Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 24


__ADS_3

"Apa yang dia lakukan di sini? dan mengapa dia bisa bersama dengan Kenzo?"Ucap Davin kemudian ingin mengejar Aruna yang kini hendak masuk ke dalam mobil.


"Tuan muda jangan,kita sudah di tunggu oleh klien."Ucap sekertaris Davin.


Dengan kesal Davin pun mengurungkan niat nya untuk mengejar Aruna ia pun masuk ke dalam hotel tersebut.


Sementara itu Aruna dan Kenzo sudah masuk ke dalam mobil.


"Aruna apa kau sudah makan?"Tanya Kenzo.


"Belum tapi aku tidak lapar."Ucap Aruna.


"Tapi aku lapar,mau kah kau menemaniku makan siang?"Tanya Kenzo lagi.


"Emm, bagai mana ya, baik lah."Ucap Aruna merasa tidak enak.


"Terima kasih."Ucap Kenzo.


Mereka pun akhirnya mampir ke sebuah restoran untuk makan siang.


Sungguh sangat gugup Aruna tidak biasa diperlakukan seperti ini oleh seorang laki-laki Kenzo adalah orang yang baik dan romantis menurut Aruna namun di sisi lain ia juga takut kalau-kalau ada yang memotret mereka dan mengirimkan kepada Davin itu akan menjadi sebuah masalah.


Satu jam berlalu mereka pun akhirnya selesai makan dan Aruna pun meminta Davin untuk mengantarkan nya pulang ke mansion.


"Terima kasih untuk hari ini."Ucap Kenzo kepada Aruna.


"Iya sama-sama, kalau begitu aku masuk dulu."Ucap Aruna kemudian masuk ke dalam Mansion.


"Dari mana saja kau?"Tanya Davin yang ternyata sudah lebih dulu pulang dari miting nya.


"Tidak dari mana-mana."Ucap Aruna.


Hari ini Aruna tidak pergi ke kantor nya bahkan ia juga telah menelpon pak Andi untuk pulang sendiri karena dia pulang bersama Kenzo.


"Makan."Ucap Davin lagi.


"Aku sudah kenyang kau makan sendiri saja."Ucap Aruna kemudian menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar nya.


"Makan di mana dengan siapa?"Tanya Davin lagi.


Aruna kembali memberhentikan langkah nya.


"Makan di luar bersama teman ku."Ucap Aruna lagi.


"Aku tidak ingin kau memiliki teman."Ucap Davin terlihat kesal.


"Apa maksud mu?"Tanya Aruna bingung.


"Ternyata kau juga bisa berselingkuh."Ucap Davin berjalan menghampiri Aruna.


"Apa?Apa yang kau katakan?"Ucap Aruna tidak mengerti.

__ADS_1


"Aku melihat mu berjalan dengan seorang laki-laki!"Ucap Davin memegang kuat tangan Aruna.


"Lepaskan aku sakit!"Ucap Aruna memberontak.


"Apa kau lupa aku sudah mengatakan jangan coba-coba untuk selingkuh kau sekarang adalah nona muda keluarga Winston!"Ucap Davin marah.


"Lepaskan aku!"Ucap Aruna berteriak.


"Apa kau sudah lupa tugas mu?"Ucap Davin kesal.


"Tugas ku adalah tumbal kenapa kau sangat peduli dengan tumbal mu? Apa kau menyukai aku?"Ucap Aruna blak-blakan.


"Jangan terlalu banyak berharap, mana mungkin aku menyukai wanita seperti mu!"Ucap Davin kemudian melepaskan tangan Aruna dan berbalik pergi meninggalkan Aruna.


"Apa mungkin aku yang terlalu banyak berharap?"Batin Aruna.


Aruna pun kembali melangkah kan kaki nya menaiki tangga menuju kamar.


"Lelah sekali."Ucap Aruna membaringkan tubuhnya ke kasur.


Karena lelah Aruna pun tertidur lelap.


Malam pukul 07.00


Ting ... suara pesan masuk ke ponsel Aruna.


Aruna mengucek-ngucek mata nya kemudian meraih ponsel nya Yeng berada di samping bantal nya.


Ternyata pesan tersebut dari Rumi sahabat nya.


"Baik lah."Jawab Aruna.


