Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 45


__ADS_3

"Huh baik lah, pegang lah tangan ku."Ucap Aruna kemudian kembali melanjutkan mengobati kepala Davin.


Davin menatap wajah cantik istri nya yang kini tengah fokus mengobati luka di kepala nya itu, sesekali Aruna meniup nya agar tidak terlalu perih dan itu membuat Davin semakin tidak karuan melihat kecantikan dan kebaikan istri nya itu.


"Baik kah sudah selesai."Ucap Aruna kemudian berdiri dari duduknya.


Namun dengan cepat Davin kembali menarik tangan Aruna sehingga Aruna terjatuh ke pelukan nya.


"Temani aku."Ucap Davin kepada Aruna.


"Aishh, lepaskan aku, aku ingin kembali ke kamar."Ucap Aruna memberontak.


"Mengapa harus kembali ke kamar?"Tanya Davin memegang dagu Aruna.


"Aku, em aku ... " Ucap Aruna gugup.


Cup ... sebuah ciuman dari Davin mendarat tepat di bibir Aruna.


Hal itu membuat Aruna terdiam dan memelototi mata nya, entah kali ke berapa Davin mencium bibir nya yang jelas itu bukan lah pertama kali.


Beberapa menit kemudian Aruna kembali bangun dari atas tubuh Davin dan merapikan dres nya.


"Aku,aku akan menyiapkan makan malam."Ucap Aruna gugup kemudian berjalan keluar dari kamar Davin.


"Sial! Mengapa aku selalu saja menginginkan bibir nya itu?"Batin Davin mengengam erat guling yang ada di samping nya.


Sementara itu Aruna berjalan ke arah dapur dengan perasaan yang tidak karuan.


"Lagi-lagi dia membuat jantung ku hampir copot."Umpat Aruna sambil berjalan menuju dapur.


"Hey berhenti!"Ucap mama Jihan yang baru saja pulang dari rumah sakit.


Aruna pun memberhentikan langkah nya dan berbalik.


"Ada apa?"Tanya Aruna singkat.


"Mulai sekarang kau tidak boleh menyentuh dan mengunakan peralatan apapun di mansion ini kecuali kamar mu,kau mengerti?"Ucap mama Jihan dengan sengaja agar Aruna tidak betah tinggal di mansion tersebut.


"Mengapa seperti itu?"Ucap Aruna bingung.


"Itu adalah hukuman orang yang telah membunuh calon cucu ku, jangan membantah jika tidak aku akan bertindak jahat lagi kepada mu."Ucap mana Jihan menujuk wajah Aruna.

__ADS_1


"Terserah saja."Ucap Aruna kemudian berjalan kembali masuk ke dalam kamar nya.


"Hmm, lihat saja sampai kapan kau akan bertahan dengan peraturan yang akan aku buat untuk mu."Ucap mama Jihan yang telah termakan hasutan Felicia.


"Apa mereka pikir aku tidak tau jika mereka ingin menyingkirkan aku dari rumah ini? Kalau saja bukan karena saham ku yang belum dapat, dendam ku yang belum terbalas buat apa aku bertahan di sini menjijikkan sekali, tapi jika mereka menginginkan sebuah permainan maka akan aku turuti setidaknya sampai saham itu ada di tangan ku dan dendam ku terbalaskan."Ucap Aruna berdiri di atas balkon kamar nya.


Aruna tentu tidak akan diam saja karena kehancuran hidup nya berawal dari semua orang yang berada di sekitar nya saat ini terutama keluarga nya sendiri, karena ia begitu pintar ia tidak akan pergi dari keluarga Davin karena ia bisa memanfaatkan hal itu untuk balas dendam.


Sore itu Aruna kembali keluar dari kamar nya karena merasa lapar.


"Apa yang kau inginkan?"Ucap mama Jihan.


"Aku ingin makan."Jawab Aruna tegas.


"Cuih, jangan kau pikir aku menyediakan makanan untuk mu."Jawab mama Jihan.


"Oh,jadi sekarang aku juga tidak boleh makan di sini juga? Baik-baik, aku akan makan di luar saja."Ucap Aruna kembali ke kamar nya.


"Rasakan itu."Batin mana Jihan.


