![Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-penuh-luka-season-2--aksi-pembalasan-aldo-.webp)
Dengan perasaan yang senang akan berjalan-jalan sebentar lagi ke negara Prancis tepatnya kota Paris. Dira dan Nadia terus tersenyum senang dan bersenda gurau sepanjang perjalanan pulang.
Pasalnya mereka sudah membayangkan hadiah jalan-jalan tersebut dari Tuan Bramantyo, Daddynya Nadya sekaligus Om dari Dion. Hadiah itu diberikan jika mereka berhasil membuat Kia mau menerima Dion, sampai dia mau melakukan kewajibannya sebagai seorang istri dan dia mendapatkan haknya sebagai seorang suami.
Penolakan Kia untuk melakukan hubungan suami istri ternyata sampai di telinga Tuan Bramantyo. Sebagai pengganti orang tua untuk Dion. Tuan Bramantyo tak bisa membiarkan hal ini.
Tuan Bramantyo sangat tahu betul betapa Nadia sangat berpengaruh di kehidupan Kia. Demi kebahagiaan keponakannya Tuan Bramantyo rela mengocek tabungannya lebih dalam untuk membayar jasa Putri dan sahabat putrinya dalam mempengaruhi Kia.
Tak disangka hanya dalam hitungan hari dari hari pernikahan Kia dan Dion. Nadia dan Dira berhasil membuat Kia melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri. Tak hanya Dion yang bahagia tapi juga Nadia dan Dira.
Tak terasa, saking senangnya mereka sampai-sampai tidak sadar jika mobil yang dikendarai oleh sopir Nadia yang bernama Sayuti, sudah berhenti tepat di pintu gerbang kediaman Dira.
Betapa terkejutnya Dira dan Nadia melihat ada mobil Tomo tak jauh dari pintu gerbang rumahnya. Padahal mereka tidak ada janji bertemu sebelumnya.
Melihat Dira turun dari mobil Nadia, tahannya Tomo yang turun dari mobil Tomo melainkan Arka dan juga Sisil.
Merasa ada yang tidak beres dengan kedatangan mereka, Nadia pun akhirnya ikut turun.
"Kayaknya ada yang nggak beres Dir, tenang lo nggak sendiri ada gue." Ucap Nadia ketika ia menepuk bahu sahabatnya.
"Gue lebih baik berakhir sama Tomo daripada Kia hidup menderita lagi." Ucap Dira dengan tatapan mata yang menatap ketiganya yang berjalan menghampiri mereka.
"Sudah puas bersenang-senangnya hari ini?" Tanya Tomo pada Dira.
__ADS_1
"Tentu saja, aku sangat puas bersenang-senang hari ini. Kenapa? Apa ada masalah dengan kesenangan aku?" Jawab Dira dengan nada bicara yang tak bersahabat.
Dira sudah paham maksud dari pertanyaan Tomo. Dapat diyakini bahwa keberadaan Kia sudah diketahui oleh Tomo dan juga Arka.
"Tentu ada masalah dengan kesenangan kamu, Dira." Balas Tomo yang berusaha sabar namun tidak bisa.
Berkali-kali Tomo menggigit Bibir bawahnya dengan kedua tangan yang sudah mengepal sempurna. Ia juga menghentakkan sebelah kakinya demi menyalurkan emosinya.
Siapapun orangnya pasti tak akan suka jika dibohongi, apalagi dibohongi oleh orang yang paling kita sayangi dan cintai.
"Apa masalahnya? Sepertinya aku nggak minta uang sama kamu untuk bersenang-senang hari ini, kenapa jadi masalah?" Tanya Dira yang pura-pura bodoh tidak mengerti maksud dari ucapan Tomo.
"Berhentilah bersandiwara Dira, aku sangat kecewa padamu. Teganya kamu membohongiku."
"Bohong? Bohong tentang apa?" Kembali Dira bertanya dengan kepura-puraannya.
"Katakan saja aku bohong tentang apa? Aku tahu semua perasaanmu padaku seperti apa yank. Jangan berbelit-belit!"
"Kamu tahu tentang Kia, tapi kamu menyembunyikannya dariku. Padahal kamu tahu betul bagaimana sulitnya aku mencari keberadaan Kia. Kepalaku jadikan kaki kaki aku jadikan kepala hanya untuk mencari sahabatmu." Cetus Tomo yang malah membuat Dira dan Nadia kompak tertawa.
