Pernikahan Kedua Aruna

Pernikahan Kedua Aruna
Episode 08


__ADS_3

"Lihat lah Davin bagaimana dia memperlakukan aku sekarang,dia seperti nya tidak menyukai jika aku tinggal untuk beberapa hari di sini."Ucap Felicia memeluk erat tubuh Davin seolah ia yang paling lemah.


"Sudah Leh Felicia sebaiknya kau istirahat di atas."Ucap Davin kepada Felicia.


"Aku tidak mau,aku tidak mau tinggal satu atap bersama wanita itu,dia sangat galak."Tuduh Felicia.


"Lalu mengapa kau tidak tinggal di rumah mu terlebih dahulu."Ucap Davin kepada Felicia.


"Apa kau mengusir ku?"Ucap Felicia menatap Davin dengan tatapan penuh iba.


"Tidak, bukan begitu,besok kedua orang tua ku akan datang ke mari,aku pikir jika kau terus mempermasalahkan hal ini maka itu akan tidak baik."Ucap Davin lagi.


"Besok orang tua mu akan datang? Apakah aku harus pergi dari sini untuk beberapa hari? Aku bisa tinggal di rumah sahabat ku."Ucap Aruna kepada Davin.


Sementara itu Felicia hanya diam.


"Tidak, tidak perlu meskipun begitu aku menghormati mu sebagai nyonya muda keluarga Winston."Jawab Davin singkat.


Felicia pun berdiri kemudian berjalan meningal kan Davin dan Aruna di ruang tengah.


"Awas saja kau aku akan membuat perhitungan padamu."Batin Felicia sambil berjalan menuju kamar.


"Baik lah."Jawab Aruna kepada Davin.


"Mengapa kau selalu menampilkan wajah sedih mu,aku rasa jika kau sedikit tersenyum kau akan terlihat cantik."Ucap Davin kepada Aruna.


"Apa? Bagaimana mungkin? Baru kali ini ada laki-laki yang ingin melihat aku tersenyum."Batin Aruna.


"Mengapa kau diam?"Tanya Davin kepada Aruna.


"Ah tidak, aku akan ke atas dulu,oh iya satu lagi bagi ku senyum tidak ada artinya karena sebentar lagi aku juga akan mati."Ucap Aruna kemudian berjalan menjauh dari ruang tengah.


Davin hanya menggeleng kepala nya bingung, ia juga merasa kasihan terhadap Aruna.


"Dia benar, aku hanya tumbal keluarga ini, bagaimana mungkin aku yang hanya wanita biasa dan pernah masuk rumah sakit jiwa berharap untuk menjadi nyonya keluarga Winston untuk selamanya."Batin Aruna sambil terus melangkah kan kaki nya menuju kamar.


Keesokan harinya.


Kedua orang tua dari Davin pun tiba di mansion, untuk menyambut kedatangan kedua orang tua nya Davin dengan sengaja membuat sedikit acara dan mengundang beberapa tamu penting.


"Bibi,maaf kan aku aku tidak bisa menjaga pemberian mu, wanita itu dia merusak sepatu hadiah yang bibi berikan padaku beberapa bulan lalu."Ucap Felicia memegang tangan mama Jihan Winston ya itu mama dari Davin Winston.

__ADS_1


"Tidak tau malu sekali dia, dia pikir dia sudah benar-benar menjadi nona muda di keluarga Winston?"Ucap beberapa tamu lainnya yang mendengar ucapan Felicia.


"Iya mengapa dia belum mati juga, dengan begitu nona Felicia akan segera menikah dengan tuan muda Davin."Saut tamu lain nya.


Sementara itu Aruna berjalan pelan menuruni tangga untuk melihat tamu-tamu.


"Mengapa begitu banyak orang yang menginginkan kematian ku? Apa yang telah aku lakukan kepada mereka? Apa aku punyaku begitu banyak kesalahan?"Batin Aruna sambil terus melangkah kan kaki nya.


Felicia yang melihat Aruna pun memanfaatkan kesempatan itu untuk menjebak Aruna agar semua orang lebih membenci Aruna.


"Aruna,ayo cepat turun lah, kesini bergabung lah bersama kami."Ucap Felicia mendekati Aruna.


Aruna memberhentikan langkah nya melihat Felicia yang datang menghampiri nya.


