![Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-penuh-luka-season-2--aksi-pembalasan-aldo-.webp)
Di perusahaan Dion. Seorang pria tampan yang terlihat lesu tengah duduk di ruangan tunggu. Menunggu kawan lamanya yang tak kunjung datang dari jadwal pertemuan yang telah ditentukan.
"Maaf sudah membuat mu menunggu lama. Istriku hari ini sangat manja dan tak ingin aku tinggalkan." Ucap Dion beralasan pada pria yang kini telah berdiri dihadapannya.
"Istri? Kau sudah memiliki istri Dion? Sejak kapan kau memiliki seorang istri? Apa aku telah melewatkan hari bahagiamu?" Tanya Pria tampan itu keheranan.
Pasalnya pria tampan ini sama sekali tidak pernah menerima sebuah kartu undangan dari kawan lamannya ini.
"Sejak lima bulan yang lalu, aku sengaja tidak mempublikasikan pernikahanku, karena kau tahu sendiri Arka, aku ini hidup di dua dunia. Sangat berbahaya jika aku menunjukkan jati diri istriku di muka umum. Biarlah aku simpan sendiri istri kesayanganku di Mansionku. Hahahaha..." Jawab Dion pada pria tampan yang ternyata adalah Arka.
Dion terus tertawa bahagia di depan Arka, dimana Arka kini tiba-tiba saja merasakan hatinya ditusuk ribuan pisau belati. Hatinya seakan tak rela melihat tawa bahagia Dion saat ini, bukan karena rasa iri tapi sebuah rasa kehilangan yang mendalam hingga merasuk sukmanya.
"Kenapa aku merasa kebahagiaanmu adalah sebuah kebahagiaan yang seharusnya menjadi milikku, Dion? Jujur aku tak merasa iri sedikit pun pada mu, tapi kenapa hatiku begitu sakit mendengar tawa bahagia mu bicara mengenai istri mu." Batin Arka.
Arka terus terdiam dan melamun, memikirkan siapa gerangan istri Dion. Muncul dibenaknya mungkinkah istri Dion adalah Kia, kekasihnya.
"Ayo Arka, mari kita bicara di ruanganku! Aku tidak bisa lama membahas kerja sama kita hari ini, karena aku sudah ada janji dengan istriku jam 10.00 nanti." Ajak Dion pada Arka yang masih setia melamun.
"Hai Arka," tegur Dion sembari menepuk-nepuk pundak Arka.
"Ah iya, maaf mari Dion!" Balas Arka yang kemudian mengikuti langkah kaki Dion.
__ADS_1
Di ruang meeting baik Dion maupun Arka sama-sama tidak fokus dengan pembahasan meeting mereka di pagi hari ini.
Dion terlalu fokus memandangi layar ponselnya yang menampilkan kegiatan Kia saat ini di Mansion mereka.
Sedangkan Arka, terus mengamati gerak-gerik Dion yang terlihat seperti orang kasmaran. Arka dapat menilai, jika Dion telah menikah dengan wanita yang kawannya ini sangat cintai, bukan wanita malam yang selama ini datang silih berganti dikehidupan kawan lamanya ini.
"Kenapa setiap aku melihatmu bahagia seperti ini, hatiku sangat sakit Dion? Tawamu membuat hatiku terluka? Semoga wanita yang kau nikahi bukanlah wanita yang aku cintai, Dion. Ya, semoga saja. Tapi jika iya. Aku tidak tahu harus bagaimana untuk bersikap padamu." Batin Arka.
Ketika presentasi dari perusahaan Arka telah selesai, forum tanya jawab pun dibuka. Dion yang biasanya aktif bertanya tiba-tiba memilih untuk banyak diam.
Saat ditanyakan bagaimana kelanjutan dari kerjasama ini. Dion dengan tanpa ragu dan melakukan pertimbangan terlebih dahulu, langsung saja mengatakan setuju dengan semua gagasan yang diberikan oleh perusahaan Arka. Yang sebenarnya sama sekali tidak ia pahami.
Ya. Dion meninggalkan ruang meeting ketika ia melihat di layar ponselnya, dimana tertera Kia sudah menunggu dirinya di depan muka pintu mansion.
