Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 30


__ADS_3

"Kenapa kau diam?"Ucap Davin lagi.


"Dari sekian banyak wanita, mengapa harus aku yang mengandung anak mu?"Ucap Aruna lagi.


"Ya karena aku telah membeli mu dari rumah sakit jiwa, tolong jangan sia-sia kan uang yang telah aku keluar kan."Ucap Davin yang tidak ingin mengakui jika ia mulai mencintai Aruna.


"Benarkah? Baik lah, lanjut kan makan mu,oh iya aku malam ini akan pulang kerumah papa dan di sana tentunya ada Tony tapi kau tenang saja,aku tidak akan melakukan apapun.


"Apa kau begitu senang untuk bertemu dengan mantan mu setiap waktu? Apa kau masih mencintainya? Bukan kah aku sudah melarang nya!"Ucap Davin dengan wajah yang mulai memerah.


"Terserah apa yang kau pikirkan kan tentang aku, setidaknya aku telah memberitahu kan kepada mu."Ucap Aruna.


"Berani kau pergi ke sana tampa aku, maka aku akan benar-benar mengirim mu kembali ke rumah sakit jiwa itu."Ucap Davin marah.


"Lalu apa yang kau inginkan?"Ucap Aruna menatap Davin.


"Tetap di rumah dan jangan kemana-mana kau bisa pulang ke sana bersama aku nanti."Ucap Davin.


"Terserah kau saja."Ucap Aruna kemudian berjalan meningal kan ruang makan mansion.


Davin hanya menggeleng kepala melihat tingkah laku sang istri.


09.00


"Nona, tadi sebelum berangkat ke kantor, tuan muda Davin meminta agar nona menunggu sampai dia pulang supaya bisa pergi ke rumah nona muda bersama dengan nya."Ucap maid menahan Aruna.


"Biar dia menyusul ku nanti bi, aku ada keperluan aku harus buru-buru."Ucap Aruna kemudian berjalan masuk ke dalam mobil.


"Huh,apa yang harus aku katakan?"Batin maid tersebut.


"Jalan pak."Ucap Aruna kepada pak Andi.


"Baik nona."Ucap pak Andi lagi.


Tidak butuh waktu lama mereka pun tiba di rumah papa Edwin.


Aruna pun turun dari mobil kemudian berjalan masuk ke dalam rumah tersebut.

__ADS_1


"Papa aku datang."Ucap Aruna.


"Apa yang kau lakukan di sini? Belum cukup membuat keluarga ini berantakan?"Ucap mama Fina kepada Aruna.


"Aku akan tingal beberapa hari di sini seperti kemarin."Ucap Aruna lagi.


"Tidak pergi lah tidak bada tempat untuk mu di rumah ini ucap mama Fina lagi.


"Papa lihat lah mama mengusir ku,aku hanya ingin bermalam di sini, karena sore ini aku ada janji untuk jalan-jalan."Ucap Aruna melirik papa nya.


"Istri ku,biar kan saja Aruna ingin menginap tidak bada masalah di rumah ini masih banyak kamar."Ucap papa Edwin yang takut jika tidak membela Aruna makan Aruna akan membocorkan rahasia nya.


"Terima kasih ayah."Ucap Aruna berjalan menaiki tangga menuju kamarnya dulu.


Aruna membuka pintu kamar tersebut sambil melihat apakah ada Tony atau Hana di dalam sana.


Ternyata benar tidak ada.


"Aku merindu kamar ini, seperti nya tidak ada yg di ubah dari kamar ini."Ucap Aruna lega.


"Ini rumah ku,ini kamar ku,apa maksud mu bertanya hal apa yang aku lakukan di sini?"Ucap Aruna.


"Apa kau akan menginap di sini?"Ucap Hana menaikkan satu alisnya.


"Iya memang nya kenapa?"Ucap Aruna lagi.


"Tidak ada, ingat jaga jarak dengan suamiku."Ucap Hana cemburu.