"Aruna ayo cepat."Ucap Felicia menarik tangan Aruna.


"Terima kasih aku bisa sendiri."Ucap Aruna melepaskan tangan Felicia dari tangan nya.


Namun Felicia tergelincir kemudian jatuh ke bawah.


Itu hanya beberapa anak tangga saja.


"Hey apa yang kau lakukan? Dasar ****** kau pikir kau siapa beraninya kau mendorong Felicia!"Bentak mama Jihan kepada Aruna.


"Aku tidak mendorong nya sama sekali."Ucap Aruna membela dirinya.


"Tidak mungkin kau pasti sengaja bukan?"Ucap salah satu tamu lain nya.


"Iya benar dia benar-benar wanita gila."Jawab tamu-tamu lain.


"Tentu saja karena dia baru saja keluar dari rumah sakit jiwa."Ucap Hana yang ternyata juga di undang di sana.


"Apa yang terjadi?"Tanya Davin yang baru saja tiba di sana.


"Davin Aruna dia mendorong ku hingga aku jatuh, padahal aku hanya ingin mengajak nya berkumpul bersama di sini."Ucap Felicia berbohong.


"Benar dia telah mendorong Felicia dari tangga itu."Ucap tamu.


"Iya sebaiknya kau pergi dari sini,kau hanyalah tumbal keluarga kami dan aku tidak Sudi jika kau mati di rumah anakku."Ucap mama Jihan menujuk Aruna.


"Kalau begitu aku ingin bercerai, setelah bercerai maka aku akan pergi dari rumah ini."Ucap Aruna santai.

__ADS_1


Aruna kini bukan lah wanita yang mudah tertidas oleh siapa pun di hati nya hanya ada dendam, dendam dan dendam.


"Bercerai kata mu? Mimpi saja kau,jika kau bercerai dengan anakku lalu siapa yang akan menggantikan Felicia untuk mati?"Ucap mama Jihan lantang.


"Jika menginginkan aku mati maka bersikap lah dengan baik kepada ku."Ucap Aruna kemudian mendekati Felicia.


"Aw, tangan ku sangat sakit Davin."Ucap Felicia kepada Davin.


"Aruna apa yang kau lakukan?"Tanya Davin kepada Aruna.


"Jadi kau juga tidak percaya jika aku benar-benar tidak mendorong nya?"Tanya Aruna kepada Davin.


"Felicia tidak mungkin berbohong."Ucap Davin kepada Aruna.


"Rasakan itu."Batin Felicia.


Davin membantu Felicia untuk berdiri.


"Jadi aku benar-benar wanita yang selalu di anggap jahat dan penuh kebohongan?"Ucap Aruna kemudian mendekati Felicia.


Brukh. (Anggap saja suara terjatuh.)


Ya Aruna kini benar-benar mendorong Felicia dengan sangat kuat sehingga membuat Felicia kembali terduduk di lantai.


"Ah."Jerit Felicia kesakitan.


"Felicia apa kau baik-baik saja? Aruna apa kau sudah gila?"Ucap Davin kemudian memeluk Felicia.


"Hikss, seharusnya kau tidak mengijinkan wanita itu tingal di sini, lihat lah betapa kejam nya dia, bahkan dia berani memukul ku di hadapan banyak orang."Tangis Felicia sambil memeluk erat Davin.


"Aruna aku sudah benar-benar memperlakukan ku dengan baik, sekali lagi kau menyakiti Felicia maka aku tidak akan tingal diam."Ucap Davin terlihat sangat marah.


"Benarkah begitu? Dengar aku adalah wanita yang akan mati, yang akan menggantikan nya sebagai tumbal,jika aku ingin mendorong nya makan aku akan mendorong nya dengan bangga di depan orang-orang, namun jika aku mengatakan aku tidak mendorong nya berarti aku benar-benar tidak melakukan nya."Ucap Aruna menatap tajam ke arah Felicia.


"Davin, wanita ini gila ku mohon usir dia dari sini."Ucap Felicia lagi.


"Kau pikir aku sudi tingal bersama dengan mu? Itu bahkan sangat menjijikkan bagiku!"Ucap Aruna.


Aruna membalikan badan nya kemudian kembali menaiki tangga menuju kamar nya.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2