![Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-penuh-luka-season-2--aksi-pembalasan-aldo-.webp)
"Tuan maaf, ada Tuan Arka datang." Ucap seorang penjaga saat Dion masih membelai manja Kia yang belum ia pindahkan ke kamar.
Mau apa dia ke sini?
"Suruh saja dia masuk!" Ucap Dion yang mengizinkan tamu yang tak diundangnya itu untuk masuk ke dalam mansionnya.
Arka yang tak asing dengan Mansion Dion, langsung saja menghampiri Dion yang berada di lorong bersama Kia yang tertidur di pangkuannya.
Deg!
Nyess!!
Sakit sekali mata dan hati Arka melihat wanita yang dicintainya tengah tertidur di atas pangkuan laki-laki lain yang merupakan suami sah dari wanita yang ia cintai itu.
Arka berusaha mengontrol perasaannya sendiri saat melihat keromantisan mereka.
Seorang pelayan datang membawakan sebuah kursi untuk Arka duduk bergabung dengan Tuan dan Nyonya.
"Ada apa kau ke sini? Apa ada sesuatu yang penting?" Tanya Dion dengan suara pelannya, tanpa menghentikan gerakan tangannya di kepala sang istri yang sangat suka dibelai seperti ini.
"Aku ingin bicara dengan istrimu apa boleh?" Arka menjawab dan meminta izin pada Dion.
"Tunggu dia bangun," jawab Dion cepat, tanpa berpikir terlebih dahulu.
Arka menganggukan kepala tanda setuju. Keduanya terus menunggu Kia terbangun dari tidurnya.
Tiga puluh menit berselang, Kia mulai memberikan tanda-tanda jika dia akan bangun, namun ternyata ia hanya membenarkan posisi tidurnya yang kini memeluk pinggang Dion.
"Hubby!" Kia memanggil Dion dengan suara beratnya.
Hubby? Dia panggil Dion dengan panggilan Hubby. Manis sekali.
Arka menundukkan pandangannya, sedikit menyembunyikan rasa sedih yang kini terus mendera dirinya.
"Humm," sahut Dion.
"Kapan pulang?" Tanya Kia yang makin menenggelamkan wajahnya di perut Dion, dan hal ini tak luput dari pandangan mata Arka yang teriris hatinya melihat ini.
"Satu jam yang lalu," jawab Dion sembari menatap dalam manik mata Arka yang sedang merasakan kepedihan melihat Kia dan dirinya.
Kia kembali memejamkan matanya menikmati setiap belaian tangan suaminya.
"Baby!" Panggil Dion yang kembali merasa istrinya kembali memejamkan mata, dan benar saja. Kia tak menyahuti panggilan Dion.
"Dia kembali tidur, bersabarlah! Maaf sudah membuatmu tidak nyaman." Ucap Dion pada Arka yang hanya bisa tersenyum tipis dan mengangguk.
Hingga senja tiba, Arka dibuat menunggu Kia yang akhirnya terbangun karena tidurnya terusik serangga nakal yang mulai menggigitnya.
__ADS_1
"Hubby, banyak nyamuk ih," keluh Kia yang akhirnya membuka matanya.
Kia menatap wajah lelah suaminya yang menunggu Kia terbangun. Kia mengusap wajah lelah Dion dengan penuh cinta dan Dion mengecup telapak tangan Kia yang mengusapnya.
Cup! Cup! Cup!
Berkali-kali Dion mengecup telapak tangan Kia.
Kia tersenyum senang diperlakukan manis oleh Dion. Kia bangun dari posisi tidurnya tanpa menyadari keberadaan Arka di sana, karena ia sama sekali tak menoleh kebelakang dimana Arka terus memperhatikan apa yang dilakukan Kia.
Kia langsung naik kepangkuan Dion, dan menciumi Dion. Awalnya Dion menolak dan ingin mengatakan jika ada orang lain di sini.
"Baby jangan sekarang!" Tolak Dion yang memalingkan wajahnya.
Namun Kia yang tak menerima penolakan. Ia langsung saja memegangi kepala Dion agar tak menolaknya.
"Hubby!" Panggil Kia saat Dion masih berusaha menolak dan menatap tajam dirinya.
"Ok." Jawab Dion terpaksa. Sungguh dia tak ingin menyakiti perasaan kawan lamanya, dan Arka paham itu.
Kia terus melumaaat bibir Dion dengan buas. Hingga Dion pun akhirnya lupa diri jika ada orang lain yang hatinya benar-benar hancur melihat apa yang dilakukan oleh mereka.
Merasa tak tahan dengan kepedihan ini. Akhirnya Arka memberanikan diri memanggil Kia.
"Kia!" Panggil Arka pelan namun Kia tak menoleh sedikit pun begitu pula dengan Dion.
Lagi-lagi Kia tak menoleh atau pun menyahuti panggilan Arka. Kia membuka matanya yang terpejam karena menikmati penyatuan bibirnya dengan suaminya saat Dion melepaskan bibirnya dan terdiam cukup lama.
"Kenapa Hubby berhenti ih?" Kesal Kia pada Dion.
"Lagi gak!" Paksa Kia pada Dion.
"Tunda dulu, kamu punya tamu yang ingin bicara sama kamu, Bab." Ucap Dion yang berusaha menunjukkan keberadaan Arka pada Kia yang menganggap ini hanya sebuah akal-akalan Dion.
"Bohong! Aku gak punya tamu." Rengek Kia pada Dion sembari memukul-mukul dada bidang suaminya.
