Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]

Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]
Bab 16


__ADS_3

Dion menarik tangan Kia, membawanya ke dalam kamar pribadinya yang ada di lantai yang sama dengan kamar Kia.


Ceklek!


Dion mengunci pintu kamarnya.


Kini Dion menatap dalam menikmati Kia dari dekat, begitu pula dengan Kia yang menatap dalam manik mata Dion. Pandangan mereka bertemu, membuat jantung mereka berdetak tak menentu.


Tubuh Kia tiba-tiba berubah gemetar, saat ia menyadari getaran hatinya saat ini. Sungguh ini bukanlah pertama kali baginya, merasakan hatinya bergetar seperti ini. Dion adalah pria kedua yang mampu menggetarkan hatinya saat berdekatan seperti saat ini.


Jika Arka dulu dapat menggetarkan hatinya dalam pertemuan pertama mereka berdua, berbeda dengan Dion, yang mampu menggetarkan hati Kia, setelah Kia merasakan ketidak terimaan hatinya mendengar dan melihat secara langsung Dion meniduri Tania.


"Kamu mau apa Dion?" Tanya Kia saat Dion mulai mengikis jarak diantara mereka.


Alih-alih menjawab Dion malah menarik tubuh Kia masuk ke dalam pelukannya.


"Lepas, jauhkan tubuh kotormu ini dari ku." Ucap Kia yang berusaha melepaskan pelukan Dion yang begitu erat pada tubuhnya.


"Aku memang manusia kotor, tapi aku mencintaimu." Balas Dion dengan nada bicara yang lembut namun dapat menegaskan isi hatinya pada Kia.


Mendengar balasan Dion, Kia terdiam seakan terhanyut dengan buayan kata-kata Dion. Pasalnya baru kali ini Dion berbicara selembut ini dengannya.


Hanya sebentar saja Kia terhanyut dengan buayan kata-kata Dion. Karena tiba-tiba saja Kia kembali mengingat bagaimana Dion sedang memberikan kenikmatan pada Tania. Kia kembali dikuasai rasa amarah dan jijik pada pria yang tengah memeluknya ini.


"Lepas!" Sentak Kia.


Kia berusaha mendorong tubuh Dion sekuat tenaga agar menjauh dan melepaskan tubuhnya dari pelukan Dion. Namun segala usaha yang ia lakukan tak kunjung berhasil. Dion tak melepaskan pelukannya dari tubuh Kia.

__ADS_1


Rasa lelah membuat Kia pasrah dan membiarkan Dion terus memeluknya.


"Aku tak suka dibohongi, dan kau sudah membohongi ku, Kia. Aku marah padamu. Dan ku pancing amarahmu karena aku tahu kau tak suka aku berhubungan dengan Tania." Ucap Dion yang masih memeluk Kia.


Tanpa Kia sadari Dion tengah menitikan air matanya. Pria yang terkenal gagah dan tak pernah terkalahkan ini, kini menunjukkan titik kelemahannya.


"Aku tak pernah membohongi mu, Dion. Kaulah yang sudah membohongi ku. Kau bilang cinta pada ku dan juga pada Miss Tania. Semudah itukah kau mengatakan cinta pada semua wanita." Sanggah Kia yang memang merasa tak pernah membohongi Dion. Ia juga menunjukkan ketidak terimaannya dirinya saat mendengar Tania mengatakan mereka saling mencintai


Dion mengurai pelukannya, ia menatap tak percaya dengan sanggahan Kia yang membela dirinya sendiri.


Saat Dion mengurai pelukkannya dan menatap dalam manik mata Kia. Kia dapati mata Dion yang terlihat berkaca-kaca dan kelopak matanya yang terlihat basah. Menandakan jika Dion sedang menangis. Hati Kia tersentuh dengan apa yang ia lihat saat ini.


"Ternyata kau pandai berbohong dan menyangkal, Kia. Kau katakan padaku, jika kamu akan menyerahkan dirimu secara sukarela padaku, tapi apa. Kau malah ingin menghadiri pernikahan pria yang sangat kau cintai di hidupmu itu bukan? Kau harus tahu, tak ada wanita di dunia ini yang aku cintai selain dirimu." Ucap Dion dengan penuh emosi.


