Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 19


__ADS_3

"Aku sekarang adalah perwakilan dari perusahaan Winston.


"Ap-Apa? Bagaimana bisa?"Ucap Hana terkejut.


"Tentu saja bisa,oh iya aku hanya ingin mengingatkan kepada mu,jika aku pernah kehilangan bayiku karena mu."Ucap Aruna mendekati Hana.


"Apa? Apa yang ingin kau lakukan menyingkir lah!"Jerit Hana takut.


Aruna mengulur tangan nya ke arah perut Hana.


"Menjauh lah dariku! Apa kau ingin mencelakakan aku?"Teriak Hana lagi.


"Tentu saja tidak, aku hanya ingin memegang keponakan ku."Ucap Aruna tersenyum miring.


Hana terdiam ia begitu baru pertama kali melihat Aruna yang menyeramkan.


Aruna yang melihat wajah takut Hana pun menjadi puas kemudian berjalan pergi meninggalkan Hana.


"Hana ternyata kau di sini? Apa yang kau lakukan di sini? Bukan kah aku menyuruh mu untuk beristirahat di rumah?"Ucap Tony menghampiri Hana.


"Gila, perempuan itu sudah menjadi gila dia ingin membunuh anak kita."Ucap Hana sambil memeluk Tony.


"Apa maksud mu? Siapa yang ingin menyakiti anak kita?"Tanya Tony sambil mengelus rambut Hana.


"Aruna, Tony dia jahat dia ingin anak kita mati."Ucap Hana ketakutan.


Tony melihat Aruna yang beru saja menaiki tangga.


"Aruna berhenti!"Ucap Tony menghampiri Aruna.


"Apa?"Ucap Aruna memberhentikan langkah nya.


"Apa yang kau lakukan di sini?"Ucap Tony memegang pergelangan tangan Aruna.


"Memang nya kenapa?"Ucap Aruna singkat.


"Kau ingin merebut perusahaan ini dari Hana bukan?"Ucap Tony lagi.


"Kau selalu mengatakan jika kau sangat mencintai Hana, aku rasa yang kau cintai adalah perusahaan ini tapi bukan Hana."Ucap Aruna sambil tersenyum kecil.


"Apa yang kau katakan?"Ucap Tony dengan raut wajah aneh.


"Aku ingin tau, apakah kau masih akan mencintai nya jika ia tidak memiliki perusahaan ini lagi?"Ucap Aruna.


"Aruna ayah sangat menyayangi ku dan dia akan memberikan perusahaan ini kepada ku jangan harap untuk merebut nya dariku!"Ucap Hana mulai emosi.

__ADS_1


"Aku tidak akan merebut nya,tapi aku akan menghancurkan nya,jika aku tidak bisa memiliki nya maka jangan berharap untuk memilikinya."Ucap Aruna lagi.


sementara itu di sisi lain.


Mansion keluarga Winston.


"Apa yang terjadi mengapa wajah mu terlihat sangat marah? Siapa yang membuat mu marah?" Ucap Davin kepada Felicia.


"Kau."Ucap Felicia mengalihkan pandangannya.


"Apa yang aku lakukan? Mengapa aku yang membuat mu marah?"Ucap Davin bingung.


"Kenapa kau membiarkan Aruna berkerja di perusahaan papa nya sebagai perwakilan dari perusahaan Winston?"Ucap Felicia marah.


"Dari mana kau mengetahui nya?"Tanya Davin bingung.


"Aku melihat nya."Ucap Felicia berbohong padahal Hana lah yang memberikan informasi itu kepadanya.


"Aku hanya menyuruh nya mewakili perusahaan Winston."Ucap Davin kepada Felicia.


"Apa? Mengapa harus dia? Mengapa bukan aku? Tidak-tidak aku juga ingin menjadi wakil,kalau perlu ketua perwakilan perusahaan Winston."Ucap Felicia menatap Davin jengkel.


"Kau ... ?"Ucap Davin tak habis fikir dengan tingkah laku Felicia.


"Apakah tidak bisa? Padahal aku juga ingin menjadi wanita mandiri dan memiliki pekerjaan walaupun sudah kaya raya."Ucap Felicia menyombongkan diri.


"Benar kah? Aku mencintaimu."Ucap Felicia memeluk Davin.


