
Satu jam kemudian.
Semua tamu telah sibuk menikmati suasana pesta begitu juga dengan Hana dan Felicia.
Sementara itu Aruna sudah selesai berdandan, sungguh sangat cantik ia memakai gaun mewah berwarna hitam dipenuhi dengan Glitter dah bunga itu sangat cocok di tubuh indah nya dengan paras wajah yang sangat memukau siapa saja yang memandang nya pasti akan takjub.
"Karena mereka ingin aku mari maka aku tidak boleh mati."Batin Aruna sambil berjalan menuruni satu persatu anak tangga dengan begitu anggun.
Satu persatu orang menoleh ke arah Aruna dan terkejut melihat kecantikan nya.
"Mengapa dia begitu cantik?"Ucap salah satu tamu laki-laki.
"Iya aku bahkan tidak menyangka jika dia begitu cantik sedari tadi."Ucap laki-laki lain nya.
"Dasar tidak tau malu bagaimana bisa dia secantik itu?"Ucap Felicia kesal melihat semua orang menatap Aruna dengan kagum.
Hana dan Felicia pun saling berbisik.
"Apa yang harus kita lakukan bagaimana mungkin dia berani keluar?"Ucap Felicia kesal.
"Itu mudah, cukup tuang kan anggur ini kepada bajunya saja."Ucap Hana bersemrik.
"Ah,kakak kamu sangat cantik."Ucap Hana menghampiri Aruna dengan memegang segelas anggur.
"Haha,kamu juga cantik."Ucap Aruna tertawa palsu.
"Kalian berdua sangat cantik seperti sepasang bunga."Ucap salah satu tamu yang ternyata adalah CEO dari perusahaan yang juga berbisnis dengan Davin.
"Ah maaf-maaf aku tidak sengaja, tangan ku licin." Ucap Hana menumpahkan anggur itu kepada gaun Aruna.
"Ah, tidak apa."Ucap Aruna lembut.
"Biar aku bersihkan kak."Ucap Hana berpura-pura.
Aruna tetap sabar dan tak ingin mengeluarkan emosinya.
"Tidak usah kita adalah saudara biar kan aku membersihkan nya sendiri saja."Ucap Aruna lembut sambil memegang pundak Hana.
"Sekali lagi maaf kan aku kak."Ucap Hana kemudian berjalan kembali menghampiri Felicia.
"Kau sungguh pintar mencari ide."Ucap Felicia tersenyum bahagia.
"Ya tentu saja."Ucap Hana ikut tertawa.
Namun tiba-tiba saja Felicia melihat ada seekor kecoa besar di pundak Hana.
__ADS_1
"Ah,itu kecoa Hana ni pundak mu ada seekor kecoa!"Jerit Felicia terkejut.
"Di mana? Bantu aku menyingkir kan nya."Ucap Hana tak kalah paniknya.
"Tidak-tidak aku tidak berani."Ucap Felicia menolak.
"Aaaa, kecoa pergi! Pergi lah!"Ucap Hana mencoba menyingkirkan kecoa tersebut.
"Hana diam lah kecoa itu merangkak ke leher mu!"Ucap Felicia semakin panik.
"Tolong, tolong bantu aku mengusir nya!"Ucap Hana semakin panik.
Tiba-tiba Felicia melihat sebuah buket bunga yang berada di meja para tamu ia pun mengambil nya dan memukul kecoa yang berada di leher Hana dengan kuat sehingga membuat Hana jatuh tersungkur dan membuat perut Hana terbentur ke lantai.
"Ahhh sakit! Perut ku!"Jerit Hana yang kemudian terlihat darah di baju bagian belakang nya.
Felicia pun terkejut dan tidak menyangka jika akan memukul punggung Hana terlalu kuat dan membuat nya jatuh ke lantai.
"Astaga apa yang terjadi dengan adikku cepat bawa kerumah sakit cepat, dia keguguran!"Teriak Aruna menghampiri Hana.
Aruna berpura-pura peduli namun di hatinya ia sangat bahagia karena kini Hana merasakan apa yang ia rasakan dulu.
"Kau! Kau mendorong adikku! kau membuat bayi nya mati!"Ucap Aruna menujuk Felicia.
