Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 48


__ADS_3

"Katakan, dan Jangan bertele-tele."Ucap Aruna tampa menatap wajah Tony.


"Kau menginginkan saham ibu ku bukan?"Tanya Tony lagi.


"Lalu apa urusan nya dengan mu?"Ucap Aruna kesal.


"Aku bisa saja membantu mu dengan menyuruh Hana untuk mengambil surat saham itu dari papa mu,tapi kau harus mau kembali dengan ku, Ucap Tony mendekati Aruna.


Belum sempat Aruna menjawab ucapan Tony ia tiba-tiba ada dua buah mobil yang berhenti di depan taman tersebut.


"Terlihat sangat romantis berkencan di malam hari bersama istri ku."Ucap Davin sambil keluar dari dalam mobil nya.


"Tuan Muda Davin, apa yang anda lakukan di sini?"Ucap Tony dengan sengaja merangkul Aruna.


"Tentu saja menjemput istri ku."Ucap Davin dengan tatapan marah.


"Aku rasa istri mu lebih nyaman bersama ku,bukan begitu sayang?"Ucap Tony memegang pipi Aruna.


"Apa yang kalian lihat cepat habisi dia!"Ucap Davin kepada tiga bodyguard yang ia bawa.


"Ap-Apa yang kau lakukan tuan muda Davin?"Ucap Tony gemetar.


"Apa yang aku lakukan? Seharusnya aku yang bertanya, mengapa kau menculik istri ku!"Ucap Davin kesal.


Davin pun menarik tangan Aruna dan memegang nya dengan kuat.


"Lepas kan aku,bukan kah seharusnya kau berkencan dengan Jesi?"Tanya Aruna kepada Davin.


"Diam dan masuk ke dalam mobil."Ucap Davin terlihat marah.


Aruna pun tak kuasa untuk melawan Davin ia pun masuk ke dalam mobil bersama Davin.


"Urus dia!"Ucap Davin kepada bodyguard nya.


"Baik tuan muda."Ucap beberapa bodyguard itu mulai mendekati Tony.


Davin pun menyalakan mesin mobil nya kemudian melaju dengan kecepatan tinggi.


"Apa kau akan membunuh nya?"Tanya Aruna khawatir.


"Mengapa? Apa kau takut dia akan mati? Apa kau sangat menyayangi nya?"Tanya Davin terlihat cemburu.


"Tidak,bukan begitu, kau salah paham,dia hanya menawarkan bantuan agar aku bisa mendapatkan kembali saham mama ku, sebaiknya kau tidak mengacaukan hal ini."Ucap Aruna kesal kepada Davin.

__ADS_1


"Oh,jadi begitu? Itu caramu untuk mendapatkan kembali saham mama mu? Apa kau tidak lagi membutuhkan bantuan ku? Kau lebih mempercayai dia di bandingkan aku? Apa kau bodoh? Dia tidak melakukan itu secara gratis!"Ucap Davin terlihat sangat marah.


"Iya aku tau, tapi apa salahnya jika aku menipu nya sedikit?"Ucap Aruna kepada Davin.


"Diam lah."Jawab Davin yang terlihat sangat cemburu.


"Apa kau sedang cemburu?"Tanya Aruna lagi.


"Tentu saja,kau adalah istri ku! Aku suami mu! Bagaimana mungkin aku tidak merasakan kecemburuan?"Ucap Davin terlihat sangat kesal.


Aruna pun terdiam,yang di katakan Davin itu benar, meskipun ia hanya tumbal tapi ia tetap lah istri Davin yabg sah.


"Lalu,apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak akan membiarkan saham itu di nikmati oleh papa ku yang jahat."Ucap Aruna menusukan kepala nya.


Davin pun memberhentikan mobilnya di tepi jalan yang sudah sunyi karena itu sudah benar-benar larut malam.


"Aku bisa membantu mu,kau tidak perlu menerima tawaran bantuan dari Tony bukan kah kau tau dia sangat licik?"Ucap Davin sambil mengengam erat tangan Aruna.


"Maaf kan aku,aku seharusnya tidak bertindak gegabah."Ucap Aruna terlihat sedih.


"Sudah lah, lupakan saja, aku akan membantu mu mendapatkan hak mu, cukup tenang dan tunggu kabar selanjutnya."Ucap Davin.


