Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 20


__ADS_3

Aruna pun mendekat kan bibir nya ke kuping Felicia dan berbisik.


"Benar aku tidak bisa melakukan apapun kepada mu,tapi aku bisa merayu Davin."Ucap Aruna dengan sengaja ingin membuat Felicia marah.


"Jangan berani-berani nya!"Ucap Felicia mulai terpancing emosi.


"Aku tidak takut,aku akan merebut nya darimu, karena aku suka merebut milik orang lain."Ekting Aruna memanas-manasi Felicia.


"Kau!"Ucap Felicia kemudian menampar Aruna hingga terjatuh.


"Felicia!Apa yang kau lakukan?!"Ucap Davin saat melihat kejadian itu.


"Aduh sakit."Ucap Aruna.


"Apa kau baik-baik saja?"Tanya Davin kepada Aruna.


"Davin,aku-aku hanya, dengarkan aku Davin."Ucap Felicia takut.


"Dengar kan apa lagi aku melihat nya kau dengan jelas memukul Aruna."Ucap Davin marah.


"Tidak,itu bukan seperti yang kamu lihat,dia yang membuat ku emosi dia bilang dia akan merayu dan merebut mu dari ku makanya aku memukul nya."Ucap Felicia.


"Felicia aku tau kau tidak menyukai aku,tapi tolong hargai pekerjaan ku dan jangan fitnah aku."Ucap Aruna masih bersimpuh lemah di lantai.


"Felicia jelas kan, mengapa kau membuang kertas ini?"Ucap Davin menujuk kertas yang diberikan Aruna kepada Felicia yang sudah berserakan di lantai.


"Aku ..."Ucap Felicia sudah tidak punya alasan lagi.


Davin pun membantu Aruna untuk berdiri.


"Aduh ..."Ucap Aruna sambil memegang tangan Davin.


"Kenapa?"Tanya Davin terlihat khawatir.


"Kaki ku sakit, seperti nya terkilir."Ucap Aruna sambil memeluk Davin.


"Pelacur lepas kan Davin!"Ucap Felicia cemburu.


"Cukup Felicia, apakah kamu sudah selesai dengan omong kosong ku itu?"Ucap Davin menahan tangan Felicia yang hendak menarik Aruna.


"Kau,kau sudah tidak mempercayai aku lagi?"Tanya Felicia menangis.

__ADS_1


"Aku hanya percaya pada apa yang aku lihat."Ucap Davin kemudian mengendong Aruna.


Davin pun membalikkan badan nya dan membawa Aruna menuju kamar, sementara Aruna dengan tersenyum licik menatap wajah Felicia.


"Awas kau Aruna akan ku buat kau mati dengan cara yang mengenakan."Batin Felicia menahan amarahnya.


Keesokan harinya.


Aruna dan Felicia kini sama-sama turun dari tangga untuk segera berangkat ke kantor papa Aruna.


"Pagi."Ucap Aruna kepada Felicia.


"Apa kau sengaja membuat aku marah dan memukul mu semalam?"Ucap Felicia menatap tajam Aruna.


"Sudah ku bilang jika aku adalah orang yang akan mati, jadi jika kau berani menindas ku maka jangan salah kan aku jika kau ikut merasakan penderitaannya."Jawab Aruna enteng.


"Kau benar-benar gila."Ucap Felicia.


"Aku adalah kambing hitam mu,aku juga tidak pernah berfikir untuk merebut apapun dari mu,tapi jika kau terus dalam masalah maka aku juga akan membuat mu tersiksa karena masalah yang kau buat sendiri."Ucap Aruna dengan tatapan mata yang tajam.


"Apa?Apa yang ingin kau lakukan kepada ku?"Tanya Felicia takut dan merasa terancam.


"Kau berani? Dengar cepat atau lambat Davin akan mengetahui sifat aslimu."Ucap Felicia.


"Dia sudah gila, apa yang dia katakan barusan?"Ucap Felicia tidak mengerti.


