![Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-penuh-luka-season-2--aksi-pembalasan-aldo-.webp)
Hari yang tidak dinantikan Arka kini sudah ia tapaki. Ingin sekali ia berteriak dan menjatuhkan dirinya dari balkon, dimana ia tengah berada kini. Sebuah kamar hotel mewah berbintang lima yang ada di pusat kota menjadi tempat akan dilangsungkannya pernikahan antara Arka dan juga Sisil.
Menjalani sebuah pernikahan tanpa cinta adalah seperti sebuah mimpi buruk bagi siapa saja yang mengalaminya, termasuk Arka dan juga Sisil.
Arka dan Sisil membuat surat perjanjian hitam di atas putih atas pernikahan yang akan mereka langsungkan pada hari ini. Sisil merasakan apa yang Arka rasakan, Sisil pun tidak menginginkan pernikahan ini.
Baik Arka dan Sisil sama-sama terpaksa menerima perjodohan ini. Jika Arka menerima perjodohan ini karena tidak ingin melihat tante Widya bersedih, begitu pula dengan Sisil, sebagai seorang anak dia harus mematuhi keinginan kedua orang tuanya. Dengan mengabaikan perasaan terdalamnya yang sangat mencintai kekasihnya, Bono.
Usia Sisil dan Kia tidak jauh berbeda, mereka hanya terpaut usia dua tahun, saat ini Sisil masih melanjutkan studinya di sebuah universitas swasta di kota Jakarta. Begitu pula dengan Bono kekasihnya yang merupakan teman sekalas Sisil di kampusnya.
Meskipun acara pernikahan mereka diadakan secara tiba-tiba dan terkesan terburu-buru untuk dilaksanakan. Tapi acara pernikahan mereka tersusun dengan rapi.
Banyak tamu undangan yang datang baik dari kelas menengah hingga kelas atas menghadiri acara pernikahan megah Arka dan Sisil.
Hari ini sesuai permintaan Dion, Kia menghadiri pernikahan Arka dengan sangat terpaksa. Ia tidak tahu bagaimana nanti kabar perasaannya, saat melihat pria yang masih bertahta dihatinya mengucap janji suci pernikahan untuk orang lain bukan untuk dirinya.
Kedatangan Kia di hotel tempat diselenggarakannya pernikahan Arka, tidak bersama dengan Dion. Kia datang hanya bersama dengan Nadya, sahabat baiknya.
Jika ditanya mengapa? Memang Dion sudah mengaturnya dengan cara demikian. Untuk saat ini,.ia tak ingin Arka ataupun orang terdekat Arka, mengetahui jika wanita yang haoir membuatnya gila dan ingin bunuh diri ada bersama dengannya.
Kejam. Ya. Dion memang kejam. Kali ini dia memang ingin bersikap egois. Mempertahankan apa yang akan menjadi miliknya. Toh dia merasa tidak merebut Kia dari tangan Arka. Tapi dia hanya mengambil Kia yang yerbuang dari tangan Aldo.
Sedih, Kia seakan menjadi pisla bergilir tiga pria tampan ini.
__ADS_1
Kini Kia hanya berdiri berdua bersama dengan Nadya, berdiri diantara kerumunan orang yang tak ia kenali.
Nadya bisa saja mendatangi sang Daddy dan Mommynya, tapi jika ia menghampiri kedua orang tuanya, bagaimana dengan Kia? Nadya tak mungkin meninggalkan sahabatnya seorang diri, ia tak akan mengulangi kesalahan yang sama, yang telah membuat Kia menjadi seorang janda di usia yang sangat muda, belum menjajaki kepala dua, yang artinya masih belasan tahun usia Kia kini.
Keduanya merasa kesepian tanpa Dira bersama mereka. Tolong jangan tanya ke mana keberadaan Dira saat ini. Mengapa dia tidak bergabung dengan kedua sahabatnya.
Jawabannya tentu saja dia tidak mungkin bergabung dengan kedua sahabatnya, pasalnya hari ini dia harus menemani sang kekasih, yang merupakan sepupu dari Pak Arka. Yakni Tomo. Ia juga tak ingin Tomo mengetahui jika Kia sudah di temukan, sesuai dengan keinginan Kia yang tak ingin seorang pun tahu keberadaannya kini.
