Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 07


__ADS_3

"Mengapa? Apakah perkataan ku ini salah? Bukan kah memang benar jika kau menikahi nya hanya untuk mengantikan aku menjadi tumbal?"Ucap Felicia lagi.


"Felicia aku selalu berfikir jika kau adalah gadis baik."Ucap Davin tak habis pikir melihat Felicia yang tiba-tiba menjadi kasar.


"Ak-aku hanya emosi."Ucap Felicia kemudian memeluk Davin.


"Huh, dengar kan aku dia hanya mabuk."Ucap Davin.


"Tapi aku melihat kalian melakukan sesuatu, makanya aku menjadi emosi seperti ini."Jawab Felicia.


"Tidak sama sekali,dia di beri obat perangsang oleh laki-laki hidung belang di bar jadi aku membantu nya."Ucap Davin sambil memeluk dan mengelus rambut Felicia.


"Wanita itu pintar sekali cari perhatian dengan Davin, mungkin saja dia sengaja, sudah lah aku harus bersabar dan tidak boleh terlihat jahat."Batin Felicia.


"Sudah lah ini sudah malam kau baru tiba bukan? Maka sebaiknya kau segera tidur."Ucap Davin melepaskan pelukan nya.


"Baik lah kalau begitu antar kan aku ke kamar."Ucap Felicia menarik tangan Davin.


Satu malam kembali berlalu.


Pagi pukul 07.09


"Ah kepala ku sangat pusing."Ucap Aruna terbangun dari tidurnya.


Aruna mulai mengingat kembali kejadian tadi malam dan itu membuat nya sangat merasa malu.


"Astaga apa yang terjadi tadi malam apa aku melakukan sesuatu?"Batin Aruna kemudian membuka selimut nya.


dan ia terlihat masih berpakaian lengkap, dan tidak ada yang di buka.


"Huh, aman, sebaiknya aku mandi siapa tau akan menghilangkan rasa pusing."Ucap Aruna kemudian turun dari tempat tidur nya, mengambil handuk dan bergegas menuju kamar mandi.


Satu jam berlalu kini Aruna pun telah selesai membersihkan seluruh tubuh nya yang tadinya berbau alkohol.


Ia melihat ada beberapa pasang baju dan dres di atas meja samping tempat tidur nya.


Mungkin Davin telah menyuruh pelayan untuk menyiapkan baju itu.


Tampa menunggu lama Aruna pun memakai baju tersebut kemudian merias sedikit wajah nya dan segera keluar dari kamar untuk turun ke lantai bawah mansion.

__ADS_1


Sementara itu di lantai bawah mansion.


"Bereskan semua nya nona Felicia akan tingal di sini beberapa hari maka lakukan apa yang di perintahkan oleh nya, dan buat dia senyaman mungkin."Ucap kepala pelayan di mansion tersebut.


"Baik kepala."Ucap beberapa maid yang tadinya di kumpul kan di sana.


"Hey, cepat bawa semua barang-barang ku yang ada di dalam mobil."Ucap Felicia memerintah maid-maid di sana.


"Baik nona."Ucap maid itu mengangguk.


Aruna yang awal nya ingin turun ke bawah kembali memutar badan nya untuk kembali naik ke atas.


"Hey berhenti di sana."Ucap Felicia menujuk Aruna.


"Ada apa?"Tanya Aruna lagi.


"Bukan kah kau dengar aku meminta maid-maid untuk membawa barang-barang ku dari dalam mobil."Ucap Felicia kepada Aruna.


"Lalu apa urusan nya dengan ku?"Tanya Aruna lagi.


"Nona Felicia maaf dia adalah nona muda, dia bukan maid."Ucap kepala pelayan tersebut berbisik di telinga Felicia.


"Apa yang kau katakan?"Ucap Aruna berusaha menahan emosi nya.


"Apa kau tidak tau jika Davin menikahi mu hanya untuk mengantikan ku sebagai tumbal?"Tanya Felicia lagi.


