
Laki-laki tersebut pun semakin emosi kemudian mematikan telepon itu.
"Tuan muda Davin,kami belum bisa menemukan nona muda, mungkin sekarang ia sedang berusaha kabur."Ucap bodyguard Davin sambil menunduk takut.
Ya, laki-laki itu adalah Davin,ia baru saja pulang dari kantor nya dan melihat jika Aruna tidak ada di rumah,lalu ia mengutus beberapa bodyguard mansion untuk mencari akan tetapi tetap tidak menemukan nya.
"Kabur? Aku mau lihat apakah dia bisa kabur? Dan kemana dia akan kabur."Ucap Davin kemudian berjalan menuju pintu keluar Mansion.
David masuk masuk ke dalam mobil nya.
"Kemana tuan muda?"Tanya sopir pribadi Davin.
"Bar ****." Jawab Davin singkat.
Davin dan sopir nya itu pun bergegas menuju bar.
Sementara itu di bar.
"Hay cantik,apa kau ingin aku temani?"Tanya seorang laki-laki mendekati Aruna.
"Pergilah aku ingin sendiri."Ucap Aruna dengan keadaan yang mabuk berat.
"Minum lah lagi seperti nya kau masih kehausan."Ucap laki-laki tersebut.
"Tidak aku tidak kuat lagi perut ku sudah sangat kekenyangan."Ucap Aruna memegang kepala nya yg pusing dengan pandangan yang kian mengabur.
Sementara itu Rumi telah pingsan tak sadarkan diri.
"Kalau begitu minum lah ini,maka rasa pusing mu akan hilang."Ucap laki-laki tersebut menyodorkan sebuah gelas dengan minuman yabg telah di masukan obat perangsang.
"Tidak aku tidak mau."Ucap Aruna menolak.
"Ayo lah ini hanya segelas air jeruk yang akan bisa membuat mabuk mu hilang."Ucap laki-laki itu.
"Benar kah?"Tanya Aruna percaya.
"Iya tentu saja benar."Ucap laki-laki itu meyakinkan Aruna.
Aruna pun percaya dan segera menenggak minuman tersebut sampai habis.
Bukan nya menghilangkan pusing ia malah menjadi semakin pusing dan tidak berdaya.
"Ayo aku akan mengantarmu untuk bersenang-senang."Ucap laki-laki tersebut sambil tersenyum jahat.
Aruna pun di papah oleh laki-laki tersebut.
Namun saat mereka berbaik hendak menuju kamar di bar tersebut di hadapan mereka sudah ada Davin yang berdiri tegap sambil menatap tajam ke arah laki-laki yang sekarang sedang membopong Aruna.
"Minggir aku mau lewat."Ucap laki-laki tersebut.
__ADS_1
"Bagaimana jika aku tidak mau?"Ucap Davin sambil menaikan sedikit lengan kemeja yang ia kenakan.
"Hey apa yang akan kau lakukan? Apa kau tidak tau siapa aku?"Tanya laki-laki jahat tersebut.
Bukhh. (Anggap saja suara pukulan.)
Tanpa basa-basi Davin pun melayangkan satu pukulan keras tepat di hidung laki-laki tersebut.
"Aghh, apa yang kau lakukan? Aku bisa melaporkan mu ke polisi akibat luka ini!"Ucap laki-laki hidung belang tersebut mengancam Davin.
"Lalu bagaimana dengan mu yang ingin menculik wanita dan berniat memperkosa nya?"Tanya Davin sambil tersenyum smrik.
"A-apa kata mu? Di-dia pacar ku!"Ucap laki-laki tersebut.
"Sejak kapan istri ku berpacaran dengan mu? Mengapa aku tidak tau hal itu?"Ucap Davin menarik Aruna ke dalam pelukannya.
Semua yang ada orang menatap laki-laki tersebut dengan tatapan marah karena telah dengan berani ingin menculik istri orang.
"Bereskan dia."Ucap Davin kepada dua bodyguard nya yang telah dia telpon untuk datang ke bar itu sebelum dirinya tiba tadi.
"Baik tuan muda."Jawab kedua bodyguard tersebut kemudian membawa laki-laki itu keluar dari bar.
"Panas,aduh sangat panas."Ucap Aruna memeluk Davin.
