Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 41


__ADS_3

"Terima kasih."Ucap Felicia tersenyum melihat Davin yang begitu perhatian kepada nya.


"Makan lah."Ucap Davin lagi.


"Aku akan memakannya tapi ijin kan aku meminta sesuatu lagi."Ucap Felicia manja.


"Katakan."Jawab Davin.


"Bisa kah kita pergi liburan?"Ucap Felicia.


"Liburan? Kemana?"Tanya Davin lagi.


"Ke pantai menaiki kapal aku sangat menginginkan nya mungkin aku sedang mengidam."Ucap Felicia memegang tangan Davin.


"Baiklah kita akan pergi besok."Ucap Davin menuruti keinginan Felicia.


"Aku harap Aruna juga ikut."Ucap Felicia lagi.


"Apa kau yakin?"Ucap Davin.


"Tentu saja,aku rasa aku terlalu keras dengan nya,aku sebaiknya minta maaf dia menjadi tumbal karena aku."Ucap Felicia berpura-pura sedih.


"Baik lah bicara lah dengan nya setelah kau selesai makan dan istirahat."Ucap Davin.


Davin pun keluar dari kamar Felicia, meningal kan Felicia sendirian.


"Mudah sekali bukan."Batin Felicia tersenyum licik sambil menikmati SOP hangat itu.


Malam harinya.


Tok ... tok ... tok ...


Suara ketukan di luar pintu kamar Aruna.


"Siapa?"Tanya Aruna dari dalam kamar nya.


"Aku."Ucap Felicia lagi.


Aruna pun berjalan membuka kan pintu kamar nya dengan memasang wajah malas.


"Mau apa? Apa Davin sudah berubah pikiran dan mengijinkan aku untuk keluar?"Ucap Aruna kesal.


"Tidak,aku hanya ingin mengatakan kalau besok kami akan pergi berlibur karena ini permintaan bayi ku jadi Davin menuruti nya.


"Oh ya? Apa kau juga mengajak Tony?"Ucap Aruna tersenyum sisnis.


"Diam, jangan banyak bicara,aku ingin kau juga ikut dengan kami mengerti?"Ucap Felicia lagi.

__ADS_1


"Aku ikut dengan kalian? Mengapa aku harus ikut melihat kalian bermesraan?"Ucap Aruna kesal.


"Dari pada kau diam di kamar ini, kemasi barang-barang mu selagi aku masih berbaik hati untuk mengajak mu."Ucap Felicia kemudian berjalan meningal kan Aruna.


"Menyebalkan sekali!"Ucap Aruna kembali menutup pintu kamarnya.


Aruna berjalan kembali duduk di kasur nya,ini benar-benar gila, mengapa aku harus ikut? Apa lagi yang di rencanakan wanita gila itu? Tapi jika aku tidak ikut aku tidak akan bisa mengorek informasi atau bukti jika anak yang di kandung nya memang bukan anak Davin."Ucap Aruna terlihat sangat bingung.


Lama berfikir akhirnya Aruna pun memutuskan untuk ikut dengan Davin dan Felicia, ia mulai membereskan beberapa perlengkapan seperti baju dan lain-lain.


Setelah selesai membereskan semua perlengkapan untuk selama di dalam kapal Aruna pun memutuskan untuk istirahat.


Keesokan paginya.


Semuanya telah siap dengan koper masing-masing termasuk Aruna.


"Aruna, Felicia ayo cepat masuk."Ucap Davin menunggu di mobil.


Felicia dengan girang nya masuk ke dalam mobil dan duduk di depan di samping Davin yang menyetir.


Sementara Aruna ia tidak bicara sepatah kata pun dan masuk ke kursi belakang mobil.


Tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di pelabuhan.


"Besar sekali."Batin Aruna sambil membawa koper nya masuk ke dalam kapal pesiar pribadi milik keluarga Winston.


"Aruna ayo temani aku ke belakang sebentar."Ucap Felicia memegang tangan Aruna.


"Aku malas."Jawab Aruna.


"Malas apanya cepat kau di ajak ikut dengan ku karena kau harus menemani aku kemana pun aku pergi apa kau lupa aku sedang hamil bagaimana jika aku tersandung."Ucap Felicia lagi.