"Mengapa? Mengapa kau ingin melakukan semua itu untuk ku?"Tanya Aruna lagi.


"Karena aku mencintaimu."Ucap Davin blak-blakan.


"Apa yang kau katakan?"Ucap Aruna dengan bibir bergetar.


"Aku mencintaimu Aruna!"Ucap Davin dengan tegas.


"Ti-tidak, tidak bisa,aku adalah tumbal mu,kau hanya mencintai Felicia bukan aku!"Ucap Aruna melepaskan genggaman tangan Davin dan mengalihkan pandangannya sambil berusaha menahan air matanya.


"Aku akan menjagamu,dan sampai kapan pun tidak akan ada tumbal di keluarga Winston aku yang akan menghapus kutukan itu!"Ucap Davin memegang kedua pipi Aruna.


"Lalu bagaimana dengan Felicia? Dia sangat mencintai mu."Ucap Aruna menangis.


"Aku tidak mencintai nya,aku akan bicara baik-baik dengan nya, meminta nya untuk pulang kerumahnya."Ucap Davin kemudian memeluk Aruna.


"Hiksss,aku juga mencintaimu, tapi bagaimana dengan Jesi?"Ucap Aruna menangis di pelukan Davin.


"Jesi, dia hanya teman kecil ku,aku tau maksud mama membawa nya ke mansion untuk mengantikan Felicia,tapi kau tenang saja, tidak akan ada yang bisa menggantikan mu."Ucap Davin.


"Terimakasih."Jawab Aruna masih memeluk erat tubuh Davin.

__ADS_1


Sungguh baru kali ini Aruna merasakan sebuah pelukan yang cukup hangat dan nyaman,ia bandar-bandar mencintai Davin meskipun posisinya sekarang masih menjadi tumbal.


Begitu juga dengan Davin, wanita yang awal nya ia beli hanya untuk menjadi kambing hitam keluarga nya namun wanita itu telah berhasil meluluhkan hati nya dan mambuat nya tidak rela melepaskan atau berpisah dari Aruna.


"Sudah lah, jangan menangis lagi,malam ini kita tidak usah pulang ke mansion."Ucap Davin mengusap lembut pipi Aruna.


"Mengapa? Lalu kita akan tingal di mana?"Tanya Aruna bingung.


"Hotel saja,kau butuh ketenangan."Ucap Davin lembut.


"HM,baik lah."Jawab Aruna tersenyum kecil.


Sementara itu di sisi lain.


Terlihat Jesi yang masuk ke kamar Felicia.


"Apa yang kau lakukan di sini?"Tanya Felicia yang sedari tadi berdiri di balkon kamar nya.


Felicia kini benar-benar terlihat murung.


"Tidak ada,aku hanya ingin mengucapkan selamat untuk mu, Davin terlihat lebih memilih Aruna dari pada kau bukan?"Ucap Jesi berdiri di samping Felicia.


"Setidaknya dia tidak memilih mu!"Ucap Felicia.


"Ya sekarang,tapi nanti dia akan memilih ku."Ucap Jesi.


"Apa maksud mu?"Ucap Felicia bingung.


"Haha, tentu saja karena Aruna juga akan mati pada saatnya."Jawab Jesi.


"Aku tidak mengerti!"Ucap Felicia lagi.


"Kau bodoh, sebenarnya aku lah menantu yang di pilih oleh bibi Jihan."Ucap Jesi dengan angkuh nya.


"Mengapa kau?"Ucap Felicia bingung.


"Karena kau sudah tidak berguna dan tidak bisa memiliki anak,buat apa seorang menantu yang tidak bisa melahirkan seorang anak pun."Ucap Jesi dengan sombongnya.


"Lalu apa mau mu! Jika aku tidak bisa menjadi nona muda keluarga Winston dan menjadi istri Davin kau juga tidak akan bisa."Ucap Felicia menujuk wajah Jesi.


"Beraninya kau!"Ucap Jesi emosi.


"Seharusnya kau sadar jika sekarang Davin hanya mencintai Aruna bukan aku ataupun dirimu kau paham? Dan aku rasa aku sudah cukup berusaha besok aku akan pergi dari sini dan pulang kerumah ku."Ucap Felicia tersenyum smrik.

__ADS_1


Mendengar ucapan Felicia Jesi menjadi emosi dan tidak bisa menahan amarahnya.


Bersambung ....


__ADS_2