Davin pun mengendong Aruna keluar dari bar tersebut kemudian berjalan menuju mobil nya.
"Pulang."Ucap Davin kepada sopir nya.
Sopir itu pun menyalakan mesin mobil kemudian melaju pulang menuju mansion.
"Panas,panas tubuh ku sangat kepanasan."Ucap Aruna di sepanjang jalan.
Sementara itu Davin hanya duduk diam, tampa menghiraukan Aruna.
Namun karena tidak tahan Aruna pun mulai membuka kemeja yang ia pakai dan terlihat dua gunung kembar yang cukup besar.
"Aku kepanasan,emhhh tolong, tolong aku."Ucap Aruna mendekati Davin.
"Hey,apa yang kau lakukan? menyingkir lah dari ku."Ucap Davin mendorong pelan Aruna kembali ke kursinya.
"Ah, tubuh mu sangat bagus, ayo bersenang-senang sebelum aku mati."Racau Aruna duduk di pangkuan Davin dan membuka kancing kemeja yang di kenakan Davin.
"Begini lah cara kau menggoda ku? Apa kau pikir aku akan tertarik?"Ucap Davin memegang kedua pundak Aruna.
"Kata mu aku akan bahagia jika minum banyak bir, tapi mengapa aku masih merasa sedih dan tidak bahagia sama sekali?"Ucap Aruna masih dengan posisi duduk di pangkuan Davin.
"Apa yang kau katakan?"Ucap Davin serba salah karena Aruna sedang mabuk.
Namun tiba-tiba Aruna muntah di celana Davin karena sudah tidak kuat menahan mual.
__ADS_1
"Astaga perempuan jorok ini."Ucap Davin kesal akan kelakuan Aruna.
Ia pun kembali mendudukkan Aruna ke kursi samping nya kemudian membersihkan celana nya dengan tissue.
Tidak lama kemudian mereka pun tiba di mansion Winston.
Davin mengedong Aruna masuk ke dalam Mansion.
"Siap kan bak mandi."Ucap Davin kepada beberapa maid sambil berjalan masuk ke dalam kamar Aruna.
"Tapi tuan muda."Ucap salah satu maid.
"Cepat!"Bentak Davin.
"Ba-baik."Ucap maid tersebut bergegas menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar Aruna.
"Panas,tubuh ku sangat panas,ini sangat tidak nyaman tolong bantu aku."Ucap Aruna menarik tangan Davin saat Davin ingin meningal kan nya.
"Apa yang kau lakukan aku tidak akan tertarik dengan mu!"Ucap Davin kesal berusaha melepaskan pegangan Aruna.
Namun Aruna terus menarik Davin ke pelukan nya, tentunya dalam keadaan yang di pengaruhi obat perangsang tersebut.
Karena tarikan Aruna Davin pun terjatuh di atas tubuh Aruna, bertepatan saat itu Felicia kekasih dari Davin tiba di kamar tersebut.
"Davin,apa yang kau lakukan?"Tanya Felicia sambil membekap mulutnya.
"Felicia."Ucap Davin kemudian bergegas bangun dari atas tubuh Aruna.
Felicia yang tak kuasa menahan tangisnya pun berlari menjauh dari kamar tersebut.
karena tadi nya pintu kamar itu memang tidak di tutup.
Davin pun merasa khawatir telah membuat Felicia salah paham ia berlari mengejar Felicia ke luar dari kamar itu.
"Felicia tunggu!"Ucap Davin berhasil menahan tangan Felicia.
"Lepas kan aku!"Ucap Felicia sambil menangis.
"Tidak, itu tidak seperti apa yang kau lihat kau hanya salah paham."Ucap Davin berusaha meyakinkan Felicia.
"Percaya lah padaku,dia hanya mabuk dan aku membantu nya."Ucap Davin.
"Aku tidak percaya."Ucap Felicia.
"Sayang percaya lah aku hanya mencintai mu, bukan dia, kau tau jika aku melakukan ini semua demi menyelamatkan mu."Ucap Davin lagi.
"Lalu kenapa sampai sekarang dia belum mati juga?"Ucap Felicia sambil menyeka air matanya.
"Felicia!"Ucap Davin menatap Felicia yang berkata terlalu berlebihan.
__ADS_1
Davin tidak suka melihat Felicia berkata seperti itu.
Bersambung ....