![Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-penuh-luka-season-2--aksi-pembalasan-aldo-.webp)
Jika gelap tidak selalu diartikan malam, maka tidak semua kegagalan cinta bisa disebut sebuah luka.
Kini dua anak manusia merasa cintanya di dalam dunianya sudah terasa punah. Sejak Kia kembali dan memutuskan untuk tidak kembali pada cinta pertamanya. Arka.
Dua sosok anak manusia itu adalah Arka dan juga Sisil.
Kia adalah sosok gadis yang bagi Arka ataupun Dion seperti sebuah matahari, begitu bersinar untuk dunia mereka yang gelap.
Gelap ketika kedua orang tua mereka telah tiada dan meninggalkan mereka dalam kesendirian dan kesunyian tanpa kasih sayang ataupun sebuah perhatian.
Kehadiran Kia bagi mereka bagaikan sebuah awal kehidupan untuk membangun mimpi-mimpi yang pernah mereka ingin miliki.
Namun salah satu diantara keduanya harus menelan pil pahit. Ketika Kia memutuskan untuk memulai hidupnya dengan salah satu dari mereka.
Sedangkan Sisil adalah wanita yang terpaksa masuk ke dalam pusaran cinta mereka. Kehadiran Sisil di dalam hidup Arka sama sekali tidak diinginkan oleh Arka begitu pula dengan Sisil yang tak mengharapkan Arka masuk ke dalam kehidupannya lebih dalam.
Malam ini setelah membiarkan Sisil masuk ke dalam kamar. Arka masih termenung di ruang televisi, sudah lebih dari tiga puluh menit yang lalu. Arka duduk menyendiri dengan suasana gelap di ruangan televisi.
Mungkin aku terlalu mencintainya, hingga kandasnya hubunganku dengan Kia terasa lebih menakutkan dari pada kematian. Baiklah aku akan memulai babak baru hidupku tanpa mu Kia.
Usai mengucapkan tekadnya untuk memulai hidup baru tanpa Kia. Arka masuk ke dalam kamar pribadinya yang selama ini ditempati oleh Sisil seorang diri di rumah mewah ini.
Ceklek
Pintu terbuka. Arka muncul dari balik pintu dimana Sisil tengah mengerjakan tugas kuliahnya yang belum selesai ia kerjakan bersama temannya di coffee shop tadi.
Arka berjalan tanpa ragu menghampiri istrinya yang duduk sembari memangku sebuah laptop.
__ADS_1
"Hentikan aktivitas mu! Aku ingin mengambil hakku sebagai suamimu malam ini." Pinta Arka pada Sisil yang kini ketakutan dan memucat mendengar permintaan yang tak biasa dari Arka.
"Tidak. Tolong jangan minta hal itu Arka! Pintalah yang lain, aku akan mengabulkannya asal jangan meminta hakmu. Karena aku tak mau melakukannya denganmu laki-laki yang tak kucintai." Tolak Sisil yang terus menggelengkan kepalanya.
"Beraninya kau menolakku. Kau tahu apa yang akan aku lakukan jika kau menolak permintaanku apalagi menolak perintahku." Geram Arka yang menatap tajam Sisil yang masih terduduk di sofa.
Arka mengancam Sisil. Sisil tahu apa yang akan terjadi jika ia menolak perintah dan permintaan suaminya ini.
Arka tak akan segan-segan menghancurkan perusahaan milik orang tuanya dan menjadikan keluarganya seorang gembel yang tinggal di pinggiran jalan.
Arka segera menyingkirkan laptop yang ada di pangkuan Sisil. Dengan kasar Arka menarik tubuh Sisil dan menjatuhkannya di atas panjang.
Arka membuka seluruh pakaian yang ia kenakan. Kemudian menyambar bibir Sisil dengan buas. Ia melakukannya dengan kasar, bahkan sama sekali tak memberikan jeda untuk Sisil mengambil nafasnya.
Sisil mendorong tubuh Arka ketika ia benar-benar kehabisan nafas.
"Tolong Jangan perlakukan aku seperti seorang j4l4ng, Arka!" Ucap Sisil dengan wajah sendu yang sudah basah dengan air matanya.
