Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]

Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]
Bab 38


__ADS_3

Setelah berusaha cukup keras untuk membuat Kia tertidur. Dion akhirnya menyadari betapa manjanya sikap asli istrinya.


Saat sudah memastikan istrinya sudah benar-benar terlelap, Dion perlahan-lahan melepaskan diri dari pelukan Kia yang sangat erat padanya. Kemudian turun dari ranjang.


Ia segera membersihkan dirinya lalu memakai pakaian yang cukup rapih untuk pergi ke club malam. Ia pergi ke sana bukan untuk bersenang-senang, tapi untuk menemui Jhon sepupu Dira yang mengelola beberapa club malam yang Dion miliki.


Mungkin malam ini, menjadi malam terakhir Dion untuk menginjakkan kakinya ke club malam. Sesuai dengan permintaan sang istri.


"Aku pergi dulu," pamit Dion yang mendaratkan kecupan di kening sang istri yang tertidur, namun masih bisa menyahuti kepamitan suaminya.


"Jangan lama-lama, jangan macam-macam!" Sahut Kia meski matanya terpejam.


Dion tersenyum manis sekali mendengar sahutan Kia. Tak disangka olehnya, kini hidupnya kembali mendapatkan larangan dari orang terkasihnya. Larangan demi kebaikannya yang sangat ia rindukan dari hidupnya yang telah lama kesepian.


Dengan diantarkan oleh Mail dan beberapa Bodyguard, Dion kembali membelah jalanan kota yang mulai lengang. Hanya perlu waktu lima belas menit untuk dirinya sampai di club miliknya yang dikelola oleh Jhon.


Kedatangan Dion disambut hormat oleh banyak orang, ia melewati banyak orang yang memandang kagum pada dirinya, termasuk para kaum wanita yang seakan ingin menyerahkan diri mereka pada keperkasaan Dion.


Dengan dikawal banyak anak buah Dion menaiki anak tangga menuju ruangan kerja Jhon.


"Malam Bos, selamat berbahagia atas pernikahannya." Ucap Jhon yang segera menghampiri Boss besarnya.


Keduanya saling berjabat tangan dengan senyum renyah yang jarang terihat dari kedua pria dingin dan berperawakan tegas ini.


"Thanks Jhon. Tahu darimana aku sudah menikah Jhon? Apa kau sudah memasang mata-mata di dekatku hum? Sehingga kau tahu pernikahan rahasiaku dengan wanita yang kubeli saat itu." Tanya Dion yang meledek Jhon.


"Haha... Ya aku memang memasang mata-mata yang selalu tak bisa akur dengan mu. Dion." Jawab Jhon yang kembali membuat Dion dan John tergelak tawa.


Bagaimana mereka tidak tergelak tawa, karena mata-mata yang dimaksud oleh keduanya adalah Dira. Sahabat Kia dan Nadia adik sepupu Dion yang tingkahnya selalu menyebalkan di mata Dion.

__ADS_1


"Rupanya, dia memberitahukan pada mu Jhon?"


"Tentu saja, dia memberitahu pada ku. Dia awalnya tidak setuju dengan pernikahan mu, karena merasa kau sengaja merebut dan menjauhkan Arka dari Kia."


"Lalu sekarang bagaimana?"


"Sekarang dia malah mendukung pernikahan kalian, entah apa yang dikatakan adik sepupumu, hingga berhasil mencuci otaknya." Jawab Jhon kembali tergelak dan Duon mengikutinya.


"Oh ya Jhon, hari ini adalah hari terakhir bagi ku mengecek dan mengambil laporan keuangan seluruh club malam kita. Mulai besok, datanglah ke Mansion ku untuk mengantarkan laporan keuangan seluh club nalak kita, atau jika kau tak sempat suruhlah Dira yang mengantarnya." Ungkap Dion pada Jhon yang kin terlihat tekejut dengan kata terakhir.


"Memangnya ada apa Dion? Kenapa kau bilang terakhir. Apa kau ingin pensiun atau bagaimana?"


Dion menatap serius Boss besarnya yang sangat humble ini.


"Tidak, aku tidak kemana-mana. Hanya saja istriku keberatan jika aku menghabiskan waktu malam ku di klub malam. Ternyata dia wanita yang posesif dan aku menyukai itu." Jawab Dion jujur.


Jhon bernafas lega mendengar jawaban Dion. Ia tak tahu harus bagaimana jika Dion memutuskan untuk pensiun. Jujur saja Jhon masih belum memiliki power seperti Dion yang dihormati dan disegani banyak orang.


