![Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-penuh-luka-season-2--aksi-pembalasan-aldo-.webp)
"Dira boleh aku ikut bergabung?" Ucap Sisil yang tengah berdiri di samping meja makan Dira dan juga Nadia.
"Duduklah Sil," jawab Dira mempersilahkan.
Sisil menarik salah satu kursi dan duduk di kursi yang berhadapan dengan Dira dan Nadia.
"Lo sudah pesan makanan Sil?" Tanya Nadia yang begitu ramah pada Sisil.
Bukan tanpa alasan Nadia bersikap ramah dan baik pada Sisil, karena ia tahu Sisil adalah korban dari keserakahan kedua orang tuanya.
Baik Nadia dan Sisil saling mengenal satu sama lain, namun mereka hanya sebatas saling mengenal namum tidak dekat, karena Sisil merupakan kakak kelasnya di sekolah dasar.
Sisil menjawab pertanyaan Nadia hanya dengan menggelengkan kepalanya.
"Sama, kita juga belum." Ucap Dira yang langsung memanggil pelayan.
Seorang pelayan yang dipanggil segera datang menghampiri meja mereka. Dira langsung memesan menu masakan paling enak di restoran tersebut dengan porsi yang cukup banyak, bukan hanya untuk mereka bertiga namun untuk Kia, Dion dan juga Chriss.
Tak berapa lama setelah Dira memesan menu, Kia datang bersama dengan Dion. Temannya ini terus bergelayut manja di lengan suaminya. Sesekali mereka tertawa, entah apa yang mereka tertawakan. Yang pasti banyak mata memandang iri pada sepasang suami istri ini, termasuk Sisil yang duduk bersama kedua sahabatnya.
Saat Kia dan Dion datang, baik Dira dan Nadia langsung pindah posisi duduk. Mereka langsung saja mengapit Sisil. Ya, Sisil kini duduk diantara Dira dan Nadia.
Nadia takut Sisil akan duduk bersebelahan dengan Chriss sedangkan Dira menjaga agar Sisil tak duduk bersebelahan dengan Dion.
Saat Kia dan Dion telah duduk di kursi meja mereka. Keduanya baru menyadari ada sosok asing diantara mereka.
"Siapa?" Tanya Kia yang tidak mengenali wajah asli Sisil tanpa make up tebalnya itu.
"Istrinya Arka." Jawab Dira singkat.
"Owhh..." Jawab Kia singkat dan terlihat biasa saja.
Respon Kia yang biasa saja mengundang Dion tersenyum tipis melihat pertemuan tak disengaja mereka ini.
__ADS_1
Kau terlihat tenang sekali Bab, padahal dialah wanita yang menghancurkan hatimu kala itu.
"Hai, senang bertemu denganmu Nyonya Arka. Namaku Kia, Ini suamiku, Dion." Ucap Kia yang memperkenalkan diri dengan ramah pada Sisil.
Ia menjulurkan tangan mengajak Sisil untuk berjabat tangan. Sisil menyambutnya dan mereka pun berjabat tangan.
"Jangan panggil aku Nyonya Arka, kamu bisa panggil aku, Sisil saja." Balas Sisil dengan senyum tak kalah ramah dengan Kia.
Sewaktu Sisil ingin mengajak Dion berjabat tangan, Kia dengan gerakan tangannya menyingkirkan tangan Sisil.
"Maaf Sisil, suamiku tak akan mau menyentuh tangan wanita selain istrinya sendiri." Cegah Kia yang kini berhasil membuat Dion tersenyum lebar menatap istrinya.
Kau benar-benar posesif, Baby girls.
Sementara itu Sisil terkejut dengan cara Kia yang tak ramah saat ia mengajak Dion berjabat tangan.
Apa? Apa benar suaminya seperti itu? Bahkan hanya diajak berjabat tangan dengan wanita lain pun tidak mau? Atau hanya alasan Kia saja yang takut suaminya diambil olehku. Seperti aku yang telah mengambil Arka dari hidupnya.
Sepanjang waktu mereka menikmati makanan yang tersaji di meja makan. Sisil tak henti-hentinya terus memperhatikan Kia dan Dion. Dimana Dion sangat memperhatikan apa yang dimakan oleh Kia.
"Ini cuma sedikit kok, Hubby." Kilah Kia yang sudah mendapatkan lirikan tajam dari Dion.
"Jangan memancing ku marah! Aku sudah tegur berkali-kali dirimu sejak tadi ya!" Ucap Dion sembari menyingkirkan spaghetti berlumuran saos dari hadapan Kia.
