Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 31


__ADS_3

"Aku,aku tidak gugup aku hanya."Ucap Fina tak bisa menyembunyikan rasa takut nya.


"Aruna cukup, jangan menyudutkan mama ku seperti itu, kematian ya karena ajal nya,lalu apa hubungannya dengan mama ku."Ucap Hana yang memang tidak tau apa-apa.


Aruna selalu di anggap anak haram karena Edwin menikah dengan mama Widya,mama Aruna secara diam-diam karena keluarga mama Widya yang kaya raya tidak menyukai Edwin.


Plak ... Aruna menampar wajah Hana dengan tangan kanan nya.


"Ah,Apa yang kau lakukan!"Ucap Hana memegang pipi nya yang kini memanas.


"Aruna kau benar-benar tidak berguna lancang sekali kau menyentuh wajah putri ku dasar anak haram!"Ucap mama Fina dengan emosi yang menggebu-gebu.


"Tangan ku terasa ingin menampar wajah nya itu, karena terlalu ikut campur atas apa yang aku ucapkan."Ucap Aruna.


"Sudah cukup hentikan,Fina ini salah mu kau tidak punya etika dalam berbicara dengan anak-anak, Aruna ini kuci mobil pergi lah."Ucap papa Edwin sudah hampir gila melihat keluarga nya yang kacau balau.


"Terima kasih papa aku pergi."Ucap Aruna mengambil kunci mobil tersebut kemudian berlalu pergi.


"Mas, kenapa kamu terus membela nya? Apa yang telah dia lakukan kepada mu hah?"Ucap mama Fina marah.


"Papa tidak menyayangi ku lagi."Ucap Hana berlari menaiki tangga menuju kamar nya.


"Lihat, lihat apa yang kau lakukan anak kita jadi seperti itu "Ucap mama Fina menyusul Hana ke kamar.


"Arghhhh! Kalau bukan karena takut ketahuan aku juga tidak akan berbaik hati dengan anak itu."Batin papa Edwin kesal.


Papa Edwin sangat takut jika perselingkuhan nya akan di bongkar oleh Aruna,apa lagi kini Aruna seperti sudah mengetahui jika Rumi adalah selingkuhan nya.


Sementara itu, Aruna telah keluar dari rumah mengunakan mobil papa Edwin,ia merasa lega membuat keluarga yang telah membuat hidup nya menderita selama bertahun-tahun itu kini menjadi berantakan.


"Ma, langkah demi langkah balas dendam ku untuk mu sudah terlaksana, tingal mengumpulkan beberapa bukti untuk menjebloskan mereka kedalam penjara.


Ucap Aruna sambil fokus menyetir.


Hari ini Aruna berniat ingin mengunjungi makam mama nya sebelum menjemput Rumi.


Aruna sebenarnya sengaja ingin membawa Rumi ke rumah papa nya agar keluarga itu semakin berantakan dan ia juga sudah membenci Rumi yang telah mengkhianati nya dia juga ingin membuat Rumi menerima karma jahat nya dengan cara berpura-pura tidak tau kebusukan Rumi.


Lama mengendarai mobil Aruna pun akhirnya tiba di sebuah TPU (Tempat pemakaman umum.)


Aruna turun dari mobil nya kemudian mengambil bunga yang sebelumnya telah ia beli di pinggir jalan tadi.


Aruna pun berjalan menuju makam sang mama.


"Ma,apa kabar? Apakah sekarang sudah lebih baik di sana? Ma aku tau mereka yang telah menyiksa mama selama ini, wanita itu dia lah yang merebut papa dari mama dan membunuh mama, aku berjanji balas dendam ku tidak hanya akan sampai di sini saja aku akan mengunakan Rumi untuk balas dendam karena dia juga telah mengkhianati aku."Ucap Aruna sambil bersimpuh di depan makam mama nya.

__ADS_1


Satu jam kemudian.


Aruna kini telah selesai di makan mama nya, ia pun bergegas pergi kerumah Arumi untuk menjemput Arumi.


Tidak butuh waktu lama Aruna pun akhirnya tiba di rumah Rumi.