Hari demi hari berlalu, semua keperluan pesta yang di adakan di kantor Winston di siapkan oleh Aruna sendiri ia begitu bersemangat meskipun sangat lelah karena ia memiliki sebuah tujuan yabg harus ia capai.


Kini tiba lah di mana semua persiapan itu telah selesai dah malam ini akan di mulai pesta untuk merayakan kerja sama antara Davin dan Edwin.


"Sekarang mari kita sambut wakil dari perusahaan Winston untuk maju ke depan dan memotong kueh sebagai membukakan acara peresmian kerja sama antara kedua perusahaan milik tuan muda Davin dan tuan Edwin."Ucap MC tersebut sambil memegang mic di tangan nya.


Aruna pun maju untuk memotong kue tersebut.


Namun dengan jahat nya Hana menjulurkan kaki nya sehingga Aruna tersandung dan menghancurkan kue tersebut.


"Hey apa yang kau lakukan mengapa kau merusak kue nya? Apa kau sengaja?"Ucap Felicia yang sudah kerjasama untuk mempermalukan Aruna.


"Aku- dia menyandung ku!"Ucap Aruna menujuk Hana.


"Bagaimana bia kau menuduh orang lain? Aku tau kau tidak suka karena aku yang di tunjuk menjadi ketua perwakilan perusahaan Winston tapi seharusnya kau juga tidak boleh menghancurkan acara ini"Ucap Felicia begitu jahat.

__ADS_1


"Bagaimana bisa wanita seperti itu ikut menjadi wakil ketua perwakilan?"Ucap tamu-tamu berbisik.


"Benar hanya karena ingin menjadi ketua perwakilan dia bahkan ada niat untuk membuat acara ini berantakan."Bisik wanita-wanita lain sebagai tamu pesta.


"Bu lihat bibi itu terlihat sangat jelek."Ucap seorang anak kecil menujuk wajah Aruna yang penuh dengan kue.


Semua orang pun menertawakan Aruna.


Karena kesal Aruna pun pergi meninggalkan kerumunan tersebut dan masuk ke dalam tempat rias.


"Rasakan itu,dia sudah di permalukan di depan keramaian aku ingin melihat apa dia masih berani ikut ke dalam pesta besar?"Batin Felicia.


Felicia dan Hana pun ikut masuk ke dalam ruang rias untuk menganti baju dan berdandan.


Namun mereka tidak melihat keberadaan Aruna di dalam sana.


"Kemana dia? Acara nya sebenar lagi akan di mulai."Ucap Hana sambil duduk di depan cermin.


"Bagaimana mungkin dia berani keluar setelah kejadian memalukan tadi?"Ucap Felicia tertawa.


"Kau benar, senang bekerja sama dengan mu."Ucap Hana ikut tertawa.


"Tapi apa kau tidak takut jika papa mu akan tau apa yang kita lakukan kepada kakak mu?"Tanya Felicia kepada Hana.


"Tentu tidak,jika bukan karena kerjasama dengan tuan muda Davin papa ku bahkan menginginkan dia mati lebih cepat."Ucap Hana lagi.


"Jangan khawatir jika kita tetap bekerja sama maka kita akan lebih mudah membuat nya mati."Ucap Felicia tersenyum licik.


Sementara itu di ruang rias lain.


"Bagaimana bisa ada kecoak besar di sini?"Ucap Aruna yang melihat seekor kecoak mati di bawah pintu.


Aruna pun membungkuk dan mengamati nya.


"Ku rasa aku harus mengambil nya."Ucap Aruna kemudian mengambil kertas untuk menyimpan kecoak tersebut.


Entah apa gunanya kecoak itu tapi yang jelas Aruna memiliki seribu macam cara untuk balas dendam.


"Aku tidak memiliki salah apapun bagaimana mungkin aku tidak bisa bertemu dengan para tamu bukan kah itu akan merugikan?"Batin Aruna sambil berdiri di depan cermin.


Aruna pun mulai merias wajah nya, rambut nya dan juga Menganti pakaian nya.

__ADS_1


Bersambung ....


Selamat menikmati crezy up nya ya 🥰🥰❤️


__ADS_2