
"Huh,aku sangat bosan menampung orang-orang tidak berguna di rumah ini."Keluh mama Jihan.
"Sudah lah bibi, sabar saja dulu nanti kita pikir kan sama-sama, bagaimana cara agar bisa mengusir mereka."Ucap Jesi tak kalah jahat nya.
"Terima kasih Jesi bibi harap kau bisa membantu bibi."Ucap mama Jihan.
Sementara itu di sisi lain.
Aruna baru saja tiba di rumah Tony.
"Akhirnya kau datang juga,apa kabar mu kau sangat terlihat semakin cantik."Ucap Tony yang berada di depan pintu.
"Tidak usah banyak basa-basi, katakan apa yang ingin kau katakan."Ucap Aruna berjalan masuk ke dalam rumah Tony.
"Jangan buru-buru, silahkan duduk."Ucap tony lagi.
"Tidak perlu duduk."Jawab Aruna ketus.
Namun tiba-tiba Hana keluar dari kamar nya dan melihat Aruna yang berhadapan dengan Tony ia menjadi sangat cemburu.
"Apa yang kau lakukan di sini siapa yang mengizinkan mu masuk ke dalam rumah ini?"Ucap Hana menatap Aruna dengan tatapan kesal.
"Diam!Aku yang menyuruh nya datang ke mari,jika kau ingin tetap tinggal di sini jangan banyak bicara atau aku akan menceraikan mu!"Ucap Tony memarahi Hana.
"Hikss,mama lihat lah Tony ingin menceraikan aku."Ucap Hana mengadu ke pada mama Tony yang baru keluar dari kamar nya.
"Menjauh dari ku! Dengar ya aku akan lebih mendukung keputusan anak ku untuk bercerai dengan mu! Buat apa wanita yang tidak bisa memberikan keturunan untuk keluarga ini."Ucap mama Tony memarahi Hana.
"Tapi ma, aku keguguran,bukan nya tidak bisa memiliki anak."Ucap Hana menangis.
"Aku tidak peduli, sebaiknya kau enyah dari hadapan ku melihat wajah mu membuat aku semakin emosi!"Ucap mama Sekar ingin menampar Hana.
"Hentikan!"Ucap Aruna menahan tangan mama Sekar yang hendak menampar wajah Hana.
"Lepas! Jangan ikut campur!"Ucap mama Sekar.
Aruna melepaskan tangan mama Sekar kemudian berkata.
"Mantan mama mertua, apa kau terus seperti ini selama nya? Apa kau tidak ada puas menyiksa menantu mu? Dulu aku sekarang dia? Kau menyiksa seorang perempuan hanya karena tidak bisa melahirkan keturunan untuk keluarga mu? Kau pikir semua wanita adalah mesin pembuat anak? Jika begitu kau juga mesin pembuat anak yang hanya bisa melahirkan satu anak bodoh seperti dia."Ucap Aruna menujuk Tony.
__ADS_1
"Ini bukan urusan mu! Dan apa yang kau lakukan di sini?"Ucap mama Sekar dengan wajah memerah karena malu.
"Aku ke sini karena permintaan anak mu,jika tidak maka aku tidak akan kembali kerumah neraka ini."Jawab Aruna.
"Tony, benar kah itu? Mengapa kau mengundang anak setan ini datang kerumah kita?"Ucap mama Sekar semakin emosi.
"Ma, sudah lah aku lapar sebaiknya mama siap kan makan malam."Ucap Tony mengalihkan pembicaraan.
"Hana! Apa kau tuli? Tony sudah lapar ayo cepat siap kan makan malam!"Ucap mama Sekar kepada Hana.
"Ba-baik ma aku akan segera menyiapkan makan malam nya."Ucap Hana bergegas ke dapur untuk memasak.
Karena Tony yang mengundang Aruna datang kerumah itu mama Sekar pun tidak jadi mengusir Aruna.
Mereka pun duduk di meja makan sambil menunggu Hana selesai memasak.
"Seharusnya aku pulang saja."Ucap Aruna muak dengan drama keluarga itu.
