Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]

Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]
Bab 61


__ADS_3

Di mansion Dion. Kedua laki-laki tampan bertubuh kekar, tiba-tiba hatinya merasa gusar setelah meeting virtual mereka berakhir.


Rasa cemas pada istri mereka tiba-tiba menyeruak begitu saja dalam diri mereka. Kecemasan yang tersirat di wajah Dion terbaca jelas oleh Chriss. Begitu pula dengan Dion yang dapat membaca raut kecemasan yang begitu luar biasa tergambar di wajah Chriss.


"Sepertinya mereka dalam bahaya, aku merasa sesuatu yang buruk akan menimpa istri-istri kita," ungkap Chriss pada Dion.


Dion langsung menggelengkan kepalanya. Tak ia sangka apa yang ia rasakan dirasakan pula oleh Chriss.


"Kau akan baik-baik saja Kia. Aku yakin anak buah ku dapat menjaga mu dengan baik." Harap Dion dalam doa yang ia panjatkan di dalam hatinya.


Dari pada berdiam diri di mansion dengan merasakan kekhawatiran yang tidak jelas, Dion akhirnya memilih untuk pergi. Ia dengan segera melangkahkan kakinya keluar dari mansion dan memanggil supirnya yang lain.


"Bian!" Pekik Dion dengan volume suaranya. Yang paing tinggi.


Dion memanggil supirnya yang berlonjat kaget mendengar suara Dion yang bagaikan suara raungan singa itu. Tanpa berlama-lama Bian langsung tanggap mendatangi Dion dengan sebuah mobil mewah milik Tuannya.


Dion dan Chriss naik ke dalam mobil tersebut, guna menyusul keberadaan istri mereka yang masih berada di Mall.


Sementara itu Aldo yang sudah siap dengan rencananya, setelah ia dirundung duka dengan kepergian Daddy dan Mommynya untuk selama-lamanya. Juga sang kekasih yang tak mau kembali padanya karena mengetahui dirinya mandul. Membuatnya bertekad untuk melenyapkan Kia seperti saat ia melenyapkan kedua orang tua Kia pada waktu itu.


Bagi Aldo, semua kesialan di dalam hidupnya bersumber pada Kia. Andai perjodohan itu tak pernah terjadi mungkin sampai saat ini kehidupan Aldo dan keluarganya akan baik-baik saja


"Bersiaplah Unang, ini tugas terakhir dariku. Kau akan mendapatkan uang satu milyar mu setelah berhasil melenyapkan mereka." Ucap Aldo pada Unang.


Unang yang diiming-imingi uang satu milyar terlihat begitu bahagia, di dalam pikirannya sudah banyak rencana untuk bersenang-senang dan berfoya-foya dengan uang tersebut.


Unang nampak begitu bersemangat untuk melenyapkan Kia dan kedua sahabatnya. Sampai-sampai ia lupa bagaimana ultimatum Ayah Dira padanya, jika sampai terjadi sesuatu pada putrinya. Ia tak akan segan-segan mencincang Unang sampai berkeping-keping.


Kia, Nadia dan Dira sama sekali tak menyadari jika beberapa pasang mata tengah mengintai mereka. Saat ini mereka merasa aman karena beberapa pengawal terus melakukan pengawasan pada diri mereka.


Di saat mereka dalam perjalanan pulang, baru satu kilometer mobil yang ketiganya tumpangi meninggalkan mall. Pas di perempatan jalan yang teroihat lengang dan saat 8ti mobil uang dikendarai Beni hendak menyebrang lampu mereh. Tiba-tiba sebuah truk datang dengan kecepatan tinggi menabrak dari bagian samping mobil yang dikendarai Beni.


Brukk!!!

__ADS_1


"Aaaa..." Ketiga wanita muda di dalalm mobil menjerit.


Mobil yang ditumpangi ketiganya terpelanting dan berguling-guling di atas aspal. Mobil itu memang tidak mudah hancur karena terbuat dari baja, kendati demikian tubuh Kia dan kedua sahabatnya terpelanting di dalam mobil karena ketiganya sama sekali tidak menggunakan sabuk pengaman.