Namun tepat saat itu Aruna tiba di mansion.


Ia masuk dan melewati Davin dan Felicia yang tengah asik bercanda namun tidak mempedulikan nya.


"Hey, mengapa kau tidak menyapa sedikit pun? Apa kau anggap kami ini batu?"Ucap Felicia kepada Aruna.


Aruna memberhentikan langkah nya kemudian menoleh ke arah Felicia dan Davin.


"Jika aku tidak pulang maka kau lah yang akan mati jadi kau sebaiknya bersyukur karena aku masih mau pulang ke mansion ini."Ucap Aruna kemudian kembali melangkah menaiki tangga menuju kamar nya.


"Tunggu!"Ucap Felicia lagi.


Lagi-lagi Aruna memberhentikan langkah nya.


"Ada apa lagi?"Ucap Aruna malas.


"Jadi seperti itu kah sikap mu terhadap aku? Aku ini adalah ketua perwakilan dari perusahaan Winston."Ucap Felicia lagi.

__ADS_1


"Ketua perwakilan perusahaan Winston?"Ucap Aruna menoleh ke arah Davin sambil menaikan satu alisnya merasa kebingungan.


"Iya mulai sekarang Felicia adalah ketua perwakilan perusahaan Winston."Jawab Davin.


"Kau sudah mendengar nya bukan? Dan jangan lupa menyiapkan informasi mengenai acara yang akan di buat untuk merayakan kerja sama antara perusahaan Davin dan perusahaan papa mu, malam ini."Ucap Felicia lagi.


"Felicia,tapi acara nya akan di buat malam Minggu, tetapi ini masih hari Kamis, masih ada banyak beberapa informasi mengenai acara yang belum di atur."Ucap Davin tidak setuju.


"Maka dari itu kita harus menyiapkan nya dari jauh hari agar aku bisa lebih leluasa dan tidak cangung, tolong percaya lah padaku aku begitu hanya untuk meringankan pekerjaan mu aku sangat jarang serius dalam pekerjaan tapi kali ini aku berjanji." Ucap Felicia dengan aktingnya.


Ia hanya lah ingin membuat Aruna tidak tidur semalaman karena mengerjakan dan menyalin begitu banyak informasi mengenai perusahaan papa nya dan Davin.


"Huh,baik lah sayang, Aruna apa kau tidak masalah untuk menyelesaikan nya malam ini?"Tanya Davin.


"Baik lah."Ucap Aruna kemudian berjalan menuju kamar nya.


"Ingat ya harus selesai."Ucap Felicia.


"Huh malam ini tidak tidur lagi."Batin Aruna sambil terus berjalan ke kamar nya tampa memedulikan Felicia.


Aruna pun masuk ke dalam kamar nya dan memulai pekerjaan yang telah di suruh oleh Felicia.


Empat jam kemudian.


"Huh akhirnya selesai juga."Ucap Aruna dengan raut wajah yang terlihat sangat lelah.


Aruna pun keluar dari kamar nya dengan membawa begitu banyak kertas di tangan nya, ya kertas semua informasi yang telah ia salin.


Aruna mengetuk pintu kamar Felicia untuk menyerahkan berkas tersebut.


"Felicia apa kau sudah tidur?"Ucap Aruna sambil mengetuk pintu kamar Felicia.


"Huaaam, ada apa? Menganggu tidur ku saja."Ucap Felicia membuka pintu kamar nya sambil mengucek-ngucek mata nya.


"Ini dia semua informasi yang kau inginkan mengenai acara itu sudah siap."Ucap Aruna memberikan beberapa lembar kertas.


"Sini."Ucap Felicia melihat kertas tersebut.


"Apa-apaan ini? Tidak lengkap ayo kerjakan lagi!"Ucap Felicia melempar kertas tersebut ke wajah Aruna.


"Apa kau sengaja mencari masalah dengan ku!?"Ucap Aruna mulai emosi.


"Benar,tapi apa yang bisa kau lakukan kepada ku? Aku adalah ketua perwakilan perusahaan Winston."Jawab Felicia tersenyum sinis.


Namun tepat di saat itu Aruna pun melihat Davin yang berjalan menuju ke arah mereka,dan itu membuat nya menemukan sebuah ide untuk Felicia yang licik.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2