
Tidak butuh waktu lama mereka pun tiba di rumah sakit.
Terlihat pak Andi yang sedang berbincang dengan dokter.
Dengan cepat Davin menghampiri mereka dan segera menanyakan kondisi mama nya kepada sang dokter.
"Dokter bagaimana keadaan mama saya?"Tanya Davin.
"Karena benturan yang cukup kuat di bagian kanan mata maka mama anda mengalami buta yang tidak bisa di sembuhkan, serta struk ringan."Jelas dokter tersebut.
"Astaga apa ini benar?"Ucap Aruna merasa kasihan terhadap Davin.
"Ya Tuhan,boleh kah saya masuk ke dalam?"Ucap Davin yang sudah pasrah dengan kenyataan ini.
"Tentu saja tuan muda."Jawab dokter tersebut.
"Ayo sayang."Ucap Davin memegang tangan Aruna dan berjalan masuk ke dalam ruang rawat mama Jihan.
Ada rasa sakit hati dengan mama nya yang begitu jahat namun di sisi lain Davin juga merasa kasihan.
"Ma."Ucap Davin memanggil mama nya.
"Davin, Davin kau di mana nak? Hikss mama sudah tidak bisa melihat mu lagi,ini semua karena Jesi dia mendorong mama dia perempuan jahat!"Ucap mama Jihan menangis sambil meraba-raba mencari Davin.
"Aku tau ma, tapi mama juga salah, mungkin ini adalah hukuman untuk mama."Ucap Davin pelan.
"Apa maksud mu Davin? Mama tidak salah yang salah adalah Jesi!"Ucap mama Jihan marah.
"Aku sudah tau semuanya ma, polisi sudah menjelaskan semua itu."Ucap Davin lagi.
"Menjelaskan apa Davin?"Ucap mama Jihan mulai panik.
"Menjelaskan semua kejahatan yang telah mama lakukan,ma mengapa mama sejahat ini kepada ku!?"Ucap Davin menguncang tubuh sang mama.
"Hikss, Davin kau sudah mengetahui semuanya? hiksss, maaf kan mama,mama menyesal melakukan itu semua, mama juga menyesalkan telah membuat berita tentang kutukan palsu itu."Ucap mana Jihan sambil menangis.
Davin terkejut dengan pertanyaan sang mama tentang kutukan itu.
"Apa? Jadi kutukan itu juga palsu,itu juga rencana yang mama buat? Untuk apa ma? Untuk apa?!"Ucap Davin emosi.
__ADS_1
"Davin pelan kan suara mu,sabar lah tenang kan dirimu."Gumam Aruna.
"Maaf kan mama Davin maaf kan mama."Ucap mama Jihan menunduk dan menangis.
"Maaf ma aku tidak bisa memaafkan mama, bagaimana pun mama harus menjalani hukumannya."Ucap Davin kemudian berjalan keluar dari kamar rawat tersebut.
Mama Jihan tidak bisa berkata apa-apa lagi,ia tau jika Davin sudah tidak bisa memaafkan nya dan sudah benar-benar kecewa.
"Bibi,maaf aku tidak bisa membujuk Davin."Ucap Aruna ikut merasa iba meskipun mana Jihan sebelum nya sudah sangat jahat kepada nya.
"Aku tau, keluar lah aku tidak membutuhkan siapapun di sini!"Ucap mama Jihan merasa malu dengan perbuatannya.
Aruna pun keluar dari ruang rawat tersebut, ia juga tidak ingin menghampiri Davin dulu karena saat ini Davin pasti membutuhkan ketenangan sendiri.
Dua hari kemudian.
Mama Jihan kini telah di masukan ke dalam penjara.
Meskipun tidak tega namun Davin tetap merelakan itu semua karena ia tau jika tidak ada hukuman maka seseorang tidak akan pernah merasa bersalah.
Hari ini adalah hari adalah hari di mana Aruna akan memulai untuk menjadi CEO di kantor nya.
Semua karyawan pun merasa bahagia karena kini pemilik sah dari perusahaan itu sudah berhasil merebut perusahaan itu dari tangan papa Edwin yang jahat.