"Aku tidak butuh suami tidak berguna mu itu."Ucap Aruna tersenyum miring kemudian menutup pintu kamar tersebut dengan kuat.


"Sialan, beraninya dia melawan ku!"Ucap Hana kemudian berjalan menuju ruang tengah.


"Ma,pa, apa yang terjadi? Mengapa kalian membiarkan Aruna menginap di sini?"Ucap Hana kesal.


"Sudah lah Hana papa sedang pusing sebaiknya kau jangan mencari masalah."Ucap papa Edwin malas.


"Kok papa ngomong gitu,apa sekarang papa lebih sayang Aruna dari pada aku!"Ucap Hana marah.

__ADS_1


"Bukan,bukan begitu sayang papa sangat menyayangi mu,papa bahkan tidak menyayangi Aruna tapi papa hanya tidak ingin ada masalah lagi."Ucap papa Edwin terlihat sangat gugup.


"Sudah lah, Hana diam kan saja biar kan mama yang menangani nya jika dia mengganguk mu."Ucap mama Fina yang juga tidak kuasa membantah papa Edwin.


Hana pun terdiam menahan rasa kesal nya ia hanya takut jika Aruna akan kembali berniat merebut Tony dari nya.


Dan tidak lama kemudian Aruna pun kembali turun ke bawah entah apa lagi yang akan ia lakukan.


"Papa,siang ini aku ada janji dengan Rumi dia akan datang menjenguk ku ke sini dan kami akan jalan-jalan tapi dia tidak memiliki kendaraan untuk datang bisa kah aku memakai mobil papa untuk menjemput nya?"Ucap Aruna kepada papa nya.


"Mengapa Aruna ingin mengajak Rumi ke sini, ini benar-benar mencurigakan,apa kah dia mengetahui sesuatu tentang aku dan Rumi?"Batin Edwin merasa curiga.


"Tidak boleh! Tidak ada yang boleh membawa mobil papa kecuali aku!"Ucap Hana.


"Benar,kau bisa menyuruh teman bodoh ku itu naik taxi buat apa merepotkan."Ucap mama Fina berdiri dari duduknya.


"Aku tidak bicara dengan kalian jadi tolong diam lah."Ucap Aruna menatap Hana dan mama Fina dengan tatapan marah.


"Beraninya kau berkata seperti itu!"Ucap mama Fina ingin menampar Aruna.


"Cukup! Jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu itu,aku masih ingat betapa banyak nya bekas luka di tubuh ku yang di sebab kan oleh mu!"Ucap Aruna menahan tangan mama Fina dan menghempas nya.


"Aruna sopan lah kepada mamaku!"Ucap Hana marah.


"Sopan katamu? Maaf dia mama mu bukan mama ku,aku rasa sekarang aku harus memanggil nya dengan sebutan Tante saja."Ucap Aruna tersenyum miring.


"Aruna beraninya kau!"Ucap mama Fina mengambil vas bunga yang berada di atas meja.


"Apa? Apa kau ingin memukul ku lagi? Jika saja kau memukul ku lagi,maka siang ini juga kau akan masuk ke penjara, Tante dengar kan aku baik-baik aku memiliki sebuah pertanyaan, bagaimana mungkin seorang wanita kuat dan sehat seperti ibuku bisa meningal dengan tiba-tiba? Apakah Tante mengetahui sesuatu?"Tanya Aruna yang dengan sengaja ingin melihat reaksi mama Fina.


"Ap-Apa maksud mu,aku-Mana aku tau."Ucap mama Fina serba salah.


"Mengapa gugup?Aku hanya bertanya."Ucap Aruna merasa sangat jijik melihat wajah mama Fina orang yang telah membunuh mama nya.


Meskipun ia belum mendapatkan sedikit pun bukti tentang persekongkolan sang papa nya dan mama tirinya yang membunuh mama nya Aruna tetap akan membuat kedua orang jahat itu menderita sebelum bukti terkumpul dan menjebloskan kedua orang tua itu ke dalam penjara.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2