Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 29


__ADS_3

"Arghh."Teriak Tony kesakitan.


Aruna kembali memakai sepatu nya sungguh jika saja ia tidak takut masuk ke penjara makan sekali juga ia akan membunuh Tony.


"Ayo tingal kan dia."Ucap Aruna menarik Davin.


"Jika dia tidak mengatakan hal ini kepada ku, sampai kapan kau akan membohongi aku?"Tanya Davin kepada Aruna.


"A-Aku."Ucap Aruna bingung harus menjelaskan apa.


"Sudah lah,aku tidak ingin melihat mu lagi."Ucap Davin berjalan pergi meninggalkan Aruna.


"Bukan aku tidak mau bicara, tetapi kau tidak pernah bertanya."Batin Aruna.


Karena Davin mengatakan jika ia tidak ingin lagi melihat Aruna Aruna pun tidak lagi mengejar Davin.


"Kemana aku akan pergi?"Ucap Aruna berjalan gontai menyusuri jalan setapak.


Beberapa jam kemudian.


Hari sudah menjelang malam, Aruna masih saja belum ingin pulang,ia memilih duduk diam di sebuah taman sambil merenungi nasibnya yang kian tidak tau akan bagaimana jadinya.


"Huh, sebaiknya aku pulang ke mansion dan mengambil semua barang-barang ku."Ucap Aruna kemudian berdiri dari duduknya.


Ia pun melambai sebuah taxi kemudian masuk ke dalam nya.


Tidak butuh waktu lama ia pun tiba di mansion, suasana mansion sudah begitu gelap.


"Seperti nya semua orang sudah tertidur."Ucap Aruna menaiki tangga hendak menuju kamar nya.


"Aruna."Ucap Davin yang ternyata berada di ruang tengah ia sedang duduk di dalam kegelapan.


"Davin? Kenapa tidak menyalakan lampu?"Ucap Aruna bingung.


"Aku pikir kau tidak akan kembali."Ucap Davin berjalan mendekati Aruna dalam kegelapan dsn hanya ada sedikit cahaya dari ruang lain yang masuk ke ruang tengah tersebut.


"Aku kembali hanya untuk mengambil barang-barang ku."Ucap Aruna lagi.


Dengan cepat Davin memegang tangan Aruna dan memojokkan nya ke dinding atas tangga.


"Lepas kan aku,apa yang kau lakukan?"Ucap Aruna memberontak.


"Mengapa ingin pergi?"Ucap Davin lagi.


"Kau sendiri yang mengatakan jika tidak ingin melihat aku lagi."Ucap Aruna.


"Aku berubah pikiran, bagaimana jika aku ingin melihat mu setiap hari?"Ucap Davin mendekati wajah nya ke Aruna.

__ADS_1


"Apa Yang kau maksud?"Ucap Aruna lagi.


"Maksud ku,jika kau sudah pernah hamil anak Tony lalu mengapa kau tidak ingin hamil anaku?"Tanya Davin menatap wajah Aruna.


"Ini semua gara-gara Felicia, karena dia tidak bisa hamil lalu Davin memaksa ku untuk hamil anak nya."Batin Aruna merasa tidak nyaman.


"Mengapa kau diam?"Ucap Davin.


"Tidak aku tidak ingin hamil, aku tidak mau mengulang rasa sakit itu lagi."Ucap Aruna kemudian mendorong pelan Davin.


Karena pernah mengalami keguguran Aruna pun menjadi sedikit trauma tentang hal itu.


"Kau adalah istri ku mengapa kau tidak ingin hamil anaku?"Ucap Davin memegang pundak Aruna.


"Aku bilang tidak ya tidak,aku ini bukan mesin penghasil anak untuk mu dan Felicia!"Ucap Aruna membantah.


"Seburuk itu aku di matamu? Ku bahkan tidak bilang Felicia di saat kita bicara."Ucap Davin lagi.


"Tidak aku lebih baik mati dari pada memiliki anak lagi."Ucap Aruna membayangkan masa lalunya.


"Aku tidak peduli kau harus hamil anaku!"Ucap Davin kembali memojokkan Aruna.


Davin memegang kedua tangan Aruna kamudian mencium leher Aruna dengan brutal.