Kia memeluk lengan Dion dan menggigitnya karena kesal makanannya disingkirkan. Dion menggeram tertahan seperti biasa dan Kia tersenyum meski tengah menitikan air mata.
"Chriss, tolong ganti yang baru!" Perintah Dion pada Chris.
"Hubby ih.. ngeselin." Rengek Kia manja.
"Ya aku memang mengesalkan mu, tapi ini demi kesehatan mu." Balas Dion sembari melirik Kia yang terus bersembunyi di lengan kekar Dion.
Chriss langsung beranjak dari kursi duduknya pergi memesan spaghetti baru untuk Kia langsung ke dapurnya.
__ADS_1
Ya. Chriss memesan langsung ke dapurnya. Alasannya agar lebih cepat. Dan benar saja tak sampai lima menit Chris sudah datang kembali dengan membawa spaghetti baru untuk Kia.
"Hummm, makanlah!" Ucap Dion setelah meletakkan spaghetti kehadapan istrinya.
"Gak mau," balas Kia dengan suara terisak.
Kia memulai kembali drama menguji kesabaran seorang Dion. Chriss kembali menyantap makanannya sedang Dira dan Nadia yang sudah terbiasa dengan drama Kia dan Dion terlihat cuek tak perduli. Berbeda dengan Sisil yang terus memperhatikan sepasang suami istri dihadapannya.
Dion menghela nafasnya kasar, ia berusaha tetap sabar menghadapi istrinya. Kini ia duduk bersandar di sandaran kursi, memilih menghentikan menyantap makanannya, karena harus menghadapi istri yang merajuk karena dilarang makan saos sambal terlalu banyak.
Mendiami Kia yang sedang menangis lebih baik daripada membujuk ataupun merayunya, yang malah makin menjadi-jadi nantinya.
Kia makin menggigit lengan Dion saat spaghetti miliknya diaduk-aduk dan di masukkan kedalam piring makan Dira dan Nadia. Dion makin menggeram menahan sakit dengan apa yang dilakukan istrinya ini. Entah bagaimana penampakan lengannya saat ini. Dion tak perduli yang penting istrinya senang.
Melihat suaminya mengeram kesakitan, kembali Kia tertawa, apalagi melihat ekspresi kesal bercampur sakit di wajah suaminya. Ini benar-benar menggelitik Kia untuk tertawa karena gemas.
Kia lantas menarik tengkuk Dion dan mengecupnya. Memberikan hadiah untuk seakan kesabaran suaminya terhadap yang telah ia lakukan. Kecupan Kia disambut hangat oleh Dion yang langsung membalas kecuali itu dengan sesapan dan juga lumaaatan.
Ampun Kia, nyosor gak tahu tempat, mentang-mentang udah halal. Biji mana sama gue yang sama Chriss belum halal ini.
Nadia menyenggol kaki Chriss sengaja menunjukkan apa yang dilakukan sahabatnya pada Kakak sepupunya. Alih-alih melihat, Chriss malah makin menundukkan kepalanya.
Dasar sahabat gak ada akhlak, gue lagi galau malah mempertontonkan kebucinan. Sabarlah hatiku. Nanti kita cari tambatan hati baru, kita akan balas kebucinan mereka dengan kebucinan yang hakiki.
Dira terus memasukkan makanannya dengan kasar ke dalam mulutnya sembari melirik Kia dan Dion yan saling bertukar saliva.
"Kamu lucu banget sih, jadi tambah sebal deh sama kamu." Ucap Kia sembari mencubit sebelah pipi Dion dan menghapus sedikit lipstik berwarna soft yang menempel di bibir Dion.
Dion sama sekali tidak marah ketika Kia mengatakan dirinya sangat sebal dengan Dion. Karena Dion sangat tahu apa maksud dari kata sebal yang diucapkan oleh istrinya itu. Bukan sebal dalam arti yang biasa. Sebel yang dimaksud Kia adalah senang betul.
Dion terus saja tersenyum saat Kia terus berucap tanpa henti, " Aku sebel sekali sama kamu, Hubby."
Kini Dion mulai mengaduk-aduk spaghetti dan menambahkan sedikit saos sambal ke dalam spaghetti itu. Kemudian memasukkan sesendok demi sesendok spaghetti itu ke dalam mulut Kia yang terus saja mengoceh.
__ADS_1
Pantas saja kau memilih pria yang sekarang menjadi suamimu, ternyata sikapnya sangat manis padamu, Kia. Mungkin jika aku berada di posisimu, aku pun akan meninggalkan pria seperti Arka, yang tak mampu menjaga dirimu, hingga sempat membuat mu menghilang dan saat kau kembali ia malah menyakitimu dengan pernikahan dadakan dirinya bersama denganku.