Ketiganya kompak menyernyitkan kedua alis mereka melihat Dira dan Nadia kompak tertawa cukup lebar dihadapan mereka.
"Oh Kia. Kenapa memang jika kami menyembunyikan Kia dari kalian? Apa menjadi sebuah masalah jika kami menyembunyikan sahabat kami, agar hatinya tidak sakit dan kecewa dengan pernikahan dadakan kekasihnya yang sangat ia cintai? Tentu tidak bukan? Emangnya siapa kalian yang harus kami berikan informasikan tentang Kia. Kalian bukan ibunya ayahnya bahkan sanak saudaranya." Cetus Nadia dengan kata-kata menohok bagi ketiganya.
__ADS_1
"Dan kau Pak Arka, tidak sepantasnya lagi untukmu mencari keberadaan Kia, sadari statusmu yang sudah menjadi suami orang. Cinta atau tidak dirimu pada istrimu. Tetap saja di mata masyarakat Kau adalah suami dari seorang wanita yang kau nikahi lalu kau tinggalkan begitu saja. Tolong jauhi sahabatku jangan sampai sahabatku dicap menjadi wanita ketiga di pernikahan kalian. Sudah cukup hidupnya menderita karena keegoisan Anda yang memaksa dia harus ikut camping. Seandainya saja Dia tidak ikut camping sesuai keinginannya, nasib buruk tak akan pernah terjadi pada dirinya." Ucap Nadia lantang pada Arka.
Sontak Arka terkejut, saat Nadia mengatakan dia mendapati nasib buruk karena mengikuti kegiatan camping dari sekolah kala itu.
"Apa yang terjadi padanya Nadia?" Tanya Arka yang memajukan langkahnya mendekati Nadia.
"Dia tidak terperosok ke jurang tapi dia diculik, dipaksa menikah, dijadikan budak s3ksss, dikurung seperti sebuah burung di dalam sangkar emas, dijual dan diceraikan disebuah club malam. Itulah yang terjadi pada sahabatku yang kau paksa untuk ikut kegiatan camping, padahal dia sudah tidak ingin. Kaulah penyebab utama kesengsaraan hidup sahabatku. Memang kami berdua yang pertama kali menemukan Kia, tapi kami berdua juga sengaja untuk tidak memberitahukan padamu Pak Arka. Karena apa? Karena kami tidak yakin Anda akan menerima keadaan sahabat kami." Jawab Nadia dengan penuh emosi, bibir bergetar, air matanya berlinang membasahi pipi putih mulusnya.
"Karena keegoisan Anda Pak Arka, Anda hampir saja membuat saya dan Nadia hampir gila karena merasa bersalah meninggalkan Kia ditengah hutan." Tambah Dira yang makin memojokkan Arka.
Arka sadar memang dirinyalah yang salah karena memaksa Kia kala itu.
"Izinkan aku bertemu dengannya, Aku ingin minta maaf." Ucap Arka yang juga ikut menitikan air mata dihadapan Dira dan Nadia.
"Tidak!" Jawab Nadia dan Dira kompak.
"Kia sudah bahagia dengan kehidupan barunya, bahagia dengan pria yang rela membelinya seharga satu milyar dari suami yang tega menjualnya di club malam. Kia sudah menikah kembali dengan pria itu. Jangan ganggu hidup Kia, jika Pak Arka memang benar-benar mencintainya. Jangan goyahkan lagi pendiriannya untuk melupakan laki-laki seperti dirimu." Ucap Dira yang makin menohok hati Arka.
Malam ini hati Arka benar-benar hancur berkeping-keping. Tak hanya informasi yang di dapat dari istrinya, Sisil. Tapi juga kata-kata dari mantan muridnya yang sangat menohok hatinya.
Kembali menyadarkan dirinya, karena semua ini adalah salahnya dan sumber kemalangan nasib Kia adalah dirinya.
Dua hari yang lalu sewaktu mengambil ponselnya yang terjatuh di area pemakaman. Arka sudah merasa senang, karena mengetahui Kia sempat berada di makam kedua orang tua Kia. Itu tandanya suatu saat nanti Arka akan memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Kia di sana.
__ADS_1
Sebuah bukti jika yang datang ke makam itu adalah Kia, terlihat dari rangkai bunga yang Kia bentuk, meskipun kali ini bentuknya lebih berbeda.
Sekarang Arka baru menyadari arti bentuk simbol hati terpisah yang dibuat oleh Kia. Sebuah tanda jika mereka tak akan lagi bersatu.