Hati Sisil terasa pedih dan teriris ketika Arka menyamakan dirinya seperti seorang j4l4ng. Ya, dia memang sudah seperti seorang j4l4ng ketika orang tuanya meminta ganti rugi atas rasa malu yang ditorehkan Arka di hari pernikahan mereka, dengan nominal uang yang tak tanggung-tanggung. Sepuluh milyar rupiah.
Tak jauh berbeda dengan Kia, harga dirinya telah terbeli oleh suaminya sendiri. Namun nasib mereka berbeda, Kia diperlakukan penuh cinta oleh Dion sedangkan Sisil diperlakukan hina oleh Arka.
Arka memulai kembali permainan mereka, dan Sisil mau tak mau harus melayani apa yang menjadi kewajibannya sebagai seorang istri.
Arka harus menelan pil pahit dan kecewa. Ketika mendapati Sisil tak lagi perawan. Arka mendengus kesal dan menghentikan permainan mereka.
"Kau memang benar-benar seorang j4l4ng. Entah siapa yang telah mendapatkan keperawananmu yang pastinya bukan aku." Ucap Arka sebelum ia turun dari ranjang tidur mereka.
__ADS_1
Bukannya sedih dan kecewa mendapati perkataan suaminya yang menghina dirinya. Sisil malah tertawa mengejek Arka.
"Kenapa kau tertawa? Apa ada sesuatu yang lucu hingga membuat mu tertawa seperti itu?" Tanya Arka sembari menatap tajam Sisil.
"Kurasa keputusan yang diambil Kia sangatlah tepat, meninggalkanmu di saat ia sudah kehilangan mahkotanya. Dia tahu apa yang terjadi, jika kau tak mendapati apa yang kau inginkan, seperti sekarang yang aku alami. Kau menyebutku j4l4ng. Padahal sudah kukatakan sejak awal sebelum kita menikah, aku bukanlah wanita yang suci." Jawab Sisil yang kini sudah berdiri tepat di hadapan Arka.
"Beraninya kau samakan dirimu dengan Kia. Kau dan dia sungguh berbeda. Apapun keadaannya aku akan menerimanya sedang kau-----," kata-kata Arka mengambang karena Sisil lebih dahulu memotongnya.
"Sedangkan aku apa? Kau tahu Arka banyak hal yang kau tidak ketahui tentang Kia dan apa yang dialami oleh Kia, setelah ia menghilang kemarin karena keegoisanmu yang selalu suka memaksakan kehendak Dan bodohnya lagi dirimu tidak pernah mencari tahu apa yang terjadi pada dirinya meskipun kau sudah menemukannya. Jika aku jadi dirimu aku akan membunuh orang yang sudah menghancurkan hidup wanita yang sangat aku cintai, yang kini membuat aku terpisah untuk selama-lamanya karena dia tak memilihku."
"Jangan coba-coba lancang mengajariku, Sisil!"
"Kok hanya perlu tahu, apa yang seharusnya kau ketahui dan apa yang seharusnya kau lakukan sejak kemarin. Sebagai seorang laki-laki Kau hanya banyak diam, diam dan diam. Tanpa mencari tahu penyebab, mengapa dia tak mau memilih mu dan kenapa dia berpaling darimu."
"Lancang!"
Plak..!!
Sebuah tamparan mendarat di pipi Sisil.
"Sudah kubilang jangan mengajariku!" Ucap Arka saat melihat sudut bibir Sisil mengeluarkan darah.
"Dengar Tuan Arka yang terhormat, Aku sama sekali tidak berniat untuk mengajarimu. Aku hanya ingin memberitahukanmu. Jika Kia sudah mengetahui dosa dimasa lalu dengan Dion dan satu alasan yang membuatnya tak mau kembali padamu, karena ia takut bernasib sama seperti Rika. Mati bunuh diri karena tak bisa memberikan apa yang kau inginkan."
"Tutup mulutmu!" Pekik Arka yang geram. Ia kembali mendorong Sisil ke atas ranjang.
Lagi-lagi hari ini dia harus kembali mendengar nama Rika disebut oleh dua wanita di dalam hidupnya kini.
__ADS_1
"Jangan coba-coba mengungkit masa laluku!" Ucap Arka sembari mencekik Sisil.
"Bunuhlah aku, ini lebih baik dari pada aku berlama-lama menjadi istrimu. Kau ini sebenarnya orang yang jahat dan kejam!" Balas Sisil dengan susah payah.