Ia turun dari mobil nya kemudian berjalan masuk ke dalam rumah tersebut.


"Bibi apa Rumi berada di rumah?"Tanya Aruna saat melihat ibu dari Rumi sedang menyiram tanaman di depan rumah itu.


"Eh Aruna, tumben sekali mampir ke sini,iya Rumi ada di dalam, Silahkan masuk."Ucap ibu Rumi.


Mereka pun masuk ke dalam rumah bersama.


Rumi lihat siapa yang datang."Ucap ibu nya Arumi.


"Aruna."Ucap Rumi kaget.


"Rumi,apa kau baik-baik saja?"Ucap Aruna lagi.


"Iya aku baik-baik saja."Jawab Rumi gugup.


"Kalau begitu mau kah ikut dengan ku?"Tanya Aruna lagi.


"Kemana?"Tanya Rumi takut.


"Ah iya boleh pergi lah Rumi temani Aruna."Ucap ibu dari Aruna yang sengaja ingin mendekatkan Rumi dengan papa Aruna agar dia mendapat kan lebih banyak uang.


"Apa? Mengapa ke sana?"Tanya Rumi ketakutan.


"Kalau kau tidak mau tidak masalah."Ucap Aruna lagi.


"Rumi, ikut lah dengan Aruna."Ucap ibu Rumi.


"Ba-baik."Ucap Rumi lagi.


"Bersiap lah aku akan menunggu mu."Ucap Aruna tersenyum paksa.


"Iya ayo Rumi ibu bantu bersiap "Ucap ibu nya Rumi.


Mereka pun masuk ke dalam kamar Rumi untuk menganti pakaian.


"Ibu aku tidak mau aku takut."Ucap Rumi kepada ibunya.


"Dengar pergi dan jangan lupa minta uang kepada tuan Edwin,kau mengerti?!"Ucap ibu Rumi.

__ADS_1


Rumi tidak bisa membantah sang ibu yang terus-menerus mengancam dan memarahi nya.


Beberapa menit kemudian Rumi pun telah selesai bersiap-siap, dan mereka pun berangkat ke rumah papa Edwin.


"Aruna apa yang akan kita lakukan di sana?"Tanya Rumi dengan tangan yang sudah mulai berkeringat.


"Tidak ada hanya main-main saja."Jawab Aruna santai.


"Lalu mengapa kau mengajakku?"Tanya Rumi.


"Apakah aku salah? Aku di sana tidak ada teman apa slaah nya mengajak mu."Ucap Aruna.


"Ah iya-iya lupakan saja."Ucap Rumi gugup.


Tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di rumah papa Edwin.


Aruna dan Rumi pun turun dari mobil kemudian berjalan masuk ke dalam rumah.


"Ayo masuk."Ucap Aruna kepada Rumi.


"Ah,iya."Ucap Rumi gugup.


"Dua pemwa sial sudah datang."Ucap Mama Fina saat Aruna dan Rumi melewati ruang tengah.


"Rumi jangan dengar kan dia ayo masuk ke kamar ku."Ucap Aruna membawa Rumi ke kamar nya.


"Iya baik lah."Ucap Rumi tersenyum paksa.


Mereka pun masuk ke dalam kamar Aruna.


"Wahh,kamar mu begitu luas dan bagus,demi apapun aku selalu menginginkan kamar seperti ini."Ucap Rumi tiba-tiba menghambur ke kasur Aruna.


Aruna pun berjalan kemudian duduk di samping kasur nya.


"Kau boleh tinggal di sini jika kau mau."Ucap Aruna lagi.


"Mana mungkin aku bukan siapa-siapa, mengapa aku harus tinggal di rumah mu."Ucap Rumi sambil menampilkan wajah aneh nya.


"Ah iya aku ingin memperlihatkan ini kepadamu."Ucap Aruna menyerahkan sebuah album usang.


"Apa ini?"Tanya Rumi.


"Buka saja."Ucap Aruna.


Rumi pun membuka album tersebut yang ternyata berisi foto-foto lama mereka berdua,di mana mereka saling berpelukan dan makan bersama.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2