Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 13


__ADS_3

Satu Minggu kemudian.


Aruna kini telah membereskan barang-barang nya untuk keluar dari rumah sakit,luka nya perlahan akan sembuh dan hari ini ia juga telah menandatangani surat ijin keluar dari rumah sakit, meskipun dokter masih menahan nya untuk tetap beberapa saat lagi di rumah sakit ia malah menolak nya dan tetap bersikeras ingin keluar dari rumah sakit tersebut.


"Mau kemana kau?"Tanya Davin yang baru tiba di dalam kamar ruang rawat Aruna.


"Keluar dari rumah sakit ini."Ucap Aruna.


"Mengapa bukan kah masih ada seminggu lagi waktu rawat inap mu?"Tanya Davin bingung.


Aruna berdiri dari duduknya kemudian mengambil koper yang berisi baju nya.


"Aku trauma setiap berada di rumah sakit,aku tidak bisa di sini terlalu lama, setiap malam aku bermimpi berada di rumah sakit jiwa dengan begitu banyak orang gila dan para dokter jahat yang menyiksa ku."Ucap Aruna dengan mata yang berkaca-kaca.


"Baik lah jika itu yang kau mau kita akan pulang ke mansion sekarang."Ucap Davin mengambil alih membawa koper Aruna.


"Tidak, aku tidak ingin pulang ke sana."Ucap Aruna membantah.


"Di sana banyak maid yang akan mengurus mu."Ucap Davin.


"Sebenarnya kau menginginkan aku untuk mati atau tidak?"Batin Aruna menatap wajah Davin.


"Mengapa kau diam?"Tanya Davin.


"Intinya aku tidak akan balik ke mansion itu lagi."Ucap Aruna kepada Davin.


"Baik lah."Ucap Davin lagi.


"Terima kasih."Jawab Aruna merasa lega karena ternyata Davin menyetujui keinginan nya.


Mereka pun akhirnya keluar dari rumah sakit tersebut kemudian mencari kontrakan baru untuk Aruna.


"Kita sampai."Ucap Aruna saat tiba di depan sebuah rumah kecil yang terlihat sangat tidak bagus menurut Davin.


"Kau akan tinggal di sini?"Tanya Davin menatap rumah itu.


"Iya,aku tau ini hanya sebuah rumah kecil tapi menurut mu di mana lagi aku bisa tinggal kalau bukan di sini?"Ucap Aruna.


"Apa ini layak untuk di huni?"Tanya Davin.


"Tuan muda Davin, dengar kan aku, tidak semua orang di dunia ini punya tempat tinggal,masih ada saja orang yang bahkan tidak punya rumah jadi menurut ku aku lumayan lebih beruntung daripada mereka."Jawab Aruna lagi.


Namun tiba-tiba ponsel Davin berdering menandakan ada sebuah panggilan masuk.


Davin dengan cepat merogoh saku celana nya dan mengambil ponsel itu.


Ternyata itu adalah mama nya,mama Jihan.

__ADS_1


Davin pun mengeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan tersebut.


Call onn.


"Hallo."Ucap Davin sambil membenarkan erpon yang berada di telinga nya.


"Davin cepat pulang ke mansion, Felicia dia tiba-tiba jatuh sakit,aku tidak tau apa penyebab nya dokter juga tidak tau, semua ini pasti gara-gara perempuan itu pergi dari rumah ini, siapa yang mengijinkan dia pergi dari sini? Jadi sekarang kutukan itu berpindah kepada Felicia, cepat pulang dan bawa wanita itu!"Teriak mama Jihan kemudian mematikan telepon secara sepihak.


Call off.


"Ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi di mansion?"Tanya Aruna.


"Felicia jatuh sakit, namun dokter tidak mengetahui apa penyakit nya."Ucap Davin.


"Dan mama mu meminta mu untuk membawa ku pulang kembali ke mansion untuk mati mengantikan Felicia?"Tanya Aruna.


Davin menatap iba kearah Aruna.


"Kalau begitu ayo!"Ucap Aruna memegang tangan Davin.