Di pernikahan Arka pria yang masih ia cintai, Kia datang dengan menggunakan sebuah dress hitam tertutup sepanjang mata kaki. Tak lupa ia juga mengenakan masker hitam untuk menutupi wajahnya.
Ia berharap tidak ada satu orang pun yang dapat mengenali dirinya, jika ia sudah mengenakan masker hitam yang menutupi sebagian wajahnya ini. Meski penampilannya dipandang aneh oleh beberapa pasang mata orang yang melihatnya.
Seluruh undangan yang telah hadir, sudah memenuhi ruangan ballroom di hotel mewah ini. Namun calon pengantin pria maupun wanita belum juga hadir batang hidungnya. Membuat seluruh pasang mata bertanya-tanya dan mencari keberadaan kedua calon mempelai tersebut.
Saat langkah kaki Arka telah berhenti di meja ijab Kabul, tak lama kemudian sosok pengantin wanita datang bersama iring-iringan keluarganya.
Seluruh pasang mata memandang kagum dengan kecantikan Sisil pada hari ini, gadis muda ini mengenakan kebaya putih dengan riasan wajah sederhana, namun tidak sama sekali mengurangi kecantikannya.
"Cantik." Puji Kia, saat untuk pertama kalinya dirinya dapat melihat jelas sosok Sisil, yang akan menjadi pengganti dirinya dalam hidup Arka.
"Perempuan itu sangat pantas untuk mendampingi kamu, Mas. Tidak seperti aku, dengan kekuranganku." Tambah Kia di dalam batinnya.
Ketika seluruh mata terfokus memandang dan mengagumi kecantikan Sisil yang datang mendekati meja ijab kabul, di mana Arka kini tengah berdiri.
__ADS_1
Tiba-tiba saja para tamu undangan dibuat bingung dengan tatapan mata Arka, yang seperti mencari seseorang, padahal Sisil sudah ada di depan matanya.
Iya Arka memang mencari seseorang, dan seseorang yang ia cari itu adalah Kia. Arka merasakan keberadaan Kia di dalam gedung ballroom ini.
Beginilah jika cinta sudah berpaut pada hati, meski belum melihat wujudnya di depan mata, tapi dapat merasakan keberadaan orang yang di cintai melalui mata hatinya.
"Kamu di mana Kia? Aku yakin kamu ada di sini? Muncul lah sayang di hadapanku, aku akan batalkan pernikahan yang tak aku inginkan ini. Sejujurnya, aku hanya ingin menikah denganmu, dengan apapun keadaan mu? Berhentilah untuk terus bersembunyi dariku!" Gumam Arka di dalam hatinya.
"Kak Arka cari apa?" Tanya Sisil pada Arka.
"Aku rasa dia ada di sini." Jawab Arka dengan mata yang terus mengedar keseluruh ruangan. Begitu pula dengan Sisil yang ingin mencari sosok wanita yang dapat membebaskan dirinya dari pernikahan yang tak juga ia inginkan.
Arka menatap kerumunan wajah para tamu undangan wanita, yang ia harap ada Kia diantara kerumunan mereka itu.
Kia nampak gugup, saat manik mata Arka terus mengedar mencari keberadaan dirinya. Ia tahu jika kekasih hatinya itu tengah mencari keberadaan dirinya. Ya keberadaan Kia yang dapat dirasakan oleh kekasih yang sangat merindukan dirinya.
Saat manik mata Arka hampir saja dapat menangkap keberadaan Kia. Dengan gerakan cepat Dion menarik Kia dalam dekapannya.
"Kau milikku Kia," gumam Dion dalam hatinya saat ia menarik Kia dalam dekapannya.
Saat Dion menarik tubuh Kia ke dalam dekapannya. Tiba-tiba saja hati Arka terasa remuk dan hilang harapan untuk bertemu dengan sosok Kia yang ia harapkan kehadirannya.
Kehadiran Kia yang ia harapkan akan menjadi alasan tepat baginya untuk membatalkan pernikahan ini.
__ADS_1