
Sementara itu di sisi lain.
"Sebenarnya aku sangat malas peduli dengan wanita mandul itu tetapi aku penasaran atas tespek yang ku temui di kamar mandi nya tadi pagi."Batin mama Jihan sambil duduk di depan ruang rawat Felicia.
Tidak lama kemudian Aruna dan Davin pun tiba di rumah sakit tersebut.
"Ada apa ma?"Ucap Davin bingung.
"Mama tidak tau mengapa wanita itu tiba-tiba pingsan jadi mama membawanya kerumah sakit."Ucap mama Jihan.
Tiba-tiba dokter yang menangani Felicia pun keluar dari ruang rawat tersebut.
"Keluarga pasien Felicia?"Tanya dokter tersebut kepada Davin.
"Iya."Jawab Davin lagi.
"Selamat ya nona Felicia sekarang sedang hamil dan usia kandungan nya masih terlalu baru saya harap kalian bisa menjaga nya dengan baik."Ucap dokter tersebut.
"Apa? Felicia hamil?"Ucap mama Jihan terlihat bahagia.
"Iya nyonya."Ucap dokter tersebut.
Mama Jihan pun bergegas masuk ke dalam ruang rawat tersebut untuk menemui Felicia.
"Dok bagaimana mungkin bukan kah dari awal dia di deteksi tidak bisa hamil?"Tanya Aruna kaget.
"Dia susah untuk hamil bukan berarti dia tidak bisa hamil."Ucap dokter tersebut.
Davin tidak berkata apapun ia kemudian masuk ke dalam ruang rawat tersebut.
Dokter itu pun ikut masuk ke dalam sedang kan Aruna terduduk di kursi depan ruangan.
"Seharusnya dari awal aku tidak terlalu banyak berharap apapun."Ucap Aruna sedih.
Jujur saja Aruna sudah sangat mencintai Davin namun ia tidak pernah mengatakan nya.
Dan hari ini harapan nya seakan punah ketika mendengar tentang kehamilan Felicia.
"Malam itu, mereka benar-benar melakukan nya, namun Davin masih mengelak nya, seharusnya aku tetap sadar dari bahwa aku hanyalah tumbal dan tidak boleh berharap banyak seperti ini."Ucap Aruna kemudian kembali berdiri dari duduknya dan berjalan meningal kan rumah sakit tersebut.
Aruna memilih untuk pulang duluan ke mansion karena ia tidak ingin mengangu Davin.
Malam harinya.
"Aruna mau kemana kau?"Ucap Felicia yang kini baru pulang dari rumah sakit dan duduk bersantai di sofa ruang tengah.
__ADS_1
"Apa urusan mu?"Tanya Aruna.
"Aruna sopan lah sedikit dia sedang hamil kau tidak boleh berkata sesuatu yang membuat nya tidak suka."Ucap mama Jihan.
"Aku tidak mengatakan apapun."Jawab Aruna lagi.
"Kalau begitu buat kan SOP hangat untuk Felicia."Ucap mama Jihan yang terus duduk di samping Felicia.
Kini mama Jihan semakin sayang kepada Felicia karena setahunya Felicia hamil anak dari Davin.
"Ingat lah untuk memperlakukan tumbal dengan baik, jangan sampai aku menjadikan Felicia tumbal jika aku pergi dari sini."Ucap Aruna malas.
"Kau itu ya! Bisa kah kau berbicara sopan kepada ku aku ini mama mertua mu!"Ucap mama Jihan menghampiri Aruna.
"Sopan bagimana? Apakah aku juga di perlakukan dengan sopan di sini?"Ucap Aruna lagi.
Dengan amarah nya mana Jihan mengangkat tangan nya hendak menampar wajah Aruna namun dengan cepat Aruna menahan tangan mama Jihan dan menghempas nya.
"Jangan berlalu kasar kepada ku,aku menghormati mu sebagai mama mertua ku dan jangan pikir aku bisa menjadi bahan pukulan mu."Ucap Aruna marah.
Mama Jihan melihat Davin baru keluar dari kamar mandi kemudian berpura-pura terjatuh di depan Aruna.
