lah."Ucap Aruna kepada maid tersebut.
Maid itu pun menuruti apa yang di katakan oleh Aruna kemudian menjauh dari koper itu.
Satu persatu barang nya di bongkar oleh Aruna dan itu benar tidak ada apa-apa itu hanya beberapa baju dan pakaian dalam.
"Hentikan."Ucap Davin angkat bicara.
Namun Aruna tidak mendengar kan apapun yang di ucapkan oleh Davin.
"Aruna cukup Mengapa kau tidak mendengar kan ucapan ku?"Ucap Davin menahan tangan Aruna.
"Baik lah sudah selesai, apakah sekarang aku boleh pergi?"Ucap Aruna kemudian kembali membereskan barang-barang nya yang berserakan.
Aruna pun pergi keluar dari pintu mansion sementara Davin hanya diam dan tidak berkata sepatah kata pun.
Keesokan harinya.
"Buang semua barang yang pernah di gunakan wanita itu."Ucap Felicia kepada beberapa maid.
"Baik nona."Jawab main itu bersamaan meskipun di antara mereka ada beberapa yang tidak menyukai Felicia yang kejam, kasar dan jahat.
"Tapi tuan Davin."Ucap salah satu maid.
"Baung saja."Jawab Davin menyetujui.
"Huh akhirnya wanita itu sudah pergi,aku merasa lega dan tidak Takut lagi."Ucap Felicia memegang tangan Davin.
Namun Davi sama sekali tidak menangapi ucapan Felicia.
Ia terus berjalan dan duduk di atas sofa ruang tengah kemudian menonton televisi.
Sementara itu Felicia kembali ke kamar nya dengan suasana hati yang sangat bahagia.
__ADS_1
Bersambung ....