Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]

Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]
Bab 29


__ADS_3

"Mulai hari ini kau boleh keluar dari mantion ku ini Kia. Tentunya dengan pengawalan dari anak buahku. Aku tidak mau ada sesuatu yang buruk terjadi padamu. Bukan karena aku mengekang ruang gerak mu. Ingatlah jika di luar sana, ada Aldo yang berkeliaran. Dia masih memiliki niat buruk padamu." Jawab Dion sembari menatap dalam manik mata Kia yang berbinar.


"Makasih Dion, terima kasih. Aku sangat senang dengan jawaban yang kau berikan padaku." Balas Kia yang kini berada di dalam pelukan Dion.


Ya. Kia reflek memeluk tubuh Dion, karena saking senangnya mendengar dirinya boleh keluar dari mansion ini.


"Ok Kia. Sekarang aku harus sarapan dan pergi bekerja terlebih dahulu, sebelum menemanimu ke tempat kedua orang tuamu." Ucap Dion saat ia menguraikan pelukan Kia yang begitu erat pada tubuhnya.


Hari ini awan mendung tak lagi bergelayut di dalam kehidupan Kia. Senyum riang kembali terukir di wajah cantik Kia. Sejak ia mengetahui bahwa dirinya bebas untuk keluar dari Mansion, meskipun dengan pengawalan anak buah Dion. Kia tak bisa melunturkan senyuman manis diwajah cantiknya ini.


Dengan semangat Kia mengantarkan suaminya, sampai ke depan pintu mobil yang akan dinaiki oleh Dion. Kia berjalan mengekori langkah suaminya dengan riang gembira.


Jika pada awalnya Kia merasa dan menduga menikah dengan Dion adalah sebuah awal dari penderitaannya, namun ternyata perasaan dan dugaannya itu salah.


Pernikahannya bersama Dion tak seburuk seperti pernikahannya dengan Aldo. Meskipun pada awalnya pernikahannya ini sama-sama Kia jalani dengan keterpaksaan.


"Aku pergi dulu." Pamit Dion yang terlihat kaku.


Ia malu dan gengsi untuk meminta Kia melakukan sesuatu yang biasa dilakukan seorang istri pada suaminya, saat suaminya berpamitan pergi untuk bekerja.


Dion berharap Kia sadar dengan apa yang ia inginkan. Namun meski sudah berumah tangga sebelumnya. Kia sama sekali tidak melakukan hal demikian, karena Aldo tak memperlakukannya dengan baik tidak seperti Dion.


"Aku pergi bekerja dulu Kia." Pamit Dion untuk kedua kalinya.


"Iya Dion. Hati-hati ya." Sahut Kia dengan senyum manisnya.


Dion memutar bola matanya malas hanya mendapatkan kata hati-hati dari Kia. Pak Catur yang juga ada di sana. Sangat mengerti apa yang di harapkan Tuan Mudaya yang ia asuh sedari kecil.


"Hemm... Aku selalu hati-hati, dan menjaga hatiku untukmu Kia." Gumam Dion dengan suara yang nyaris tak dengar, namun pendengar Kia yang tajam dapat mendengar jelas gumaman suaminya ini.

__ADS_1


"Me too Dion. Aku juga sedang belajar menjaga hatiku untukmu, Dion." Sahut Kia dengan senyum manisnya.


Sontak apa yang dikatakan Kia, membuat Dion kembali menoleh padanya. Dion dapati Kia terus melemparkan senyum manis terbaiknya pada dirinya. Senyum yang tak pernah Kia berikan sebelumnya pada dirinya.


Ya. Kia memang sudah memantapkan hatinya untuk memulai hidupnya yang baru bersama dengan Dion, saat ia bangun dari tidurnya pagi tadi. Ia harap pernikahannya dengan Dion tak seperti pernikahannya bersama dengan Aldo. Cepat berakhir dan berujung luka.


Melupakan cinta pertamanya dengan Arka harus Kia lakukan, demi menjaga keutuhan rumah tangganya dengan Dion. Ia tak ingin menyakiti hati Dion, Nadya dan juga Tuan Bramantyo yang sangat baik selama ini padanya.


Kia yakin, jika ia tetap dengan keegoisannya yang masih saja mempertahankan perasaan cintanya pada Arka. Dia akan menyakiti perasaan ketiga orang sekaligus. Ya ketiga orang yang sangat berjasa pada hidup Kia semenjak ia tak lagi bersama dengan Arka.