"Apakah ada orang yang benar-benar ingin mati?"Ucap Davin menatap wajah Aruna yang sedang tersenyum kecil.


"Aku memang tumbal jadi aku tau jelas dengan posisi ku sekarang,ayo sebelum terlambat."Ucap Aruna kemudian berjalan keluar dari pintu kontrakan tersebut.


"Aruna,apa aku perlu melakukan sesuatu untuk mu?"Tanya Davin tiba-tiba.


"Berikan aku koper mu."Ucap Davin kembali membawa koper Aruna.


"Terima kasih."Ucap Aruna lagi.


"Hmm."Jawab Davin.


Mereka pun kembali masuk ke dalam mobil Davin untuk pulang ke mansion Winston.


"Terkadang aku iri dengan Felicia,dia bisa di cintai oleh mu itu pasti sangat beruntung."Ucap Aruna sambil menatap ke arah luar Kaca mobil.


"Benar kah?"Tanya Davin.


"Hmm,jika aku nanti nya diberikan kehidupan kedua,aku ingin mendapatkan sosok laki-laki baik seperti mu."Ucap Aruna terlihat sedih.


Davin sebenarnya cukup iba mendengar ucapan Aruna ia bahkan hampir tidak tau untuk mengatakan apapun itu.


"Semoga di kehidupan kedua kau akan menemukan nya."Ucap Davin kebingungan.


Mereka pun akhirnya tiba di mansion Winston.


Terlihat Felicia terbaring di kamar nya dengan wajah yang terlihat sangat pucat.

__ADS_1


"Felicia aku kembali,apa kau baik-baik saja?"Ucap Davin menghampiri Felicia.


"Dia bahkan sangat terlihat khawatir terhadap Felicia."Batin Aruna sambil menahan rasa sedih nya.


"Davin,aku sangat takut, hikss aku tidak mau mati "Ucap Felicia bangun kemudian memeluk Davin.


"Hey kau, pergi lah ke kamar mu tinggalkan mereka berdua di sana."Ucap mama Jihan kepada Aruna.


Aruna pun kemudian keluar dari kamar Felicia kemudian menuju kamar nya sambil menarik kopernya.


"Baru saja ingin tinggal nyaman walaupun rumah kecil,ada saja halangan nya."Ucap Aruna masuk ke dalam kamar nya.


Seminggu kemudian.


Felicia kini telah sembuh seperti sedia kala, dan Aruna pun masih tetap tinggal di mansion itu.


Pagi ini Felicia sedang asik memainkan ponselnya.


Ting..


Tiba-tiba ada sebuah pesan dari nomer yang tidak di kenal masuk ke ponsel Felicia.


Isi pesan.


Temui aku di restoran *******.


"Siapa ini?"Ucap Felicia penasaran.


Awal nya Felicia tidak menggubris pesan tersebut,namu di karenakan pesan itu masuk beberapa kali ia pun menjadi penasaran, diam-diam ia keluar dari Mansion mengunakan mobil nya menuju restoran yang tertulis di dalam pesan singkat tersebut.


Setelah tiba di restoran itu Felicia pun masuk ke dalam nya dan memilih satu bangku untuk duduk.


Sepuluh menit berlalu masih belum ada orang itu menemui Felicia,ia pun merasa di permainkan dan ingin berdiri untuk pergi dari sana.


"Tunggu dulu."Ucap seorang perempuan kemudian duduk di hadapan Felicia.


"Siapa kau? Mengapa Duduk di sini? Bukan kah masih ada bangku lain?"Tanya Felicia.


"Kau adalah nona Felicia? Calon istri dari tuan muda Davin Winston?"Tanya perempuan tersebut.


"Dari mana kau tau soal itu?"Ucap Felicia.


"Aiyaa, bagaimana mungkin aku tidak tau sedang kan gosip itu menyebar luas."Ucap perempuan itu lagi.


"Lalu apa yang kau inginkan? Apa kah kau orang yang mengirim pesan singkat itu padaku?"Tanya Felicia.


Perempuan itu pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2