"Tenang lah setelah makan baru kita membicarakan nya."Ucap Tony kepada Aruna.
"Makanan nya sudah selesai."Ucap Hana membawa beberapa makanan untuk di hidangkan di atas meja makan.
"Cuih! Makanan apa ini? Mengapa rasanya tawar sekali? Apa kau tidak tau menaruh garam?"Ucap mama Sekar meludahi makanan tersebut.
"Tapi,tapi aku sudah berusaha semaksimal mungkin ma."Ucap Hana sedih.
"Aku rasa ini sudah cukup enak."Jawab Aruna lagi.
"Apa lidah mu bermasalah? Makan ini tidak ada rasanya hambar sekali!"Ucap mama Sekar berdiri dari duduknya.
Aruna sekakan mengulang masa lalu,dulu dirinya lah yang di perlakukan seperti itu oleh mama Sekar.
"Cukup! Jika malam ini tidak enak makan sebaiknya aku membantu mu untuk membuang nya!"Ucap Aruna membuang semua makanan itu ke bawah.
"Apa yang kau lakukan? Jangan kira anakku memperlakukan mu dengan baik di sini kau bisa bertindak seenaknya!"Ucap mama Sekar semakin emosi.
"Aku tidak peduli, dengar dia adalah anak kesayangan papa ku! Di rumah dia di perlakukan dengan baik layak nya seorang putri, seharusnya kau bersukur dia ada di sini sebagai menantu mu dan dia juga melayani mu!"Ucap Aruna kesal.
"Aruna kau ... "Ucap Hana merasa jika Aruna sedang membela nya.
__ADS_1
"Kau tidak perlu berfikir jika aku membela mu, aku hanya membela diriku sendiri yang dulunya juga di perlakukan dengan sadis oleh wanita tua ini!"Ucap Aruna lagi.
"Kau! Kurang hajar!" Ucap mama Sekar ingin menampar Aruna.
Dengan cepat Aruna menahan tangan mama Jihan.
"Jangan berfikir untuk menindas ku lagi, kau sudah terbiasa memukuli aku sejak dulu jadi kau ingin memukul aku sekarang? Jangan harap!"Ucap Aruna mendorong mama Sekar hingga jatuh ke lantai.
"Ah! Kau! Kau tidak memiliki sopan santun kepada orang tua!"Ucap mama Sekar menahan sakit di punggung nya.
"Tentu saja punya,tapi tidak akan ku gunakan untuk orang tua seperti mu!"Ucap Aruna lagi.
"Tony mengapa kau diam saja? Ayo pukul dia dia memukul ku!"Ucap mama Sekar kembali berdiri.
"Cukup!"Ucap Tony berdiri dari duduknya dan mendekati Aruna.
"Kau, kau sungguh membuat aku semakin mencintai mu, kau sangat manis dan berbeda sekarang."Ucap Tony memegang dagu Aruna.
"Menyingkir!"Ucap Aruna menepis tangan Tony.
"Tony apa yang kau lakukan nak? Dia memukul ku, mengapa kau diam saja?"Tanya mama Sekar.
"Sudah lah ma, sekarang sebaiknya mama istirahat jangan melakukan apapun lagi."Jawab Tony memegang kedua pundak mama nya.
"Huh,baik lah kalau begitu, karena permintaan mu aku tidak akan menyiksanya."Ucap mama Sekar.
"Baik lah sekarang pergi lah ke kamar dan istirahat."Ucap Tony.
Mama Sekar pun dengan kesal berjalan menuju kamar nya,badan nya juga terasa sedikit sakit akibat di dorong Aruna.
"Tony, cepat katakan apa yang ingin kau katakan."Ucap Aruna kesal, karena Tony terus mengulur waktu.
"Baik aku akan mengatakan nya tapi sebaiknya kau ikut dengan ku ke taman."Ucap Tony lagi.
"Cepat lah."Ucap Aruna berjalan keluar dari rumah Tony sambil membawa tas nya.
Mereka pun tiba di taman di samping rumah Tony.
Bersambung ....
__ADS_1