Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 23


__ADS_3

Keesokan harinya.


Aruna kini bersiap-siap untuk pergi ke kantor, ia berjalan menuruni tangga menuju pintu keluar mansion.


Pak Adi pun sudah menunggu nya di garasi mobil.


"Ayo pak."Ucap Aruna kemudian masuk ke dalam mobil nya.


"Kita akan langsung ke kantor nona muda?"Ucap pak Adi bertanya sebelum menyalakan mesin mobil nya.


"Iya, eh tidak aku ingin ke rumah Rumi sebentar sesudah itu baru kita kantor."Ucap Aruna lagi.


"Baik nona muda."Ucap pak Andi kemudian menyalakan mesin mobil dan melaju meninggalkan mansion menuju rumah Rumi.


Tidak lama kemudian mereka pun tiba di lorong rumah Rumi.


"Berhenti pak, jalan menuju rumah nya tidak bisa di lalui mobil lebih baik aku jalan kaki saja, pak Andi silahkan tunggu di sini, aku tidak akan lama."Ucap Aruna.


"Baik lah nona muda."Jawab pak Andi.


Aruna pun turut dari mobil, namun baru saja ia ingin melangkah ia melihat Rumi berdiri di pinggir jalan seperti sedang menunggu seseorang.


Benar saja tidak lama kemudian Aruna pun melihat ada sebuah mobil berwarna abu-abu berhenti di hadapan Arumi.


Dan Aruna merasa jika ia begitu kenal dengan mobil itu.


"Bukan kah itu mobil Tony?"Ucap Aruna terkejut.


Rumi pun masuk ke dalam mobil itu dan mobil itu mu melaju cepat.


Aruna kembali masuk ke dalam mobil.


"Pak Andi cepat ikuti mobil itu."Ucap Aruna menujuk mobil Tony.


"Bukan kah nona ..."Ucap pak andi terputus.


"Cepat pak! Jangan sampai kehilangan jejak."Ucap Aruna.


"Baik nona muda."Jawab pak Andi kemudian menuruti apa yang di perintahkan oleh Aruna.


"Apa yang mereka lakukan? Mengapa Rumi bisa dekat dengan Tony?"Batin Aruna.


Pak Andi pun terus mengikuti mobil tersebut dengan kecepatan tinggi.


Tidak lama kemudian mobil itu pun berhenti di sebuah hotel.


"Berhenti pak!"Ucap Aruna.


Pak Andi pun memberhentikan mobilnya tersebut.

__ADS_1


Dengan cepat Aruna keluar dari mobil itu dan mengikuti Rumi dan Tony secara diam-diam.


Ternyata mereka masuk ke dalam sebuah kamar yang tentunya sudah di sewa.


Dengan cepat Aruna mendekati kamar tersebut dan menguping pembicaraan mereka.


"Wanita itu semakin lama semakin menarik."Ucap Tony dari dalam kamar yabg sedang berbincang dengan Rumi.


"Jangan lupa jika istri mu baru saja keguguran Tony."Ucap Rumi.


"Iya aku tidak lupa,aku hanya ingin bersenang-senang saja dengan nya."Ucap Tony lagi.


"Kenapa harus Aruna?"Tanya Rumi lagi.


"Bukan kah aku sudah mengatakan nya kepada mu berkali-kali jika Aruna sekarang sangat menarik lebih menarik dari sebelumnya."Ucap Tony lagi.


"Tidak! Aku tau kau ingin tidur dengan Aruna untuk balas dendam kepada Davin Winston karena kau sering kalah saing dengan nya bukan?"Tanya Rumi lagi.


"Kau tidak perlu membahas soal aku dan Davin,kau hanya perlu untuk memancing Aruna keluar minum bersama mu,dan menaruh obat di dalam nya setelah itu bawa dia ke hotel."Ucap Tony sambil tersenyum miring.


"Tony apa kau masih punya perikemanusiaan?"Ucap Rumi marah.


"Tidak peduli seberapa jahat nya aku, setidaknya aku lebih baik dari mu, jangan pikir jika aku tidak tau kau itu adalah wanita simpanan dan lebih parahnya lagi kau adalah wanita simpanan papa teman baik mu sendiri."Ucap Tony kepada Rumi.


