
Flashback off.
Aruna pun masuk ke dalam mobil Davin dengan wajah yang terlihat terpaksa.
"Mengapa kau menjemput ku?"Tanya Aruna kepada Davin.
"Nona tuan muda sangat gelisah dan terlihat sangat merindukan nona."Ucap sopir tersebut.
"Diam kau."Ucap Davin kesal.
Sopir tersebut pun diam sambil tersenyum.
"Benar kah? Apa kau sudah mulai mencintai ku?"Tanya Aruna lagi.
"Jangan terlalu percaya diri,aku tidak menjemput mu,aku hanya ingin mengatakan jika malam ini mama ku akan mengadakan sebuah pesta di hotel mewah, untuk memperingati hari ulang tahun nya."Ucap Davin lagi.
"Hmm,jadi apa yang harus aku lakukan?"Ucap Aruna kepada Davin.
"Tidak ada, cukup hadir sebagai menantu keluarga Winston, gunakan gaun bagus dan jangan membuat masalah apapun."Ucap Davin.
Malam ini mama Jihan menyewa sebuah hotel ternama untuk merayakan ulang tahun nya entah yang ke berapa.
"Baik lah."Jawab Aruna singkat.
"Ada lagi."Ucap Davin.
"Apa?"Tanya Aruna penasaran.
"Apa kau pernah berfikir untuk bercerai dengan ku?"Tanya Davin terlihat serius.
"Tidak."Jawab Aruna cuek.
"Mengapa?"Tanya Davin lagi.
"Bercerai atau tidak aku pasti akan mati,bukan kah kutukan keluarga mu memang seperti itu?"Ucap Aruna.
"Benar juga."Ucap Davin seperti salah tingkah.
Aruna pun terdiam dan mengalihkan pandangannya ke jalan raya.
"Perasaan ku tidak ingin kehilanganmu."Batin Davin.
Mereka pun sama-sama diam dan tidak saling bicara lagi.
"Berhenti di sini saja."Ucap Aruna tiba-tiba.
"Mengapa? Apa kau tidak mau ikut ke kantor bersama ku?"Ucap Davin lagi.
"Tidak usah,aku masih ada keperluan."Ucap Aruna lagi.
__ADS_1
"Baik lah, cepat hubungi aku jika terjadi sesuatu kepada mu."Ucap Davin lagi.
"Tenang lah aku akan baik baik saja."Jawab Aruna.
Sopir itu pun memberhentikan mobilnya dan Aruna pun turut dari mobil tersebut.
Setelah Aruna turun sopir itu pun kembali menjalankan mobilnya menuju kantor Davin.
"Huh,aku tidak tau apa yang akan di lakukan oleh mama nya malam ini kepada ku, sebenarnya masih ada urusan penting yang harus aku urus, tapi akan ku tunda dulu sampai acara ini selesai."Ucap Aruna kemudian masuk ke dalam salon kecantikan.
Aruna pun sibuk mempersiapkan diri untuk tampil baik dan elegan agar dia tidak membuat masalah atau malu Davin.
Malah harinya.
Pesta sebentar lagi akan di mulai, tamu-tamu penting sudah datang begitu banyak memenuhi hotel tersebut.
"Bibi di mana Davin mengapa dia belum juga datang?"Tanya Felicia kepada mama Jihan.
"Tenang lah sebentar lagi juga pasti akan datang."Jawab mama Jihan.
Benar saja tidak lama kemudian Aruna pun tiba di hotel tersebut bersama dengan Davin.
Malam ini Aruna terlihat sangat cantik bahkan lebih cantik dari sebelumnya, ia memakai gaun labuh berwarna ungu dengan rambut di gerai bak putri kerajaan.
"Itu dia."Ucap Kenzo yang juga hadir di pesta tersebut.
"Seharusnya aku yang berada di samping nya."Batin Kenzo menahan cemburu.
"Kita harus terlihat saling mencintai jangan sampai ada yg melihat kita tidak akrab."Bisik Davin kepada Aruna.
"Aku mengerti."Ucap Aruna lagi.
"Davin akhirnya kau datang."Ucap Felicia saat Davin tiba di hadapan mereka.
"Jaga sikap mu."Ucap Davin memelan kan suaranya.