"Kau bicara apa tadi Kia? Kau bilang kau juga sedang belajar menjaga hatimu untukku? Apa kau sedang bergurau saat ini dengan ku Kia?" Tanya Dion yang tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Tidak Dion. Aku sedang tidak bergurau. Aku sangat serius dengan apa yang aku katakan. Sekarang Aku adalah istrimu, sudah sepantasnya bagiku untuk belajar menjaga hatiku untuk suamiku, bukan untuk orang lain yang tak akan pernah menjadi bagian dari hidupku." Jawab Kia.


Dion terdiam sejanak setelah mendengar jawaban Kia. Dion menelaah dengan baik di dalam pikirannya setiap kata yang Kia ucapkan barusan padanya.


Perlahan tapi pasti, Dion melangkah mendekati Kia yang masih berdiri di posisinya.


"Tentu," jawab Kia sembari tersenyum malu-malu.


Dion ikut tersenyum melihat Kia yang nampak malu-malu menjawab permintaannya.


"Kenapa hari ini kau begitu manis Kia, membuatku tak ingin berangkat bekerja saja." Gumam Dion yang melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.


"Benarkah?" Tanya Kia yang hanya di jawab dengan anggukan kepala dan senyuman Dion yang memesona.


Dion yang sudah menghentikan langkahnya tepat di depan Kia, kini menarik pinggang Kia untuk mendekat padanya.


Gerakan tangan Dion yang cepat, membuat Kia sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan suaminya barunya ini.

__ADS_1


"Dion! Bisakah kamu sedikit lembut, aku sangat terkejut dengan apa yang kamu lakukan." Protes Kia yang kini dalam pelukan Dion.


"I'm Sorry, Baby Girls." Balas Dion yang makin memajukan wajahnya mendekati wajah Kia.


"Hemmm... Aku maafkan. Tapi Dion, bisakah jangan lakukan di sini! Mereka terus melihat kita." Sahut Kia dengan suara berbisik.


Seketika Dion menatap kanan dan kirinya dengan tatapannya yang tajam pada seluruh karyawan dan anak buahnya.


"Lihat apa kalian? Berbalik!" Pekik Dion yang langsung membuat anak buahnya kikkuk dan akhirnya membalikkan tubuh mereka, membelakangi Dion dan Kia.


"Sudah, mereka tak lagi melihat kita. Sekarang boleh aku mengecup mu?" Lagi-lagi seorang Dion meminta izin walau hanya untuk mengecup istrinya sendiri.


Kia menjawab hanya dengan menganggukan kepalanya, lalu memejamkan matanya.


"Tuhan, sampaikan maafku pada dia yang mungkin masih mencintaiku. Aku harus menghapusnya dari hidupku dan membiarkan singgasananya dihatiku ini terisi oleh suamiku yang kini mendekap erat diriku." Batin Kia ketika ia memejamkan matanya.


Dion yang melihat Kia memejamkan matanya, kini tanpa ragu mendaratkan kecupan di bibir sang istri.


Hanya sebuah kecupan singkat yang diberikan Dion pada Kia. Ia tahu jika ia melakukan lebih dari sekedar kecupan. Kia belum siap untuk memberikan lebih dari apa yang ia inginkan pada istrinya ini.


"Bukalah matamu, Kia! Jangan memancingku untuk menuntut lebih pada mu, jika kau belum siap." Pinta Dion yang sedikit mencubit relung hati Kia.


Kia membuka matanya dan menatap manik mata Dion yang terbaca oleh hatinya, jika suaminya ini sedang menahan segala rasa pada dirinya.


"Maafkan aku Dion,"


"Aku selalu memaafkan mu Kia. Kau perlu bersiap, dandanlah yang cantik untukku, karena pukul sepuluh pagi nanti, aku akan menjemputmu untuk ke makam kedua orang tuamu dan juga kedua orang tuaku. Lalu setelah itu aku akan mengajak mu jalan-jalan. Bukankah kau rindu melihat keramaian." Ucap Dion yang kembali membuat Kia tersenyum bahagia.


"Kau pergi hanya sebentar?"

__ADS_1


"Ya. Aku ada meeting dengan kawan lama ku." Jawab Dion yang kembali mendarat kecupan pada bibir Kia sebelum ia pergi meninggalkan Kia.


__ADS_2