
"Suuut!"Ucap Aruna menarik tangan Kenzo dan menutup kembali pintu.
"Aruna kau mabuk?"Ucap Kenzo memegang pundak Aruna.
"Aku,em aku tolong katakan dia penipu dia menipu semua orang emm."Racau Aruna sambil memeluk Kenzo.
"Apa yang terjadi? Mengapa kau seperti ini?"Ucap Kenzo bingung.
"Hiksss, tolong jangan pukul aku menjauh dari ku, percaya padaku anak nya bukan anak mu."Racau Aruna dalam keadaan mabuk berat.
"Aruna aku tidak tau apa yang sedang kau alami saat ini, andai saja aku bisa memiliki mu terlebih dahulu kau tidak akan menderita seperti ini."Ucap Kenzo sambil memeluk erat Aruna.
Namun tiba-tiba Aruna menjadi lebih gila ia mencium bibir Kenzo dalam keadaan mabuk ia berfikir itu adalah Davin.
Kenzo ikut larut dalam hal itu dan ia berniat untuk meniduri Aruna agar ia bisa lebih mudah untuk mendapatkan Aruna.
Kenzo mendorong Aruna ke kasur kemudian mendidih nya, tidak hanya itu ia juga kembali mencium bibir Aruna.
Sementara itu Aruna tidak tau jika yang bersama nya saat ini adalah Kenzo dan bukan Davin.
Namun tiba-tiba pintu kamar hotel tersebut di tendang dengan kuat dari luar sehingga pintu tersebut terbuka.
"Bajingan kau Kenzo!"Ucap Davin menarik Kenzo kemudian memukul nya beberapa pukulan.
Setelah itu Davin mengendong Aruna untuk membawanya keluar dari kamar hotel tersebut.
"Ingat urusan kita belum selesai."Ucap Davin kepada Kenzo yang terbaring kesakitan di lantai kamar.
Dari awal Davin sudah kahwatir dengan Aruna ia pun memilih untuk mencari Aruna dengan melacak GPS yang berasal di ponsel Aruna.
Davin pun segera membawa Aruna keluar dari hotel tersebut.
Tidak lama kemudian mereka pun tiba di mansion dengan cepat Davin membawa i ke kamar Aruna lalu membaringkan nya di atas kasur.
"Wanita ini benar-benar tidak bisa di kontrol."Ucap Davin kemudian berjalan keluar dari kamar Aruna sambil mengunci pintu kamar tersebut dari luar.
Keesokan harinya.
Aruna terbangun dari tidurnya, ia melihat sekeliling dan memegang kepala nya yang sedikit terasa pusing.
"Astaga tadi malam itu? Apa aku cuma bermimpi bertemu Tony dan anak Yanga da di kandungan Felicia?"Racau Aruna saat baru bangun dari tidur nya.
Karena bingung Aruna pun turut dari ranjang nya dan berjalan menuju pintu keluar kamar.
Namun saat Aruna ingin membuka pintu tersebut ia tidak bisa karena tadi malam sudah di kunci oleh Davin.
__ADS_1
"Siapa di luar, tolong buka pintu nya!"Ucap Aruna mengendor-gedor pintu tersebut.
Felicia yang mendengar teriakan Aruna pun berjalan menuju kamar Aruna dan membuka pintu itu dengan angkuh nya.
"Kau! Apa kau yang menguncinya?"Ucap Aruna kesal.
"Kalau iya kenapa? Aku hanya menjalankan tugas dari Davin agar kau tidak keluar dari rumah ini lagi."Ucap Felicia.
"Apa maksud mu?"Tanya Aruna.
"Maksud ku aku menjalankan tugas untuk menjaga mu agar kau tidak berusaha kabur lagi seperti tadi malam."Ucap Felicia kesal.
"Berarti aku tidak bermimpi? Tadi malam aku memang bertemu dengan Tony dan ucapan Tony itu benar."Batin Aruna.
"Mengapa kau diam?"Tanya Felicia.
"Aku ingin bertanya, sebelumnya kau tidak bisa hamil lalu mengapa kau tiba-tiba hamil? Apa kau yakin itu anak Davin?"Ucap Aruna menyindir.