"Aku akan segera datang Kia, aku janji tak akan membuatmu menunggu lama." Gumam Dion yang berlari menuju lobby perusahaannya, dimana mobilnya sudah terparkir dan siap untuk kembali mengantarkan dirinya pulang.
Sementara itu, sekepergian Dion dari ruangan meeting dengan tergesa-gesa. Kini Arka kembali menggalau. Perasaan hatinya kembali di rundung sedih dan tak tenang. Seperti saat di mana ia mengetahui jika Kia kembali melakukan percobaan bunuh diri di acara pernikahannya dengan Sisil.
Kini Arka sudah berada di dalam mobilnya, meski perusahaan mereka berada berhadap-hadapan. Arka tetap menggunakan mobilnya, saat ia pergi keperusahaan Dion ini.
"Ayu. Jika ada yang mencariku katakan hari ini aku tidak ingin diganggu." Pesan Arka pada sekretarisnya yang bernama Ayu. Sebelum ia meninggalkan para karyawannya yang berdiri menatap wajah sedihnya dengan tatapan penuh arti.
__ADS_1
Jika mobil yang di kendarai supir pribadi Dion yang bernama Mail melajukan kendaraannya menuju Mansion Dion, sebelum bertolak ke makam kedua orang tua Kia.
Berbeda dengan mobil Arka yang langsung dikendarai oleh dirinya sendiri. Mobil Arka ini melaju melesat, membelah jalanan ibukota menuju ke sebuah tempat pemakaman di mana kedua orang tuanya dan kedua orang tua Kia dikebumikan.
Ia membeli bunga dengan jumlah yang banyak seperti yang biasa dilakukan oleh Kia. Ia langkahkan kakinya yang lesu ke makam kedua orang tuanya terlebih dahulu, lalu pergi ke makam kedua orang tua Kia yang berada tak jauh dari makam kedua orang tuanya.
Di sana Arka kembali seperti orang yang tidak waras, ia mencurahkan segala isi hatinya tentang Kia di batu nisan kedua orang tua Kia.
"Bisakah kalian menjelaskan pada ku, tentang apa yang terjadi pada diriku dan juga Putri kalian? Bisakah? Kenapa dia datang lalu pergi kembali tanpa jejak seperti ini? Sungguh ini sangat menyiksa diriku." Ucap Arka semvari menabur bunga yang ia bawa untuk makam kedua orang tua Kia.
"Sampai kapan aku harus menunggu putri kalian? Rasanya begitu berat dan sulit menjalani hari-hariku tanpa dirinya. Tak bisakah kalian membantuku mempertemukan diriku dengan putri kalian? Aku sangat mencintainya dan ingin menghabiskan hari-hari tuaku bersamanya. Hidup tanpanya seakan membuatku sulit untuk bernafas." Ucap Arka kembali dengan deraian air matanya.
"Katakan padanya, aku selalu menunggunya, tak peduli dengan keadaannya mau seperti apa. Aku akan tetap menerimanya. Tolong bantu aku menemukannya. Karena aku sangat mencintai Putri kalian." Ucap Arkanlagi sebelum ia pergi dari makam kedua orang tua Kia.
Tanpa Arka sadari, sejak seringnya Ia datang ke pemakaman ini. Seorang penjaga makam yang sudah berusia paruh baya sering memperhatikan dan mendengar curahan hati Arka di pusara makam kedua orang tua Kia.
Penjaga malam ini mengetahui jika Arka adalah kekasih dari Putri yang kedua orang tuanya dimakamkan di pemakaman ini. Hal ini pria paruh baya itu ketahui bukan dari orang lain, tapi dari Pak Ujang Dan Bi Ratmi yang juga suka mengunjungi pemakaman majikan mereka yang telah tiada.
Pak Ujang Dan Bi Ratmi sengaja tidak memunculkan diri mereka di hadapan Arka, Semenjak mereka tahu jika Kia telah menghilang tanpa jejak sejak di perkemahan kala itu.
Sebenarnya baik Bi Ratmi dan Pak Ujang sangat menaruh curiga atas menghilangnya Kia pada Aldo. Namun setelah Bi Ratmi dan Pak Ujang mencari tahu dan ikut mencari keberadaan Kia, anak majikannya yang sudah mereka anggap sebagai putri mereka sendiri, tidak menemukan tanda-tanda, jika Kia tidak berada bersama Aldo.
__ADS_1