Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 49


__ADS_3

"Kau! Jaga ucapan mu wanita pelacur!"Ucap Jesi menarik rambut Felicia.


"Lepas kan! Kau yang seharusnya menjaga mulut mu!"Ucap Felicia ikut menjambak rambut Jesi.


"Kau lebih baik mati!"Ucap Jesi kemudian dengan kuat mendorong Felicia dari balkon kamar tersebut.


Felicia terjatuh dari lantai atas mansion karena di dorong oleh Jesi, ternyata Jesi lebih kejam dari siapa pun ia telah membunuh Felicia.


"Sudah ku bilang jangan membuat aku marah."Ucap Jesi kemudian keluar dari kamar Felicia.


"Astaga! Nona Felicia!"Teriak pak Andi yang melihat Felicia jatuh dari lantai atas.


Pak Andi pun bergegas masuk ke dalam Mansion dan berteriak-teriak memanggil mama Jihan.


"Nyonya! Nyonya Jihan!"Panggil pak Andi dengan sangat panik.


"Ada apa ini? Malam-malam berisik!"Ucap mama Jihan.


"Anu nonya-anu."Ucap pak Andi terbata-bata.


"Apa!? Katakan dengan jelas!"Ucap mama Jihan mulai emosi.


"Nona Felicia jatuh dari lantai atas kamarnya nyonya!"Ucap pak Andi panik.


"Astaga! Benar kah? Di mana dia?"Ucap mama Jihan berpura-pura panik.


"Ayo nyonya."Ucap pak Andi.


"Kau pergi keluar dulu aku akan menghubungi Davin."Ucap mama Jihan lagi.


"Baik nyonya."Ucap pak Andi kembali keluar dari Mansion.


Sementara itu Jesi pun datang menghampiri mama Jihan.


"Bagaimana bibi,apa aku menjalani tugas dengan baik?"Tanya Jesi sambil tersenyum miring.


"Bagus sekali sayang, sekarang kita tinggal menyingkirkan satu sampah lagi."Ucap mama Jihan.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?"Tanya Jesi.


"Berakting seolah tidak tau apa-apa."Ucap mama Jihan kemudian mengambil ponsel nya dan menelpon Davin.


Sementara itu di sisi lain


"Davin ponsel mu sudah berbunyi beberapa kali sebaiknya angkat dulu."Ucap Aruna kepada Davin yang sedang asik menyetir mobil menuju hotel.

__ADS_1


"Huh,baik lah sayang."Ucap Davin kemudian memberhentikan mobil nya di pinggir jalan.


Tertara nama mama di ponsel tersebut, Davin pun mengeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan itu.


Call on.


"Hallo, ada apa ma?"Ucap Davin sambil membenarkan erpon nya.


"Davin cepat pulang nak, Felicia! Dia bunuh diri."Ucap mama Jihan berpura-pura menangis.


"Astaga baik lah kami akan segera pulang."Ucap Davin mematikan telepon secara sepihak.


Dengan panik nya Davin kembali memutar arah menuju jalan pulang ke mansion dan mengemudi dengan kecepatan tinggi.


Aruna yang tidak tau apa-apa terlihat bingung dan kaget.


"Davin pelan kan mobil nya katakan ada apa?"Tanya Aruna bingung.


"Felicia bunuh diri."Ucap Davin singkat.


"Astaga!"Ucap Aruna kaget sambil menutup mulut nya.


Tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di mansion.


Terlihat Felicia tergeletak di batu dengan bersimbah darah dan kondisi yang mengerikan dan di kerumuni banyak orang.


"Astaga! Felicia bangun! Bangun apa yang telah kau lakukan?"Ucap Davin panik.


"Dia bunuh diri dari balkon kamar nya aku melihat nya sendiri."Ucap Jesi kepada Davin.


"Jika kau melihat nya mengapa kau tidak mencegah nya!"Ucap Aruna menatap curiga Jesi.


"Aku-aku, aku sudah mencoba tapi aku tidak berani mendekati."Jawab Jesi gugup.


Aruna pun mulai curiga dengan Jesi yabg terlihat ada bekas cakaran di pelipis nya.