Dengan terpaksa Aruna pun mengikuti Felicia untuk pergi ke belakang kapal dengan alasan menikmati udara segar.


Namun tiba-tiba kapal tersebut bergerak mulai menjauh dari pelabuhan tersebut dan itu membuat Aruna menjadi panik karena Davin belum masuk ke kapal tersebut.


"Mengapa, Mengapa kapal nya bergerak? Davin masih belum masuk."Ucap Aruna kepada Felicia.


"Davin tidak perlu masuk."Ucap Felicia tersenyum licik.


"Apa? Apa maksud mu?"Ucap Aruna bingung.


Tiba-tiba beberapa laki-laki yang tidak di kenali oleh Aruna menghampiri mereka.


"Felicia apa yang kau lakukan? Siapa mereka!"Ucap Aruna takut.


"Mereka orang yang akan membantu ku untuk mengujud kan kutukan keluarga Winston yang belum juga terkabul."Ucap Felicia.

__ADS_1


"Tidak jangan main-main,kau! Kau akan membunuh ku?"Ucap Aruna memundurkan langkahnya.


"Siapa bilang,bukan aku tapi kau akan jatuh dengan sendirinya ke dalam air itu."Ucap Felicia kepada Aruna.


"Felicia,kau benar-benar licik!"Ucap Aruna terus mundur.


"Jika aku tidak licik maka anaku tidak akan bisa memiliki papa seorang Davin Winston dan aku tidak bisa menjadi nona muda keluarga Winston jika kau belum juga mati."Ucap Felicia marah.


"Keterlaluan! Jadi kau menjebak ku!"Ucap Aruna.


"Aku tidak perduli! Lemparkan dia ke air!"Ucap Felicia kepada beberapa laki-laki tersebut.


Laki-laki itu pun mulai mendekati Aruna, Aruna yang ketakutan tak bisa menyeimbangkan dirinya ia terus mundur hingga tergelincir di tepi kapal dan akhirnya jatuh ke laut.


"Mungkin benar kutukan keluarga Winston istri pertama Davin akan meningal namun bukan karena kutukan melainkan di bunuh."Batin Felicia sambil memejamkan matanya saat jatuh.


Ia sudah tidak bisa bernafas lagi ia sudah lemas karena paru-paru nya sudah penuh dengan air dan akhirnya ia tak sadarkan diri.


Sementara itu di sisi lain.


Felicia menelpon Davin dan berpura-pura menangis dengan histeris mengatakan jika Aruna jatuh kedalam laut.


Davin sama sekali tidak curiga kenapa kapal itu bisa bergerak menjauh dari pelabuhan sementara dirinya belum masuk ke sana.


Felicia pun mengatakan jika nahkoda kapal tidak tau jika Davin belum masuk karena sebelumnya sudah melihat Davin masuk ke dalam kapal tersebut.


Dengan cepat Davin menyusul mereka mengunakan kapal lain.


Tidak lama kemudian Davin pun tiba di kapal pesiar pribadi nya dengan beberapa tim penyelam.


Rasa khawatir sangat besar kepada Aruna ia pun bergegas naik ke dalam kapal dan menemui Felicia.


"Felicia di mana Aruna mengapa dia bisa jatuh apa yang kau lakukan apa yang terjadi?"Tanya Davin bertubi-tubi.


"Davin aku takut."Ucap Felicia kemudian memeluk erat Davin.


"Di mana Aruna jatuh di mana?"Ucap Davin melepaskan pelukan tersebut dan memegang kedua pundak Felicia.


"Di, di sana."Ucap Felicia menujuk belakang kapal.


"Apa yang kalian lakukan di sana dan mengapa dia bisa jatuh?"Ucap Davin lagi.


"Aku tidak tau,dia bilang dia ingin mencari udara segar,dan beberapa lama dia tidak kembali kalau aku melihat bdia sudah tidak berada di sana dan aku hanya menemukan satu sendal ini mungkin dia sudah jatuh."Ucap Felicia menjelaskan penjelasan palsu.


Davin semakin panik dan khawatir terhadap Aruna karena Aruna tidak bisa berenang.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2