"Kurang hajar! Apa maksud mu berbicara seperti itu!?"Ucap Felicia curiga jika Aruna mengetahui sesuatu.
"Ya aku hanya bertanya seharusnya kau tidak perlu semarah ini."Ucap Aruna tersenyum miring.
"Kau!"Ucap Felicia ingin menampar Felicia.
Dengan cepat Aruna menahan tangan Felicia kemudian menghempas nya.
"Mulai lagi."Ucap Aruna jijik.
"Aruna apa yang kau lakukan!"Ucap Davin menghampiri Felicia yang terduduk di lantai depan kamar Aruna.
"Tidak melakukan apapun,dia melarang ku keluar."Ucap Aruna lagi.
"Tau kau tau dia sedang hamil jangan terlalu kasar kepada nya."Ucap Davin marah.
"Ya ya ya, tapi apa kau yakin jika itu anak mu?"Tanya Aruna lagi.
"Apa maksud mu?"Ucap Davin menaikan satu alisnya.
"Aduh perut ku sakit, Davin tolong bantu aku ke kamar."Ucap Felicia memegang perutnya.
"Tenang lah kau akan baik-baik saja."Ucap Davin kemudian mengendong Felicia.
"Aku ingin keluar."Ucap Aruna saat Davin berbalik untuk mengantarkan Felicia ke kamar.
"Kau tidak boleh Kemana-mana,ini perintah."Ucap Davin lagi.
__ADS_1
"Apa maksud mu mengurung ku seperti ini aku ini bukan anak domba."Ucap Aruna kesal.
"Karena itulah aku tidak akan membiarkan anak domba seperti mu keluyuran untuk mencari laki-laki lain."Ucap Davin kemudian berjalan menuju kamar Felicia.
"Benar-benar tidak masuk akal."Gumam Aruna kesal karena tidak mendapat ijin keluar rumah.
Aruna pun kembali masuk ke dalam kamar nya dengan kesal.
Sementara itu.
"Istirahat lah dengan baik kau tidak boleh banyak gerak, pikir kan sesuatu yang baik jangan berfikir yang membuat kandungan mu sakit."Ucap Davin merebahkan tubuh Felicia di kasur.
"Baik lah,tapi aku ingin memakan sesuatu seperti sup apakah kau bisa membuat nya?"Ucap Felicia memegang tangan Davin.
"Baik tunggu lah sebentar."Ucap Davin kemudian berjalan keluar dari kamar Felicia menuju dapur mansion.
Setelah melihat Davin keluar dari kamarnya Felicia pun segera mengambil ponsel nya dan mulai menelpon seseorang.
Call on
"Hallo."Ucap wanita di sebrang telpon.
"Ya hallo ma."Ucap Felicia sedikit memelan kan suaranya.
"Iya sayang kapan kalian ke mari mama sudah merindukan mu,apa semua berjalan lancar? Kau seharusnya pulang kerumah bersama Davin bukan?"Ucap mama Felicia di sebrang telpon.
"Ma sabar, perempuan itu belum mati juga bagaimana ini aku juga khawatir jika dia akan memberi tahu Davin kalau anak yang ku kandung bukan anak nya."Ucap Felicia khawatir.
"Astaga bagaimana itu bisa terjadi?"Ucap mama Felicia.
"Aku tidak tau dia bertemu dengan Tony saat ke hotel malam itu."Ucap Felicia lagi.
"Tenang lah mama punya rencana,jika kutukan itu masih belum terjadi kepada perempuan itu maka biar kan ide mama yang akan membantu agar kutukan itu cepat terjadi."Ucap mama dari Felicia.
"Katakan kepada ku apa idenya ma."Ucap Felicia tidak sabar.
Mama Felicia pun mengutarakan semua ide nya kepada Felicia.
"Baik ma aku akan melakukan nya."Ucap Felicia tersenyum licik.
"Bagus sayang."Ucap wanita tua jahat itu.
Call of.
"Felicia ini sup mu."Ucap Davin masuk ke kamar Felicia dengan membawa napan berisi sup dan segelas susu.
__ADS_1
Dengan cepat Felicia menyembunyikan ponsel nya dan kembali berpura-pura lemah.
Bersambung ....