Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 27


__ADS_3

"Aruna sopan lah sedikit!"Ucap mama Jihan kepada Aruna.


"Aku sudah sangat sopan,dan sebaiknya mama mengurungkan niat untuk kehamilan ku karena aku tidak akan mau hamil."Ucap Aruna lagi.


"Mengapa apa kau sangat membenci aku sehingga kau tidak bersedia hamil anaku?"Tanya Davin lagi.


"Sudah lah,aku tidak ingin ada kehamilan karena aku akan mati,ya sudah lanjut obrolan kalian aku ingin pulang kerumah papa untuk beberapa hari aku butuh ketenangan."Ucap Aruna kemudian berjalan keluar dari pintu Mansion.


"Lihat lah Davin betapa kurang hajar nya istri ku itu!"Ucap mama Jihan kemudian berlalu pergi.


"Arghhh!"Amuk Davin kesal.


Aruna pun pulang kerumah papa nya untuk menjalankan aksi lain nya.


Tidak lama kemudian Aruna pun tiba di rumah papa Edwin.


"Papa aku pulang!"Teriak Aruna saat masuk ke dalam rumah.


"Mengapa kau pulang?"Tanya papa Edwin melihat Aruna.


"Mengapa? Apakah tidak boleh aku pulang kerumah ku sendiri?"Tanya Aruna kemudian melewati papa nya dan menghampiri Hana yang duduk termenung di atas sofa ruang tamu.


"Adikku bagaimana kabar mu?"Tanya Aruna duduk di samping Hana.


"Mengapa kau pulang? Pergi dari sini dan menjauh lah dari ku kau pembunuh!"Ucap Hana melotot.


"Astaga, ternyata kau masih saja menyalakan aku dalam kejadian itu."Ucap Aruna kepada Hana.


"Aruna hentikan apa yang kau lakukan adik mu Taruma dia baru saja keluar dari rumah sakit pergi ke kamar dan istirahat."Ucap papa Edwin marah.


"Sayang sekali sebenarnya aku ke sini hanya untuk memberi tahu Hana jika keguguran nya itu di sebab kan oleh Felicia dan bukan aku."Ucap Aruna lagi.


"Apa maksud mu?"Tanya Hana mulai penasaran.


"Ya apa kau tidak tau jika sebenarnya Felicia itu mandul?"Ucap Aruna mulai menghasut.


"Aku tidak tau, lalu apa hubungannya dengan ku?"Ucap Hana bingung.


"Ternyata kau bodoh, sebenarnya dia iri kepada mu dia lah yang telah menaruh kecoa itu di bahu mu agar dia bisa memukul mu dan kau terjatuh lalu kau keguguran, sebenarnya dia iri kepada mu kau bisa hamil lalu dia tidak dan dia sudah menentukan rencana untuk membuat kau juga tidak bisa hamil."Ucap Aruna sambil memegang tangan Hana.


"Benar kah? Aku tidak menyangka jika dia akan membuat aku menderita sama seperti nya, wanita Sialan itu."Ucap Hana mencoba menahan amarahnya.


"Bagaimana jika kita sedikit bekerja sama untuk membalas dendam akan kematian anak mu?"Ucap Aruna lagi.


"Baik lah kali ini aku akan ikuti kata mu."Ucap Hana memalingkan wajah nya.

__ADS_1


"Besok kita jalani hal ini,dan sekarang mari beristirahat dulu ini sudah larut."Ucap Aruna berdiri kemudian melangkah pergi menuju kamar nya.


"Baik."Ucap Hana.


"Ada apa ini Mengapa anak-anak terlihat akur?"Tanya mama Fina kepada papa Edwin.


"Aku tidak tau biar kan saja tidur ini sudah malam."Ucap papa Edwin lagi.


Keesokan harinya.


Byurr ... suara guyuran air membasahi wajah Hana.


"Astaga bocor!"Teriak Hana bangun dari tidur nya.


"Bangun! Apa kau gila ini sudah jam tujuh kita akan pergi sekarang!"Ucap Aruna dengan memegang sebuah gayung di tangan nya.


"Kau yang gila apa tidak bisa membangun kan aku dengan cara yang baik-baik!"Ucap Hana marah.


