Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 60


__ADS_3

"Apa kau melakukan ini karena aku?"Ucap Aruna menatap Kenzo dengan tatapan bersalah.


Sebelum nya Aruna tau jika Kenzo sangat menyukai nya, bahkan selalu mencoba untuk mendapatkan cintanya, namun perasaan tidak bisa di bohongi Aruna tidak mencintai laki-laki manapun kecuali Davin suaminya.


"Kau salah paham,aku tidak melakukan apapun karena mu,aku bahkan menyadari jika perbuatan ku ini salah,aku mencintai istri orang lain."Ucap Kenzo.


"Huh,baik lah kalau begitu,kapan kau akan pergi?"Ucap Aruna lagi.


"Aku akan pergi Minggu ini."Ucap Kenzo lepas Aruna.


"Baik lah,aku harap kau bisa berhati-hati di tempat tinggal baru dan mendapatkan wanita yang sempurna."Ucap Aruna memegang pundak Kenzo.


"Boleh lah sekali saja aku memeluk mu?"Ucap Kenzo kepada Aruna.


"Memeluk ku?"Ucap Aruna menujuk dirinya sendiri.


"Iya, apa boleh? untuk yang terakhir kalinya, sebagai salam perpisahan ku."Ucap Kenzo tersenyum kecil.


"Baik lah."Ucap Aruna memeluk Kenzo.


Satu menit kemudian Kenzo dan Aruna pun selesai berpelukan.


"Terima kasih banyak kalau begitu aku pamit masih begitu banyak hal yang harus aku persiapkan sebelum pindah."Ucap Kenzo kemudian pergi meninggalkan ruang kerja Aruna.


Aruna hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, kemudian kembali duduk di kursi meja kerja nya.


Namun tampa sepengetahuan Aruna, Hana telah memotret Aruna dan Kenzo saat mereka berpelukan.


"Hahaha, aku sudah bilang akan membalas Aruna, tidak sia-sia juga aku datang ke sini."Ucap Hana kemudian berjalan kembali keluar dari kantor Aruna.


Sementara itu di sisi lain.


"Rumi, kau bilang kau hamil lalu ini apa?"Ucap papa Edwin yang menemukan surat keterangan dokter jika Rumi memang benar-benar sudah keguguran.


"Aku,aku bisa menjelaskan ini."Ucap Rumi dengan raut wajah was-was dan takut jika ia akan kehilangan aset dari papa Edwin karena berbohong untuk hamil.


"Kau benar-benar penipu!"Ucap papa Edwin membentak Rumi.


"Huh, tidak peduli lagi, kau tua bangka yang tidak berguna, lebih baik kau menyerahkan saham itu padaku, karena kau lah aku keguguran!"Ucap Rumi mulai berani.


Rumi sudah tidak peduli lagi jika sekarang dia sudah ketahuan tidak hamil.


Yang ada di pikiran nya saat ini hanya lah balas dendam atas kematian anak nya dan merebut saham papa Edwin.

__ADS_1


"Rumi jangan harap mendapatkan apapun dari ku! Karena seluruh saham sudah berada di tangan Aruna!"Ucap papa Edwin dengan lantang.


"Apa? Tidak! Itu tidak mungkin,dia seharusnya menyerah kan saham itu kembali kepada ku!"Ucap Rumi dengan pd nya.


"Itu milik nya,dan wajar saja dia mengambil nya."Ucap papa Edwin yang tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Rumi tercengang setelah mengetahui hal tersebut ia semakin emosi dan marah kepada Aruna yang sebenarnya hanya memanfaatkan dirinya untuk balas dendam.


Sementara itu di sisi lain.


Hana pergi menuju kantor Davin.


"Lihat saja Aruna,kau akan hancur hari ini."Ucap Hana sambil memegang amplop yang berisi foto Aruna dan Kenzo yang sedang berpelukan.


"Maaf nona, anda siapa?"Ucap satpam kantor Davin.


"Aku adik ipar nya Davin Winston tolong izin kan aku bertemu dengan nya."Ucap Hana dengan sopan agar bisa di izin kan masuk.


"Ouh maaf nona saya tulis tau karena saya pekerja baru disini, silahkan masuk nona."Ucap satpam tersebut mempersilakan Hana untuk masuk ke dalam kantor.


Hana pun masuk ke dalam kantor Davin dan meminta salah satu karyawan Davin untuk mengantarkan nya ke ruangan Davin.


