Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 55


__ADS_3

"Sial, bagaimana bisa wanita itu mengancam ku seperti ini!"Umpat mama Jihan.


Mama Jihan menjadi menyesal karena ia telah membuat kutukan palsu hanya demi menjodohkan Davin dengan perempuan seperti Jesi yang ai anggap baik dan setera dengan keluarga nya dan telah membunuh Felicia.


Mama Jihan pun berjalan keluar dari kamar nya dengan terburu-buru.


Tampa sengaja dia menabrak seorang gadis muda dengan pakaian yang begitu elegan.


"Awh."Leguh gadis itu kesakitan.


"Astaga maaf-maaf,bibi tidak sengaja tadi terburu-buru."Ucap mama Jihan sambil membantu gadis tersebut berdiri.


"Tidak apa bibi, apakah bibi baik-baik saja?"Ucap gadis itu.


"Ya aku baik-baik saja."Jawab mama Jihan sambil melirik dari bawah hingga atas gadis tersebut.


"Perempuan ini begitu cantik dan elegan,tapi mengapa rasanya aku sudah sering melihat nya?Dia terlihat sangat mirip dengan Felicia."Batin mama Jihan.


"Bibi kenapa diam?"Ucap gadis tersebut mengibaskan tangannya di depan mama Jihan.


"Ah, tidak,aku hanya membayangkan sosok seseorang yang seperti nya sangat mirip dengan mu."Jawab mama Jihan sambil tersenyum kecil.


"Benar kah? Siapa dia apa dia anak bibi?"Ucap gadis itu.


"Ah dia calon menantu ku namun dia sudah meningal,ya sudah lah lupakan saja."Ucap mama Jihan.


"Ouh, begitu."Jawab perempuan itu.


"Ngomong-ngomog, kau sangat cantik,dari keluarga mana asal mu? Dan siapa nama mu?"Ucap mama Jihan penasaran.


"Saya Karin, dan saya baru datang di kota ini makanya menyewa hotel keluarga saya semuanya tingal di kota lain."Ucap Karin menjelaskan.


"Ohh begitu rupanya,kalau boleh tau kau di sini ada urusan apa?"Tanya mama Jihan lagi.


"Aku di sini untuk beberapa hal bibi,dan itu tidak bisa aku jelas kan."Jawab Karin dengan sopan.


"Ohh, Begitu."Jawab mama Jihan lagi.

__ADS_1


"Mama!"Panggil Davin menghampiri mama nya.


"Ah kebetulan sekali."Batin mama Jihan mulai merencanakan dan hal lain.


"Davin cepat ke sini!"Ucap mana Jihan kepada Davin.


"Ma kenapa belum turun ke bawah para tamu sudah lama menunggu."Ucap Davin kepada mama nya.


"Ah iya Karin ini Davin anak bibi satu-satunya."Ucap mama Jihan memperkenalkan Davin kepada Karin.


"Ah iya,salam kenal aku Karin."Ucap Karin mengulur kan tangan nya.


"Ya."Jawab Davin cuek,tampa menyambut uluran tangan Karin.


"Davin kamu ini.."Ucap mama Jihan terpotong saat Davin kembali angkat bicara.


"Aku ke bawah dulu,mana cepat lah menyusul."Ucap Davin berbalik dan meningal kan mama nya dan Karin.


"Karin maaf atas perilaku Davin dia memang seperti itu sejak meningal nya calon istri nya dan bibi memaksa nya menikah dengan orang yang tidak ia cintai sekarang dia jadi seperti ini bibi sangat sedih."Ucap mana Jihan membuat kenyataan palsu.


"Bibi tenang lah jangan sedih ini kartu nama ku bibi bisa hubungi aku kapan pun bibi mau kalau begitu aku permisi dulu karena aku masih ada urusan yang harus aku selesaikan."Ucap Karin kemudian meningal kan mama Jihan.


Mama Jihan merasa ada target baru untuk di jodohkan dengan Davin kini ia butuh menyingkirkan dua orang ya itu Aruna dan Jesi.