"Sekarang aku tanya,apa kau masih mau ikut dengan ku balas dendam kepada Felicia atau tidak?"Tanya Aruna lagi.


"Iya-iya! Tentu saja aku tidak bakan membiarkan anaku mati dengan sia-sia."Ucap Hana berjalan menuju kamar mandi.


Setengah jam kemudian Hana dan Aruna pun sudah selesai berisap-siap untuk pergi, entah apa rencana yang telah mereka susun.


"Apa kau sudah meminta nya untuk bertemu?"Tanya Aruna kepada Hana.


"Kau tau apa yang harus kau lakukan?"Tanya Aruna.


"Iya aku tau."Ucap Hana.


"Baik lah ayo."Ucap Aruna kepada Hana.


"Iya ayo."Ucap Hana.


"Mau pergi kemana kalian?"Tanya mama Fina melihat Hana dan Aruna buang baru saja ingin membuka pintu untuk keluar.


"Keluar sebentar."Ucap Hana lagi.


"Apa yang terjadi dengan kalian? Mengapa tiba-tiba baikan seperti ini?"Ucap mama Fina bingung.


"Hanya beberapa urusan kecil."Ucap Aruna lagi.


"Apa kau akan menjebak anaku lagi? Tidak ada habis-habisnya akal jahat mu Aruna!"Ucap mama Fina marah.


"Ma sudah, jangan ikut campur pinjam kan kami mobil papa."Ucap Hana kepada mama nya.

__ADS_1


"Astaga Hana kau ini kenapa?"Ucap mama Fina marah karena Hana tidak mendengar nya.


"Mau pinjam kan atau tidak ma?"Ucap Hana menatap mama nya.


"Bagaimana bisa,kuci nya ada di kamar papa mu masih tidur aku tidak berani jika kau ingin maka kau saja yang masuk."Ucap mama Fina lagi.


"Aduhh merepotkan sekali."Ucap Hana.


"Biar kan aku,kau tunggu di sini."Ucap Aruna kemudian berjalan pergi menuju kamar papa nya.


Aruna dengan santai nya masuk ke dalam kamar papa nya kemudian mengambil kunci mobil tersebut.


"Ayo!"Ucap Aruna sambil menenteng kunci tersebut.


Hana pun berjalan mengikuti Aruna masuk ke dalam mobil papa nya.


"Siapa yang akan menyetir?"Tanya Hana.


"Aku."Ucap Aruna masuk kedalam mobil.


"Oke."Ucap Hana lagi.


Hana pun menyalakan mesin mobil nya kemudian melaju menuju cafe tempat Hana dan Felicia akan bertemu.


Tidak butuh waktu lama mereka pun tiba di cafe tersebut.


"Hana aku di sini."Ucap Felicia melambaikan tangan nya.


Hana pun mendekati Felicia kemudian duduk di bangku dan berhadapan dengan Felicia.


"Ada apa kau mengajakku bertemu?"Tanya Felicia.


"Aku hanya perihatin,aku tidak menyangka jika kau juga sama dengan ku tidak bisa hamil lagi."Ucap Hana.


"Ah iya,itu semua terjadi karena Aruna."Ucap Felicia lagi.


"Tapi apa itu terjadi benar-benar karena Felicia?"Tanya Hana lagi.


"Hm, karena kau teman ku maka aku akan mengatakan sesuatu kepada mu."Ucap Felicia tiba-tiba tersenyum kecil.


"Ayo katakan saja."Ucap Hana yang sebenarnya menahan emosi.


"Sebenarnya aku memang tidak bisa hamil,dan aku mandul, namun karena aku tidak ingin Davin meningal kan aku jadi aku mendapat ide untuk menjebak Aruna agar dia yang terlihat bersalah dan menyebabkan kondisi ku jadi seperti ini,aku sengaja membayar mahal dokter agar bisa membantu ku bersandiwara,dan sekarang Davin membenci nya aku merasa sebentar lagi dia akan tersingkir kan dan mati dengan perlahan."Ucap Felicia kemudian tertawa renyah.


"Ouh jadi begitu?"Ucap Hana.

__ADS_1


Felicia mengganguk kan kepala nya merasa paling hebat karena telah berhasil menjebak Aruna.


Bersambung ....


__ADS_2