"Permisi,tuan muda ada seseorang yang ingin bertemu dengan tuan muda."Ucap karyawan tersebut.


"Maaf tuan muda saya tidak mengenal nya."Ucap karyawan tersebut.


"Baik lah, suruh dia masuk."Ucap Davin tetap fokus ke pekerjaan nya.


"Baik tuan muda."Ucap karyawan tersebut kemudian keluar dan mempersilahkan Hana untuk masuk ke dalam ruang kerja Davin.


"Selamat siang kakak ipar."Ucap Hana dengan senyum licik nya.


"Kau? Apa yang kau lakukan di sini?"Ucap Davin marah.


"Eit,Kakak ipar jangan emosi dulu,aku hanya ingin memberi mu beberapa lembar foto ini."Ucap Hana kepada Davin.


"Foto apa? Kau pikir aku tidak tau akal licik mu? Kau pikir aku akan menerima nya? Keluar dari ruangan ku sebelum aku memanggil satpam untuk mengusir mu!"Ucap Davin kepada Hana.


"Tidak, tidak perlu aku akan keluar sendiri namun aku ingin memberikan ini, semoga kau senang melihat nya."Ucap Hana menaruh amplop berisi foto tersebut ke atas meja kerja Davin kemudian berjalan keluar meningal kan kantor Davin.


Awal nya Davin ingin membuang amplop tersebut, namun rasa penasaran nya tetap ada,ia pun mengambil dan membuka amplop tersebut.


Alangkah kagetnya Davin saat melihat isi amplop tersebut yang ternyata adalah foto istri nya yang sedang berpelukan dengan mantan rekan bisnis nya sendiri ya itu Kenzo.

__ADS_1


Dengan marah nya Davin memasukkan kembali foto tersebut ke dalam amplop dan memasukan ke dalam tas nya.


"Benar-benar tidak tahu diri!"Ucap Davin memukul meja.


Saat ini Davin begitu marah kepada Aruna yang ia duga telah berselingkuh dengan Kenzo.


"Lihat saja bagaimana aku memberimu pelajaran."Batin Davin sambil menahan emosi.


Malam harinya.


Aruna baru saja pulang dari kantor nya,hari ini sangat melelahkan bagi nya.


Mengapa mansion gelap gulita?"Batin Aruna sambil melangkah masuk ke dalam Mansion.


"Dari mana saja kau?"Ucap Davin yang sedari tadi duduk di ruang tengah mansion.


"Mengapa kau tidak menyalakan lampu?"Ucap Aruna yang kemudian menyalakan lampu yang sebenarnya sengaja di matikan oleh Davin.


"Aku bertanya dari mana kau!"Ucap Davin membentak Aruna.


Aruna pun berjalan mendekati Davin dan duduk di samping nya.


"Dari kantor,maaf aku pulang terlalu telat karena tadi ada rapat sedikit."Ucap Aruna menatap Davin.


"Menjauh lah dariku!"Ucap Davin marah.


"Ada apa ini? Mengapa kau tiba-tiba marah kepada ku?"Ucap Aruna menatap Davin dengan tatapan bingung.


Davin pun mengeluarkan foto yang ia dapatkan dari Hana dan memberikan nya kepada Aruna.


"Jelas kan kepada ku apa yang kau lakukan dengan nya?"Ucap Davin mencoba untuk tidak meluapkan emosi kepada istri nya.


"Astaga, dari mana kau mendapatkan foto ini?"Ucap Aruna kaget dan tsunami menyangka akan ada orang yang memotret mereka.


"Hana."Ucap Davin jujur.


"Sudah ku duga."Gumam Aruna mengepalkan tangannya menahan emosi.


Karena Davin juga tau jika Hana adalah wanita jahat ia juga tidak mau bertindak gegabah dan akan mendengar kan penjelasan sang istri terlebih dahulu sebagai suami yang bijak ia tidak ingin rumah tangga nya hancur hanya karena sebuah fitnah apalagi jika dirinya saat ini benar-benar mencintai Aruna.


"Jelas kan kepada ku, mengapa kau memeluk nya?"Ucap Davin menarik tangan Aruna dan memegang nya dengan kuat.


Aruna yang awal nya khawatir jika Davin akan mengamuk kini malah menjadi senyum karena tidak tahan melihat raut wajah Davin yang terlihat lucu dan menggemaskan saat cemburu.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2