![Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-penuh-luka-season-2--aksi-pembalasan-aldo-.webp)
Satu bulan kemudian, suasana mulai terasa kondusif. Kia kembali ke kehidupannya yang normal. Dimana gadis seusianya, masih menikmati waktu mereka dengan bermain bersama teman seusianya ke mall untuk belanja, nongkrong, ke salon bersama ataupun nonton film bergenre romantis atau komedi di bioskop.
Kebanyakan orang tak menyangka jika Kia adalah istri dari Dion. Karena disetiap keberadaan Kia disitulah ada Nadia, yang notabenenya adalah sepupu dari Dion.
Kia berusaha bersikap wajar dan tak begitu menunjukan keromantisan mereka yang berlebihan di muka umum. Banyak orang melihat hubungan Kia, Nadia dan Dion seperti layaknya hubungan antara adik dan Kakak.
Bahkan banyak orang dan hampir semua orang mengira jika Tuan Bramantyo sudah mengangkat Kia sebagai putri angkatnya, karena kedekatan Nadia,Kia dan Dion yang tak terpisahkan.
Begitu pula dengan Nadia dan Chriss. Tak ada satupun orang menduga ataupun mengira mereka berdua adalah sepasang suami istri, termasuk dengan Dira sahabat Nadia sendiri.
Saat Chriss melayani Nadia sesuatu, banyak orang menyimpulkan itu hal yang biasa. Dimana seorang karyawan melayani kerabat atasannya. Padahal Chriss melayani Nadia bukan dari sudut pandang itu, tapi dari sudut pandang suami yang begitu mencintai istrinya.
Mereka berempat memang sangat kompak untuk menutupi status pernikahan mereka dihadapan publik.
Namun tidak dengan para karyawan mereka, yang tak akan berani untuk membuka mulut sampai kapan pun. Karena mereka tahu, tak akan ada gunanya membocorkan rahasia mereka yang malah menghancurkan kelangsungan hidup diri mereka sendiri.
Dan hari ini setelah selesai dengan homeschooling-nya. Kia mendatangi suaminya yang sedang bekerja di ruang kerja bersama dengan Chris.
Tok...tok...tok [Kia mengetuk pintu ruang kerja Dion sebelum ia masuk ke dalam.]
"Masuk Baby!" Jawab Dion yang sudah tahu kedatangan istrinya yang sudah menjadi sebuah kebiasaan.
Chris yang sadar, jika dirinya akan langsung di usir setelah Nyonya muda di mansion ini masuk. Segera saja merapikan berkas-berkas penting yang baru saja di bahas oleh mereka berdua.
Sebelum diusir lebih baik-baik aku siap-siap terlebih dahulu, dari pada aku harus menyaksikan siaran langsung yang menggoda iman. Istriku tidak homeschooling seperti istrimu, Dion.
Dion tersenyum melihat Chris yang langsung sibuk merapikan berkas-berkas penting miliknya, saat ia sudah mempersilahkan Kia untuk masuk ke dalam.
Rupanya kau sudah tahu diri Chriss. Cepatlah pergi! Aku ingin me-refresh pikiranku dengan istri tercinta ku.
"Kita lanjutkan nanti Chriss," ucap Dion seperti biasanya yang hanya mendapatkan balasan sebuah seyuman tipis penuh keterpaksaam dari Chris.
__ADS_1
Ya, aku tahu. Kau akan mengatakan hal ini, makanya aku suda merapikan berkas-berkas ini terlebih dahulu, sebelum bidadari mu itu datang.
Sedangkan Kia yang berdiri di depan pintu, langsung saja membuka pintu, ketika dirinya sudah dipersilahkan masuk oleh suaminya ini.
Ceklek
Pintu terbuka, muncul Kia yang langsung saja berlari kearah meja kerja Dion dengan senyum sumringah yang memancarkan kebahagiaan.
"Hubby," Kia berteriak memanggil suaminya saat ia berlari.
"Jangan lari Baby, kamu bisa jatuh nanti!" Tegur Dion yang selalu merasa khawatir dengan kecerobohan Kia akhir-akhir ini.
Kia langsung saja duduk di atas pangkuan Dion, tak lupa mengecup kilas bibir suaminya yang selalu tersenyum melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan bagi nya.
Cih. Benarkan Kia selalu tak menunggu ku keluar terlebih dahulu. Dia sengaja sekali. Akan ku balas nanti ketika istriku pulang.
Brukk
"Chriss!" Panggil Dion yang sengaj menegur tingkah adik ipar sekaligus asistennya itu.