Namun Aruna hanya diam dan tidak menjawab sepatah kata pun.


"Aku lah calon istri Davin yang sebenarnya dan sekarang aku kembali dan akan tingal di sini aku harap kau tidak menggangu kami."Ucap Felicia.


"Nona Felicia ini barang-barang nya."Ucap maid menenteng beberapa paper bag Yeng berisi sepatu Felicia.


"Aishh, hati-hati,di dalam sana ada sepasang sepatu yang di belikan oleh bibi Jihan kepada ku saat ia pulang dari Paris."Ucap Felicia kepada maid tersebut.


"Baik nona."Ucap maid tersebut.


"Tolong minggir beri dia jalan untuk lewat,jika dia jatuh maka sepatu ku akan rusak."Ucap Felicia kepada Aruna yang masih berdiri tegak di atas tangga.


"Beri aku jalan terlebih dahulu aku ingin ke dapur untuk sarapan."Ucap Aruna kepada Felicia.

__ADS_1


"Haiya, minggir lah apa kau berani melawan ku?"Ucap Felicia mulai emosi.


Namun Aruna tidak peduli ia terus lewat dan tanpa sengaja menyenggol maid tersebut hingga jatuh dan beberapa barang yang di bawa pun berhamburan ke lantai.


"Astaga! Apa yang kau lakukan? Kau merusak sepatu ku! Kau tau sepatu itu harga nya tidak murah bahkan lebih mahal dari harga nyawa mu!"Ucap Felicia dengan mata yang memerah.


"Sudah ku bilang aku ingin sarapan,dan aku tau sebentar lagi aku akan mati,jadi sebelum aku mati aku wajib melakukan apapun yang aku mau termasuk makan dan minum."Ucap Aruna kepada Felicia.


"Berani sekali kau melawan ku! Sebentar lagi kau akan mati seharusnya kau tidak usah mencari masalah dengan ku."Ucap Felicia kesal.


"Di karena kan sebentar lagi aku akan mati, maka sebaiknya kau jangan melarang ku untuk melakukan apapun, karena aku bisa melakukan apapun sebelum aku mati termasuk memakan mu."Ucap Aruna kemudian berjalan menuju dapur mansion.


"Arghhhhh! Sial kau wanita ****** tidak tau malu!"Ucap Felicia menghentak kan kaki nya ke lantai.


Namun Aruna sama sekali tidak memedulikan nya.


Hanya beberapa pelayan yang menatap kagum Aruna dan ada juga yang terkekeh geli.


"Apa yang kalian tertawa kan? Cepat bereskan!"Ucap Felicia kemudian berjalan menuju ruang tengah mansion untuk menghampiri Davin.


Dengan raut wajah yang marah Felicia pun duduk di samping Davin yabg tengah asik menonton TV dan meminum segelas teh.


"Aku tidak mau tau pokok nya kau harus mengusir wanita itu keluar dari Mansion ini."Ucap Felicia kepada Davin.


"Ada apa lagi? Bukan kah aku sudah bilang jangan membuat masalah baru lagi."Ucap Davin memeluk Felicia.


"Dia telah merusak sepatu pemberian bibi, aku sebelum nya bahkan sangat berhati-hati memakai nya."Ucap Felicia marah.


"Sudah lah jangan di permasalahkan tentang itu bukan kah kau tau aku melakukan ini demi menyelamatkan diri mu?"Ucap Davin membujuk Felicia.


"Kau ini menginginkan diriku atau dirinya?"Ucap Felicia lagi.


"Tentu saja dirimu, namun dia harus tetap tinggal di sini agar kutukan itu tidak terjadi kepada mu."Ucap Davin.


"Huh,baik lah kali ini aku akan me maaf kan nya."Ucap Felicia kepada Davin.


"Apakah aku membutuhkan maaf dari mu?"Ucap Aruna yabg ternyata sedari tadi sudah berdiri di ruang tengah tampa se pengelihatan Felicia dan Davin.


Felicia dan Davin pun menoleh ke arah Aruna.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2