Aruna pun turut dari ranjang nya berjalan mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi Aruna pun bersiap-siap untuk menuju restoran tempat mereka biasa bertemu.


Karena tidak ingin minta antar oleh sopir keluarga Winston ia pun memilih naik taxi.


Tidak butuh waktu lama Aruna pun akhirnya tiba di restoran tersebut.


Ia keluar dari taxi dan berjalan masuk ke dalam restoran.


"Aruna aku di sini!"Ucap Rumi melambaikan tangan nya.


"Ah iya maaf membuat mu menunggu lama."Ucap Aruna.


"Iya tidak apa, bagaimana keadaan mu sekarang?"Ucap Rumi.


"Baik sekali."Ucap Aruna.


"Minum lah ini,kau pasti haus."Ucap Rumi.

__ADS_1


"Terima kasih"Ucap Aruna memegang gelas yabg diberikan oleh Rumi.


"Maaf Aruna aku terpaksa melakukan ini demi kebaikan ku sendiri, cukup kau minum saja maka masalah ku akan selesai lagi pula kau juga sudah pernah tidur dengan Tony ini bukan masalah seharusnya."Batin Rumi dengan wajah yang terlihat gugup.


"Kenapa kau terlihat begitu gugup?"Tanya Aruna kepada Rumi.


"Tidak ada mungkin karena suasana panas saja."Ucap Rumi lagi.


"Rumi apakah kau tidak akan mengkhianati aku?"Ucap Aruna tiba-tiba.


"Apa yang kau bicarakan aku ini adalah sahabat mu."Ucap Rumi serba salah.


"Benar,apa kau ingat dulu bahkan kita pernah bertukar celana dan sama-sama memakainya, aku tau semua orang bisa menghianati aku tetapi kau tidak."Ucap Aruna.


Aruna sengaja berkata demi kian untuk melihat apakah Rumi tidak akan tega dan menghentikan ia untuk meminum air tersebut.


"Rumi tolong hentikan aku, tolong jangan biar kan aku meminum air ini, jika kau menahan ku aku akan memanfaatkan mu."Batin Aruna menunggu Rumi menghentikan nya.


Namun dugaan Aruna salah Rumi sama sekali tidak mengentikan nya bahkan saat gelas itu sudah dekat dengan bibir Aruna.


Aruna pun menaruh kembali kelas tersebut ke meja.


"Mengapa? Mengapa kau tidak meminum nya?"Tanya Rumi kaget.


"Seperti nya badan ku kurang sehat aku tidak bisa minum bir."Ucap Aruna tersenyum paksa.


"Hanya seteguk saja, aku bahkan sudah meminum nya."Ucap Rumi terlihat kesal.


"kalau begitu ... "Ucap Aruna berpura-pura ingin mengambil gelas tersebut namun menumpahkan nya.


"Ah maaf aku tidak sengaja."Ucap Aruna berpura-pura kaget.


"Ahh,iya tidak apa-apa."Ucap Rumi terlihat lesu.


"Oh iya,aku ingin mengatakan sesuatu, perusahaan papa ku akhir-akhir ini kekurangan karyawan apakah kau ingin masuk ke sana? Aku bisa membantu mu."Ucap Aruna sambil tersenyum miring.


"Ap-Apa?"Ucap Rumi takut.


"Iya,papa ku kekurangan sekertaris, aku akan senang jika kau bersedia menjadi sekertaris papa ku."Ucap Aruna sengaja.


"Apa aku bisa?"Tanya Rumi gugup.


"Bisa kau pasti bisa,kalau tidak mencari pekerjaan sekarang dan ayah ku meningal, itu tidak akan ada kesempatan lagi untuk mencari uang yg banyak."Ucap Aruna menyindir Rumi.


"Apa yang Aruna katakan mengapa dia katakan? Mengapa aneh? Apakah dia mengetahui sesuatu tentang aku dan papa nya?"Batin Rumi mulai khawatir.


"Mengapa kau diam?"Tanya Aruna.


"Em apa maksud perkataan mu tadi aku tidak mengerti."Ucap Rumi lagi.


"Hikss,mama tiri ku licik ia membunuh ibuku."Ucap Aruna tiba-tiba menangis.

__ADS_1


Entah apa motif yang Aruna bicarakan saat ini yang jelas gadis itu sungguh pintar.


Bersambung ....


__ADS_2