Namun Aruna tidak ingin bicara dulu karena takut salah menduga.


Tidak lama kemudian mama Felicia pun tiba di mansion karena menadapat kabar Felicia bunuh diri.


"Anakku! Felicia! Astaga apa yang kau lakukan nak? Hikss! Mengapa kau meninggalkanku!"Ucap mama Felicia mendorong Davin yabg berada di dekat Felicia.


"Bibi, Felicia sudah tidak bernyawa."Ucap Davin lagi.


"Kau! Kau lah penyebab nya! Kalian berdua telah membuat anaku menderita! Hiksss anaku depresi dan bunuh diri itu karena kalian!"Ucap mama Felicia sambil menangis memeluk mayat anak nya.

__ADS_1


"Karena aku?"Ucap Davin mulai merasa bersalah.


"Cukup! Tidak ada yang boleh saling menuduh! Felicia memang depresi karena kehilangan anak nya,dan juga Davin tapi dia tidak pernah mencoba untuk bunuh diri sebelumnya, seperti nya ada yang tidak beres aku yakin Felicia tidak akan berbuat hal konyol itu pasti ada yang mendorong nya!"Ucap Aruna kepada semua orang yang ada di sana.


"Bodoh! Apa yang kau katakan! Kau adalah penyebab dari semua ini!"Ucap mama Jihan mulai takut karena Aruna tidak sebodoh yang dia kira.


"Sudah hentikan! Tidak ada yang perlu di salah kan, urus pemakaman nya,dan besok aku akan melaporkan ini ke polisi."Ucap Davin menegaskan karena jika tidak begitu tidak akan ada habisnya saling menuduh.


Keesokan harinya.


Felicia kini telah di makam kan, keluarga nya tidak berhenti menyalakan Davin dan Aruna tentang meningal nya Felicia.


Setelah pemakaman selesai semua orang pun bubar kecuali Davin mama Felicia dan Aruna.


"Davin,aku merasa ada kejanggalan."Tutur Aruna sambil memegang pundak Davin.


"Kejanggalan apa? Dia meningal karena aku."Ucap Davin merasa bersalah.


"Apa yang kalian lakukan di sini cepat pergi!"Ucap mana Felicia yang terlihat marah dan mengamuk.


"Ayo Davin sebaiknya kita pergi dulu sekarang."Ucap Aruna menarik tangan Davin untuk menjauh dari mana nya Felicia yang sedang mengamuk.


Aruna pun membawa Davin untuk masuk ke dalam mobil, Davin terlihat sangat lemah dan sedih,ia benar-benar merasa bersalah atas tewas nya Felicia dan menganggap itu semua terjadi karena dirinya.


"Davin kau tidak perlu merasa bersalah, dengar kan aku, Felicia memiliki banyak masalah dengan ku, dengan kita, tetapi sebelum nya dia tidak pernah melakukan apapun bahkan mencoba bunuh diri, tidak lah kau merasa curiga?"Ucap Aruna memegang tangan Davin.


Perlahan Davin mulai menyadari apa yang di katakan Aruna itu ada benarnya.


"Lalu menurut mu ada yang membunuh nya?"Ucap Davin menatap Aruna.


"HM,benar, dan itu pasti orang terdekat, karena penjagaan mansion sangat ketat bagaimana mungkin jika ada orang jahat yang masuk."Jawab Aruna lagi.


"Aku rasa kita harus melaporkan ini kepada polisi."Ucap Davin.


"Aku setuju, biar kan polisi yang menyelidiki hal ini."Ucap Aruna lagi.


Davin dan Aruna pun akhirnya pergi menuju kantor polisi untuk melaporkan kasus kematian Felicia dan meminta polisi untuk mengusut secara detail kasus ini.


Sore hari nya mereka pun keluar dari kantor polisi.


"Sekarang kita tinggal menunggu hasil penyelidikan nya,dan kau harus istirahat."Ucap Davin kepada Aruna.


"Huh,bukan hanya aku kau juga."Ucap Aruna.


"Baik lah ayo pulang ke mansion."Ucap Davin lagi.

__ADS_1


Aruna mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum kecil.


Bersambung ....


__ADS_2