Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]

Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]
Bab 40


__ADS_3

Cuaca pagi ini begitu nampak cerah seperti suasana hati Dion.


Krekkk!


[Kia merauk bagian dada Dion hingga Dion kembali menggeram menahan sakit]


Sebuah kesenangan berbeda ketika Kia berhasil membuat Dion menggeram menahan sakit yang ia berikan. Alih-alih marah, Dion malah tersenyum manis pada Kia yang cekikikan karena saking senangnya.


"Istri nakal!" Umpat Dion pada Kia yang malah membenarkan posisi tidurnya di dada Dion. Lalu menciumi bekas cengkramannya itu.


"Suami mesum!" Balas Kia yang mengumpati balik Dion.


"Aku atau kau?" Tanya Dion pada Kia yang terus menciumi bagian dada Dion yang terluka karenanya.


"Kau Dion," jawab Kia yang kini mendongakan pandangannya demi melihat wajah suaminya.


"Ok aku memang mesum dan kau mewarisinya." Balas Dion yang kemudian tergelak tawa karena melihat wajah tak terima istrinya.


"Apa hari ini kau, akan kembali bekerja?" Tanya Kia pada Dion.


"Ya, hanya hari ini, karena aku sudah ada janji meeting bersama salah satu client ku." Jawab Dion.


Seketika wajah Kia muram dan nampak sedih.


"Kau tak perlu takut sayang, dia sudah tak lagi bekerja di sana sesuai permintaan mu." Ucap Dion yang tahu betul kekhawatiran istrinya.


"Benarkah?"


"Iya."


"Makasih Dion, aku menyayangimu,"


"Me too."


Kia memeluk erat tubuh Dion, dan Dion memberikan kecupan pada Kia di pucuk kepalanya.


"Kia, bolehkan aku meminta satu hal padamu?" Tanya Dion ragu, namun ia harus melakukannya.

__ADS_1


"Hemm, pintalah aku akan mengabulkannya jika aku bisa." Jawab Kia cepat.


Kia begitu menikmati belaian tangan Dion pada bagian kepalanya.


"Semalam aku bertemu dengan Arka. Dia tahu kau sudah menikah. Dia mabuk berat di club malam dimana mantan suamimu meninggalkan mu untukku. Kia, sebenarnya Arka bukan hanya kenalan bisnisku, tapi juga kawan lama ku." Dion sengaja menghentikan ucapannya menunggu respon Kia.


Kis bangun dari posisi tidurnya. Ia menatap lengkang wajah Dion yang nampak sedih.


"Ya. aku tahu itu dari Nadya. Apa yang kau mau dari ku, Dion? Kau mau membuang ku, dan meminta aku balik padanya? Kau kejam Dion. Sudah ku duga, aku akan sama seperti wanita-wanita yang kau bawa setiap malam ke mansion ini?"


Kia merespon dengan amarahnya dan segala tuduhannya pada Dion. Kia menjerit dan menangis sejadi-jadinya. Ia merasa kembali direndahkan sebagai seorang wanita.


"Hei! Siapa yang mau membuang mu. Kau istriku. Aku mencintai mu, kau adalah sepatuh jiwaku dan separuh hidupku. Tak mungkin aku membuangmu apalagi mencampakkan mu. Kau salah paham. Aku belum selesai bicara, kenapa kau menuduhku seperti itu."


Dion memelik tubuh Kia yang terguncang karena menangis.


"I'm sorry Baby, aku tidak bermaksud membuat mu menangis." Ucap Dion saat berusaha menenangkan tangis Kia.


"Apa maksud mu bicara seperti itu Dion, kau mau apa dari ku?" Tanya Kia masih dengan terisak.


"Temui dia, sudahi hubungan kalian. Kalian berdua belum benar-benar menyudahi hubungan kalian ini. Jangan lari darinya Kia. Hadapi dia dan ucapkan selamat tinggal padanya demi aku, aku suamimu." Jawab Dion.


Kia membulatkan matanya, ia menggelengkan kepalanya dengan cepat. Menolak untuk bertemu dengan Arka.


"Aku tak mau menoleh pada masa lalu ku, Dion. Aku hanya ingin kamu. Aku tak mau goyah lagi saat bertemu dengan dirinya Dion."


