![Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-penuh-luka-season-2--aksi-pembalasan-aldo-.webp)
"Sebutkan berapa nomor rekening mu!" Perintah Dion yang tanpa berpikir panjang langsung saja mengiyakan harga yang dibuka oleh Aldo tanpa berusaha untuk menawarnya.
Aldo lantas menyebutkan nomor rekeningnya dengan wajah sumringah, tak lama ia menyebutkan nomor rekeningnya tersebut. Suara notifikasi ponselnya berbunyi. Ia segera merogoh saku celananya dan mengambil ponsel miliknya itu.
"Masuk, sudah masuk. Terima kasih Tuan Dion. Senang bekerja sama dengan mu. Semoga hari-hari mu menyenangkan bersamanya." Ucap Aldo sembari menjulurkan tangan kanannya, mengajak Dion berjabat tangan.
Namun Dion hanya melirik sinis tangan Aldo yang dengan tak tahu malunya mengajak seorang Dion Dirgantara berjabat tangan.
Ya. Dion Dirgantara, seorang ketua gengster mafia dan juga seorang casanova yang terkenal dengan kesadisannya. Berhati iblis, namun kali ini ia harus berbuat baik demi mengabulkan permintaan adik sepupu tercintanya.
Permintaan yang tak mungkin pernah ia bisa tolak. Jika suatu hari nanti kedua orang tua Nadya tiada, hanya Nadya saudari yang dimiliki oleh Dion. Dion adalah anak yatim piatu. Dari pernikahan Kakak Tuan Bramantyo, Nicki Dirgantara dengan Lusi Pramesti.
Aldo menjatuhkan tangannya ke udara, ketika ajakan jabatan tangannya di tolak dan diabaikan oleh pria berkuasa di hadapannya.
Malu. Tentu saja Aldo merasa malu ketika uluran tangannya untuk berjabat tangan di abaikan oleh pria yang telah membeli istrinya, yang sama saja sudah membeli harga dirinya sebagai seorang lelaki.
"Untuk apa lagi kau di sini? Dia tak akan pulang bersama mu, mulai malam ini. Karena dia sudah menjadi milikku." Ucap Dion saat melihat Aldo tak kunjung pergi dari ruangan mereka berada.
Dion segera memberikan kode pada beberapa anak buahnya yang bertubuh tinggi besar untuk membawa Aldo pergi dari ruangan itu.
"Beri aku waktu untuk bicara dengannya! Aku harus menjatuhkan talak padanya, karena dia istri ku." Ucap Aldo. Ketika anak buah Dion berusaha menyeret Aldo keluar dari ruangan VVIP itu.
Semua orang tercengang dengan apa yang dikatakan Aldo. Terkecuali Dion dan juga Kia. Mereka sama sekali tak menyangka Aldo adalah suami dari wanita malang yang dibeli boss besar mereka beberapa menit yang lalu.
__ADS_1
Anak buah Dion saling melihat satu sama lain, ia tak habis pikir ada seorang suami macam Aldo yang begitu kejam menjual istrinya sendiri hanya demi uang ke sebuah club malam. Jurang dunia kegelapan yang kejam.
"Ok segera katakan! Dan cepatlah pergi dari pandangan mataku dan juga dari hidup wanita ku mulai detik ini juga." Ucap Dion pada Aldo dengan wajah datar dan dinginnya.
Setelah mendapatkan izin dari Dion, Aldo kembali mendekati Kia, yang masih setia pada posisinya.
Dengan menghela nafas panjang, Aldo mulai berbicara dengan menatap manik mata Kia yang berkaca-kaca.
"Kia, selama ini kita hanya menikah secara sirih, aku tak pernah benar-benar mendaftarkan pernikahan kita pada negara. Aku tak pernah mencintai mu. Sama sekali tak pernah mencintai mu. Dan mulai saat ini kamu, Kiandra Putri Andra binti Andra Wijaya bukan lagi istri ku. Hubungan diantara kita telah selesai mulai detik ini." Ucap Aldo dengan tanpa ragu dan tanpa rasa bersalah sedikit pun.
Kia merasa diperlakukan seperti barang mainan oleh Aldo, di rebut dari Arka dengan cara licik dengan menculiknya, dan kini dicampakkan dengan menjualnya seperti sebuah barang rongsok.
