Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 15


__ADS_3

Dengan kondisi badan yang basah kuyup Aruna pun menaiki taxi untuk pulang ke mansion Winston.


Beberapa puluh menit kemudian Aruna pun tiba di mansion dengan badan yang masih basah dan baju yang sedikit sobek.


"Nona kau."Ucap salah satu maid kaget melihat Aruna pulang dalam keadaan basah.


"Aku baik-baik saja."Ucap Aruna berjalan melewati ruang tengah mansion untuk menaiki tangga menuju kamar nya.


"Kau! Mengapa kau bisa pulang?"Tanya Felicia berdiri dari duduknya.


"Mengapa? Apa kau pikir aku sudah mati?"Tanya Aruna tersenyum miring.


"Laki-laki itu memang tidak berguna,membunuh wanita seperti ini saja dia tidak bisa."Batin Felicia kesal.


"Mengapa diam?"Ucap Aruna lagi.


"Menjauh lah dari karpet nya jangan mengotori itu."Ucap Felicia mengalihkan pembicaraan.


"Dia mencoba mengalihkan pembicaraan."Batin Aruna.


"Oke bersihkan karpet nya itu sudah basah nanti mama Jihan akan marah jika melihat nya."Ucap Felicia kepada maid.


"Baik nona."Ucap maid tersebut kepada Felicia.


Felicia pun mendekati Aruna dan berbisik.


"Kau sungguh kotor."Ucap Felicia sambil tersenyum miring.


Plak ... Sebuah tamparan mendarat di pipi Felicia.


"Kau sebaiknya mencuci mulut mu sebelum berbicara."Ucap Aruna usai menampar wajah Felicia.


"Berani nya kau menampar ku!"Ucap Felicia menatap tajam mata Aruna.


"Kau yang memaksa ku untuk melakukan nya,aku tau kau merasa kecewa melihat aku belum mati bukan?"Ucap Aruna kepada Felicia.


"Aku tidak peduli jika sekarang kau belum mati maka nanti kau juga akan mati karena kutukan tetap lah akan terjadi."Ucap Felicia tersenyum licik.


"Dengar Felicia,aku menghormati mu karena kau adalah orang yang di sukai oleh Davin,tapi mulai hari ini siapa pun orangnya yang menindas ku baik secara diam-diam atau terbuka aku tidak akan membiarkan nya!"Ucap Aruna kemudian mendorong Felicia hingga jatuh terduduk di lantai.


"Ah! Perempuan ****** beraninya kau mendorong ku!"Ucap Felicia kesakitan.

__ADS_1


"Dengar Felicia,aku memang wanita yang akan mati, tetapi sebaiknya kau bersikap baik kepadaku, jika tidak aku bisa saja membawa mu ke neraka bersama ku."Ucap Aruna kemudian berjalan menaiki tangga menuju kamar nya.


"Ahhhh! sial! Dia memang susah untuk di musnah kan!"Ucap Felicia kesal.


"Nona apa nona baik-baik saja?"Tanya salah satu maid.


"Mengapa cuma melihat ayo cepat bantu aku!"Ucap Felicia sangat marah.


Maid itu pun membantu Felicia berdiri dan membawa nya ke kamar.


"Sangat lelah."Ucap Aruna merebahkan tubuh nya di atas kasur.


Jam menujukkan pukul 06.20


Karena capek Aruna pun mulai memejamkan mata nya.


Namun baru saja terlelap ponsel nya pun berbunyi menandakan bahwa ada telpon masuk.


"Astaga mengagetkan saja."Ucap Aruna kemudian meraih ponselnya yang sebelumnya ia taruh di atas nakas di sampai tempat tidur nya.


Tertara nama Rumi di layar ponsel nya.


Aruna pun mengeser tombol hijau untuk mengangkat telpon tersebut.


"Aruna tolong ayah ku, Tony membawa ayah ku ke kantor polisi hiksss."Ucap Rumi sambil menangis.


"Astaga apa yang terjadi? Kenapa bisa?"Tanya Aruna bingung.