"Bukan,bukan aku,aku hanya ingin membantu menyingkirkan kecoa itu."Ucap Felicia gemetar.
"Astaga aku tidak menyangka dia akan sejahat itu."Ucap tamu perempuan lain nya berbisik.
"Tidak-tidak, aku tidak mendorong nya."Ucap Felicia sambil menangis.
Namun tiba-tiba Felicia ingat jika sebelumnya Aruna memegang bahu Hana dan tiba-tiba saja muncul seekor kecoa itu.
"Aruna!Dia lah pelakunya dia memegang bahu Hana dan tiba-tiba muncul kecoa dia lah yang menyebabkan nya."Ucap Felicia berteriak.
"Apa kecoa? Di mana? Bagaimana mungkin? Aku sangat fobia terhadap kecoa tolong jangan sebut itu."Ucap Aruna berpura-pura panik dan geli.
"Kau dengar sendiri dia fobia kecoa, bagaimana mungkin dia menaruh nya."Jawab Kai yang tadi berbicara dengan Aruna.
Kai Kenzo adalah seorang CEO muda perusahaan besar ya itu rekan bisnis Davin.
"Hikss,aku tidak tau dendam apa kau kepada adikku,tapi anak itu tidak bersalah,kau membuat aku tidak bisa bertemu dengan keponakan ku hikss."Tangis Aruna dengan begitu pintar nya.
"Dasar ****** kau berani menjebak ku!"Jerit Felicia ingin menampar Aruna.
"Jangan begitu kasar nona Felicia."Ucap tuan muda Kenzo menahan tangan Felicia.
__ADS_1
Karena malu Felicia pun kabur dari pesta tersebut.
Sementara itu Tony membawa Hana kerumah sakit.
Beberapa jam kemudian acara pun selesai.
Semua tamu pun pulang dengan membawa beberapa cerita malam itu, sementara itu Davin tidak bisa hadir karena ada beberapa usursan.
Karena sudah larut Aruna pun pulang ke mansion dengan suasana hati yang begitu bahagia.
"Ku rasa malam ini akan tidur dengan damai."Ucap Aruna masuk ke dalam kamar nya.
Keesokan harinya.
"Anak kita,anak kita sudah tiada!"Ucap Hana memegang tangan Tony.
"Tidak apa, akan ada lagi di lain waktu."Jawab Tony yang sama sekali tidak peduli.
"Ada bagaimana? Bahkan dokter bilang jika dia sudah tidak bisa hamil lagi!"Ucap Mama dari Tony yang begitu marah.
"Ma kita bisa menggunakan ibu pengganti."Ucap Hana menangis.
"Omong kosong bagaimana bisa akan ada ibu pengganti kau sungguh tidak berguna dan sangat bodoh aku menyesal punya menanti seperti mu! Tony ini salah mu menjadikan wanita lemah sebagai istri seharusnya kau mendengar kan aku biar kan Aruna melahirkan keturunan baru kau membuang nya! Kalau begini bagaimana keluarga kita akan memiliki penerus!"Oceh mama Tony tidak ada hentinya.
"Ouh jadi selama ini mereka memang telah menginginkan kematian ku?"Batin Aruna yang sedari tadi menguping di depan pintu kamar rawat Hana.
Tampa basa-basi Aruna pun berjalan masuk ke dalam kamar tersebut.
"Itu dia! Dia yang telah membunuh bayi kita!"Ucap Hana menujuk Aruna.
"Kau yang telah membuat cucu ku meningal?"Seharusnya sedari awal aku sudah menyingkirkan mu!"Ucap mama Sekar ingin mendorong Aruna.
Dengan sigap Aruna mengelak sehingga mama Sekar kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh tersungkur di lantai.
Seketika bayangan masa lalu menghantui pikiran Aruna.
Flashback onn.
Saat Aruna menjadi istri Tony.
"Sial sudah jam segini kau belum juga menyiapkan makan siang untuk ku!"Ucap mama Sekar kepada Aruna.
"Ma aku lelah aku baru saja pulang dari kantor, tolong biar kan aku istirahat sebentar."Ucap Aruna takut.
Masa itu Aruna sangat lah takut dengan mama mertua nya yang kejam dan tidak pernah untuk melawan nya.
__ADS_1
Bersambung ....