Tok ... tok ... tok. "Suara ketukan di luar pintu ruangan Aruna.
"Masuk."Ucap Aruna sambil tetap fokus kepada pekerjaan nya.
"Permisi buk,di luar ada seorang perempuan yang sedang marah-marah dan memaksa masuk ke ruangan ibuk."Ucap salah satu karyawan kantor Aruna.
"Siapa?" Tanya Aruna bingung.
"Kami juga tidak tau buk."Ucap karyawan tersebut.
" Baik lah, suruh saja dia masuk."Ucap Aruna lagi.
"Baik buk."Ucap karyawan tersebut kemudian berjalan keluar.
Tidak lama kemudian ada seorang perempuan masuk ke dalam ruangan Aruna.
__ADS_1
"Aruna!"Ucap perempuan tersebut.
"Bibi Sekar, ada apa anda datang dan mengamuk di kantor ku?"Ucap Aruna kepada mama nya Tony ya itu Sekar.
"Aku ingin kau membagi aset itu kepada Hana! Dia kan adik mu,apa kau tega membuat nya menjadi miskin?"Ucap mama Sekar.
"Hahaha, sejak kapan kau mempedulikan Hana? Apa kau memanfaatkan hal ini untuk anak mu Tony yang tidak berguna itu?"Ucap Hana tertawa renyah.
"Kurang hajar kamu ya!"Ucap mama Sekar ingin melepari Aruna dengan vas bunga yang berada di meja kerja Aruna.
Namun seseorang menahan tangan nya.
"Hentikan! Apa yang anda lakukan? Anda mencoba menyakiti nya?"Ucap laki-laki tampan dan bertubuh tinggi tersebut.
"Kenzo? Apa yang kau lakukan di sini?"Ucap Aruna kebingungan karena melihat Kenzo yang tiba-tiba masuk ke dalam ruang kerja nya.
"Aku akan menjelaskan nya nanti, yang penting orang jahat ini juga harus di selesaikan terlebih dahulu."Ucap Kenzo.
"Apa maksud mu?Apa aku mengenalmu? Sebaiknya kau jangan ikut campur."Ucap mana Sekar kepada Kenzo.
"Kau memang tidak mengenal ku, namun sekarang sebaiknya kau ke kantor polisi karena anak mu sudah di tahan di sana."Ucap Kenzo tersenyum miring.
"Apa? Anaku Tony? Apa yang terjadi? Ini pasti ulah kalian!"Ucap mama Sekar kemudian berlari keluar dari ruangan tersebut sambil menangis dan berteriak-teriak seperti orang gila.
"Apa maksud mu Tony di penjara?"Ucap Aruna bingung.
"Sebelumnya aku minta maaf sudah menganggu mu, dan aku juga sadar jika aku salah sudah mencoba untuk merebut mu dari Davin."Ucap Kenzo dengan raut wajah yang bersalah.
"Sudah lah, jangan terlalu di permasalahkan aku tidak pernah berfikir kau itu jahat, namun kenapa bisa Tony masuk ke kantor polisi?"Ucap Aruna penasaran.
"Dia tidak punya apa-apa lagi, dan kebetulan tadi pagi aku melihat nya sedang mabuk dan mencoba merampok seseorang di jalan lalu dia tertabrak motor dan karena tidak ada luka yang parah dia di bawa masa ke kantor polisi."Jelas Kenzo kepada Aruna.
"Ouh, begitu, lalu kau ke sini untuk meminta maaf saja?"Ucap Aruna yang juga takut jika Davin akan salah paham kepada nya.
"Huh,aku ingin pamit kepada mu sekaligus meminta maaf juga, aku ingin pindah ke luar kota, setelah ini mungkin kita tidak akan bertemu lagi."Ucap Kenzo terlihat sedih.
"Pindah keluar kota?"Ucap Aruna berdiri dari duduknya dan menghampiri Kenzo.
"Iya, karena aku juga akan memindahkan semua bisnis ku ke sana."Ucap Kenzo lagi.
__ADS_1
Aruna menjadi merasa bersalah,ia berfikir karena dirinya Kenzo memutuskan untuk pindah ke negara lain.
Bersambung ....