
"Sebentar kata mu? Apa kau ingin membuat aku mati kelaparan? Lihat anaku dia sudah lelah seharian bekerja di kantor bahkan jika pulang dia tidak bisa makan enak di rumah istri macam apa kau ini!"Ucap mama Sekar kemudian menjambak rambut Aruna.
"Ma tolong jangan pukul aku ma."Ucap Hana menangis kesakitan.
"Aku sudah muak melihat mu, sebaiknya kau mati saja!"Ucap mama Sekar kemudian menyeret Aruna ke dalam kamar dsn mengurung nya.
flashback off.
"Seperti nya itu takdir mu untuk tidak memiliki cucu ma,jadi jangan coba untuk menyakiti ku lagi."Ucap Aruna setelah menghindari dorongan mama Sekar.
"Apa yang kau katakan!"Ucap mama Sekar tidak terima.
"Apa telinga mu sudah tidak bisa mendengar ku dengan jelas mama mertua? Aku rasa itu terjadi karena usia mu sudah semakin tuah bahkan mata mu juga sebentar lagi akan buta."Ucap Aruna santai.
Tiba-tiba Aruna mendekati mama Sekar kemudian menarik rambut nya.
"Aruna! Berani nya kau memperlakukan aku seperti ini!"Ucap mama Sekar.
"Jadi apakah rasanya sangat enak? Aku rasa sejak dulu menikah dengan Tony aku selalu di perlakukan seperti ini oleh mu dan sekarang aku ingin kau merasakan nya wahai mama mertua yang terhormat."Ucap Aruna dengan tangan yang masih menarik rambut mama Sekar.
"Ah, sakit!"Jerit mama sekar ketika Aruna semakin menarik rambut nya.
"Ouh jadi kau juga bisa merasakan sakit?Aku pikir selama ini kau tidak memiliki rasa sakit."Ucap Aruna menatap benci wajah mantan mama mertua nya yang jahat itu.
"Lepaskan aku, lepas."Ucap mama Sekar kesakitan.
"Selama dua tahun kau menyiksa ku, menarik rambut ku setiap hari, mengurung ku di kamar dan tidak memberi ku makanan, bahkan kau menyiram ku dengan air panas,aku pikir kau tidak ada rasa sakit sedikit pun makanya aku mencoba untuk membuat mu merasakan kesakitan."Ucap Aruna kemudian melepaskan rambut mama Sekar.
"Cukup Aruna apa yang kau lakukan itu adalah mama ku! Kau belum puas menghancurkan keluarga kami?"Ucap Tony bersuara.
"Alasan kenapa keluarga mu menjadi seperti sekarang ini adalah karena ulah mu sendiri!"Ucap Aruna dengan lantang kepada Tony.
"Aruna kau? Kau ingin balas dendam?"Tanya Tony lagi.
"Aruna kembalikan anak ku!"Ucap Hana yang masih terduduk di ranjang rumah sakit.
__ADS_1
"Anak mu sudah menemani anaku lalu bagaimana caranya aku mengembalikan anak mu?"Tanya Aruna kepada Hana.
"Jalanng kau membunuh anaku, aku tidak akan membiarkan nya."Ucap Hana sambil menangis.
"Kau ingin membalas ku? Apa kah kau tidak sadar jika kau juga sudah membunuh anaku?"Ucap Aruna lagi.
"Lalu mau apa kau kemari? Kau datang kemari hanya untuk menertawakan aku dan mengungkit soal kematian anak mu?"Ucap Hana lagi.
"Aku ke sini hanya mewakili perusahaan Winston untuk mengucapkan selamat atas meningal nya anak mu,kalau begitu aku pergi dulu aku masih punya begitu banyak pekerjaan."Ucap Aruna kemudian berbalik dan berjalan menuju pintu keluar kamar.
Dendam Aruna perlahan-lahan kini terbalas,dan ia juga kini tidak memiliki rasa kasihan kepada orang yang telah dengan sengaja membuat nya menderita,kini Hana turut merasakan bagaimana rasanya sakit kehilangan calon buah hati.
