![Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-penuh-luka-season-2--aksi-pembalasan-aldo-.webp)
Jujur. Itulah yang Kia lakukan saat ini. Tak ada satupun yang terlewatkan dari percakapan Kia dan Arka yang tak Kia ceritakan pada Dion.
Bahkan Kia kadang suka mengulang-ulang percakapan itu hingga akhirnya Dion jengah dan memilih untuk menikmati makan siangnya. Dan saat makan pun Kia masih tetap menceritakannya, hingga makanan yang di santap Dion tandas.
"Sudah, Kia. Cukup! Kau sudah mengulangnya lebih dari lima kali. Aku jadi menyesal menyuruh mu menceritakannya. Membuat telinga ku sakit saja." Keluh Dion sampai membekap mulut Kia yang tak berhenti bicara sembari tersenyum, karena Kia terus berkata.
"Dion kau adalah nafasku," kalimat yang terdengar manis di kali pertama Dion mendengarnya, kini malah menjadi bualan Kia yang terus meledeknya. Namun demikian sikap Kia yang masih ke kanak-kanakan ini berhasil membuat Dion terus tersenyum dan tak lagi menjadi Tuan muda yang tempramen.
Usai membekap sejenak mulut istrinya yang tak berhenti bicara, Dion lantas pergi meninggalkan Kia yang belum selesai makan.
"Mau kemana nafasku?" Pekik Kia sedikit meledek kembali suaminy.
"Ke ruang baca baby girls." Jawab Dion tanpa menghentikan langkahnya.
Tak berapa lama Dion pergi ke ruang baca, datanglah sosok Chriss berjalan dengan tergesa-gesa hendak mendatangi Dion di ruang baca.
Dia datang bukan karena mendapat panggilan dari Dion, hanya saja ingin menyampaikan informasi penting tentang pekerjaan Dion di perusahaan.
Namun langkahnya yang tergesa-gesa ini harus terhenti karena istri Bosnya ini memanggilnya.
"Kak Chriss tolong kemarilah! Kau ini tergesa-gesa sekali seperti maling ayam yang sedang dikejar warga saja."
Hais, mulailah dia menyebalkan dan asal bicara. Kenapa kau sama menyebalkannya dengan Nadya hah?
Dengan memutar bola matanya malas dan penuh keterpaksaan Chriss menghampiri Kia yang masih menyantap makan siangnya.
"Nyonya panggil saya? Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Chriss yang berusaha sopan pada istri bossnya.
"Cih, berhentilah memanggil ku Nyonya! Begitu menggelikan saat kau memanggilku Nyonya, Kak." Tolak Kia dengan mencebikkan bibirnya.
"Ya-ya. Kau panggil aku, Kia? Ada apa? Kau mau aku suapi makan dan setelah itu tanganku akan dipotong oleh suamimu?" Tanya Chriss dengan wajah juteknya.
"Cih, percaya diri sekali. Aku hanya mau tahu kau mau kemana?" Tanya Kia tanpa menatap Chriss, dan pertanyaan ini telah mampu membuat Chriss mendengus sebal pada Kia.
Chris menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar sebelum menjawab pertanyaan unfaidah dari istri bossnya ini.
"Menyusul suami mu, Kia. Apa lagi? Tidak mungkin aku menyusul mu bukan?" Jawab Chriss yang berusaha bersabar menghadapi Kia yang sebenarnya sangat bawel dan menyebalkan, namun Dion tidak terlalu mengetahuinya sikap Kia yang menyebalkan ini.
"Mau ngapain ketemu suami aku?" Tanya Kia lagi sembari menyuap sesendok nasi di tangannya.
Bukan haya sekedar ingin tahu tapi Kia mrmang selalu kepo jika Chriss berjalan terburu-buru menghampiri suaminya. Padahal memang sudah menjadi kebiasaan Chris berjalan cepat seperti itu.
"Cabutin uban." Jawab Chriss asal.
Uhukk...uhukkk..!
Kia tersedak karena terkejut dengan jawaban Chriss.
Apa? Cabutin uban? Apa setua itu Dion hingga sudah memiliki uban. Pasti dia berbohong.
Chriss panik istri kesayangan bosnya ini tersedak karena dirinya. Ia segera memberikan segelas air putih pada Kia untuk meredakan tenggorokannya.