"Davin lepas kan aku kau sudah gila!"Ucap Aruna memberontak.


Namun tangan Davin lebih kuat dari nya.


Namun dengan sekuat tenaga Aruna berhasil lolos dari Davin.


"Dengar ini adalah hak ku untuk menolak memiliki anak,kau tidak bisa memaksa kan aku karena aku di sini hanya tumbal dan aku tidak akan pernah memberikan kalian anak!"Ucap Aruna kemudian berlari menuju kamar nya.


"Sial! Mengapa dia berfikir aku akan mengasuh anak bersama Felicia."Ucap Davin kesal.


Satu jam kemudian.


"Nona muda,kau ingin kemana?"Tanya maid melihat Aruna yang diam-diam membawa koper nya.


"Aku ingin jalan-jalan."Ucap Aruna lagi.


"Apa tuan muda Davin sudah mengetahui nya?"Tanya maid tersebut.


"Iya dia sudah tau."Ucap Aruna kemudian berjalan pergi keluar dari pintu Mansion.


Tepat saat itu Davin juga ingin keluar dari Mansion.


"Kau bicara dengan siapa?"Ucap Davin sambil mengancing kan baju nya.

__ADS_1


"Dengan nona muda Aruna tuan."Ucap maid tersebut.


"Mau kemana dia tengah malam begini?"Tanya Davin lagi.


"Saya juga tidak tau tuan muda,yang jelas nona Aruna pergi dengan membawa koper nya dan dia bilang jika tuan muda sudah mengetahui nya.


"Astaga perempuan itu!"Ucap Davin kemudian berlari keluar mengejar Aruna.


Aruna baru saja ingin keluar dari gerbang Mansion namun Davin lebih cepat dia menahan tangan Aruna.


"Mau kemana kau?"Ucap Davin memegang erat tangan Aruna.


"Aku mau pergi,kau yang bilang jika tidak ingin melihat aku lagi!"Ucap Aruna berusaha melepaskan tangan Davin dari pergelangan tangan nya.


"Kau tidak boleh pergi sebelum melahirkan anaku!"Ucap Davin dengan sorot mata yang tajam.


"Aku tidak mau!"Ucap Aruna lagi.


"Ayo masuk dan tidur lihat lah cuaca sudah Bagus sebentar lagi akan turun hujan."Ucap Davin menarik tangan Aruna masuk kembali ke dalam Mansion.


Aruna tidak bisa membantah ia pun menuruti Davin yang sekarang sudah seperti harimau kelaparan.


Keesokan harinya.


"Nona muda tuan muda Davin sudah menunggu di ruang makan."Ucap salah satu maid yang berdiri di depan kamar Aruna.


"Baik lah sebentar lagi aku akan turun."Ucap Aruna dari dalam kamar.


"Baik nona kalau begitu saya permisi."Ucap maid itu kemudian meninggalkan kamar Aruna.


Setelah selesai mengati pakaian nya Aruna pun menuruni tangga menuju dapur.


"Duduk dan sarapan lah."Aku telah membuat sup itu untuk mu."Ucap Davin kepada Aruna.


Aruna terkejut mendengar pernyataan Davin, karena ia baru kali ini mendengar seorang laki-laki bisa masak sup.


"Apa kau sedang memperdulikan aku? Sampai-sampai merepotkan diri sendiri."Ucap Aruna lagi.


"Jangan terlalu PD kau adalah calon ibu dari anak-anak ku jadi kau harus tetap sehat."Ucap Davin lagi.


"Aku sudah mengatakan tidak kepada mu,aku tidak akan melahirkan seorang anak pun untuk kau dan Felicia."Ucap Aruna.


"Jika kau tidak melakukan nya maka aku akan mengembalikan mu kerumah sakit jiwa."Ancam Davin.


Aruna memberhentikan makan nya dan menaruh kembali sendok itu ke piring sop.


"Dia benar, seharusnya aku tau diri aku hanya lah tumbal yang sudah di beli dari tempat terkutuk itu."Batin Aruna merasa sedih.

__ADS_1


Davin menatap Aruna yang wajah nya kini terlihat berubah seratus persen dari sebelumnya.


Bersambung ....


__ADS_2