Dion tahu betul, meskipun Kia dan Chriss akrab tapi mereka kerap kali bertengkar, meskipun hal sepele.
"Tanganku kepleset," jawab Chriss berkilah dan langsung balik kanan meninggalkan sepasang suami istri itu.
"Sudah selesai sekolahnya Baby?" Tanya Dion usai membalas kecupan singkat Kia dengan ciuman yang begitu dalam dan memabukan Kia, hingga Kia sedikit melenguh menikmati sensasi desiran di aliran darahnya.
"Sudah, hari ini lebih mudah dari kemarin, Hubby." Jawab Kia sembari memainkan kancing kemeja yang dikenakan suaminya dengan jemari lentiknya.
"Oh, ya? Berarti istriku sudah bertambah cerdas hari ini. Memang istriku ini selalu mudah dalam mempelajari dan menguasai suatu pelajaran, termasuk hati ku ini. Aku sungguh tak menyangka hatiku ini sudah bertekuk lutuk pada gadis belia secantik diri mu, Baby. Apalagi kecupan bibir mu ini selalu membuat ku ketagihan." Puji Dion seperti biasanya.
Kebiasaan Dion yang suka memuji ini selalu berhasil membuat Kia tersenyum malu, kemudian demi menutupi wajahnya yang selalu memerah seperti tomat ketika merasa malu.
__ADS_1
Kia pun mamenyandarkan kepalanya di bahu Dion. Sembari memandangi jakun suaminya yang naik turun ketika bicara ataupun saat ia sedang menengguk kopi seperti saat ini. Bagi Kia gerakan jakun Dion ini terlihat begitu seksi jika ia amat-amati.
"Ck, kamu menyembunyikan wajahmu, Baby." Ucap Dion yang berusaha menarik dagu Kia agar kembali menatapnya.
Namun sayang, tangan Dion yang menarik dagu Kia, di tepis Kia yang malah menyembunyikan wajahnya lebih dalam di curug leher Dion yang menggodanya.
Aliran darah Dion sontak berdesir, saat hembusan nafas Kia mengenai permukaan kulit leher Dion yang sangat sensitif. Apalagi Kia sengaja menempel bibirnya di permukaan kulit Dion.
"Mmmm... Jangan membangunkan dia sayang! Karena suamimu hari ini sangat banyak pekerjaan!" Cegah Dion pada aksi Kia yang menggodanya.
Kia tersenyum nakal pada ekpresi Dion yang tersiksa, karena ia harus menahan keinginannya mengauli istrinya ini, karena banyak pekerjaan yang menumpuk.
"Aku mau ke salon Hubby, bersama Nadia dan Dira. Bolehkah?" Tanya Kia yang lantas kembali mendaratkan kecupan manis di bibir Dion.
"Tentu Baby, pergilah berama Beni. Haris dan anak buahnya akan bersama mu dalam jarak aman." Jawab Dion sembari mengeluarkan amplop coklat berisi uang dan juga sebuah kartu sakti berwarna hitam dari laci meja kerjanya.
"Terima kasih Hubby. Aku pulang, usahakan pekerjaan mu sudah selesai ya. Karena aku menunggu mu di kamar. Ok?!" Ucap Kia ketika mengambil uang jajan dari suaminya ini.
Kia memang istri yang unik, seberapa pun Dion memberikan uang dan kartu black card padanya. Jika sudah selesai mempergunakannya dan tak mempergunakannya kembali. Ia akan mengembalikan sisa uang itu dan kartu itu pada suaminya.
Awalnya Dion sedikit aneh dengan sikap Kia, namun itulah Kia. Dia menunjukkan jika dirinya mau diri suaminya bukan hanya karena sekedar materi semata.
"Ok sayang, hati-hati. Aku mencintai mu, Baby." Jawab Dion yang kembali mengecup bibir Kia.
"Aku juga, banget malah. Bekerjalah lebih giat karena istrimu hobby jajan!" Balas Kia yang mulai beranjak dari pangkuan suaminya.
"Aku tidak mengantarkan mu ke depan, tak apa kan?"
"Hemm, tak apa. Aku tahu kamu sibuk hubby dan aku akan menyibukkan diri untuk menghabiskan uang mu hehehe ..." Jawab Kia yang terkekeh lalu pergi meninggalkan suaminya.
Menghabiskan uang aku bagaimana? Kau hanya menghabiskan uangku seujung kuku pun tidak.
__ADS_1