"Apa? Wanita simpanan papa? Jadi dia?..."Batin Aruna tak habis fikir.


Aruna terdiam ia masih berdiri mematung di depan pintu kamar hotel tersebut dan mendengar semua yang di bicarakan oleh Rumi dan Tony.


"Ternyata hari itu aku salah menebak jika bibi Elin adalah selingkuhan pap tetapi nyatanya Rumi lah selingkuhan papa."Batin Aruna kecewa.


Ya apakah ada yang ingat dengan bibi Elin yang sempat di duga selingkuhan papa nya oleh Aruna? Ya itu adalah ibu nya Rumi sahabat Aruna.


"Ingat jika malam ini kau tidak berhasil membawa Aruna ke hotel aku akan membocorkan rahasia mu kepada mama mertua ku."Ucap Tony mengancam.


"Sialan kau Tony!"Ucap Rumi kesal.


"Sudah lah ayo cepat keluar."Ucap Tony melangkah menuju pintu.


Aruna panik karena ia masih berdiri di depan pintu kamar tersebut.


Namun di saat panik dan tidak tau harus bersembunyi di mana ada seseorang yang menarik tangan Aruna dan menutup mulut nya.


"Emm lepas kan aku!"Ucap Aruna ketakutan.


"Shut,diam lah kau sedang menguping tetapi kau bodoh."Ucap laki-laki tersebut.


"Tuan muda Kenzo."Ucap Aruna.


Ya itu adalah Kai Kenzo rekan bisnis Davin.

__ADS_1


"Ternyata kau masih mengingat ku."Ucap Kenzo sambil tersenyum.


Aruna menyembunyikan wajah nya di dada Kenzo saat Rumi dan Tony lewat.


Rumi dan Tony pun tidak peduli karena berfikir itu hanya orang yang sedang berpacaran karena wajah Kenzo dan Aruna juga tidak terlihat.


"Ah terima kasih tuan muda Kenzo."Ucap Aruna melepaskan pelukan nya.


"Kenapa kau di sini? Apa kau ingin menemui aku?"Ucap Kenzo memegang tangan Aruna.


"Menemui mu? Tidak aku hanya salah kamar ku pikir aku melihat sahabat ku di sini ternyata bukan."Ucap Aruna lagi.


"Begitu, mari ikut aku."Ucap Kenzo menarik tangan pelan menuju lantai bawah hotel tersebut.


Tidak lama mereka pun tiba di restoran hotel tersebut.


Yang namanya hotel mewah tentu ada tempat makan atau restoran untuk para tamu.


"Ayo duduk lah."Ucap Kenzo kepada Aruna.


"Ah tidak usah tuan muda Kenzo aku masih ada urusan aku pergi dulu."Ucap Aruna berjalan menuju pintu keluar hotel tersebut.


"Mengapa terburu-buru?Kita bahkan baru bertemu."Ucapan Kenzo menahan tangan Aruna.


"Lain kali akan bertemu lagi kalau begitu aku permisi."Ucap Aruna kemudian keluar dari hotel tersebut.


"Aruna tunggu!"Ucap Kenzo lagi.


"Ada apa lagi tuan muda Kenzo?"Tanya Aruna.


"Pangil saja aku Kenzo, boleh kah aku mengantar mu?"Ucap Kenzo lagi.


"Tidak perlu aku sudah ada sopir yang menunggu."Ucap Aruna.


"Kali ini saja aku mohon."Ucap Kenzo memelas.


"Tapi aku tidak ingin merepotkan orang lain."Ucap Aruna.


"Aku tidak merasa di repot kan."Ucap Kenzo lagi.


"Huh,baik lah."Ucap Aruna terlalu tidak enak untuk menolak.


Sementara itu di depan hotel itu juga terlihat Davin yang baru tiba di sana bersama sekertaris nya.


"Tuan muda Davin lihat lah,bukan kah itu nyonya muda?"Ucap sekretaris Davin menujuk Aruna yang sedang berbincang dengan Kenzo.


Davin pun menoleh ke arah yang di tunjuk oleh sekertaris nya.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2