"Aku tau kau masih marah kepada ku, tapi aku melakukan semua ini hanya karena aku takut kehilanganmu."Ucap Felicia.
"Aku tidak peduli,sekali berbohong kau tetap lah pembohong."Ucap Davin lagi.
"Ah, sudah, Davin ada banyak tamu penting di sini kamu dan Aruna lebih baik menemani mereka."Ucap mama Jihan tak ingin masalah terlalu besar.
"Baik lah."Ucap Davin memegang tangan Aruna untuk menghampiri beberapa tamu penting.
"Selamat malam Davin."Ucap beberapa orang di situ.
"Malam."Ucap Davin.
"Apakah ini istri mu?"Tanya orang tersebut.
__ADS_1
"Iya dia istri ku."Ucap Davin lagi.
"Dia sangat cantik,tapi sayang akan menjadi tumbal."Ucap orang lain nya.
Sementara itu Aruna hanya diam saja ia takut jika ia bicara maka acara tersebut akan bubar.
Namun tidak lama kemudian Felicia pun datang ke tempat itu.
"Selamat malam paman-paman semuanya."Ucap Felicia.
"Felicia selamat malam, kau terlihat sangat sehat, bagaimana hubungan ku dengan Davin?"Tanya orang-orang itu.
"Sangat baik."Jawab Felicia tersenyum licik.
"Bagus lah."Ucap mereka.
"Ah, Aruna makan lah sup ini ini bagus untuk orang yang sudah pernah keguguran seperti mu."Ucap Felicia sengaja.
"Keguguran? Apa ini? Mengapa keluarga Winston mencari istri untuk pewaris namun wanita yang sudah pernah hamil dan keguguran."Bisik tamu lainnya.
Dan ternyata hal itu di dengar oleh mama Jihan.
"Apa?Apa aku tidak salah dengar? wanita ini sudah pernah hamil dan keguguran?"Ucap mama Jihan terlihat marah.
"Astaga,maaf aku lupa jika harus menjaga ucapan ku."Ucap Felicia menutup mulut nya.
"Davin mengapa kau tidak pernah bicara tentang itu kepada ku,aku pikir dia adalah seorang gadis yang berlatar belakang cukup baik,tapi ternyata hanyalah seorang janda muda."Ucap mama Jihan marah kepada Davin.
"Lalu mengapa jika aku seorang wanita yang sudah pernah hamil dan keguguran? Bukan kah kalian hanya mencari seorang tumbal? Lalu gadis mana yang akan sudi menjadi tumbal untuk keluarga kalian?"Ucap Aruna sudah tidak bisa menahan emosi nya.
"Beraninya kau melawan ku! Davin dia tidak hanya janda muda yang kotor namun dia juga wanita kurang hajar!"Ucap mama Jihan menujuk Aruna.
"Cukup ma,yang di katakan Aruna itu benar kita hanya membeli tumbal."Ucap Davin serba salah dengan sang mama.
"Jadi kau membela wanita kotor itu!"Ucap mama Jihan sambil mengelus dada nya yang sakit.
"Aku kotor? Aku hanya wanita yang sudah pernah hamil dan keguguran lalu di mana letak kekotoran ku? Ma aku menghormati mu sebagai orang tua, namun perkataan kotor mu tidak pantas untuk ku karena kau bahkan lebih kotor."Ucap Aruna lagi.
Plak ... sebuah tamparan dari mama Jihan mendarat di pipi kiri Aruna.
"Kau sungguh memalukan!"Ucap mama Jihan dengan tatapan penuh kebencian.
"Apa yang salah dengan yang aku katakan? Bukan kah membeli seorang seperti ku itu kemauan mu untuk menjadikan aku tumbal keluarga ku lalu apa kah itu tidak kotor?"Ucap Aruna sambil memegang pipi nya yang terasa memanas akibat tamparan itu.
"Sudah bibi jangan berdebat dengan wanita itu."Ucap Felicia memegang tangan mama Jihan.
Felicia selalu terlihat mencari muka kepada mama Jihan dia bahkan tidak berfikir jika mama Jihan tau dia tidak bisa memiliki anak dia pasti akan di buang.
Bersambung ....
__ADS_1