"Haha benarkah? Sebenarnya aku sangat ingin mendengar tentang kesetian mereka pada ku, namun waktu ku tidak banyak Jhon. Aku sudah berjanji pada istriku, jika aku pergi tidak akan lama."


"Hahaha, kau sangat bucin rupanya Boss Dion."


"Bukan bucin, tapi aku sangat menghargai dia. Sekarang mana laporan yang ingin kau berikan pada ku?" Sanggah Dion yang tetap ditertawakan oleh Jhon.


Jhon segera memberikan laporan tersebut pada tangan kanan Dion yang bernama Christopher, yang biasa dipanggil Chriss.


Setelah menerima setumpuk laporan, Dion daj Chriss segela meninggalkan tusngan kerja Jhon. Tanpa di sangka dan diduga. Manik mata Dion mendapati sosok Arka tengah menungguk minuman keras di salah satu tabel.


Dan tak disangka pula, manik mata keduanya bertemu. Arka mengacukan botol ke udara seakan mengajak kawan lamanya itu untuk minum-minum bersama. Demi memghargai Arka, Dion menghampiri table Arka dan Tomo.

__ADS_1


Arka merasa semakin sesak di dada, ketika melihat wajah Dion. Entah mengapa hati Arka merasa Dion adalah seseorang yang menjadi sumber kesedihan dan kepedihan hatinya.


"Senang bertemu dengan mu di sini Dion? Tak ku sangka ternyata club malam ini yang sering kau datangi." Ucap Arka yang sudah cukup mabuk.


"Kenapa kau mabuk Arka, ini seperti bukan dirimu?" Tanya Dion pada Arka.


Ada sedikit rasa sedih dan menyayangkan langkah yang diambil Arka dalam keterpurukannya.


"Hidupku gelap Dion, gelap. Lebih gelap dan kelam dari hidupmu. Kedua orang tua kita sama-sama sudah tiada dan kita ditakdirkan menjadi anak tunggal yang kesepian. Tuhan terlalu jahat menuliskan takdir untukku, Dion. Hari ini, aku baru tahu jika wanita yang sangat aku cintai, ternyata sudah bahagia dengan orang lain yang menjadi dewa penyelamatnya. Dia sudah memutuskan untuk melupakanku."


Deg!


Dion tersentak, bagaimana Arka mengetahui semua tentang Kia, pikirnya.


"Kau seharusnya berlapang dada, Arka. Bukankah kau juga sudah menikah? Seharusnya kau fokus saja pada rumah tanggamu saat ini. Jaga perasaan istrimu, dia pasti akan sakit hati melihat mu seperti. Bagaimana bisa seorang pria beristri merataoi kekasihnya yang juga sudah membina rumah tangga dengan pria pilihannya. Come on Arka. Jangan seperti ini! Pulanglah, mulailah hidupmu yang baru." Dion berusaha tenang dan memberikan saran yang baik untuk Arka dan juga dirinya, tentunya.


"Kau tidak tahu Dion, aku sangat mencintai kekasih ku, Kiandra. Sangat mencintainya Dion. Kia adalah dunia ku. Bagaimana aku bisa hidup tanpanya. Aku tak sanggup kehilangan dia, Dion. Alu lebih baik kehilangan hartaku daripada kehilangan dia." Sanggah Arka yang malah mengungkapkan isi hatinya.


Me too, Arka. Aku pun tak akan sanggup kehilangan Kia, karena dia adalah istriku. Belahan jiwa ku.


Dion terdiam, matanya mulai berkaca-kaca. Bukan karena melihat keterpurukan Arka, tapi ia membayangkan jika dirinya ada di posisi Arka saat ini.


"Arka, kau sudah sangat mabuk. Ayo kita pulang!" Ajak Tomo yang berusaha menarik tangan Arka agar segera pergi dari club ini. Namun Arka menahan tangan Tomo dan menepisnya.


"Hentikan Tom! Kau terlalu banyak mengatur hidupku!" Pekik Arka yang terdengar geram.


"Kenapa kau terlihat sedih melihatku seperti ini Dion? Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Arka sembari menepuk-nepuk pipi Dion.


"Aku tak memikirkan apa-apa Arka, aku hanya tersentuh dengan kata-kata cinta mu terhadap kekasih mu itu."

__ADS_1


Kekasihmu yang nyatanya adalah istriku.


__ADS_2