Hancur. Tentu saja hati Kia saat ini hancur. Sakit rasanya diperlakukan sehina ini oleh pria yang notabene adalah suaminya sendiri. Setelah disiksa fisik, hati, batin dan jiwanya setiap harinya. Kini hanya demi uang dan tujuan hidupnya yang entah apa itu, Aldo dengan teganya mengorbankan dirinya.
Kini haruskah Kia senang dengan terbebasnya dirinya dari cengkraman Aldo?
Haruskah dia merasa bahagia dan berharga terjual dengan angka yang cukup fantastis?
Tentu tidak. Tak segampang itu merubah hidup yang kelam menjadi terlihat bahagia.
Usai mengucapkan simbol perpisahannya. Aldo malah masih bisa melemparkan senyuman pada Kia yang terlihat sedih. Meskipun tidak memiliki perasaan apapun tetap saja, perpisahan akan selalu membawa luka dan kesedihan.
Kia menghembuskan nafasnya pelan, hatinya benar-benar lelah menghadapi cobaan hidup yang tak pernah berhenti menghampiri dirinya. Kia terus berusaha menghapus air mata yang terus menetes tak henti-hentinya, hingga pipinya basah dan sembab.
__ADS_1
Kia merosot jatuh ke lantai ketika punggung Aldo benar-benar hilang dari pandangan matanya. Ia menangis sesenggukan menangis sejadi-jadinya di hadapan banyak pria yang menatapnya dengan pilu.
"Kenapa kau menangis, Kia? Apa kau bersedih ditinggal oleh mantan suamimu itu?" Tanya Dion yang berjongkok di hadapan Kia.
Kia menatap manik mata Dion. Kia tak lagi menemukan tatapan sangar yang tadi ia lihat sewaktu Dion bertatap muka dengan Aldo.
"Aku tak pernah bersedih ditinggal oleh dirinya, dia adalah sumber luka di hidupku, Dion. Aku menangis karena sebagai seorang wanita aku merasa diriku terhina, karena dijual oleh suamiku sendiri,"ucap Kia dengan deraian air mata yang tak kunjung berhenti membasahi pipinya yang mulus.
"Semua sudah berlalu, kau tak perlu menangis lagi. Sekarang bangunlah ikutlah denganku. Karena aku telah membelimu dengan harga yang cukup mahal." Ucap Dion yang kemudian mengulurkan tangannya.
Dion mengajak Kia untuk segera bangkit dari posisinya. Kia menerima uluran tangan Dion dan Dion segera membawa Kia pergi dari club malam itu.
Di sebuah mobil sedan mewah. Kini Kia dan Dion berada. Dion membawa kendaraannya sendiri tanpa bantuan supir namun beberapa anak buahnya mengikuti mobil mereka dari belakang.
"Kita mau ke mana Dion?" Tanya Kia yang tidak tahu ke mana Dion akan membawa dirinya.
"Kau akan tinggal bersamaku, bukankah kau tidak memiliki tempat tinggal sekarang? Dan dirimu juga sudah aku beli, aku berhak atas dirimu Kia. Aku bebaskan kau dari Aldo, tapi tidak memberikan kebebasan sepenuhnya pada hidupmu. Karena mulai malam ini kau akan menjadi milikku." Ucap Dion yang membuat Kia terkejut. Mata Kia terbelalak. Ia tak menyangka pria yang ia anggap sebagai malaikat tak bersayap ternyata akan memasung kebebasannya seperti yang Aldo lakukan padanya.
Kia merasa seperti keluar dari mulut serigala dan kini masuk ke mulut singa. Ternyata penderitaan hidupnya belum juga usai, bahkan penderitaan hidupnya baru saja akan dimulai dengan babak baru.
Kia menarik senyum tipis sembari menatap wajah Dion yang fokus menatap jalan yang ada di depannya. Dion yang sadar dirinya tengah ditatap oleh Kia, memilih mengabaikannya.
Kini mereka telah sampai disebuah hunian megah bergaya eropa, yang berada tak jauh dari pusat kota. Saat ia baru saja turun dari mobil. Tiba-tiba tubuhnya di peluk dari belakang oleh seseorang, hingga hampir saja tubuhnya terhuyung ke depan. Namun Dion dengan gerakan cepat menahan tubuh Kia agar tak terjatuh.
__ADS_1