Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]

Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]
Bab 56


__ADS_3

"Mas-nya pengen tahu banget sih. Kok saya curiga sama Mas-nya." Seru ibu paruh baya yang biasa dipanggil Nenek Wati ini, dengan tatapan menyelidik dari atas hingga kebawah kaki Unang terus ia perhatikan.


"Curiga bagaimana Bu?" Tanya Unang tak mengerti. Sungguh saat ini Unang merasa tak nyaman dengan cara menatap Nenek Wati, yang seakan menguliti dirinya.


"Ya curiga, kepengen tahu banget tentang Dira. Asal Mas-nya tahu saja nih, ibunya Dokter spesialis ahli bedah. Ayahnya, anggota militer yang biasa berperang. Kayanya sekarang Ayahnya baru kembali deh dari tugasnya." Jawab Nenek Wati terlihat santai.


"Oo... Hanya karena pekerjaan itu saja toh," ucap Unang menyepelekan.


Mendengar Unang menyepelekan profesi kedua orang tua Dira. Nenek Wati menarik senyum miring di bibirnya.


"Cih, nih orang gak ada takut-takutnya. Dia bilang ooo... Gue panggilin juga nih." Seru Nenek wati dalam hatinya.


Dan suatu kebetulan Ayah Dira keluar dari dalam rumahnya dengan tergesa-gesa. Entah apa yang terjadi hingga membuatnya tergesa-gesa.


"Komandan tampan!!" Pekik Nenek Wati memanggil Ayah Dira.


Ayah Dira menoleh ke arah Nenek Wati, meskipun dia tengah terburu-buru, namun saat dipanggil oleh orang yag lebih tua, Ayah Dira dengan suka rela menghampiri Nenek Wati.

__ADS_1


"Mau kemana? Buru-buru banget, kaya orang kebakaran jenggot?" Tanya Nenek Wati pada Ayah Dira yang sudah berdiri didepannya, yang sedang mencium punggung tangannya.


"Mau ke Pak RT, lapor anak saya dan si Bibi hilang." Jawab Ayah Dira memberitahukan apa yang terjadi pada putri dan oembantu kepercayaannya.


"Nah loh. Kok bisa? Nah jangan-jangan nih orang yang nyulik. Tadi dia nanya-nanya tentang Dira dan kerjaannya komandan nih!" Tunjuk Nenek Wati pada Unang yang langsung terkejut dan gemetar.


Ya, Unang gemetar ketakutan berada diantara Nenek Wati dan Ayah Dira. Ditambah tuduhan Nenek Wati yang tiba-tiba menunjuk dirinya yang belum melakukan apa-apa terhadap Dira.


"Lah Kok saya? Saya hanya nanya bu. Belum melakukan apa-apa sama Dira." Sanggah Unang yang manik matanya menatap Nenek Wati da Ayah Dira secara bergantian.


"Lah kok saya bagaimana? Tadi Masnya sendiri yang bilang sudah nanya banyak orang tapi ga ada yang jawabkan." Tutur Nenek Wati meyakinkan Ayah Dira atas tuduhannya.


Kedua anak buah Unang bukannya membantu menolong, secara perlahan meraka yang masih ada di dalam mobil, langsung melanjutkan mobilnya karena ketakutan.


Bagaimana tidak. Teman-teman Ayah Dira yang perawakan tubuhnya hampir sama dengan Ayah Dira, ikut keluar dan menghampiri Unang. Mereka berdua pikir, Unang pasti tidak selamat.


"Siapa kamu hah? Berani-beraninya menanyakan tentang saya dan putri saya? Di suruh siapa kamu?" Tanya Ayah Dira, yang mengetahui gelagat Unang yang hanya sebagai orang suruhan.

__ADS_1


"Ti-tidak Pak, saya hanya iseng-iseng saja." Jawab Unang yanh masih menutup-nutupi.


"Cih, berani kamu bohongin saya rupanya!" Pekik Ayah Dira.


"Boy, siapkan mobil. Bawa ini orang ke markas!" Perintah Ayah Dira pada salah satu anak buahnya.


Unang terlihat pasrah dibawa kedua orang bertubuh kekar berotot ini kesebuah mobil dinas.


Entah apa yang akan terjadi pada dirinya dalam beberapa menit ke depan. Sungguh sial, belum melakukan apa-apa, dirinya sudah harus tertangkap.


Pantas saja banyak orang yang tak ingin berurusan dengan keluarga Dira, dengan keengganan mereka yang sama sekali tak mau menjawab pertanyaannya mengenai keluarga Dira ini.


Dan beberapa waktu kemudian, dikediaman Jhon. Dira tengah asyik-asyiknya menikmati fasilitas mewah di kediaman sepupunya ini. Ia tengah berendam di bathtub seharga ratusan juta.


Namun sayang, saat Dira tengah menikmati kesenangannya. Ponselnya berdering, rupanya Tomo yang tengah menghubunginya.


"Kamu dimana?" Tanya Tomo dengan suara yang tertekan dan ketakutan.

__ADS_1


"Biasa aja sih nanyanya, kaya orang kebelet B.A.B?" Sahut Dira yang malah tak langsung memberi tahu dimana dirinya berada saat ini.


Aku bukannya kebelet B.A.B, tapi kebelet semuanya sayang. Kamu kenapa pakai blokir nomor Ayah kamu segala? Dia jadi mendatangi aku ke sini dan membawa pasukannya.


__ADS_2