"Kia," panggil Arka sekali lagi. Akhirnya Kia menoleh kebelakang, didapatinya Arka tengah menatap dirinya dengan tatapan nanar.
Kia kembali menatap Dion penuh selidik.
"Jadi kamu ninggalin aku bilang kerja tapi bawa dia ke sini Hubby?" Tuduh Kia yang merespon di luar nalar Dion.
"Nggak Baby, dia datang sendiri. Aku gak bawa dia ke sini." Dion terus menggelengkan kepalanya tak menerima tuduhan istrinya.
"Bohong! Pasti kamu mau buang aku kan? Suruh dia jemput aku. Kamu tega ih! Aku udah bilang aku mau kamu. Kamu ngerti ga sih." Kia menangis sambil memukul-mukul Dion membabi buta.
Dion tetap diam dipukuli oleh Kia. Arka ingin mendekat menolong Dion dari amukan Kia. Namun Dion menolaknya dan kembali meminta Arka untuk duduk dengan gerakkan tangannya.
__ADS_1
Sudut bibir Dion sudah berdarah, kancing kemejanya pun sudah terlepas, rambut Dion sudah terlihat acak-acakan karena ia terus menjambaknya dan tidak tahu bagaimana kondisi bahunya yang terus digigit tanpa henti oleh Kia yang marah dan salah paham dengan kedatangan Arka.
Benar apa kata Dira, sesabar itu Dion menghadapi Kia. Sama sekali Dion tak menghentikan tangan Kia yang terus memukulinya dan berakhir menangis dipeluknya.
"Aku gak mau dibuang, aku mau sama kamu." Ucap Kia berulang-ulang di sela tangisnya.
"Kamu salah paham sama aku, Baby. Dia datang sendiri dan ingin bicara sama kamu." Balas Dion yang mulai menjelaskan perlahan.
"Kenapa kamu izinin? Kamu gak takut aku diambil dia hah?" Tanya Kia masih sambil menangis.
"Aku percaya dengan perasaan kamu sama aku, Baby. Kalau kamu ditakdirkan untukku. Pastinya kamu akan bersama ku selamanya." Jawab Dion yang sedikit menyentil Arka.
"Maafin aku Hubby. Sakit 'kan ini?" Ucap Kia menyesal telah menyakiti suaminya.
"Tidak lebih sakit dari tuduhan mu." Jawab Dion yang segera ingin beranjak dari posisinya.
Dion terus meminta Kia untuk bangun dari atas pangkuannya. Akhirnya Kia mau bangun ketika Dion mengeluh kaki sedikit sakit.
"Kia, aku ingin bicara dengan mu." Ucap Arka yang kini mendekat padanya.
"Bicaralah, Tuan Arka. Saya akan menjadi pendengar yang baik." Ucap Kia dengan wajah datar dan dinginnya.
"Bisa kita bicara berdua saja?" Arka melirik Dion seakan meminta Dion pergi.
Dion mengerti dan ingin pergi namun tak diizinkan oleh Kia.
"Bicaralah padaku tanpa mengusir suamiku, Tuan Arka." Jawab Kia sembari memegangi tangan Dion.
Kau benar-benar sudah bergantung padanya. Dan melupakan cinta kita dan perjuangan ku mendapatkan mu, yang memang belum seberapa dibandingkan Dion.
Arka tersenyum kecut mendengar jawaban Kia.
"Rupanya kau sangat mencintai suamimu, Kia dan sudah melupakan tentang semua cinta kita."
"Ya aku memang mencintai suamiku, Tuan Arka dan untuk melupakan semua tentang cinta kita, suamiku dengan sabar menunggu aku melupakan semua itu dengan sempurna." Jawab Kia yang kembali membuat Arka tersenyum kecut.
Ya, kau terus melangkah pergi meninggalkan kisah cinta kita, yang telah kau tutup seperti sebuah buku yang tak ingin kau baca lagi.
"Kedatanganku ke sini untuk minta maaf padamu, maaf karena selama ini sebagai seorang kekasihmu, Aku tidak pernah bisa memahami betul karakter asli dari dirimu yang sebenarnya. Yang pada akhirnya aku harus kehilanganmu karena terus selalu memaksamu tanpa memahamimu. Kini aku sadar akan kesalahanku padamu. Kesalahan fatal yang membuat hidupmu menderita." Ucap Arka dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aku sudah memaafkan dirimu dan berusaha melupakan semua yang telah terjadi pada diriku di masa lalu. Lalu apa lagi yang ingin kau bicarakan padaku? Jujur aku masih belum nyaman bertemu denganmu lagi." Balas Kia yang secara halus mengusir keberadaan Arka saat ini.
Sebenarnya banyak hal yang ingin aku bicarakan padamu. Namun sepertinya kau membangun benteng yang terlalu tinggi di antara kita sekarang. Baiklah jika kau ingin aku pergi, aku akan pergi menjauhi mu sebisa ku.
"Dion terima kasih telah mengizinkan aku untuk bicara dengan istrimu. Maaf telah mengganggu waktu dan kenyamananmu bersama istri tercinta mu." Ucap Arka yang hanya diangguki oleh Dion.
Tak lama kemudian setelah Arka puas memandang manik mata Kia yang benar-benar menyiratkan keinginan dia untuk tak melihat Arka lagi saat ini, Arka pun melangkahkan kaki pergi dari pandangan mereka.
__ADS_1