Bukannya menjawab dan merespon kata-kata Dion. Kia malah terus menatap wajah Dion lebih dalam. Dengan jemarinya Kia menghapus air mata Dion yang membasahi pipinya.


"Aku tak membutuhkan kata maaf dari mu, Kia. Kau memang sangat membuat ku marah, kecewa dan aku sangat----" Balas Dion dengan cepat namun ucapannya terhenti.


Karena Kia menutup mulut Dion dengan jemarinya.


"Aku ingin datang, bukan berarti aku akan kembali padanya. Aku hanya ingin melihatnya untuk terakhir kalinya. Aku tak akan merusak kebahagiaan dia dan juga orang-orang yang menyayangi dirinya. Aku akan berusaha melupakan perasaan cintaku padanya, demi kebahagiaan dirinya, juga Tante Widya yang sudah sangat baik pada ku dan terakhir aku melakukan hal yang terberat bagiku ini demi dirimu." Ucap Kia penuh dengan keyakinannya.


Usai selesai mengucapkan kata-kata yang berhasil meredam amarah Dion. Keheningan diantara mereka tercipta.


Tak berapa lama Dion telihat mengulum senyum bahagianya dengan mata yang terus menatap Kia yang kini menggigit bibir bawahnya yang sedikit bergetar karena rasa malu tengah menderanya.


"Jangan melihatku dengan tersenyum seperti itu! Aku malu." Ucap Kia yang kemudian menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Berusaha menghindar dari tatapan Dion.

__ADS_1


Dion menarik kedua tangan Kia yang menutupi wajah cantik yang ingin ia pandangi saat ini. Sekiat tenaga Kia bertahan namun tenaga Dion begitu kuat hingga tangan yang menutupi wajahnya terlepas.


Tanpa bak bik buk lagi, Dion langsung saja menyambar bibir Kia yang sudah sangat lama ingin ia sentuh.


Awalnya Kia hanya diam dan menerima kecupan dan gerakan bibir Dion di atas bibirnya. Hingga Akhirnya permainan bibir Dion yang handal memancing Kia untuk membalas ciuma Dion tanpa di minta.


Dion adalah seorang pemain handal yang dapat memancing lawannya agar masuk ke dalam permainannya. Dan Kia kini sudah terperangkap dalam jaring-jaring cinta seorang Dion.


Kia melingkarkan lengannya di leher Dion dan makin membalas ciuman Dion lebih dalam lagi.


Dion tersenyum senang, dengan Kia yang tak hanya menerima sentuhannya tapi juga membalas ciumannya.


"Mmmphhhh... Dion..." Lenguh Kia saat sadar Dion berhasil membuka pakaian tidur yang ia kenakan saat ini. Sebuah dress tali satu yang memamerkan bagian dada dan punggungnya.


Dion menggiring Kia untuk berbaring di atas ranjangnya. Ranjang yang tak pernah di tempati oleh satu wanita pun di dunia ini terkecuali Kia.


Dion sedikit menindih tubuh Kia, dan kembali meraup bagian tubuh Kia yang kali ini adalah dua buah bukit kembar dengan pucuk berwarna merah yang menggoda.


"Dionn heemmmm mmmmphhhh arghh!" Lenguh Kia saat Dion bermain dengan lidahnya di satu bagian bukit kembarnya itu.


Bukannya mendorong kepala Dion untuk menjauh tapi malah menekannya agar menyesap lebih dalam.


" You like it Baby?" Tanya Dion saat melepaskan satu pucuk bukit kembar itu.


Dan setelah itu Dion kembali meraup pucuk satu bukit kembar Kia yang belum ia sentuh.


"Hhhhh.... Cukup Dion? Sudah!" Pekik Kia, saat merasakan jemari Dion tengah bermain di bagian bawah miliknya dengan begitu lihainya.

__ADS_1


Kia hanya bisa menggigit bibir bawahnya semakin kuat saat menerima sentuhan Dion yang terus memabukan dirinya, karena meski ia sudah menikah dengan Aldo. Kia tak pernah merasakan sensasi seperti ini sebelumnya. Sensasi yang membuatnya hanyut dalam setiap sentuhan dan permainan Dion sang Casanova.


__ADS_2