Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 43


__ADS_3

Felicia begitu tidak sabar saat Davin memegang cincin pernikahan tersebut dan ingin memasukkan ke dalam jari nya.


Akan tetapi baru saja Davin ingin memasukkan cincin tersebut ke jari Felicia suara yang tidak asing di telinganya pun terdengar jelas di aula pesta.


"Berhenti! ... "Teriak seorang wanita dengan suara yang lantang.


"Han-Hantu!"Teriak Felicia ketakutan melihat sosok Aruna berdiri tepat di depan mereka.


"Aruna kau masih hidup."Ucap Davin melepaskan cincin tersebut kemudian menghampiri Aruna.


"Tidak Davin dia hanya roh jahat menyingkir lah darinya."Ucap Felicia memegang tangan Davin.


"Mengapa apa kau takut dengan ku?"Ucap Aruna menatap Felicia.


"Gawat,aku tidak bisa membiarkan dia mengatakan semuanya aku harus melakukan sesuatu."Batin Felicia.


"Mengapa diam?"Ucap Aruna tampa mempedulikan begitu banyak orang yang menatap mereka.


"Ah, Aruna aku tidak menyangka kau masih hidup ayo kita masuk ke dalam dan bicara berdua."Ucap Felicia menarik tangan Aruna.


Namun dengan keadaan marah Aruna mendorong Felicia hingga terjatuh.


"Ahh, sakit anaku!"Jerit Felicia berpura-pura.


Semua tamu menjadi kaget dan terlihat menyalakan Aruna.


"Aruna aku tau kau marah kepada ku tapi aku mohon jangan sakiti anak kami,aku tidak tau kau masih hidup karena itulah kami menikah."Ucap Felicia sambil berpura-pura sakit.


"Iya benar,dia begitu kejam."Ucap salah satu tamu.


"Iya padahal dia adalah tumbal saja tetapi tidak mau kalah dengan nona Felicia."Ucap tamu lain.


"Sekelompok orang-orang bodoh itu hanya bisa bicara saja."Batin Aruna kesal.


Aruna pun berjongkok dan mendekati Felicia.


"Kau masih berani membahas soal anak? Bagaimana jik aku mengatakan sekarang jika itu bukan lah darah daging Davin."Ucap Aruna sambil tersenyum miring, dan kembali berdiri.


"Kurang hajar kau! Beraninya kau melukai cucu ku!"Ucap mama Jihan datang menghampiri Aruna dan menampar wajah Aruna.


Plak ... sebuah tamparan keras dari mama Jihan mengenai pipi kanan Aruna.


"Beraninya kau mengacaukan acara kami! Dan ingin menyakiti cucu ku!"Ucap mama Jihan ingin menjambak Aruna.

__ADS_1


"Hentikan ma!"Ucap Davin marah.


"Apa, kau membiarkan Felicia di dorong oleh wanita gila ini!"Ucap mama Jihan marah.


"Mama,aku menghormati mu sebagai mama dari Davin tetapi aku harap kau tidak akan menyesal jika membesar kan cucu orang lain."Ucap Aruna memegang pipinya yang terasa sakit akibat tamparan tersebut.


"Apa? Apa yang kau katakan? Apa kau mencoba untuk menipu aku?"Ucap mama Jihan mengamuk.


"Aku tidak menipu, bagaimana jika kita buktikan saat anak itu lahir dan lakukan tes DNA agar kalian mengetahui itu anak siapa?"Ucap Aruna blak-blakan.


"Aruna apa yang kau katakan?"Ucap Davin juga tidak terlalu percaya.


"Aku mencoba mengatakan kenyataan."Ucap Aruna.


Karena suasana pesta sudah kacau dan pernikahan itu telah batal Davin pun memutuskan untuk membubarkan semua tamu karena tidak ingin masalah keluarga besar nya di ketahui banyak orang.


Setelah semua tamu pulang suasana pun kembali menjadi seperti biasanya tidak ada lagi keributan karena Davin sudah meminta maid untuk membawa mama Jihan agar di tenang kan jika tidak sakit jantung nya akan kambuh.


Aruna pun kembali tingal di mansion.


Malam harinya.


"Aruna menuruni tangga untuk menunju ruang tengah mansion, namun ia berpapasan dengan Felicia yang juga ingin turun menemui Davin.