Seluruh anak buah Dion sejenak terperangah dengan kejadian yang ada di depan mata mereka, dan tak lama kemudian, ketika kesadaran mereka sudah terkumpul.


Haris dan pengawal lainnya segera mendekat dan melakukan penyelamatan pada Kia dan kedua sahabatnya. Terlihat Beni supir yang mengendarai mobil yang ditumpangi Kia dan kedua sahabatnya terlihat baik-baik saja. Berkat air bag yang bekerja dengan baik.


Haris segera menelepon Ambulance dan juga Dion. Betapa terkejutnya Dion mengetahui kabar buruk ini. Apalagi Haris mengatakan Kia banyak mengeluarkan banyak darah dari bagian inti miliknya, begitu pula dengan Nadia. Sedangkan kondisi Dira sudah dalam kondisi tak sadarkan diri.


Dion yang mengetahui ayah Dira sudah kembali ke kota ini, segera menghubungi Ayah Dira. Dion dan Ayah Dira memiliki hubungan yang cukup dekat. Dion langsung saja memberitahukan kabar buruk yang terjadi pada Dira, tanpa banyak berbasa-basi.


Ayah Dira yang mengetahui hal ini, nampak sangat terkejut. Tak hanya terpukul, namun dunianya terasa runtuh. Ia yang kebetulan bersama dengan keponakan Jhon, langsung saja memerintah keponakannya untuk mencari Unang dan juga Aldo yang menjadi dalang dari semua ini.


Ya. Tanpa diberitahu ataupun mencari tahu. ayah Dira sudah dapat menebak. Kecelakaan yang menimpa putrinya bersama kedua sahabatnya adalah perbuatan Aldo dan juga Unang.


"Bawa kedua manusia itu kehadapan ku, Jhon! Akan ku tendang mereka hidup-hidup ke kandang reptil peliharaan ku ini." Ucap Ayah Dira yang terdengar begitu geram tepat di depan kandang empat ekor buaya jantan miliknya.


Kebetulan memang Ayah Dira dan Jhon tengah menengok hewan peliharaan Ayah Dira ini di sebuah penangkaran hewan milik keduanya.


Enam jam setelah tragedi kecelakaan tersebut, Kia tak berhenti menangis, begitu pula dengan Nadia. Keduanya sama-sama tidak menyadari dan tidak mengetahui diri mereka tengah berbadan dua. Karena kecelakaan ini mereka harus kehilangan janin mereka yang masih berusia sangat muda. Kia yang trauma dengan kehilangan sangat sulit untuk ditenangkan.


"Hubby, calon anak kita hikss! Maafkan aku yang tak tahu dan tak bisa menjaga anak kita." Ucap Kia berkali-kali pada Dion yang nampak frustrasi menghadapi Kia.


Ingin sekali ia pergi dan membuat perhitungan pada dalang dari tragedi kecelakaan ini. Namun langkahnya tercekal dengan kondisi Kia yang membutuhkan dirinya.


"Baby sudah, jangan minta maaf lagi. Ini musibah dan kedepannya kita akan lebih berhati-hati pagi," ucap Dion yang terus berusaha menenangkan Kia.


Sementara itu, di kamar yang berbeda. Nadia yang selalu hiperbola ketika sedih dan menangis. Harus dibujuk dan di rayu oleh Chriss dan juga kedua orang tua Nadia sendiri.


"Anak aku Mom, Dad," ucap Nadia dengan isak tangisnya.


