Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 42


__ADS_3

Seluruh tim penyelam pun masuk ke dalam air tempat di mana di arah kan oleh Felicia.


Namun beberapa jam mereka menyelam tidak ada satu bukti pun yang mereka dapatkan jika Aruna berada di dalam sana.


Davin yang khawatir pun ikut terjun ke dalam air,ia benar-benar frustasi karena jatuh nya Aruna ke dalam laut tersebut.


Davin bahkan terlihat seperti orang gila ia menjerit dan memangil-mangil nama Aruna.


Namun tidak ada hasil sedikit pun.


Tiga hari berturut-turut akhirnya pencarian pun di berhenti kan karena tim penyelam mengatakan jika Aruna sudah meningal karena di bawa arus yang cukup deras.


Awal nya Davin tidak menerima pemberhentian pencarian tersebut, namun Felicia terus meyakinkan dirinya bahwa kutukan telah terjadi tidak ada gunanya untuk menyesalinya, Davin pun perlahan mulai menerima semua itu.


sementara itu di sisi lain.


"Aku di mana?"Ucap Aruna saat membuka matanya.


"Kau sudah sadar?"Ucap seorang wanita paruh baya duduk di samping Aruna.


"Anda siapa?"Tanya Aruna bingung.


"Saya istri dari orang yang telah menolong mu saat kau tengelam di laut tiga hari lalu."Ucap perempuan tersebut.


"Aku ... "Ucap Aruna memegang kepala nya sambil mengingat kejadian tiga hari lalu di mana Felicia dan orang-orang nya berusaha untuk mencelakai nya.


"Sudah lah jangan terlalu banyak pikiran."Ucap wanita tersebut.


"Bagaimana aku bisa berada di sini?"Tanya Aruna pusing.


"Begini, tiga hari lalu suamiku mencari ikan di laut mengunakan perhau dan Tampa sengaja ia melihat mu dan mengajak beberapa warga untuk menolong mu lalu kami membawa mu kerumah sakit ini."Jelas wanita tersebut.


"Ah, terimakasih banyak bibi,aku tidak tau apa yang akan terjadi jika kalian tidak menolong ku."Ucap Aruna memegang tangan wanita tersebut.


"Iya sekarang lebih baik kau beristirahat dan makan lah dulu bubur ini."Ucap wanita itu kemudian menyuapi Aruna.


Aruna pun mengangguk kan kepala nya kemudian membuka mulutnya.


Tentu saja Aruna masih berada di kota yang sama dengan Davin dan Felicia karena orang yang menolong nya juga adalah orang setempat.

__ADS_1


Satu Minggu kemudian Aruna sudah sembuh total dan kini tinggal di rumah sepasang suami istri yang menolong nya itu.


"Aruna bagaimana keadaan mu hari ini?"Tanya wanita tua itu menghampiri Aruna yang sedang melamun di depan televisi.


"Aku baik-baik saja bibi."Ucap Aruna sambil tersenyum palsu.


"Boleh kan aku menanyakan sesuatu?"Tanya wanita tua itu.


"Ya bibi silahkan."Jawab Aruna menatap wanita itu dengan serius.


"Sebenarnya dari mana asal mu, mengapa kau bisa jatuh kedalam laut,dari pakaian mu saat di temukan kau adalah berasal dari keluarga terpandang kau berpakaian begitu mahal."Ucap wanita itu penasaran.


"Aku, emm, aku jatuh dari kapal saat ingin berlibur, aku bukan orang kaya."Ucap Aruna berbohong.


"Ah begitu, sudah jangan pikir kan apapun kau bisa beristirahat di rumah ini selama yang kau inginkan."Jawab wanita itu.


"Terima kasih."Jawab Aruna lagi.


Wanita itu mengangguk kan kepala nya kemudian mengambil remote tv dan menyalakan tv.


Baru saja tv itu menyala Aruna sudah di kaget kan dengan berita tentang Davin dan Felicia yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan.