Kejahatan mama Jihan sudah begitu banyak ia menipu Davin dan mengatakan jika istri pertama Davin akan meningal semata-mata untuk menunggu kepulangan Jesi dari luar negeri agar Jesi bisa menikah dengan Davin bukan Felicia namun karena butuh sandiwara yabg kuat ia pun membuat Aruna menjadi tumbal dan mengelabui Felicia sehingga pada saat Jesi datang dari luar negeri Jesi yang akan membunuh Felicia, ia awal nya sangat menyayangi Jesi karena Jesi itu sebenarnya adalah anak dari sepupunya yang telah meninggal, namun malam ini ia berubah pikiran karena melihat tingkah Jesi yang kasar dan berani mengancam dirinya.


"Aku melihat jika Karin menyukai Davin,aku yakin dia akan bisa kerja sama dengan ku untuk menyingkirkan Aruna dan Jesi sialan itu, untuk saat ini aku harus tenang terlebih dahulu."Ucap mama Jihan tersenyum licik.


Beberapa hari kemudian.


Terlihat Aruna dan Davin sedang beres-beres untuk pergi ke kantor.


"Aruna,hari ini aku dengar di kantor papa mu sedang ada rapat besar,mama tiri mu menyerahkan kantor itu kepada Hana."Ucap Davin sambil membenarkan dasi nya.


"Benar kah!? Mengapa kau baru memberi tau ku sekarang?"Ucap Aruna terlihat panik.


"Jangan terlalu gegabah sayang,kau harus bertindak secara pelan ingat peran mu."Gumam Davin.

__ADS_1


"Aku tau."Ucap Aruna kemudian keluar mendahului Davin.


"Seperti nya sudah tidak sabar."Gumam Davin sambil menatap istrinya yang terlihat marah itu.


Mereka pun akhirnya pergi ke kantor, Aruna ke kantor papa nya dan Davin ke kantor nya, ia tidak ikut menemani Aruna.


Meskipun begitu Davin terus berusaha untuk membantu Aruna merebut kembali saham milik mama nya itu.


Tidak butuh waktu lama Aruna pun akhirnya tiba di kantor papa Edwin.


Seisi ruangan sudah sepi karena seluruh karyawan telah ikut berkumpul untuk mendengarkan pengumuman tentang pergantian pemimpin perusahaan.


"Semuanya hari ini aku akan mengumumkan sesuatu."Ucap mama Fina.


"Tumben sekali nyonya Fina datang ke kantor ini, seperti nya ada yang sangat penting."Bisik beberapa karyawan kantor.


"Hari ini aku menyatakan jika pemimpin kantor di sini akan di ambil alih oleh putri semata wayang ku ya itu Hana."Ucap mama Fina dengan lantang.


Sementara itu papa Edwin terlihat tidak bisa melawan kehendak mama Fina karena tidak ingin rahasia tentang pembunuhan mama nya Aruna terbongkar.


"Bagus, semuanya terlihat setuju, lihat saja kau perempuan ****** aku sudah memudahkan kepemilikan perusahaan kepada putri ku dan wanita itu walaupun dia melahirkan anak laki-laki itu tidak ada gunanya."Batin mama Fina merasa menang.


"Bagaimana apakah semuanya setuju?"Ucap papa Edwin berdiri dari duduknya.


"Aku tidak setuju!"Ucap Aruna yang tiba-tiba datang dan membuka pintu ruang rapat tersebut.


"Aruna apa yang kau lakukan di sini!?"Ucap mama Fina panik.


"Tentu saja merebut hak ku kembali!"Ucap Aruna memukul meja.


Sontak semua orang yang berada di sana menjadi kaget karena ucapan Aruna.


"Enak saja hak mu! Ini adalah hak ku, aku yang berhak untuk memiliki perusahaan ini."Ucap Hana marah.


"Siapa bilang itu hak mu."Ucap Davin masuk ke dalam ruangan tersebut dengan dua bodyguard nya.


Ya ini adalah sebuah kejutan untuk Aruna Davin datang ke kantor papa Edwin untuk membantu nya.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2