Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 11


__ADS_3

Fokus melihat televisi Davin tanpa sengaja melihat sebuah berita terkini yang membuat hati nya menjadi kacau dan tidak karuan.


Berita itu menjelaskan tentang penculikan wanita di kawasan dekat dengan mansion Winston,dan penculikan itu bukan lah hanya penculikan biasa pelaku memperkosa wanita yang ia culik kemudian membunuh nya di duga pelaku tersebut memiliki gangguan jiwa.


"Aruna."Ucap Davin kemudian mengambil ponsel nya dan berusaha menghubungi Aruna.


Beberapa kali Davin mencoba menghubungi nomer Aruna namun nomer itu tetap tidak aktif.


Karena merasa khawatir Davin pun bergegas keluar dari Mansion kemudian menuju mobil nya.


Davin menyalakan mesin mobil kemudian melaju entah kemana firasat nya mengatakan jika Aruna sedang tidak baik-baik saja sekarang.


"Astaga di mana wanita itu? Apakah kutukan ini akan benar-benar terjadi sekarang?"Batin Davin sambil terus mengemudi mobil nya.


Sementara itu di sisi lain.


"Lepas kan aku!"Ucap Aruna kepada seorang laki-laki.


Ya Aruna benar-benar di culik dan di sekap di dalam sebuah gudang.


Flashback onn


Setelah keluar dari Mansion Winston tadi malam Aruna naik ke dalam sebuah taxi, awalnya semua terlihat biasa-biasa saja, dan ia meminta sopir taxi tersebut mengantarkan nya ke jalan *** 01, ya itu kediaman Arumi.


Namun semakin lama sopir tersebut semakin aneh, ia malah membelok ke jalan yang salah tidak sesuai dengan apa yang di arah kan oleh Aruna.


Merasa sudah tidak ada yang beres Aruna pun minta di turun kan di tepi jalan, namun sopir tersebut malah menolak dan bertingkah semakin mencurigakan.


Sudah merasa dirinya dalam bahaya Aruna pun mengambil ponsel nya untuk menelpon dan meminta bantuan namu siapa sangka ponsel itu di rampas oleh sopir taxi yang ternyata adalah seorang penculik.


Setelah itu sopir taxi tersebut memberhentikan mobilnya dan membawa Aruna secara paksa menuju tempat penyekapan.


Flashback off.


"Tenang lah gadis manis, orang kaya seperti mu pasti akan sangat enak untuk di ajak bersenang-senang.


"Apa maksud mu jangan bermimpi untuk menyentuh ku!"Ucap Aruna melawan.


Kaki dan tangan nya telah di ikat oleh penculik tersebut ponsel nya juga berada di tangan penculik itu.


"Aku mencintaimu,kau adalah miliki ku mohon jangan pergi gadis manis mari kita bersenang-senang,aku akan membahagiakan mu selam nya."Ucap penculik itu mulai mendekati Aruna.


"Apakah laki-laki ini gila,dia seperti nya tidak berbicara dengan ku."Ucap Aruna kebingungan.

__ADS_1


Srek.


Dengan cepat tangan laki-laki itu menyobek bagian atas dres yang di kenakan oleh Aruna.


"Hentikan! Aku bilang hentikan jangan sentuh aku laki-laki bajingan!"Bentak Aruna sambil mengeluarkan air mata karena ketakutan.


"Mau menghentikan? Ah jangan bermimpi mana mungkin aku akan menolak tubuh indah dan mulus ini untuk di nikmati."Ucap penculik tersebut.


Srek.


kini dres yang di gunakan oleh Aruna sudah tersobek hingga ke bawah,dan itu menampilkan pakaian dalam yang di kenakan oleh Aruna.


Laki-laki itu sunguh bernafsu ingin memperkosa Aruna ia mulai naik ke tubuh Aruna dan ingin memulai aksi nya.


Bukhh..bukhh.


Siapa sangka dua pukulan keras bersarang di di kepala laki-laki itu.


"Davin."Ucap Aruna melihat sosok Davin yang berdiri tegak di depan nya.


Namun laki-laki tersebut begitu kuat dan tidak pingsan.