Merasa tak percaya dan dibohongi, Kia pun mengomel pada Chriss.
__ADS_1
"Hai Kak Chriss, apa setua itu suamiku di mata mu hah? Aku bahkan tak pernah melihat satu uban pun di kepalanya. Sepertinya kau sedang membohongi ku." Protes Kia pada Chriss, saat rasa pedih di tenggorokannya akibat tersedak telah reda.
"Hahaha perhatian sekali kau padanya." Tawa Chriss saat kembali mendapatkan omelan dari istri bossnya yang tak sama sekali menakutkan tapi malah yerlihat menggemaskan.
"Tentu saja aku perhatikan, sangat wajar jika seorang istri perhatian pada suaminya, bukan?"
"Ya-ya. Bagus-bagus. Kau memang istri yang baik. Cepat segera selesaikan makan mu dan beristirahatlah! Jangan lupa untuk mengganti baju mu! Kau ini habis dari area pemakaman. Jangan sampai penunggu makam yang kau datangi mengikuti dirimu, Kia. Karena kau yang malas mandi dan ganti baju seperti ini. Bisa-bisa kau akan diterkam dan dimakan olehnya. Kau tahu kan hantu tergalau di negara ini yang pernah aku ceritakan? Kau masih ingat tidak, cerita ku dan Nadia waktu itu?" Ucap Chriss yang sangat suka menakuti Kia seperti Nadya.
"Ingat. Tante Kunti 'kan?" spontan Kia menjawab.
"Ya, Tante kunti. Dia pasti sekarang sedang mengikutimu dengan teman-temannya, karena kau menggunakan baju serba hitam sepertinya ini, menandakan kalau kau sedang galau tingkat dewa. Jika kau tidak segera mandi dan segera membersihkan tubuhmu ini. Sekarang mereka pasti sudah menganggap dirimu adalah temannya. Hiihh... Menakutkan." Chriss bicara dengan gaya yangmeyakinkan dan berhasil membuat Kia percaya dengan bualannya.
"Haaaaaaa jangan menakuti ku! Awas kau, Kak!" Pekik Kia yang merasa bulu kuduknya sudah merinding di setiap bagian tubuhnya.
Kesal kerap kali ditakut-takuti oleh Chriss, membuat Kia tak segan-segan melempar alat makannya pada Chriss yang berlari meninggalkan Kia.
Sayangnya lemparan yang tak bertenaga itu sama sekali tak mengenai Chriss. Chriss terus tertawa tanpa suara meledek Kia yang sudah ketakutan.
"Aaaaa...kok tiba-tiba jadi sendirian begini sih." Pekik Kia yang takut ditinggal sendirian.
Entah kemana Bi Nana dan Lala saat ini. Hanya tinggal dirinya seorang diri di ruang makan. Karena takut, Kia pun ikut berlari menyusul Chris.
Brakk!
Pintu ruang baca terbuka dengan kasar. Kia langsung berlari naik kepangkuan Dion dengan tubuh bergetar.
"Hai, kenapa?" Tanya Dion yang terkesiap dengan tingkah Kia yang konyol karena saking takutnya.
"Kak Chriss! Dia menakuti ku lagi dan diruang makan tiba-tiba sepi tak ada satu oun irang yag menemani ku makan, Dion." Jawab Kia mengadu sembari memeluk erat tubuh Dion.
"Chriss, sepertinya kau ingin sekali ku potong gajimu ya?" Ucap Dion yang melirik tajam pada asistennya yang sama jahilnya dengan Nadia.
Dion yakin para asisten rumah tangga telah di usir Chriss untuk menjauh dari istrinya yang sedang ia takut-takutin.
"Maaf Tuan. Tolong jangan potong gaji saya!" Jawab Chriss dengan menundukan pandangannya.
"Sekarang keluarlah! Kembalilah setelah aku panggil." Chriss segera keluar setelah mendapatkan perintah dari Dion.
Meski Chriss telah pergi namun Kia masih saja duduk di atas pangkuan Dion.
"Turun!" Pinta Dion sembari meremaaaass gemas bokong istrinya.
Kia yang bersembunyi di curug leher Dion menggelengkan kepalanya, ia menolak untuk turun dari pangkuan Dion.