"Berhenti di sana!"Teriak mama Sekar kepada Aruna.
Aruna pun memberhentikan langkah nya dan menoleh melihat mama Sekar.
"Ada apa wanita tua?"Ucap Aruna sambil tersenyum miring.
"Beraninya kau memangil ku dengan sebutan wanita tua!"Ucap mama Sekar marah.
"Memang kenyataannya kau sangat tua,umur mu sudah tujuh puluh tahun,kau juga sudah bau tanah kuburan lalu mengapa kau mempermasalahkan aku memangil mu dengan sebutan wanita tua?"Ucap Aruna.
Namun dengan sigap Aruna menahan tangan Aruna dan menampar mama Sekar dengan keras.
"Kau! Kau menampar ku!"Ucap mama Sekar tak habis fikir karena hari ini ia merasa begitu di siksa oleh Aruna.
Mungkin ini lah karma nya.
"Mengapa? Seharusnya kau ingat sejak dua tahun aku menikah dengan anak mu itu kau sudah menampar ku lebih dari seratus kali, lalu salah kah jika aku membalas nya sekali? Wanita tua ingat lah jika Aruna yang sekarang bukan lah Aruna yang dulu, aku akan membalas apa yang telah kau perbuat kepada ku!"Ucap Aruna dengan tatapan penuh amarah.
Mama Sekar terdiam dan mulai takut dengan Aruna yang berdiri di hadap nya itu.
"Sudah lah aku sudah muak melihat wajah kalian, rasanya aku ingin muntah."Ucap Aruna kemudian berjalan membuka pintu ruang rawat tersebut dan keluar.
"Apa dosa yang telah aku perbuat sehingga aku bertemu dengan wanita iblis itu?"Ucap mama Sekar tidak menyadari kesalahannya.
__ADS_1
"Anaku ibu telah membalas kan dendam mu."Ucap Aruna sambil berjalan meningal kan rumah sakit dan memegang perutnya yang datar.
Aruna pun menaiki mobil dan meminta pak Andi untuk langsung pulang ke mansion.
Sementara itu di mansion.
"Hana benar-benar keguguran,aku tidak boleh lagi bertemu dengan nya dia dan keluarganya nya pasti sangat membenci aku."Ucap Felicia sambil menangis di samping Davin.
Sementara itu Davin masih terdiam dan tidak mengatakan sepatah kata pun.
Tidak lama kemudian Aruna pun tiba di mansion.
Ia turun dari mobil kemudian berjalan masuk ke dalam Mansion.
"Itu dia! Dia yang menjebak ku dan membuat Hana keguguran!"Ucap Felicia saat melihat Aruna melintasi ruang tamu mansion.
Aruna pun memberhentikan langkah nya.
"Felicia aku tau kau sedang ketakutan tetapi kau juga tidak boleh menyalakan Aruna."Ucap Davin kepada Felicia.
"Kau juga tidak mempercayai aku?"Tanya Felicia kepada Davin.
"Bukan soal kepercayaan, namun Aruna juga fobia terhadap kecoa bagaimana mungkin dia melakukan nya?"Ucap Davin lagi.
"Lalu bagaimana mungkin di pesta yang begitu bersih ada kecoa?"Ucap Felicia kepada Davin.
"Itu mungkin kesalahan pelayan."Ucap Davin lagi.
Felicia pun terlihat marah dan kesal karena Davin juga tidak mempercayai dirinya jika Aruna yang menaruh kecoa di pundak Hana.
"Aruna kau istirahat saja."Ucap Davin melihat Aruna.
"Baik lah selamat malam."Ucap Aruna kemudian berlalu pergi.
"Apakah Davin mulai menyukai perempuan itu? Mengapa dia sangat terlihat perhatian kepada Aruna? Tidak boleh posisi ku bisa terancam aku harus melakukan sesuatu."Batin Felicia menggebu-gebu.
__ADS_1
Orang jahat tetap lah jahat dan sampai kapan pun akal jahat nya tidak akan habis kecuali dia mati atau di penjara.
Bersambung ....