"Aku tahu, aku akan selalu bersama mu sampai azal memisahkan kita. Jika kamu tidak menyudahi hubungan mu dengan Arka. Dia selamanya akan menjadi batu sandungan di rumah tangga kita, karena dia masih ingin berjuang mendapatkan mu. Aku mencintaimu Kia, dan aku tak mau kau direbut kembali olehnya."


Dion menitikkan air mata dan kembali memeluk erat tubuh Kia.


"Aku akan melakukannya untukmu, Dion. Berjanjilah tidak akan meninggalkan aku."


"Aku berjanji padamu, Kia. S6ku tak akan meninggalkan mu."


Keduanya kembali berpelukan. Rupanya hati Kia benar-benar telah berpaling pada Dion. Kenyamanan dan sikap penuh kasih sayang Dion yang ditumpahkan pada Kia. Mampu membalikkan hati Kia yang kini mengarah padanya.


Ada dua saran yang diberikan Dion pada Kia, satu menemui Arka di apartemennya dan kedua menunggu Arka datang ke makam kedua orang tuanya.

__ADS_1


Dion tahu betul kebiasaan Arka semenjak Kia menghilang lebih sering datang ke makam kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Kia. Karena besar harapannya akan menemukan Kia di sana.


Kia memilih saran Dion untuk menemui Arka di area pemakaman kedua orang tua Kia. Dan kini, di sinilah Kia berada. Duduk seorang diri dengan sebuah payung tepat di makam kedua orang tuanya.


Dari kejauhan Kia sudah dapat melihat Arka melangkah menuju ke makam kedua orang tua Arka. Cara jalan Arka seperti orang sempoyongan, ternyata alkohol yang ia minum semalam masih mempengaruhinya.


Terlihat seorang pria mengikuti dari belakang langkah Arka yang sempoyongan. Yaz oria yang setia mengikuti kemanapun kaki Arka melangkah adalah Tomo, sepupunya.


Tomo tersentak kaget, saat melihat sosok Kia berdiri dengan sebuah payung hitam dan kaca mata hitam.


"Kia??" Cicit Tomo yang tak yakin dengan sosok yang ia lihat.


Brukk!


Tubuh Arka terjatuh di makam kedua orang tuanya.


Suara tangis Arka pun pecah sejadi-jadinya. Rupanya Dion adalah pria yang sangat suka akan kejujuran dan keterus terangan.


Arka sudah mengetahui jika suami Kia adalah Dion, kawannya sendiri. Hatinya benar-benar hancur mengetahui kenyataan yang tak ingin ia dengar sepanjang hidupnya.


"Kenapa Kia, harus menikah dengan Dion Mommy? Kenapa kebetulan ini selalu terjadi? Kenapa aku harus selalu menjadi perebutan kebahagiaan Dion? Kenapa Mommy? Arghhh???" Pekik Arka dalam tangisnya.


Kia tak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Arka, karena sebelumnya Nadya sudah menceritakan masa lalu Arka dan Dion. Bagaimana suaminya selalu mengalah dan mengalah demi Arka dan hubungan baik keluarganya.


Kia terus berdiri dan menyimak isi hati pria yang pernah singgah di hatinya dahulu. Pria dewasa yang mampu menggetarkan hatimya untuk pertama kali, pria dewasa yang telah mencuri kecupan pertamanya.


"Arka, Kia di sini." Ucap Tomo pada Arka yang terus menangis dan mencurahkan isi hatinya dengan memeluk gundukan tanah yang di penuhi rerumputan.


Arka sontak menghentikan tangisnya. Saat ia mendengar Tomo memberitahukan keberadaan Kia di sana.


Arka bangun dan menghapus air matanya.


"Dimana dia?" Tanya Arka pada Tomo.


Kia membuka kaca mata hitam yang ia kenakan dan menatap Arka dengan tatapan yang sukit terbaca oleh semua orang, termasuk Dion yang mengikuti Kia secara diam-diam.


Arka langsung berlari berhamburan dengan semangat dan rasa bahagia kearah Kia, saat Tomo memberitahukan keberadaan Kia saat ini.

__ADS_1


__ADS_2