"Kenapa? Masih takut?" Tanya Dion dan Kia mengangguk.
"Ok Baby, lihatlah aku!" Pinta Dion dan Kia masih menggelengkan kepalanya.
"Sudah ada aku di sini kau tak perlu takut." Ucap Dion lagi, namun dia abaikan oleh Kia yang merasa nyaman menghirup aroma maskulin Dion dari curug leher suaminya.
Kini tak hanya menghirup aroma maskulin Dion, Kia malah menciumi bahkan menyesap dan menggigit curug leher Dion.
"Mmmm Kia! Kau mulai nakal. Jangan menggoda ku, Baby!" Lenguh Dion hingga dibuat merem melek oleh Kia.
__ADS_1
"Aku menginginkanmu Dion," ucap Kia yang berbisik di telinga Dion.
Dion tersenyum mendengarnya, seperti seorang kucing yang diberi ikan oleh majikannya. Dion langsung menyambut santapannya.
Dion langsung saja melahap bibir ranum Kia dengan ganas dan Kia menyambutnya tak kalah ganas seperti Dion.
Keduanya saling bekerja sama melepaskan pakaian yang mereka kenakan. Kia meraba dada bidang Dion yang sangat seksi dengan ditumbuhi bulu-bulu halus.
Dion terus mengikuti kemana jari Kia menyusuri lekuk tubuhnya yang sangat dikagumi para kaum hawa.
Kia mengecup dada bidang Dion dan kemudian manik mata mereka bertemu.
"I love you Kia."
"I love you to Dion," jawab Kia untuk pertama kalinya.
Setelah hubungannya berakhir dengan Arka, akhirnya Dion dapat mendengar balasan ungkapan cintanya dari mulut wanita yang sangat ia cintai.
Dion tersenyum dan sejenak menatap dalam manik mata Kia, mencari ketulusan dari balasan ungkapan cintanya itu.
Kia membalas senyuman Dion dengan senyuman yang tak kalah manis dari senyuman Dion.
Kia lantas mengalungkan lengannya di leher Dion dan sedikit menarik tengkuknya agar mendekati wajahnya.
"Jangan pernah tersenyum seperti ini pada semua wanita di muka bumi ini terkecuali aku, karena kau adalah milikku." Ucap Kia posesif pada Dion.
Dion mengangguk patuh dan Kia kini mulai memimpin permainan. Dion terus dibuat mabuk kepayang dengan sentuhan, gerakan pinggul Kia di atas tubuhnya dan apapun yang dilakukan Kia pada tubuhnya, semuanya begitu nikmat.
"Dion!"
"Yes, panggil nama ku, Baby." Dion terus membantu Kia bergerak di atas pangkuannya.
"Arghh.... Aku tak tahan lagi." Racau Kia yang malah mencengkram kuat rambut Dion
"Sabar baby tahan sebentar lagi," Ucap Dion yang juga hampir sampai.
Kia menahan segala rasa yang ia rasakan kini dengan menggigit kening lalu telinga Dion. Dion menggeram menahan sakit sembari menyemburkan benih kehidupan di rahim istrinya.
Baru saja permainannya selesai tiba-tiba pintu ruang baca terbuka lebar.
Brakk!!! Pintu terbuka
Nadia langsung masuk ke dalam ruang baca tanpa perduli sepasang suami istri masih dalam penyatuan mereka, meski permainan mereka telah berakhir.
"Nadia apa yang kau lakukan, keluar!" Pekik Dion yang terkejut bukan main dengan kehadiran adik sepupunya.
Adik sepupu yang nakal dan penasaran, apa yang dilakukan kakak sepupunya dengan sahabatnya di ruang baca. Hingga lenguhan mereka sangat terdengar hingga keluar ruangan.
Dengan cepat Chriss berlarian untuk menutup pintu sembari menutup matanya.
Hah, mataku yang masih suci ini harus kotor karena mu Nadia.
"Tidak mau!" Tolak Nadia.
__ADS_1
Kia yang lelah, tak perduli bagaimana sikap batu sahabatnya yang tak mau keluar dari ruangan baca dimana mereka baru saja selesai melakukan penyatuan. Ia tetap bersembunyi di dalam pelukan suaminya.