"Sial berani nya kau memukul ku!"Teriak laki-laki itu kemudian mengeluarkan pisau dari dalam saku kantor celana nya.


"Davin hati-hati!"Jerit Aruna melihat laki-laki tersebut ingin menyerang Davin.


"Jangan bergerak!"Ucap beberapa polisi.


"Jangan mendekat! Atau aku akan membunuh laki-laki ini."Ucap penculik tersebut menodongkan pisau ke perut Davin.


Namun polisi lebih cepat dari nya salah satu dari dua polisi tersebut menembak kaki laki-laki tersebut hingga dia jatuh ke aspal.


"Matilah kalian semua bajingan!"Racau laki-laki tersebut sambil memegang kaki nya yang terasa sakit akibat tembakan tersebut.


Davin pun membuka jas yang ia kenakan kemudian berjalan menuju Aruna dan memakai kan jas tersebut di tubuh Aruna.


"Bagaimana kau tau aku berada di sini?"Tanya Aruna dengan kondisi yang masih gemetaran.


"Aku menghubungi polisi setelah melihat berita tv tadi pagi, dan aku melacak keberadaan mu melalui ponsel mu."Ucap Davin.


"Mengapa kau melakukan semua itu?"Tanya Aruna.


"Bodoh, jangan banyak bicara lagi."Ucap Davin tidak ingin menjawab pertanyaan Aruna.

__ADS_1


"Tapi bukan kah sejak awal aku memang harus mati,jadi aneh saat kau menyelamatkan aku seperti ini."Ucap Aruna menundukkan kepalanya.


"Aruna, ternyata kau benar-benar tidak melupakan peran mu."Ucap Davin lagi.


Saat mereka ingin keluar dari dalam gudang tersebut laki-laki yang tadi sedang di bopong oleh kedua polisi itu tiba-tiba berbalik dan ingin menikam kan pisau lipat nya ke perut Davin.


Namun Aruna melihat hal itu dengan cepat ia menghalangi Davin dan akhirnya dia lah yang tertikam.


"Aruna!"Jerit Davin saat melihat pisau itu sudah tertancap di perut Aruna.


Kedua polisi tadi kembali meringkus penculik itu dan menembak lagi kaki penculik itu sehingga benar-benar tidak bisa berjalan.


"Aruna bertahan lah."Ucap Davin memeluk Aruna.


"Tidak perlu khawatir, mungkin ini adalah sebagian dari kutukan itu."Ucap Aruna kepada Davin.


"Tidak aku akan membawa mu kerumah sakit."Ucap Davin lagi.


"Tidak, tidak perlu."Ucap Aruna sambil menahan rasa sakit nya.


"Kenapa?"Tanya Davin lagi.


"Bukan kah jika aku cepat mati maka kau akan bisa menikah dengan Felicia?"Ucap Aruna semakin melemah.


"Diam!"Ucap Davin kemudian mengendong Aruna masuk ke dalam mobil nya.


Davin pun membawa Aruna pergi kerumah sakit mengunakan mobil nya.


"Bertahan lah kau akan baik-baik saja."Ucap Davin sambil terus fokus melihat jalan.


Tidak butuh waktu lama Davin dan Aruna pun tiba di rumah sakit, Davin mengendong Aruna masuk ke dalam rumah sakit.


"Suster cepat bantu dia."Ucap dokter yang berada di sana yang melihat Davin dengan cemas mengendong Aruna.


Suster tersebut pun kemudian mengambil brangkar dan membantu Davin untuk merebahkan Aruna di atas nya.


"Dokter tolong selamatkan dia."Ucap Davin kepada sang dokter.


Kami akan berusaha semaksimal mungkin."Jawab sang dokter kemudian dengan cepat masuk ke dalam ruang operasi.


Luka Aruna cukup dalam karna itu lah tidak bisa di tangani dengan sepele mereka harus melihat apakah luka itu mencapai bagian isi perut dari Aruna.


"Astaga mengapa jadi seperti ini."Ucap Davin mengusap kasar wajah nya.

__ADS_1


Davin terduduk di depan kursi yang berada di ruang operasi Aruna.


bersambung ....


__ADS_2