"Bagaimana aku bisa mati jika pembunuh ku belum mati."Jawab Aruna lagi.


"Dasar wanita ******!"Ucap Felicia kesal.


"Apa kau akan melahirkan bayi itu? Aku rasa kau semakin dekat dengan kehancuran mu."Ucap Aruna tersenyum sisnis.


"Mengapa tidak?"Ucap Felicia memutar otak memikirkan ucapan Aruna barusan.


"Itu artinya kau siap tes DNA bukan? Dan aku hanya bisa mengingat kan jangan mencoba untuk mengugurkan kandungan mu karena kau hanya bisa hamil satu kali ku rasa itu juga sebuah keajaiban dari Tony hahahah" Ucap Aruna tertawa renyah.


"Apa yang kau inginkan mengapa kau tidak bisa membiarkan aku bahagia!"Ucap Felicia mulai emosi.


"Aku sudah mengatakan sebelumnya kepada mu, jika aku tidak akan membiarkan orang yang membuat ku menderita bahagia."Jawab Aruna.


"Haha, jangan merasa menang dulu,jika aku bisa mengorbankan anak ini demi membuat kau menderita seumur hidup mu kenapa tidak?"Ucap Felicia tersenyum licik.


"Apa maksud mu?"Ucap Aruna kaget.


"Maksud ku yaaa ... "Ucap Felicia kemudian dengan sengaja menjatuhkan dirinya dari tangga hingga bergulir ke bawah.

__ADS_1


Aruna kaget melihat Felicia yang benar-benar jahat dan nekat membunuh bayi nya sendiri.


"Aaaaaa, sakiiiiiiiiit, tolong perut ku sakit, Aruna mengapa? Ah mengapa kau mendorong ku?"Ucap Felicia kemudian pingsan.


Davin yang mendengar jeritan itu pun bergegas menghampiri arah suara dan saat tiba di depan tangga ia sudah melihat Felicia tergeletak dengan darah yang bercucuran di kaki nya.


"Aruna! Apa yang kau lakukan?!"Ucap Davin terkejut.


"Aku tidak melakukan apapun dia menjatuhkan dirinya sendiri!"Ucap Aruna membela diri.


Davin tidak menangapi perkataan Aruna dengan cepat ia mengedong Felicia dan membawa nya masuk ke dalam mobil.


Karena khawatir Aruna juga pergi masuk ke dalam mobil untuk menuju rumah sakit.


Tidak butuh waktu lama mereka pun tiba di rumah sakit, Davin kemudian segera membawa Felicia masuk ke dalam rumah sakit dan dokter pun dengan cepat membawa Felicia ke ruang ICU untaian di periksa.


"Ya Tuhan apa yang akan terjadi dengan nya?"Ucap Davin terlihat sangat khawatir.


"Maaf kan aku, tetapi aku harap kali ini kau mempercayai aku,jika aku tidak menyentuh nya sama sekali."Ucap Aruna.


Namun Davin terlihat sangat marah dan tidak menangapi ucapan Aruna.


Dua jam kemudian dokter yang merawat Felicia pun keluar dari ruangan ICU tersebut.


"Dok bagaimana keadaan nya?"Ucap Davin menghampiri dokter.


"Pasien baik-baik saja, namun sayangnya kami tidak bisa menyelamatkan janin yang ada di dalam perut nya, silahkan masuk tuan pasien sudah siuman dan terlihat trauma."Ucap sang dokter tersebut.


"Astaga."Ucap Davin sambil mengusap kasar wajah nya.


"Kalau begitu saya permisi dulu, untuk membuat resep obat."Ucap sang dokter.


Davin tidak menjawab kemudian ia masuk ke dalam ruangan Felicia dan melihat Felicia yang terlihat pucat pasi.


Saat melihat Davin masuk ke dalam ruang rawat nya, Felicia pun mulai melakukan Akting nya.


"Davin,di mana anak kita? Di mana? Aku sudah melahirkan nya bukan?"Ucap Felicia memegang tangan Davin.


"Felicia tenang lah,anak kita ... dia sudah pergi."Ucap Davin memegang kedua tangan Felicia


Sementara itu Aruna ikut masuk ke dalam ruangan tersebut.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2