"Ahh, sakit sekali."Ucap mama Jihan dengan aktingnya.
Felicia pun ikut berakting melihat Davin menuju ke arah mereka.
"Aruna apa yang kau lakukan?"Ucap Davin menatap Aruna.
"Seperti yang kau lihat aku mendorong nya."Ucap Aruna.
"Mengapa kau tidak menyangkal?"Tanya Davin yang tau jika Aruna tidak melakukan apapun.
"Karena kau juga tidak akan mempercayai nya."Jawab Aruna malas.
"Aku percaya."Ucap Davin lagi.
"Terserah kau saja."Ucap Aruna kemudian berjalan keluar dari Mansion karena sudah malas melihat sandiwara kedua orang itu.
"Davin mengapa kau mempercayai nya jelas-jelas dia mendorong bibi."Ucap Felicia kesal.
Davin hanya diam dan melihat Aruna yang keluar dari Mansion entah ingin kemana.
Sementara itu di sisi lain.
"Aku sangat muak dengan ulah mereka aku pikir malam ini lebih baik tidur di hotel saja."Ucap Aruna kemudian memberhentikan sebuah taxi yang lewat di dekat nya.
__ADS_1
"Kemana nona?"Tanya sopir tersebut.
"Hotel **** pak."Ucap Aruna lagi.
"Baik nona."Ucap sopir taxi tersebut.
Tidak butuh waktu lama Aruna pun tiba di hotel.
Setelah membayar ongkos taxi ia pun berjalan masuk ke dalam hotel tersebut.
"Huh sebaiknya aku minum beberapa bir untuk menghilangkan rasa stres ini."Ucap Aruna sambil menuju pelayan hotel.
Namun Tampa sengaja ia melihat Tony sedang bersama perempuan lain di hotel tersebut.
"Nona ini nomer kamar nya."Ucap pelayan hotel tersebut.
"Baik,dan tolong antar sebotol bir ke kamar ku nanti."Ucap Aruna kemudian berjalan cepat mengikuti Tony dan wanita itu.
"Ternyata kamarnya tidak jauh dari kamar ku."Ucap Aruna.
Tony dan perempuan tersebut masuk ke dalam kamar mereka dan sepertinya Tony sedang mabuk berat.
Aruna pun bergegas mendekati pintu kamar Tony kemudian menguping pembicaraan mereka.
"Sayang kau sangat beruntung bisa tidur dengan ku, semua wanita menginginkan aku bahkan Felicia yang ternama itu pun sudah sempat tidur dengan ku Tiga Minggu lalu."Ucap Tony kepada wanita yang bersama dengan nya.
"Apa? Felicia tidur dengan Tony?"Ucap Aruna kaget.
Aruna menutup mulut nya ia tidak menyangka jika Felicia sudah tidur bersama dengan Tony tiga Minggu lalu,Tony terus menerus berganti wanita dia bahkan tidak memikirkan Hana di rumah dan malam itu entah perempuan mana lagi yang ia bawa.
Aruna dengan cepat lari untuk masuk ke kamar nya karena ia takut ketahuan menguping jika terlalu lama berdiri di depan pintu kamar Tony.
"Ini bir nya nona."Ucap pelayan hotel tersebut.
"Terima kasih."Ucap Aruna mengambil bir tersebut kemudian bergegas masuk ke dalam kamar nya.
Namun dari kejauhan ada seseorang yang menatap curiga ke arah nya.
Aruna pun menutup pintu kamar nya.
"Kurang hajar Felicia,jadi dia menipu Davin,jadi yang dia kandung bukan lah anak Davin melainkan anak dari Tony?"Ucap Aruna sambil meneguk bir nya.
Aruna terus larut dalam pikiran nya Tampa ia sadari dia sudah minum terlalu banyak dan mulai mabuk.
"Aruna apa yang kau lakukan di hotel ini?"Ucap Kenzo tiba-tiba membuka pintu kamar Aruna.
__ADS_1
Ya orang yang menatap curiga Aruna tadi adalah Kenzo yang malam itu juga berada di hotel tersebut.
Bersambung ....