"Sudah sayang, ini adalah suratan takdir Tuhan yang harus kamu jalani. Tuhan kembali mengambilnya, karena ini adalah yang terbaik untukmu, nak. Lagi pula kamu masih sekolah 'kan? Tidak mungkin kau bisa meneruskan sekolah dalam kondisi mu yang berbadan dua. Ini adalah jalan Tuhan, sayang. Kamu boleh sedih tapi tolong untuk tidak terlalu berlebihan. Ingat lah saat ini kamu bukan anak kecil lagi, kamu bahkan sudah memiliki seorang suami, belajarlah menerima kenyataan dan keadaan sayang. Karena tak selamanya orang yang bersama mu akan terus bersama mu hingga akhir nanti, karena setiap orang memiliki batas waktu hidup yang berbeda-beda. Daddy harap putri Daddy bisa mengerti dan bisa berpikir lebih dewasa lagi." ucap Tuan Bramantyo pada putrinya.

__ADS_1


Mendengar ucapan sang Daddy, Nadia terdiam sejenak dan berfikir. Kemudian tak lama tangis Nadia pun mulai mereda.


Sementara itu Dira yang berada diruang yang berbeda, tengah merasakan hikmah dari kecelakaan yang menimpanya. Karena dengan kejadian ini, ia merasakan perhatian kedua orang tuanya yang selama ini sibuk dengan dunianya sendiri.


Ia tak perduli dengan rasa kecewa yang kini ia rasakan pada kedua sahabatnya yang merahasiakan pernikahan Nadia dan Chriss. Saat ini dia hanya perduli dengan kemesraan anggota keluarganya yang kini ia rasakan.


Jika ditanya bagaimana Dira tahu tentang pernikahan Nadia dan Chriss, tentu saja karena keguguran yang Nadia alami dan tangis Nadia saat terus ingin di peluk Chriss, ketika di ruang IGD.


Tiga hari setelah kejadian kecelakaan ini, Jhon berhasil membawa Unang dan Aldo ke tempat penangkaran, tanpa perlawanan. Dimana Dion dan Ayah Dira sudah berada terlebih dahulu di sana.


"Selamat datang Tuan Aldo dan Pak Unang, silahkan masuk dan serahkan diri kalian pada hewan peliharaan ku ini hahahaha... Seperti kedua anak buah mu yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam sana, karena masih saja coba-coba membuntuti putriku." Ucap Ayah Dira saat menyambut kedatangan Aldo dan Unang.


Aldo dan Unang tak bisa berkata-kata lagi. Ia tak menyangka jika kali ini keduanya tak akan bisa lepas dari kekejaman Ayah Dira.


Sementara Dion yang berdiri tegak dengan rahang tegasnya, terlihat tersenyum sinis menatap Aldo dengan tatapan penuh kebencian.


"Selamat menyusul kedua orang tua mu Aldo. Kalian bertiga akan berkumpul dan mempertanggung jawabkan perbuatan kalian yang menyebabkan kedua orang tuaku, Kia dan Arka meninggal. Kalian memang satu keluarga yang sangat kejam." Ucap Dion.


Ternyata Dion sudah mengetahui siapa dalang pembunuh dari kedua orang tuanya, Kia dan juga Arka, yang tak lain adalah kedua orang tua Aldo.


Sementara itu Dion juga mengetahui penyebab kedua orang tua istrinya yang meninggal karena rencana busuk dari Aldo yang menolak perjodohan antara dirinya dan Kia.


Ternyata di balik perjodohan ini, kedua orang tua Aldo ternyata mengincar harta peninggalan kakek Kia yang nominal cukup besar.


Di dalam wasiat sang Kakek, harta itu akan jatuh pada cucu satu-satunya yang ia miliki yaitu Kia. Itu pun jika Kia sudah menikah dan memiliki seorang anak di dalam pernikahannya. Wajah saja jika kedua orang tua Aldo terus mendesak putranya.


Jhon mendorong dengan kasar Aldo dan Unang masuk ke dalam kandang buaya jantan yang sedang kelaparan itu. Ketika Aldo sudah masuk, Dion lebih memilih meninggalkan area kandang dan pergi tanpa mau melihat hal yang sungguh sangat mengerikan yang akan di alami Aldo dan Unang di akhir hidupnya.


Tamat



__ADS_1


Baca juga karya receh aku yang lain ya.


Dan nantikan karya terbaru aku..


__ADS_2