"Aku akan menjelaskan nya nanti kemari lah kumohon."Ucap Rumi di sela-sela Isak tangis nya.


"Baik lah aku akan ke sana sekarang."Ucap Aruna kemudian mematikan telepon secara sepihak.


Aruna tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa Rumi bisa berurusan dengan Tony mantan suami Aruna.


Aruna mengambil tas nya dan memasukan ponsel itu ke dalam nya kemudian keluar dari kamar nya menuruni tangga menuju pintu keluar mansion.


"Mau kemana dia?"Ucap Felicia yang juga sedang menuruni tangga tersebut menunju pintu keluar mansion.


"Pak Andi tolong antar kan saya ke kantor polisi."Ucap Aruna kepada sopir keluarga Winston ya itu pak Andi.


"Pak Andi tolong antar kan saya ke mall."Ucap Felicia dari arah belakang Aruna.

__ADS_1


"Bagaimana ini nona-nona, mobil hanya satu."Ucap pak Andi serba salah.


Karena mobil lain nya sedang di pakai dah ada juga yang sedang di perbaiki.


"Saya lebih penting."Ucap Aruna lagi.


"Aduh, bagaimana ini,aku tidak enak untuk menolak salah satu nya,nona Aruna adalah nona muda keluarga ini meskipun hanya penganti tapi dia istri tuan muda Davin. Tapi nona Felicia adalah nona muda yang sebenarnya."Batin sang sopir merasa serba salah.


"Aruna kau naik taxi saja."Ucap Felicia.


"Jika mencari taxi itu akan sangat lama, sahabat ku membutuhkan aku sekarang."Ucap Aruna menatap Felicia dengan tatapan kesal.


"Apa peduliku dengan nya, mencari taxi tidak lama jika kau punya uang,begini saja mumpung mood ku sedang baik ini aku berikan kau sedikit uang untuk naik taxi."Ucap Felicia melempar beberapa uang seratus ribuan ke wajah Aruna.


Plak ... lagi-lagi Felicia terkena tamparan dari Aruna.


"Dengar Felicia,aku adalah orang yang akan mati jadi aku tidak akan takut dengan siapa pun lagi,maka bersikap baik lah kepada ku."Ucap Aruna kemudian masuk ke dalam mobil.


"Pak Andi cepat antar kan aku ke kantor polisi."Ucap Aruna.


"Baik nona muda."Ucap pak Andi menyalakan mesin mobil kemudian melaju pergi dari mansion.


"Aruna lihat saja, cepat atau lambat kau akan mati juga."Ucap Felicia mengepal tangan nya menahan marah.


Tidak lama kemudian Aruna pun tiba di kantor polisi.


"Rumi apa yang terjadi?"Tanya Felicia saat melihat sahabatnya menangis di kantor polisi.


"Tony, dia menghadang ku, saat aku pulang kerja dan ayah ku memukul nya, lalu dia malah menjebak ayah ku dia bilang jika dia di pukul Tampa sebab oleh ayah ku, dia bahkan bilang jika kau tidak datang untuk mohon kepada nya maka ayah ku akan selamanya di penjara."Ucap Rumi sambil menangis dan memeluk Aruna.


"Akhirnya kau datang juga."Ucap Tony yang tiba-tiba muncul di hadapan Aruna dan Rumi.


Aruna melepaskan pelukan nya kemudian menatap aneh Tony.


"Apa yang kau inginkan?"Ucap Aruna menatap Tony dengan tatapan penuh marah.


"Apa yang kau dapatkan dari menikah dengan Davin Winston? Bahkan dia tidak menyentuh mu bukan?"Ucap Tony memegang dagu Aruna.


"Laki-laki bajingan,apa kau masih punya muka untuk menanyakan hal itu kepada sahabat ku!?"Ucap Rumi marah.


"Rumi diam lah,jika kau terus bicara makan aku pastikan ayah ku akan membusuk di penjara."Ucap Tony dengan jagat nya.

__ADS_1


Arumi terdiam ia tidak ingin ayah nya yang tidak memiliki kesalahan akan terus di penjara seperti itu.


Bersambung ....


__ADS_2