"Pasangan yang sangat serasi."Gumam wanita itu menatap televisi yang menampilkan foto Davin dan Felicia.


"Iya benar-benar serasi."Ucap Aruna menahan amarahnya sambil menghapus air mata nya.


"Kau kenapa? Apa ada masalah?"Tanya wanita tua itu melihat mata Aruna yang sembab.


"Tidak,aku hanya merindukan seseorang, oh iya bibi, mungkin beberapa hari lagi aku akan pulang ke rumah ku bibi tenang saja aku tidak akan melupakan kebaikan kalian."Ucap Aruna memegang tangan wanita tersebut.


"Di mana rumah mu apa sangat jauh?"Tanya wanita tua itu.


"Lumayan jauh, tapi aku bisa pulang sendiri."Ucap Aruna.


"Ah,baik lah aku tau kau pasti memiliki keluarga yang juga merindukan mu."Ucap wanita tersebut.


Aruna hanya bisa tersenyum palsu sambil mengangguk kan kepala nya.


"Keluarga? Keluarga lah yang telah membuat aku menjadi seperti ini,dan Felicia dia tidak boleh bahagia di atas penderitaan ku lihat saja kebahagiaan nya tidak akan tercapai."Batin Aruna menahan amarahnya.

__ADS_1


Sementara itu di sisi lain.


"Apa kau benar-benar pergi meninggalkan aku? Jujur saja aku merindukan mu."Ucap Davin duduk di tepi ranjang nya sambil melihat foto Aruna di dalam ponsel nya.


Namun tiba-tiba Felicia datang dan mendekati Davin.


"Davin apa yang sedang kau lakukan?"Tanya Felicia sambil mengelus perutnya yang sedikit sudah terlihat besar karena ia menggunakan pakaian ketat.


"Apakah kutukan itu benar-benar terjadi?"Gumam Davin.


"Ia tentu saja,itu buktinya Aruna telah meninggal,apa kau masih memikirkan nya sampai saat ini?"Ucap Felicia cemburu.


"Iya,aku merasa dia masih hidup."Ucap Davin.


"Davin dia sudah mati dan orang mati tidak akan bisa kembali lagi berhenti lah memikirkan wanita itu sebaiknya kita memikirkan resepsi pernikahan kita."Ucap Felicia kepada Davin.


"Felicia, Aruna baru saja meninggal apa tidak terlalu cepat untuk menikah?"Tanya Davin malas.


"Tidak ada kata terlalu cepat Davin,apa kau mau jika anak ini lahir tanpa keluarga yang utuh ini anak kita hikss apa kau tidak memikirkan nya kalau begitu aku tidak perlu hamil lebih baik aku gugur kan saja kandungan ini."Ucap Felicia ingin berlari keluar dari kamar Davin.


"Felicia tunggu,iya baik lah kita akan menikah."Ucap Davin sambil menahan tangan Felicia.


"Benar kah? Tanya Felicia sambil menyeka air matanya.


"Iya, dan aku sedang lelah tolong biar kan aku beristirahat dulu."Ucap Davin kepada Felicia.


"Baik lah istirahat yang cukup masalah pernikahan biar aku,mama dan bibi yang mengurus nya."Ucap Felicia bersemangat.


"Terima kasih sudah mengambil semua kerepotan ini."Jawab Davin kemudian kembali ketempat tidur nya.


Felicia tau jika Davin terpaksa menikahinya namun ia tidak peduli karena status nyonya muda keluarga Winston akan jatuh ke tangan nya, Begitu juga dengan kekayaan Davin.


Beberapa hari kemudian.


Kini di mansion Winston sedang berlangsung sebuah acara pernikahan antara Davin dan Felicia.


"Baik lah sekarang waktunya untuk bertukar cincin."Ucap pembawa acara tersebut.


Ya namanya juga adat Kristen aku tidak terlalu tau ya manteman tapi yang jelas sebelum cincin masuk ke jari masing-masing mempelai wanita atau laki-laki mereka belum resmi menjadi suami istri.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2