
"Oh iya ma aku lupa,aku sudah pernah hamil sebelumnya dan itu sangat membuat aku bahagia walau keguguran aku amsih bisa hamil,tapi aku khawatir dengan Felicia dia seperti nya tidak akan bisa memiliki seorang anak pun."Ucap Aruna tersenyum miring.
"Aruna!"Ucap Felicia ketakutan.
"Apa? Apa yang baru saja kau katakan?"Ucap mama Jihan kebingungan.
"Ya Felicia mengapa kau belum mengatakan jika kau itu mandul?"Tanya Aruna lagi.
"Aruna cukup!"Ucap Felicia khawatir jika mama Jihan akan percaya.
"Udara di sini sangat panas,aku akan ke lantai atas untuk mencari udara segar."Ucap Aruna kemudian berjalan meningal kan aula pesta.
Sementara itu mama Jihan menatap Felicia dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Apa yang di katakan Aruna tadi benar?"Ucap mana Jihan.
"Ti-tidak bibi ku mohon dengan kan aku."Ucap Felicia gugup.
"Sekali lagi apa benar kau tidak bisa hamil?!"Ucap mama Jihan mulai marah.
"Davin aku, bantu aku menjelaskan nya kepada bibi."Ucap Felicia kepada Davin.
"Aku bertanya kepada mu bukan kepada Davin!"Ucap mama Jihan lagi.
"Bibi,itu ... itu benar, tetapi aku dan Davin sudah berjanji akan mencari ibu penganti untuk anak kami."Ucap Felicia sambil menunduk kan kepala nya.
Plak ... sebuah tamparan keras dari mama Jihan kini mengenai pipi Felicia.
"Semuanya tidak berguna! Keluar kau dari sini!"Ucap mama Jihan marah.
"Bibi aku mohon percaya lah kepada ku."Ucap Felicia menangis.
"Felicia keluar lah biar kan mama tenang terlebih dahulu."Ucap Davin kepada Felicia.
"Baik kah, Davin tolong jelaskan itu kepada bibi."Ucap Felicia kemudian berlalu sambil memegang pipi nya yang merah akibat tamparan keras dari mama Jihan.
"Davin kau tidak bisa menikah dengan Felicia,mama mama mencari kan perempuan lain untuk mu, jika kau menikah dengan Felicia keluarga kita tidak akan memiliki penerus."Ucap mama Jihan kepada Davin.
"Aku harap mama bisa lebih tenang."Ucap Davin.
"Huh, kesalahan apa yang telah aku lakukan? mengapa aku harus mendapatkan masalah seperti ini?"Ucap mama Jihan kembali duduk ke kursi nya.
Sementara itu di sisi lain.
"Aruna lihat saja aku akan membalas mu,kau selalu saja menghancurkan hidup ku."Batin Felicia sambil berjalan keluar dari hotel.
__ADS_1
Sementara itu Aruna berdiri di balkon hotel lantai atas, ia melihat keindahan kota dari balkon tersebut.
"Baik kah, setidaknya di sini lebih nyaman."Ucap Aruna.
"Sendirian saja?"Tanya seseorang dari belakang Aruna.
Aruna pun membalikkan badan nya dan melihat orang yang berbicara barusan.
"Kenzo? Apa yang kau lakukan di sini?"Tanya Aruna.
"Tidak ada aku juga ingin menghirup udara segar."Ucap Kenzo mendekati Aruna.
"Ouh begitu."Ucap Aruna singkat.
"Kau sangat cantik dan berbeda dari wanita lain nya."Ucap Kenzo memegang tangan Aruna.
"Ah, mohon maaf Kenzo jaga sikap mu."Ucap Aruna sedikit menjauh.
"Mengapa? Aku hanya ingin sedikit merasakan perbedaan itu."Ucap Kenzo mendekati Aruna dan memegang rambut nya.
"Aku tidak berbeda, mohon jangan seperti ini."Ucap Aruna mengelak.
Namun Kenzo memeluk Aruna dari belakang dan itu membuat Aruna sulit untuk melepaskan nya.