Beberapa menit kemudian Aruna kembali turun dengan pakaian yang berbeda dan berjalan menuju pintu keluar mansion.


"Mau kemana kau?"Tanya Davin melihat Aruna yang berpakaian rapi dan terlihat ingin keluar dari Mansion.


"Apa? Mengapa tidak makan di mansion?"Tanya Davin bingung.


"Mama mu tidak ingin aku makan di mansion, sudah lah aku sudah lapar."Ucap Aruna kemudian membuka pintu dan berjalan keluar.


"Astaga,apa lagi yang di lakukan mama?"Ucap Davin memegang kepala nya yang pusing.


Aruna pun akhirnya benar-benar makan di restoran karena ia merasa sangat lapar.


"Wanita tua itu benar-benar menyiksa ku, lihat saja saat ini aku akan menurut tapi tidak dengan nanti."Umpat Aruna sambil menikmati makanan nya.


Empat hari kemudian.


Felicia kini telah pulang dari rumah sakit ia pun kembali pulang aje Mansion.


"Aruna! Aruna!" Pangil mama Jihan.


Aruna yang mendengar nama nya di pangil pun bergegas keluar dari kamar nya dan berjalan menuruni tangga menuju lantai bawah.

__ADS_1


"Ada apa ma?"Tanya Aruna.


"Pel lantai ini dengan bersih."Ucap mama Jihan memberikan pel dan sebuah ember berisi air.


"Aku? Bukan kah maid di rumah ini banyak?"Tanya Aruna kesal.


"Kau mau menurut atau tidak! Cepat lakukan aku ingin keluar sebentar, ingat saat aku sudah pulang aku akan memeriksa nya kembali."Ucap mama Jihan kemudian berlalu pergi.


"Astaga! Benar-benar gila,huh sabar-sabar aku tidak boleh emosi, sekarang cukup menurut saja, demi saham mama."Batin Aruna kemudian mulai mengerjakan pekerjaan rumah.


"Hey Aruna!"Teriak Felicia mendekati Aruna.


"Apa?"Tanya Aruna kesal.


"Apa kau sedang ingin cari muka dengan bibi Jihan? Ouh aku tau kau sengaja untuk terlihat sebagai menantu yang baik karena ingin merebut posisi ku sebagai menantu keluarga Winston? Jangan mentang-mentang aku tidak bisa hamil lagi kau jadi seperti ini!"Ucap Felicia kemudian menendang ember berisi air pel tersebut.


Saat itu Davin sedang tidak ada di mansion karena sudah kembali bekerja ke kantor setelah luka di kepala nya sembuh.


"Kau! Beraninya kau menumpahkan air itu!"Ucap Aruna marah.


"Apa? Apa kau berani dengan ku?"Ucap Felicia lagi.


"Dengar! Aku tidak kotor seperti mu,yang sangat hobi mencari simpati dengan orang-orang di rumah ini, tapi jika mama Jihan bisa memilih mengapa dia harus memilih ayam yang tidak bisa bertelur seperti mu! Hahaha."Ucap Aruna sambil tertawa renyah.


"Kau! Aku akan memberimu balasan lebih dari ini!"Ucap Felicia ingin pergi meninggalkan Aruna.


Namun dengan cepat Aruna menarik rambut Felicia.


"Mau kemana setelah menumpahkan air? Bersihkan atau aku akan mengepelnya dengan wajah mu?"Ucap Aruna sambil Terus menarik rambut Felicia dan melipat tangannya Felicia ke belakang.


"Aruna lepas kan aku itu sakit!"Teriak Felicia yang wajah nya kini semakin dekat dengan lantai akibat di tekan oleh Aruna.


"Bersihkan atau aku akan membuat mu meminum air pel ini!"Ucap Aruna.


"Baik-baik aku akan membersihkan nya."Jawab Felicia kesakitan.


"Huh, akhirnya kau bisa meringankan pekerjaan ku! Cepat lakukan!"Ucap Aruna kemudian berlalu pergi menuju kamar nya.


"Dasar harimau betina! Lihat saja bagaimana aku akan membalas perbuatan mu itu."Batin Felicia.


Felicia pun kemudian membersihkan air yang ia tumpangi itu dan mengepel hingga bersih.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2