"Aku sudah tau,kau menikah dengan Davin? Aruna aku sarankan agar kau bercerai dengan nya karena dia sama sekali tidak mencintai mu dia hanya menjadikan mu sebagai tumbal."Ucap Kenzo lagi.
"Aku tau dan itu kewajiban ku,aku memang di beli untuk menjadi tumbal dan aku sudah siap dengan hal itu."Ucap Aruna lagi.
"Tidak kau tidak boleh mati, bercerai lah dengan Davin dan jadilah istri ku, karena aku akan membahagiakan mu aku mencintaimu aku jatuh cinta pada pandangan pertama kepada mu, dia tidak mencintai mu Aruna."Ucap Kenzo panjang lebar.
"Siapa bilang aku tidak mencintai nya?"Ucap Davin tiba-tiba berada di belakang Aruna dan Kenzo.
"Davin, apa yang kau lakukan di sini?"Tanya Aruna kepada Davin.
"Apa yang aku lakukan? Tentu saja mencari mu, mengapa lama sekali di sini?"Ucap Davin menarik pingang Aruna.
"Tuan Davin bisa kah kau memperlakukan wanita dengan baik?"Ucap Kenzo marah.
"Lalu bisa kah kau tidak mengutarakan cinta mu kepada istri ku?"Ucap Davin lagi.
"Dia memang istri mu, namun kau hanya menjadikan nya tumbal, mengapa kau tidak menceraikan nya dan membiar kan dia hidup bahagia?"Ucap Kenzo.
"Apa urusan mu sehingga kau berani berkata demikian kepada ku? Dia istri ku sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan nya jadi sekali lagi aku peringatkan jangan menyentuh nya lagi."Ucap Davin dengan tatapan tajam nya.
"Kau tidak punya hak melarang ku bahkan jika aku mengambil nya dari mu."Ucap Kenzo tersenyum miring.
__ADS_1
Namun Davin sudah tidak bisa menahan emosi nya ia pun melayangkan satu pukulan ke wajah Kenzo.
"Cukup! Jangan memukul nya."Ucap Aruna menahan Davin.
"Apa barusan kau membela nya?"Ucap Davin kepada Aruna.
"Ti-tidak bukan begi ..."Ucap Aruna terhenti.
"Ayo pulang bersama ku."Ucap Davin menarik tangan Aruna.
"Lepas kan aku ini sakit."Ucap Aruna berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Davin.
"Menurut lah."Ucap Davin tidak peduli.
Davin pun membawa Aruna turun ke lantai bawah kemudian keluar dari hotel tersebut.
"Davin tunggu saja."Batin Kenzo memegang sudut bibir nya yang sakit akibat pukulan Davin tadi.
Davin membuka pintu mobil nya kemudian mendorong Aruna masuk ke dalam nya.
"Ah."Leguh Aruna.
"Sudah berapa kali aku mengatakan jika kau tidak boleh berhubungan dengan laki-laki lain?"Ucap Davin masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobil tersebut.
"Aku tidak dekat dengan nya jangan salah paham."Ucap Aruna membela diri nya.
"Benar kah?"Ucap Davin mendekati Aruna.
"Davin apa yang kau lakukan?"Ucap Aruna mundur.
Namun yang namanya di dalam mobil jika terus mudur duduk ya akan mentok lah.
"Apa yang ku lakukan? "Ucap Davin tersebut mirip kemudian menarik tengkuk Aruna dan mencium bibir Aruna.
Aruna terdiam ini kedua kalinya Davin mencium bibir nya, namun kali ini terasa sedikit berbeda ciuman itu kini malah semakin dalam.
Aruna memberontak karena hampir tidak bisa bernafas.
"Apakah ini sebuah ciuman lagi?"Batin Aruna menatap mata Davin.
Davin kemudian melepaskan tautan itu dan menyalakan mesin mobil kemudian melaju menuju mansion.
Aruna di buat bingung dengan sikap Davin, ai mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi dan di wajah nya terlihat bahwa sekarang ia sedang cemburu dan marah.
Bersambung ....
__ADS_1